BUGH

"AAAARRRGGGGGH"

"SAYAAAAAANG"

.

.

.

Semua pengunjung Cafe berteriak histeris. Tidak terkecuali wanita mungil nan cantik yang saat ini menyaksikan adegan mengejutkan tersebut. Suga hanya bisa membolakan sepasang mata kecilnya. Saat seorang pria tua memukul suaminya tepat diwajah tegas Jimin. Suami yang sangat ia cintai tersungkur kebawah lantai panggung kecil tersebut. Suga benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ia meringis melihat suaminya terluka. Terlihat dari sudut kanan bawah bibir Jimin ada darah segar yang keluar begitu saja. Jimin hanya menahan perih dan memegang sudut bibirnya. Bukan hanya istri dan orang-orang diCafe yang menyaksikannya. Jiminpun sama terkejutnya mendapatkan pukulan mendadak yang entah dari siapa. Ia tidak tau apa maksud orang asing tersebut.

"Sst,, siapa kau? Apa maumu? Kenapa kau memukulku?" tanya Jimin yang saat ini berusaha berdiri dibantu Jackson dan Ilhoon.

Jackson dan Ilhoon yang memang berada dibelakang Jimin dan Suga sebelum pria tua asing itu dengan seenak jidatnya memukul Jimin. Mereka langsung berlari mendekati Jimin setelah pria asing memukul Jimin yang belum genap 24jam mereka kenal. Jimin benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi. Bahkan semua orang pun tidak mengerti apa yang terjadi.

"YAK! Siapa kau? Berani-beraninya kau membuat onar diCafe ini!" bentak Jackson yang langsung menarik kerah baju pria tua asing tersebut setelah membantu Jimin berdiri.

"HAHAHA,,, SIAPA AKU? Kau bisa menanyakan itu pada istrinya" jawab pria tua asing itu dengan angkuh yang langsung menunjuk kearah Suga. Yang membuat Jimin, Jackson, Ilhoon dan semua orang yang ada didalam sana mengerenyitkan kening mereka bingung dan menatap Suga meminta penjelasan.

Berbeda dengan Jimin dan yang lainnya Suga yang mengetahui siapa yang baru saja memukul wajah suaminya itu. Hanya bisa terdiam mematung dengan tangan yang mengepal erat. Ia benar-benar tidak percaya pria tua itu. Pria tua bajingan itu. Pria yang sudah menjual tubuhnya. Pria yang membuat kehidupannya menjadi kelam. Pria yang membuat ibu kandungnya sendiri meninggalkan Suga kecil. Pria yang seharusnya menjadi contoh yang baik untuk Suga. Tetapi malah membuat semuanya hancur berantakan.

"S-sa-sayang apa kau mengenalnya?" tanya Jimin ragu. Jimin memang sangat ingin mengetahui siapa pria tua asing yang sudah memukul wajahnya itu. Tetapi melihat ekpresi Suga pada saat ini. Tatapan itu, amarah itu, aura yang sangat terasa kelam. Jimin mengerti dan sangat peka. Ia seperti melihat Suga saat pertama kali bertemu dengannya. Penuh dengan ketakutan, kebencian dan juga kemarahan.

"PERGI KAU! UNTUK APA KAU MENEMUIKU LAGI? KAU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH BISA MELIHAT AKU DAN IBU BAHAGIA! PERGI KAU PERGI!" bentak Suga yang langsung mendorong tubuh pria tua tersebut. Yang seberapa kali Suga mencoba mendorong pria itu tetap tidak bisa.

"HAHAHA! Kau dan ibumu sama saja. Apa begini caramu bertemu AYAHMU, Yoongi?" ucap pria tua yang tertawa meremehkan Suga. Sontak semua yang berada disana membelalakan kedua mata mereka tidak percaya. Tak terkecuali Jimin, ia benar-benar tidak percaya pria yang dihadapannya adalah mertua Jimin. Pria yang jelas-jelas membuat kehidupan masalalu istrinya menjadi kelam.

"Be-benarkah? Jangan membual!" suara Jimin terdengar terbata-bata tidak percaya. Ia seperti tertimpa batu besar. Jimin sangat tidak mengerti akan kejadian ini. Ia baru saja bertemu dengan ayah kandung dari istrinya. Tetapi pertemuan mereka bukanlah pertemuan yang terbilang normal. Karena pria tua yang ternyata ayah dari Suga itu memukulnya.

"Cih, dasar orang kaya! Untuk apa aku membual. Kau bisa tanyakan langsung pada anak kesayangan ku. Beritahu mereka Yoongi aku ini benar-benar ayah kandungmu. Benarkan Yoongi, Min Yoongi?" tanya pria tua itu dengan membawa Suga langsung kedalam rengkuhannya. Suga hanya bergerak tidak nyaman. Tetapi terlihat sekali ia sedang menahan amarahnya. Ia berusaha melepaskan rengkuhan pria yang mengaku ayah kandungnya itu dengan sekuat tenaganya. Tetapi sayang tenaganya seakan hilang. Ia melemas dan merasa tubuhnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Dengan sisa tenaganya Suga akhirnya berteriak lantang.

"LEPASKAN! MAU APA KAU? KAU BUKAN AYAHKU! AYAHKU SUDAH LAMA MATI! PERGI KAU! LEPASKAN! DAN AKU BUKANLAH YOONGI! AKU SUGA! AKU ADALAH PARK SUGA! PERGI KAU BERENGSEK LEPASKAN AKU!" teriak Suga yang memang sudah menahan amarahnya. Ia sangat marah hingga tidak menyadari bahwa bulir air mata menetes sedikit demi sedikit. Jimin yang melihat istri mungilnya menangis dan berusaha mendorong keras laki-laki tersebut langsung menarik lengan Suga dan memeluknya.

Suga hanya bisa menangis tersegukkan didalam pelukan hangat Jimin. Ia benar-benar lelah entah mengapa tanpa ia dan juga semua orang sadari. Kedua mata Suga menutup yang diikuti dengan tubuhnya yang terkuliah lemah. Suga tidak sadarkan diri, ia pingsan. Yang terakhir ia ingat adalah suara teriakan Jimin dan wajah cemas suaminya tersebut. Dan setelah itu dia merasa tubuhnya melayang dan tidak mengetahui selanjutnya.

Jimin yang merasakan tubuh istrinya melemas. Langsung tersadar dan berteriak cemas. Ia benar-benar tidak ingin terjadi sesuatu pada Suga. Jimin langsung membopong Suga dengan bridal style. Ia sangat takut hal yang buruk terjadi pada Suga. Tidak memperdulikan pria tua dihadapannya yang menyeringai jahat menyaksikan Suga pingsan. Bahkan Jackson dan Ilhoon pun membantu Jimin dengan berlari kearah pintu keluar Cafe dan membukakannya. Sesampainya diluar Cafe Jackson mendahului Jimin lalu berbalik dan berhadapan dengannya.

"Mana kunci mobilmu Jim? Biar aku saja yang membawa mobilmu. Kau bisa duduk dibelakang bersama istrimu." Ucap Jackson. Jimin hanya diam tetapi diresponnya dengan memiringkan tubuhnya agar Jackson bisa mengambil kunci mobilnya didalam kantung sebelah kanan celananya.

"Kalian berhati-hatilah. Ilhoon kau bawa mobilku! Agar kalian bisa pulang tanpa harus naik bus."tutur Bambam yang sejak tadi ikut berlari bersama Mark dibelakang mereka. Ilhoon yang dititah oleh bosnya hanya mengangguk dan menyambar kunci mobil Bambam. Ia menyadari bahwa perempuan yang juga bosnya diCafe sedang merasa cemas. Ia sangat paham bagaimana perasaan Bambam saat ini. Karena bos perempuan yang kuat dihadapannya adalah kakak iparnya. Kakak ipar yang beberapa tahun lalu mengalami keguguran pada kehamilan muda dan ternyata menyebabkan dampak buruk pada kondisi janinnya. Bukan hanya pada janin yang dikandungnya. Tetapi dengan rahimnya pun sama mengalami trauma serius yang menyebabkan Bambam susah mendapatkan keturunannya lagi. Dan itu membuat Bambam dan juga Mark kakaknya sangat cemas melihat Suga saat ini.

*Skip

Sudah beberapa menit berlalu Jimin terduduk lemas dengan tatapan kosong dikursi tunggu panjang yang ada dikamar rawat pasien. Beberapa kali Jimin berpindah dari kursi didekat kasur rawat Suga, kursi tunggu panjang kamar rawat pasien untuk setidaknya merentangkan tubuhnya dan kembali duduk dikursi dekat kasur rawat Suga. Ia merasa sangat bersalah karena membuat Suga seperti ini. Jimin hanya bisa memandang tubuh ringkih Suga yang terkulai lemah diatas kasur pasien dengan infus ditangannya. Entah sudah berapa kali ia menhembuskan nafasnya dengan kasar.

Jimin berdiri dan mendekati Suga untuk duduk dikursi dekat kasur rawat Suga. Ia langsung menggegam tangan istrinya, mencium berkali-kali punggung tangan mungil berkulit pucat itu. Ini sudah pukul 8 pagi yang berarti sudah hampir 12jam Suga tidak membuka kedua kelopak matanya. Jimin benar-benar sangat khawatir sekaligus merasa kecewa pada dirinya sendiri yang tidak becus menjaga Suga. Ia sama sekali tidak tertidur menunggu Suga. Bahkan saat Jackson dan Ilhoon yang menyuruhnya tidur dan bergantian untuk menjaga Suga. Jimin malah menyuruh mereka untuk pulang kerumah. Ia tidak ingin merepotkan lagi orang-orang baik dihadapannya

"Sayang dengarkan aku, bangunlah! Aku benar-benar sangat merindukan mu. Maafkan aku yang benar-benar tidak bisa menjagamu dan anak kita dengan baik. Maafkan aku sayang. Aku mencintaimu Suga" tutr Jimin lirih. Ia benar-benar frustasi dengan keadaan Suga yang sampai saat ini belum juga mau untuk membuka matanya.

CKLEK

"Eommaaaaa" panggil Jimin yang melihat ibunya masuk kedalam ruang rawat Suga. Jimin langsung memeluk nonya Park. Ia benar-benar tidak tahan dengan semua ini.

"Jim, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Suga bisa seperti ini? Dan mengapa bibirmu terluka?" tanya ibu Jimin dan mengelus punggung anaknya. Ia berusaha menenangkan anak sulungnya.

"Maafkan aku eomma, ini semua salahku. Jika saja aku tidak membuat kejutan untuknya. Ia tidak akan seperti ini. Dan ini semua tidak akan terjadi." ucap Jimin lirih.

"Kejutan? Kejutan apa maksudmu?" kening ibu Jimin mengerenyit bingung.

"Se-sebenarnya siang kemarin aku membawa Suga kedokter kandungan. Karena belakangan ini Suga mengalami perubahan. Ia menjadi lebih manja dan sering kali meminta hal-hal yang tidak wajar. Hingga beberapa hari lalu aku baru menyadari bahwa setiap pada pagi hari Suga akan merasa mual muntah. Tetapi kami pikir itu semua karena Suga kelelehan karena ia sangat sibuk belakangan ini. Tetapi setelah mendapat nasihat dari ayah untuk membawanya kedokter. Aku tidak ingin menunggu lama dan langsung membawanya kedokter kandungan. Dan hasilnya ia positif hamil. Tetapi sebelum kami kerumah sakit. Suga memintaku untuk menuruti kemauannya lagi. Dan aku pun menurutinya. Bahkan aku memberikan kejutan untuk kehamilannya."jelas Jimin panjang lebar.

"B-b-benarkah Jim? Suga hamil?" suara ibu Jimin terkejut sekaligus bahagia. Terlihat sekali perubahan raut wajah nyonya Park setelah mendengar cerita Jimin.

"Ne, eomma Suga hamil. Tetapi,,," ucapan Jimin sengaja ia gantung. Ia masih belum siap meceritakan kejadian yang membuat istri dan menantu kesayangan ibunya seperti ini.

"Tetapi apa Jim? Lanjutkan ucapanmu! Jangan membuat eomma khawatir."ucap ibu Jimin kesal. Bagaimana tidak kesal. Setelah mendengar berita bahagia itu. Ia merasa ada yang sengaja anaknya tutup-tutupi.

"Baiklah, aku harap eomma tidak akan terkejut setelah ini."tutur Jimin.

"Yasudah cepat lanjutkan."titah nyonya Park. Jimin yang melihat wajah ibunya yang serius benar-benar penasaran ingin mengetahui cerita selanjutnya. Apa penyebab menantu kesayangan dan anak sulungnya itu bisa berada disini. Dengan anaknya yang sudah terlihat jelas bahwa ada luka disudut bibir anaknya. Dan juga keadaan Suga yang tidak sadarkan diri.

"Tetapi beberapa saat setelah aku memberikan kejutan untuknya. Tiba-tiba saja ada orang asing memukul wajahku hingga aku tersungkur kebawah panggung kecil. Dan orang asing tersebut adalah ayah kandung Suga. Orang yang selama ini Suga benci. Yang membuat kehidupannya hancur sebelum bertemu denganku."lanjut Jimin.

"Ma-maksudmu apa Jim? Ayah? Ayah kandung Suga?" ujar nyonya Park terkejut.

"Ya eomma, dia benar-benar ayah kandung Suga."ucap Jimin meyakinkan.

CKLEK

"Suami nyonya Park Suga, anda dipanggil oleh dokter keruangannya."ucap seorang suster yang sebelumnya tersenyum ramah pada sepasang ibu dan anak itu.

"Ya, saya akan kesana sebentar lagi" ucap Jimin pada seorang suster itu. Jimin langsung berdiri dari kursi yang ia duduki bersama ibunya. Dan berjalan kearah pintu ruang rawat tersebut. Tapi sebelum ia benar-benar keluar. Jimin memutar tubuhnya menghadap ibunya.

"Eomma, bisakah eomma menjaga Suga terlebih dahulu. Aku akan bertemu dokter untuk mengetahui test kesehatan istriku."ucap Jimin.

"Ne, eomma akan dengan senang hati menjaga Suga. Semoga saja tidak terjadi satu hal buruk apapun yang menimpah istrimu Jim."tutur nyonya Park dan tersenyum tulus untuk menguatkan anaknya. Jimin yang mendengar penuturan ibunya merasa sedikit lebih tenang meninggalkan Suga untuk menemui dokter. Dan langsung keluar dan berjalan mengikuti langkah suster tersebut keruangan dokter Kim. Sesampainya mereka didepan pintu masuk ruangan dokter Kim. Jimin menarik nafas dalam dan berusaha tetap tenang.

Tok,,tok,,tok

"Ya silahkan masuk" ucap dokter Kim.

Jimin langsung membuka pintu ruangan tersebut dan masuk kedalam ruangan dokter kandungan tersebut. Sebenarnya Jimin tidak ingin berkonsultasi lagi dengan dokter muda satu ini. Karena entah berasal dari mana ada perasaan sedikit merasa cemburu pada laki-laki yang sudah menyentuh perut mulus istrinya yang notabene adalah dokter kandungan yang dipilihkan oleh ayahnya. Bahkan ia sempat merutuki ayahnya karena memilihkan dokter laki-laki untuk memeriksakan istrinya.

"Silahkan duduk" ujar dokter Kim ramah.

"Ya, terima kasih. Bagaimana dok kondisi istri saya?" ucap Jimin to the point. Ia sangat tidak ingin berbasa-basi bila menyangkut kondisi istrinya. Dokter Kim hanya tersenyum ramah dengan sikap overprotektif Jimin. Tetapi ada raut wajah penyesalan yang terukir pada dokter Kim.

"Maaf sebelumnya tuan Park. Saya akan menjelaskan tentang kondisi istri anda. Tetapi saya minta anda harus membantu menegarkan istri anda nantinya. Dan menjaganya lebih lagi. Karena istri anda butuh perhatian lebih setelah ini." tutur dokter Kim tenang.

"M-ma-maksud dokter apa? Jelaskan saja yang sebenarnya" ucap Jimin yang merasa takut akan terjadi sesuatu hal buruk yang menimpah istrinya.

"Jadi istri anda,,,,,,,,,,,,,"

.

.

.

.

.

TBC

Yap segini dulu. Udah cukup panjang. Udah terjawab dong siapa yang teriak. Dan kenapa bisa teriak gitu. Jadi dichap ini bakal sedih sedih dikit. Dan maaf sepertinya aku tidak menepati janji kalo dichap ini ada NC nya. Soalnya ini dibagi dua chapternya. Jadi maaf sedalam-dalamnya yang berharap NC disini. Hehehe~

Makasih yang udah review, follow dan favorite in. Dan makasih yang berlebih buat adikku Yuma, Kyra dan Hasby yang udah nemenin aku membahas apapun segala macam tentang Minyoon. Dan nyemangatin aku buat update. Love you guys~

Chuchuchu~ Mumumumu~