Ini chapter 8 yah? Oke kayanya 1 atau 2 lagi end deh yah. Makasih banyak yang udah sempet mampir baca FF aku. Dan maaf baru update. Mumpung aku liburan jadi aku update deh. Oke gamau basa-basi kepanjangan silahkan baca aja yah : ) Jangan lupa review nya~
"Jadi istri anda,,,,,,,,"
.
.
.
",,,,,,,,istri anda memiliki masalah pada kehamilannya. Kondisi kandungannya sangat lemah. Dan sebuah keajaiban karena sampai sekarang istri anda masih dapat mempertahankan janinnya. Dan saya harap istri anda menjalani rawat inap terlebih dahulu untuk beberapa hari ini. Dan untuk selanjutnya saya harap istri anda tidak diperboleh melakukan aktifitas seperti biasa. Terlebih juga anda dan orang terdekatnya harus tetap menjaganya. Ini sampai kondisi kandungan istri anda menjadi kuat." Penjelasan dokter Kim tentang kondisi Suga dan kandungannya membuat hati Jimin merasa sedikit lebih lega. Tetapi terlihat jelas raut wajah kekhawatiran Jimin. Karena bagaimana pun ia harus menjelaskan semuanya pada Suga tentang kondisi kandungannya dan juga aktifitas kesenangan Suga yang harus ia kurangi.
"B-baiklah dok, terima kasih atas bantuannya. Saya akan lebih berhati-hati lagi untuk menjaga istri saya" ucap Jimin final. Dan langsung bangkit dari duduknya untuk keluar ruangan dokter kandungan istrinya tersebut dan kembali keruang rawat Suga dengan sedikit merasa lebih tenang.
SKIP
Sesampainya Jimin didepan ruang rawat istri tercintanya. Ia mendengar suara tawa seseorang yang sangat ia kenal dan sangat dirindukannya seharian ini. Jimin pun langsung membuka pintu ruang rawat tersebut dengan tidak sabarnya. Dan betapa senangnya Jimin karena melihat senyum manis dari bibir tipis Suga yang membuat Jimin langsung berlari dan memeluknya.
"Kau sudah sadar? Kau tau betapa khawatirnya aku padamu? Dan betapa senangnya aku melihat senyummu itu. Maaf,, maaf kan aku Suga. Maafkan aku karena tidak dapat menjagamu dan membuatmu menjadi seperti ini. Maafkan aku sayang" ucap Jimin terburu-buru. Ia memang sangat merindukan suara merdu suga, merindukan senyum manis yang selalu memberinya semangat, dia benar-benar sangat merindukan istrinya. Meskipun itu hanya untuk 1 malam.
"Kau berlebihan sayang! Aku tidak apa-apa. Kau lihat sendiri aku masih bisa memelukmu seperti ini. Masih bisa memarahimu nanti. Kkkk~" suara tawa Suga terpotong karena Jimin langsung menciumnya. Ciuman yang sangat mengartikan kerinduan teramat dalam. Tetapi perlahan Suga sadar dan mendorong Jimin sedikit dari pelukannya dan melepaskan ciuman mereka.
"Beritahu aku apa yang sebenarnya membuatmu seperti ini heum?" tanya Suga yang langsung membuat Jimin sadar. Karena bagaimana pun Jimin menutupi hal yang membuat resah dirinya. Pastilah istri tercintanya ini akan mengetahuinya.
"Baiklah, tetapi aku mohon setelah ini kau harus menuruti semua yang aku katakan, ne?" ucap Jimin karena bagaimana pun juga ia harus segera memberitahu Suga tentang kondisi kandungannya.
"Ne, aku janji" jawab Suga.
"Kata dokter Kim, kau tidak boleh melakukan aktifitas seperti biasanya sayang. Dan untuk beberapa hari ini kau harus dirawat disini."
"Ne? Benarkan? Apa yang membuat dokter Kim mengatakan itu?" tanya Suga menyelidik. Karena bagaimana juga mana mungkin dokter kandungan muda itu menyuruhnya untuk tidak beraktifitas seperti biasanya dan membuat suaminya menjadi sekhawatir sekarang. Dan terlihat jelas olehnya kalau Jimin membuang nafasnya kasar sebelum menjelaskan kondisinya tersebut.
"Huuuft, itu semua karena kondisi kandunganmu sangat lemah. Dan dokter bilang betapa beruntungnya kita karena masih dipercaya untuk menjaga anak kita sayang. Jadi mulai besok kita harus menjaga anak kita dengan lebih hati-hati lagi." ucap Jimin langsung.
"Ahh, karena itu. Maaf kan aku sayang. Itu semua juga karena aku yang tidak bisa menjaga kesehatanku,,," lagi-lagi Jimin mencium Suga lembut. Dan tanpa mereka sadari sebenarnya dari tadi ibu Jimin memperhatikan sepasang suami istri tersebut. Karena tidak mau berlama-lama membuat menantu kesayangannya itu menjadi sesak nafas karena kelakuan anaknya. Baekhyun pun langsung bedeham dan membuat keduanya tersadar.
"A-aah eomma aku lupa kalau eomma ada disini. Hehe~" tawa canggung Jimin membuat Baekhyun langsung memutar bola matanya malas.
"Dasar anak mesum, kau dan appa mu sama saja. Berhentilah mencium menantuku. Karena bagaimana pun juga dia masih lemah Jim" omel Baekhyun. Yang langsung dibalas cengiran polos Jimin.
"Ne, eomma mian. Habisnya aku sangat merindukan menantu kesayangan eomma ini" ucap Jimin polos yang langsung membuat kedua pipi Suga merona merah.
"Sudah sudah. Eomma mau menghubungi appa mu dulu. Ia pasti menunggu kabar dari eomma. Dan eomma mohon Jim. Jangan mencium Suga sampai kehabisan nafas seperti tadi. Jika itu terjadi eomma tidak akan segan-segan untuk menyuruhmu untuk melakukan perjalanan bisnis keluar kota agar tidak membuat istrimu sesak nafas lagi" ancam Baekhyun yang langsung membuat Jimin merenggut sebal karena ucapan ibunya.
Karena mengingat sikap ibunya jika sudah menyangkut istri tercintanya itu. Sebuah ancaman dari eomma nya tersebut bisa menjadi kenyataan. Suga yang melihat anak dan ibu yang sedang berdebat karenanya hanya bisa terkekeh geli. Sepersekian detik Suga teringat dengan janin yang ada dikandungannya. Langsung mengelus perutnya dan tersenyum. Karena bagaimana pun juga Suga bersyukur calon anaknya masih bertahan. Tanpa ia sadari anak dan ibu yang awalnya berdebat tersenyum bahagia melihat Suga yang mengelus perutnya. Dan ia pun sedikit terkejut karena ada tangan kekar suaminya yang juga mengelus perutnya.
"Anak appa sedang apa disana? Kau harus tetap sehat yah didalam sana. Karena appa dan eomma sangat menantimu hadir ditengah-tengah kami. Jadi tetap hidup sehat didalam sana, ne" ucap Jimin lembut yang membuat Suga terharu dan meneteskan air matanya. Suga amat sangat bahagia karena ia sadar bukan hanya dirinya yang menantikan sesosok anak kecil ditengah-tengah keluarganya.
"Ne, Halmoni dan haraboji juga menunggumu sayang. Kami semua menunggumu. Jadi tetaplah sehat didalam sana, ne" ucap Baekhyun yang juga ikut mengelus perut Suga.
SKIP
*tujuh bulan lebih beberapa hari kemudian*
Sudah beberpa bulan ini semenjak Suga keluar dirumah sakit mereka memutuskan untuk tinggal dikeluarga Park untuk berjaga-jaga pada kehamilan Suga dan menjauhkan Suga dari ayah kandungnya yang jahat tersebut. Dan sudah diperkirakan jika ayah kandung Suga mengganggu kehidupan mereka. Contohnya saat Suga sedang berada disuper market setelah mengantarkan gaun pernikahan Seokjin dan Hoesok untuk membeli beberapa susu khusus ibu hamil. Ia dikagetkan dengan munculnya ayah Suga didepan mobilnya untuk meminta uang pada Suga. Untung saja Jimin cepat datang dan langsung memberikan cek yang sudah pasti itu adalah uang yang banyak pada laki-laki jahat tersebut. Maka dari itu Jimin selalu menemani Suga kemana pun. Hingga Jimin harus membatalkan beberapa meeting atau memberikan tanggung jawabnya pada sekertarisnya.
Pagi ini Jimin melihat Suga yang sedang mengelus perut besarnya dengan pandangan cemas. Karena Suga sering kali terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dan sudah pasti itu sangat mengganggu pikirannya. Dan berujung Jimin berbicara pada Suga dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan Suga yang langsung diajak Jimin untuk kerumah sakit mengecek kondisi kandungan istrinya tersebut.
"Bagaimana kondisi kandungan istri saya dok?" tanya Jimin cemas.
"Kondisi kandungan nyonya Suga sangat baik dan ini sudah memasuki bulan dimana istri anda akan melahirkan. Dan saran saya untuk anda untuk yaitu menjadi suami siaga. Karena bisa kapan saja istri anda mengalami kontraksi dan siap untuk melahirkan."
"B-be-benarkah itu dok? Sebentar lagi saya akan melahirkan?" kali ini bukan Jimin yang bertanya dan sudah pasti itu Suga. Dengan raut wajah yang sedikit cemas. Karena beberapa hari belakangan ini ditempat senam para ibu hamil. Suga mendegar cerita dan pengalaman yang tidak sedikit membuat ia cemas untuk melahirkan. Karena ada beberapa ibu-ibu disana memperingati Suga bagaimana sakitnya saat bersalin.
"Benar, dan perkiraan lahir anda adalah 9hari lagi nyonya Park." Jawab dokter Kim.
"Kenapa kau terlihat bergitu tegang dan cemas sayang?" tanya Jimin yang menyadari perubahan raut wajah Suga yang awalnya tenang menjadi cemas. Memang sudah beberapa hari ini Jimin dibuat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan Suga tentang persalinan. Yang sudah pasti ia pun tidak mengerti. Dan berakhir ia pun membujuk Suga untuk kembali menemui dokter kandungannya.
"Mungkin karena istri anda merasa sedikit cemas atas persalinannya. Karena ini adalah kehamilan pertama untuknya. Dan sebaiknya nyonya Park harus menghilangkan rasa cemas anda sedikit demi sedikit." Ucap dokter Kim karena sudah bisa ditebak dari raut wajah pasiennya itu yang cemas.
"N-Ne dokter Kim benar sayang, aku sedikit cemas karena sebentar lagi aku akan melahirkan. Dan yang aku dengar dari beberapa ibu-ibu yang ada ditempat senamku kalau melahirkan itu sakit. Karena perkataan mereka lah membuat aku cemas" tutur Suga.
"Kalau memang kau tidak mau melahirkan secara normal aku bisa meminta dokter Kim untuk melakukan operasi sayang. Bagaimana sayang?" ucap Jimin menenangkan.
"A-ani Jim, aku tidak mau operasi karena yang aku tau rasa sakit sehabis operasi itu lebih menyakitkan daripada melahirkan normal. Jadi aku ingin melahirkan normal sayang" jawab Suga tenang.
"Benar. Betul yang dibilang nyonya Park kalau rasa sakit setelah operasi itu malah akan lebih menyakitkan dari pada persalinan normal. Jadi saran saya untuk memilih persalinan normal. Dan tuan Park istri anda dan kandungannya memiliki kondisi yang baik. Dan tidak ada penyulit untuk persalinan normal." Jelas dokter Kim yang langsung disambut anggukan mengerti dari Jimin.
"Hmm, dok bisakah saya menanyakan sesuatu pada anda?" tanya Jimin sedikit ragu.
"Ne, boleh saja. Ada apa tuan Park?" ucap dokter Kim.
"Kau bilang kondisi istriku dan kandungannya baik kan dok? Jadi bolehkah kami melakukan hubungan suami istri?" tanya Jimin polos. Yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya. Dan tampak jelas kedua pipi Suga memerah merona mendengar pertanyaan absurd suaminya tersebut.
"YAK! KAU PARK JIMIN! PERTANYAAN APA ITU?" bentak Suga karena sudah cukup menahan rasa malunya. Dan tidak sabar ingin sekali memukul kepala suaminya itu yang mesum.
"Kkk~ Jangan salahkan aku Sugaku sayang. Aku benar-benar tidak dapar menahannya. Lagipula yang aku baca diinternet berhubungan seksual pada usia kandungan 9 bulan akan mempercepat persalinan. Katamu kau ingin cepat melahirkan. Jadi apa susahnya kalau aku membantu untuk mempercepat persalinannya. Kkk~" ucapan Jimin polos dengan cengiran absurd nya itu memancing emosi Suga yang sudah benar-benar malu karena kelakuan suaminya tersebut. Dan dokter Kim yang melihat sepasang suami istri unik tersebut hanya menggelengkan kepalanya. Karena memang sudah beberapa kali Jimin menanyakan hal itu. Dan sudah pasti dokter Kim memperingatinya karena kandungan Suga lemah. Tetapi sekarang kandungan Suga pun sudah baik-baik saja dan usia kehamilannya pun sudah memasuki kehamilan tua yang menurutnya sudah pasti itu bisa membantu mempercepat persalinan pasien manisnya itu.
"Ekhem, berita bagus untuk tuan Park. Karena anda bisa melakukan hubungan seksual dengan istri anda. Tetapi ada syarat untuk melakukannya. Syaratnya adalah saat anda melakukan hubungan seksual anda harus melakukannya dengan posisi yang aman dan harus berhati-hati. Dan untuk nyonya Park itu adalah keputusan anda untuk memperbolehkan suami anda untuk melakukannya atau tidak" jelas dokter Kim yang dibalas dengan senyum sumringah Jimin dan pipi merona Suga yang makin menjadi-jadi.
"Arraso, aku akan lebih berhati-hati dan mengikuti anjuran dokter. Ne, kajja ayo sayang kita pulang" ucap Jimin yang langsung mengajak Suga pulang. Dan sudah pasti disambut tatapan tajam Suga dan pipi meronanya.
"Terima kasih dok" ucap Jimin final dan membungkuk lalu meninggalkan ruangan dokter Kim. Suga yang melihat kelakuan suami absurdnya itu semakin tidak mengerti kenapa ia bisa-bisanya mencintai laki-laki absurd didepannya yang memegang erat tangannya. Tetapi dibalik itu semua Suga pun sangat bahagia dan sangat mengerti mengapa Jimin begitu menginginkan berhubungan seksual. Sudah hampir 8bulan Jimin tidak menyentuhnya. Dan sudah dipastikan jika Jimin benar-benar menahan hasratnya tersebut.
SKIP
Sesampainya mereka dirumah keluarga besar Park. Jimin pun langsung membukakan pintu mobil untuk Suga dan membantunya untuk berdiri. Perhatian dan perlakuan yang sejak dulu sampai sekarang tidak pernah berubah dari Jimin. Bahkan sampai mereka memasuki kamar mereka pun Jimin tetap memegang erat Suga yang memperlihatkan seakan-akan istri yang ia cintai itu bisa saja terpeleset atau apapun yang buruk. Dan akhirnya Suga pun tertidur diatas ranjang mereka. Setelah sebelumnya Jimin yang melepaskan jaket hangat Suga dan mengganti pakaian mereka menjadi piyama tidur.
"Sayang bisakah kita melakukannya? Kau tau aku sangat merindukan mu. Benar-benar merindukan mu" ucap Jimin lirih. Ia naik keatas kasur king size itu dan langsung memeluk Suga yang sudah tertidur. Suga yang merasa sedikit terganggu tidurnya karena belum terlalu terlelap mendengar perkataan Jimin. Beberapa menit kemudian ia rasa Jimin sudah terlelap. Suga pun langsung memutar posisinya untuk menghadap Jimin. Ia dapat melihat raut wajah kelelahan Jimin. Ia amat sangat merasa bersalah. Karena membuat Jimin semenderita sekarang.
"Maaf kan aku Jim" lirih Suga dan tanpa sadar ia langsung melumat bibir Jimin. Siempunya bibir akhirnya merasa terganggu karena gerakan bibir Suga yang terbilang cukup panas. Tidak disangkal oleh Suga bahwa ia juga merindukan sentuhan Jimin. Ia pun sebenarnya ingin sekali berhubungan seksual dengan Jimin. Hanya saja ia masih merasa takut pada kandungannya yang lemah. Tetapi malam ini Suga benar-benar tidak bisa menahan hasrat yang sudah ia pendam.
Tanpa ia sadari Jimin sudah memandangi wajah nya dan tersenyum dalam ciumannya saat Suga membuka matanya. Betapa terkejutnya Suga karena sudah tertangkap basah oleh suaminya. Tetapi bukan Jimin namanya kalau hanya diam dan tak merespon perlakuan Suga. Dan saat itu pula Suga melepas pagutannya dan langsung masuk kedalam dada bidang Jimin.
"Aigoooo ternyata istriku nakal juga yah. Sudah berapa kali kau melakukan hal ini heum? Sudah berapa kali kau menciumku diam-diam saat aku tertidur?" goda Jimin. Yang langsung membuat Suga merona didalam rengkuhan Jimin. Suga akui bahwa ini adalah kesekian kalinya ia mencium bahkan memagut bibir Jimin saat sang suami tertidur. Karena pada saat Jimin tidurlah Suga dan melakukannya tanpa harus takut untuk diperkosa Jimin setelahnya. Tetapi bukan Suga namanya jika larut dalam godaan Jimin.
"Eng, beberapa kali mungkin. Dan bibirmu membuatku candu Jim. Bahkan saat kehamilan ku masuk trimester 2. Aku pernah memainkan Jimin junior dan bahkan mengulumnya saat kau tertidur. Dan untungnya saat kau terbangun kau hanya bilang 'ah sayang aku mimpi basah lagi' aku hanya bisa tertawa didalam hati. Kkk~" goda Suga yang tanpa ia sadari membuat suaminya itu berpikir keras.
"Ahh jadi itu alasannya kenapa kau hanya tersenyum jahil saat aku bilang seperti itu. Kau nakal sayang. Dan aku suka" ucap Jimin yang dibumbui seringaian mengerikan untuk Suga.
Suga yang melihatnya bergidik ngeri melihat suami absurd nya itu menyeringai. Ia sudah paham dan sangat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi dengan cepat ia ingin mendahului Jimin untuk bertindak. Suga langsung menaiki tubuh bagian bawah -lebih tepatnya diatas junior- Jimin. Sebenarnya tanya Jimin tahu bukan hanya informasi tentang persalinan yang menyakitkan yang Suga ketahui dari para ibu-ibu hamil disana. Tetapi cara aman melakukan hubungan intim sampai posisi yang aman Suga ketahui. Dan ia pun sangat mensyukuri bahwa tips itu sangat berguna sekarang.
"K-kau nakal sekali sayang. Bagaimana kau senakal ini?" tanya Jimin.
"Entah lah Jim, sebenarnya aku juga sangat menginginkan saat-saat seperti ini. Karena kau tau Jim aku bahkan mengidam ingin meminum sperma mu saat usia kandunganku 6bulan. Dan yaa kau tahu sendirikan saat itu kau sering terbangun dengan juniormu yang lengket. Kkk~" ucap Suga genit. Jimin benar-benar tidak percaya bagaimana istri kesayangannya ini bisa menjadi senakal ini. Bahkan tanpa Jimin suruh istrinya itu sudah membuka piyama –kalo diindonesia namanya daster ibu hamil- tidurnya. 'Apa karena Suga mengandung anakku sampai-sampai membuat Suga menjadi semesum ini' benak Jimin.
Dengan tidak etisnya Suga bahkan sudah melepas bra dan celana dalamnya dihadapan Jimin. Yang entah kenapa melihat tubuh istrinya dan perut yang sudah membesar membuat Jimin malah semakin tidak dapat menahan hasratnya. Ia pun mendudukan dirinya dan membuka bajunya sendiri. Tetapi saat Jimin ingin membuka celananya. Ia tersentak karena tangan Suga menghempaskan tangannya. Jimin memandang Suga yang hanya dibalas dengan bisikan sexy 'Aku saja yang membukanya' dan pada saat itu juga lah Jimin benar-benar ingin langsung menaklukan istri kesayangannya yang terbilang nakal saat ini.
"S-sayangghhh kauhh benar-benarhh nakal" desah Jimin saat Suga langsung menghisap juniornya yang sudah setengah berdiri tersebut. Suga sangat sangat berbeda sekarang. Ia bahkan membuka celana tidur Jimin bersama celana dalamnya dalam satu hentakan. Jimin hanya dapat pasrah melihat istrinya tersebut.
"Apa ini enak sayang? Tidak perlu kau tahan Jim. Ingat kau sudah menahannya 7bulan" goda Suga. Jimin hanya bisa mendesah atas perlakuan Suga. Entah karena perlakuan Suga pada juniornya sangat nikmat atau karena ia baru merasakan sentuhan lidah Suga setelah 7bulan lebih lamanya. Dan tanpa basa-basi lagi Jimin menyuruh Suga untuk menghentikan aktifitasnya karena juniornya sudah benar-benar ereksi.
"Sayang stop! Bisa kita mulai bagian intinya saja? Aku tidak ingin menyia-nyiakanhpph" ucapan Jimin terpotong oleh ciuman ganas yang dimulai oleh Suga. Entah bagaimana bisa wanita yang Jimin cintai ini benar-benar bisa membuat ia semakin ereksi penuh.
"Emhhh kauhh nikmathh sayanghhh ahhhh" desah Jimin. Sudah untuk kesekian kali istri tercintanya itu melakukan hal yang diluar dugaan Jimin. Dengan posisi Jimin yang berada dibawah dan Suga yang ada berada diatas membuat Jimin benar-benar merasakan kenikmatan yang tiada tara. Baginya ini adalah pengalaman seks pertama yang paling berkesan untuk Jimin. Sudah dipasti kan karena sebelumnya Jimin belum pernah berani menyuruh Suga untuk melakukan posisi seperti ini. Karena istrinya beralasan ia akan cepat mendapat klimaksnya. Tetapi malam ini tanpa Jimin menyuruhnya istri kesayangannya ini melakukan hal yang diluar batas pemikiran Jimin. Dan ia merasa bagaikan melayang diawan dengan tingkah Suga yang menurutnya amat sangat seksi dan pastinya menggoda iman Jimin untuk meminta lebih. Kalau saja dia tidak memikirkan bayi yang ada dikandungan istrinya. Mungkin ia sudah melakukan berbagai macam gaya dan posisi.
"Ahhhh Jimhhh aku ingin kelarhhhh" desah Suga. Jimin yang mendengarnya langsung bangun dari tidurnya dan berposisi duduk dan membantu istrinya untuk menaik turunkan pinggulnya dan juga memegang tubuh Suga agar tidak terjatuh jika nanti sudah mencapai klimaksnya. Jimin pun semakin mempercepat gerakan pinggulnya agar bisa bersama-sama merasakan puncak kenikmatannya bersama Suga. Selang beberapa detik setelahnya merekapun sudah mencapai puncaknya. Dan benar saja dugaan Jimin. Istrinya langsung lemas dan hampir terjatuh kebelakang jika tidak Jimin pegangi.
"Sayang kau sangat nakal. Dan aku sangat menyukainya. Ini adalah pengalaman pertama kita melakukan seks yang sangat bergairah. Aku sampai bingung dibuatnya" goda Jimin yang sedang membantu Suga untuk tertidur disebelahnya.
"Haah hahhh aku lelah Jim jangan menggodaku lagi. Asal kau tau saja entah ini keinginanku atau sijabang bayi yang ada diperutku yang membuatku seperti ini. Ia bahkan mendendangku beberapa kali saat aku diatasmu tadi. Sepertinya dia merasa senang dengan aku yang memuaskan mu. Dan ku pikir ayah dan anak sama saja. Sama-sama mesum. Kkkk~" jelas Suga yang diakhiri kekehan lucu yang menggemaskan.
"Aigoooo aegi appa nakal yah nendang-nendang perut eomma mu. Cepat lahir yah nak appa, eomma, halomi dan halabeoji, bahkan aunt Kookie dan uncle Tae sudah menunggumu sayang" tutur Jimin sambil mengelus perut Suga yang sudah ditutupi selimut. Suga yang mendengarnya hanya terkekeh dan tersenyum bahagia. Ia benar-benar tidak menyangka kehidupannya yang dulu kelam dan menakutkan bisa berubah seindah ini semenjak bertemu dengan Jimin suaminya. Ia bahagia bahkan sangat bahagia telah bertemu suami tercintanya. Tanpa sadar Suga terus tersenyum dan mengelus-elus perutnya bersama Jimin. Hingga sampai,,,,,
"Arrrgggg Jim,,,,,,"
.
.
.
TBC
Huwaaaaaaaaa ini udah update dan makin gaje. Maaf kan hamba yatuhan udah bikin NC haha :D ahhh buat kalian yang udah review, follow, dan fav makasih banyak loh. Ahhh aku minta maaf karena banyak typo bertebaran. Banyak salah kata dan kata-kata yang ga pas. Ada kata atau kalimay yang berulang. Atau kesalahan lainnya. Contohnya update lama. Mian~
Pokoknya makasih loh yayayah udah berbaik hati udah review, follow, dan fav ff gaje ini. Dan untuk yang baca ff ini tapi ga ninggalin jejak. Sekali-kali tinggalin jejak dong biar aku tau kekurangannya apa. Hehehe oke sudah dulu bye~ muahhhh~
