"Arrrggg Jim,,,,"

"Kenapa sayang?" tanya Jimin kebingungan karena mendengar Suga yang merintih perih.

"Kau terlalu keras mengigit puting ku sayaaaaaang" dengan kesal Suga menjitak kepala Jimin sayang yang sedang berada didepan gunung kembarnya. Dengan mata sayunya Suga hanya bisa menghelai nafas panjang memikirkan tingkah mesum Jimin.

"Hehe mian habisnya aku gemas. Lagi pula jika anak kita lahir. Aku tidak akan bisa melakukan ini." dengan cengiran bodoh nan sok polos Jimin dia mengelus puting istri kesayangannya tanpa sadar jika Suga sudah tidak dapat menahan kantuknya. Dan berujung dengan Jimin yang menggeleng pelan sambil menyelimuti tubuh mungil istri tercinta.

"Kau kelelahan baby, maaf kan aku sudah meminta jatah hari ini. Love youu" ucap final Jimin lalu mencium kening Suga dan ikut menyelam dalam mimpi indah.

.

.

.

.

Setelah melalui malam panas nan panjang kemarin. Suga terbangun dengan kebingungan yang melanda benaknya. Karena pagi ini tidak ada suami yang ia cintai sedang tertidur tampannya. Hanya ada ia dan bantal guling. Pada awalnya Suga merasa kecewa dan sedih. Bagaimana bisa suami yang ia cintai melakukan hal jahat seperti ini dengan meninggalkan nya pada pagi hari yang indah setelah malam panjangnya. Tetapi setelah melihat jam pada ponselnya yang berada diatas nakas dekat tempat tidurnya ia pun merasa bodoh sendiri karena pikiran sensitifnya (maklum bawaan ibu hamil sensitif). Ini sudah jam 12 siang dan Jiminnya pasti sedang berada dikantor sedang mencari nafkah untuknya dan calon anak mereka.

"Ahh pabbo bagaimana aku bisa sesensitif ini dan berpikir buruk pada Jimin. Dan,,, haaaah kenapa Jimin tidak membangunkan aku. Padahal aku kan ingin memakaikan dasinya. Huuuuh sudahlah sebaiknya aku mandi dan langsung video call dengan Jimin." dengan langkah yang terburu tanpa memikirkan tubuh telanjangnya Suga langsung masuk kekamar mandi dan segera melakukan ritualnya pada siang ini.

1jam kemudian,,,,

Tililing tiliiiiiing *okesoundgagal"

"Yobesseyo" dengan sedikit mengerenyitkan dahinya Jimin melambai pada layar kaca smartphone pintarnya.

"Jimiiiiiiiiiiiiiiiin" terdengar rengekan manja perempuan mungil nan chubby.

"Ahhh sayang kau sudah bangun rupanya. Bagaimana tidurmu? Apa kau sudah makan?" tanya Jimin khawatir.

"YAK! Jim harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Dan apa-apaan kau tidak membangunkan ku. Padahal aku ingin sekali memasangkan dasimu!" dengan pounty face nya Suga merengek seperti bayi pada Jimin. Dan hanya dibalas dengan kekehan Jimin.

"Mian, aku tidak kuasa membangunkan bidadari cantik yang sedang tertidur cantik sayang. Dan aku tau kau pasti kelelahan karena kelakuan ku semalam. Ahhh aku lupa. Sayang tolong arahkan ponselnya pada perutmu aku ingin menyapa anakku." dengan nada manjanya Jimin meminta Suga untuk mengarahkan ponselnya keperut dan betapa senangnya ia bahwa istri cantiknya menuruti keinginannya.

"Nee,,, Aegi sayang ini Appa ingin menyapamu" dengan nada sumringah dan penuh kasih sayang Suga mengarahkan ponselnya dan mengelus sayang perut buncitnya.

"Annyeong baby,, mian tadi pagi Appa tidak menyapa kalian. Karena Appa benar-benar tidak ingin membangunkan Eomma mu yang kelelahan." sapa Jimin pada perut Suga via video call tersebut.

Tanpa diduga-duga sapaan Jimin dibalas dengan tendangan pada perut Suga. Dan betapa bahagianya Jimin setelah mendengar istri cantiknya memberitahunya bahwa calon anak mereka menendang-nendang tanda bahwa bayi tersebut merespond Jimin. Dan dibalas dengan senyum bahagia Suga yang mengembang penuh kebahagiaan. Tetapi ada hal tak terduga yang membuat Jimin sangat khawatir karena melihat Suga yang meringis kesakitan dan berkata pada Jimin bahwa ia mengeluarkan cairan kental amis. Dan sudah dipastikan bahwa itu adalah tanda persalinan untuk Suga.

"Sayang dengarkan aku. Tarik nafasmu dan buang pelan-pelan. Apa kau masih kuat untuk berjalan?" tanya Jimin cemas.

"Ne, aku masih kuat berjalan Jim. Dan aku akan menyiapkan keperluan untuk baby kita lalu aku menunggumu pulang. Lagipula aku masih bisa menahannya Jim. Jadi aku mohon jangan terlalu khawatir dan ingat. Jangan panik karena itu akan sangat berbahaya. Arraci?" dengan penuh harap Suga mencoba berdiri dan memperlihatkan pada Jimin bahwa dia baik-baik saja agar suaminya tidak terlalu cemas dan panik.

"Arra, aku akan menghubungi Eomma diperjalanan nanti agar menyusul kerumah sakit. Tunggu aku sayang aku mohon tetap atur nafasmu. Aku mencintaimu Park Suga" dengan nada khawatir yang terselip dari kalimat sayang Jimin ia harus mengerti bahwa istri mungilnya sangat tidak ingin membuat dirinya panik dan itu akan membuat semuanya kacau.

"Aku juga mencintaimu suamiku" dan terputus sudah video call mereka. Jimin yang langsung mengambil kunci mobilnya dan memakai jas kantornya. Dan Suga yang berjalan tertatih dengan terus mengatur nafasnya untuk menyiapkan keperluan baby mereka nantinya.

15menit kemudian...

BLAAAM

"Sayang ayoo kita berangkat sekarang" dengan langkah besarnya setelah keluar dari mobilnya dan tidak lupa membuka pintu penumpang disamping pengemudi untuk menghemat waktu dan Jimin sangat tidak ingin membuang waktu karena istrinya akan segera melahirkan. Tanpa pikir panjang ia segera berlari dan memasuki kamar tidur ia dan istrinya dan menemukan Suga sedang duduk sambil mengelus perutnya yang sudah pasti itu sangat nyeri pikir Jimin karena melihat raut wajah Suga. Dannnn

"Neee arrgghh" betulkan pikir Jimin. Istri cantik mungilnya sedang menahan mulas yang luar biasa nyerinya. Dan tanpa babibu ia segera menghampiri Suga.

"Sabar sayang sabar" dengan tidak sabarnya Jimin langsung mengambil tas yang berisikan baju Suga dan keperluan baby nya nanti dan langsung menggendong istri mungilnya kedalam mobil. Lalu menancapkan gasnya untuk kerumah sakit.

Tanpa harus berlama-lama akhirnya mobil Jimin sudah sampai dirumah sakit milik keluarganya. Dan sudah terlihat banyak perawat dan dokter menunggu diluar. Jika bertanya kenapa bisa seramai itu jawabannya ada 2. Pertama karena Jimin sudah menghubungi Eomma nya. Dan sudah pasti beliau langsung menelpon rumah sakit dan langsung sudah stand by didepan pintu UGD yang langsung disambut dokter-dokter dan para perawat disana. Dan jawaban yang kedua dan ini sangat sudah jelas. Karena menantu pemilik rumah sakit ini lah yang akan melahirkan dan sudah pasti para perawat dan dokter tidak ingin dipecat saat itu juga.

"Eomma,,," teriak Jimin sambil membopong tubuh berisi Suga.

"Dokter suster cepat urus menantuku. Bawa dia keruang persalinan!" teriak Baekhyun yang melihat anak dan menantunya keluar dari mobil mewah Jimin.

"Baik nyonya" ucap para perawat dan dokter disana.

Berlalu dan Suga sudah ada didalam ruangan yang nantinya ia akan melihat baby mereka. Dan tidak lama kemudian masuklah dokter Kim yang sudah lama menangani kehamilan Suga. Dan ia langsung bertanya pada Suga apakah ia ingin melahirkan normal atau dioperasi caesar. Dan wanita mungil ini lebih memilih melahirkan normal. Karena betapa terkejutnya dokter tersebut karena pilihan klien VVIPnya ini. Dan dengan segala keterkejutannya dokter Kim pun harus tersadar karena Suga memanggilnya untuk menyuruh salah satu perawat disana untuk memanggilkan suaminya. Dan tanpa menunggu lama perawat tersebut langsung memanggil Jimin. Dan disinilah Jimin melihat istri mungilnya sedang berjuang mengeluarkan bayi mereka sambil memegang tangan kekarnya.

"Iyaa terus nyonya Suga kau memang hebat. Jadi ayoo terus dorong terus" ucap dokter Kim menyemangati. Dan betapa kekanakannya Jimin karena merasa cemburu pada dokter Kim. Ia tidak mau kalah.

"Iya sayaaaang bagus kau cantik pintar dan aku mencintaimu. Jadi ayooo tarik nafas dan dorong lagi anak kita" ucap Jimin menyemangati. Dan membuat Suga ingin tertawa karena dia sadar betul bahwa Jimin sedang cemburu pada dokter Kim bila saja jika ia sedang tidak merasaka nyeri yang luar biasa. Dan dengan semangat 45 ia menarik nafas panjang lalu meneran dengan penuh tenaga hingga sampai,,,,,,

"Oweeeeek oweeeeeeeeek"

Terdengarlah suara tangisan bayi laki-laki tampan yang membuat haru sepasang suami istri tersebut. Dan betapa berbinar-binarnya mata Jimin setelah salah satu perawat disana memberikan bayi tampan kedalam gendongannya dan memperlihatkan nya pada istrinya dan langsung mengecup singkat kening bayi tampan tersebut bergantian.

Hingga sampaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiii

TBC

Hallo hallo aku kembali. Masih pada ingat kah pada ff absurd ini? Maafkan aku karena tidak menepati janji untuk update cepat dan mengakhiri ff ini. Karena ternyata masih ada ff pamungkas yang belum dikeluarin. Dan hmm bagaimana dengan ff ini? Bisa menghilangkan galau kalian kah? Kalo engga ahhh mian. Dan maaf ff ini panjang. Karena emang disengaja kkk~

Kalian menunggu mv run sama i need you jap ver BTS ga? Kalo iya coba cung manaaaa? Haaah aku galau nunggu mereka. Dan sebenernya ditambah dibuat galau karena mereka selalu live di V app setiap harinya. Dan Minyoon shipper mana suara kaliaaaaaan? Itu Jikook nempel mulu dan Taegi juga. Aku emosi liatnya masa dikonser mereka. Dan bertambah kesel karena moment Minyoon sedikit sekarang. Tapi aku berharap setelah mereka comeback banyak Minyoon.

Dan gimana pendapat kalian sama suara Jimin di "Ma City" sumpah demi apapunnya juga aku makin jaruh hati sama Jimin. Dan rambutnya Suga itu loooooh bener-bener gulali haha.

Oke sudah dulu cuap-cuap gajelasnya ditunggu review kalian. Dan makasih yang udah mau baca dan ikut nimbrung review ff ini. Terima kasih~

Annyeoooooong~

Chuuuu~