Hai aku kembali dengan segala kegalauan. Dan kalian membuatku galau karena yang mampir baca ff ini banyak tapi Cuma ada satu review aja. Itu membuatku sedih : ( Tapi dikarena kan aku lagi bahagia sama BTS yang comeback bawa Run sama menangin "World Wide Performance" di MAMA 2015 dan terlebih lagi banyak banget momen MinYoon dari Mvnya mereka dan juga momen MAMA kemarin. Udah gitu dance mereka yang haweeeet ngeeet itu looooh. Jadi aku bahagia. Oke lanjut aja deh,,,

.

.

.

.

Hingga sampaaaaiiiiiiiiiiii

.

.

.

"AAAAAARRRGGGHH JIIIIIM" teriak Suga.

Mendegar teriakan istri mungilnya Jimin mengalihkan pandangan dari bayi tampannya kearah Suga yang berfokus kembali pada bagian bawah sama seperti beberapa saat lalu. Jimin yang melihat kejadian baru dikehidupannya memperlihatkan wajah kebingungannya. Sama sekali tidak mengerti. Bagaimana bisa Suga yang sudah melahirkan bayi mereka terlihat ingin melahirkan lagi? Apakah sebegitu mulas dan nyerikah saat melahirkan plasenta? Atau malah Suga ternyata akan melahirkan satu bayi mungil lagi?

"Yaa bagus nyonya bayi kedua anda akan lahir sebentar lagi" ujar dokter Kim. Dan terjawablah sudah kebingungan hati Jimin.

"Sayang? Jadi selama ini kau,,," ucap Jimin tak percaya. Tetapi perkataannya terpotong karena erangan keras Suga.

"Ahhh Jimmmm ini menyakitkan sayangggg" suara Suga terdengar perih dan menyakitkan. Dengan segala kekuatan nya Suga mengedan dan menyakar tangan kanan Jimin yang berada disisinya tanpa memperdulikan raut kesakitan Jimin.

"Tahan sayang ini demi baby kita. Bertahan lah,,,," ucap Jimin menguatkan dan memberikan semangat Suga. Tidak seperti beberapa saat lalu. Ia tidak bisa memeluk dan mencium kening Suga. Kali ini Jimin hanya bisa menyemangati sang istri sambil menggendong anak pertama mereka dan menahan sakit karena cengkraman dan cakaran Suga ditangan kanannya.

"Terus mendorong dan tahan jika memang kau ingin menepati janji mu nyonya Park. Ingat kau yang memintaku untuk merahasiakan kehamilan anak kembarmu dan memperbolehkan mu melahirkan secara normal dengan memastikan terlebih dahulu kondisi kandunganmu. Jadi kali ini aku ingin kau menunjukan padaku dan tuan Park" ujar sang dokter karena melihat pasiennya yang mulai melemah. Dan dengan kata-katanya pula lah membuat Suga yang awalnya merasa lelah dan putus asa kembali meneran dan mendorong anak keduanya untuk lahir kedunia. Dengan sekuat tenaganya yang tersisa Suga terus meneran dan mencengkram tangan Jimin lebih keras lagi. Membuat Jimin harus meringis dan menggigit bibir bawahnya.

Setelah beberapa kali Suga menarik nafas dan meneran lebih kuat lagi akhirnya dengan segala keharuan yang ada didalam ruang persalinan itu terdengar suara tangisan bayi untuk kedua kalinya. Bersamaan dengan tangisan bayinya Suga pun melepaskan cengkrangan tangannya dari lengan kanan Jimin dan melihat kearah sang suami dan anak pertama mereka dengan senyum bahagia bercampur lelah. Dan betapa bahagianya ia karena melihat Jimin yang ikut menangis bahagia disampingnya.

Terlihat dari wajah kagum Jimin padanya Suga hanya tertawa kecil dan mengambil alih bayi kedua mereka. Dan lebih berbahagia lagi yang ternyata bayi kedua mereka berjenis kelamin perempuan. Suatu keajaiban dan karunia tuhan yang tiada tara. Jimin dan Suga pun akhirnya berpelukan lemah sambil menyatukan anak pertama dan kedua mereka.

Bayi kembar mereka memang benar-benar lucu. Anak pertama mereka laki-laki yang sangat tampan menuruni mata seperti Jimin yang sipit tetapi tajam, hidung mancung dan memiliki bibir tipis seperti Suga. Perpaduan yang sangat pas untuk seorang anak laki-laki yang akan digemari oleh para gadis nantinya. Dan anak kedua yang mirip seperti anak pertama mereka hanya saja memiliki kulit yang lebih putih menyerempet pucat seperti Suga. Yang pastinya juga akan mempesona para laki-laki yang melihatnya nanti.

Dengan penuh rasa bahagia dan bangga memiliki anak yang tampan dan cantik mereka pun tersenyum bahagia penuh haru. Bahkan dokter dan pada suster dan perawat disana ikut tersnyum bahagia. Dan pada akhirnya kegiatan mengharukan itu harus ditunda dahulu. Karena Suga yang harus dilakukan observasi agar dapat dipindahkan kekamar rawat dan bertemu dengan keluarga atau kerabat terdekat.

Yang mengharuskan Jimin berpisah untuk sementara dengan istri cantiknya dan kedua anak kembar mereka. Dengan penuh kebahagian dan rasa bangga karena memiliki istri yang hebat dan memiliki anak kembar yang tampan dan cantik membuat Jimin juga merasa bangga pada dirinya sendiri karena telah menjadi suami siaga untuk Suga saat hamil. Ia pun keluar dari ruang persalinan dan disambut oleh Eomma dan Appanya, Luhan eommoni dan suami barunya Sehun bersama adik tiri Suga, Jungkook dan Taehyung dan sepasang suami istri Seokjin dan Hoseok.

Melihat raut bahagia Jimin, Baekhyun tidak segan-segan memeluk anaknya dan memberikan selamat. Jimin yang mendapat pelukan dan ucapan selamat hanya dapat membalas pelukan Baekhyun dan bergumam terima kasih pada eommanya. Membiarkan berita bahagia yang berkali-kali lipat ini ia sampai kan nanti setelah seluruh kerabatnya memberikan pelukan dan ucapan selamat. Hitung-hitung kejutan untuk mereka menurut Jimin.

"Selamat Jim kau menjadi ayah yang hebat untuk anakmu. Jadi anakmu laki-laki atau perempuan?" tanya sahabat karibnya yaitu Taehyung.

Dengan penuh bahagia dan bangga Jimin hanya tersenyum. Membuat beberapa orang disana kebingungan. Bukannya menjawab ia malah tersenyum seperti itu. Dan berakhir mendapat pukulan telak dikepala yang dilayangkan oleh Chanyeol appanya. Yang sudah tidak tahan dengan kejahilan Jimin.

"YAK! Anak pabbo bukannya menjawab pertanyaan Taehyung malah tersenyum sombong seperti itu. Aku tau kau merasa bangga pada dirimu sendiri. Jadi cepat beritahu aku cucuku itu laki-laki atau perempuan?" ujar Chanyeol geram.

"Aissssh appoooo, Appa aku ini sudah menjadi ayah kenapa masih dipukul seperti itu? Bagaimana kalo nanti anak-anak ku mengetahuinya. Bisa turun derajat keAppa-an ku nanti." Ucap Jimin sebal. Bagaimana bisa ia diperlakukan seperti anak kecil sedangkan dia sudah memiliki anak kecil dari benihnya sendiri.

"Salah siapa kau seperti itu? Dan apa katamu? Anak-anakmu? Hei kau baru saja memiliki satu anak. Bagaimana bisa kau menyebutnya dengan anak-anak! Seakan-akan kau sudah memiliki lebih dari satu anak" ujar Hoseok yang tiba-tiba menyahut karena merasa kesal juga pada Jimin.

"YAK! Aku tahu istriku adalah mantanmu hyung. Tapi kau kan sudah memiliki Jinnie noona. Jadi tidak usah ikut campur urusan keluargaku" jawab Jimin kesal.

"Yatuhan Jim, Hoseok memang sudah menikah denganku. Dia berbicara seperti itu karena kesal atas sikapmu. Jangankan suamiku, aku dan yang lain pun sama kesalnya padamu. Lihat eomma dan appamu, lihat juga sepupumu dan calon suaminya. Mereka juga sebal dengan tingkah sok mu dan cemburumu yang tidak wajar!" ucap Seokjin yang telak membungkam Jimin.

"Haaah baiklah, Tae dan Appa aku akan menjawab pertanyaan kalian. Anakku laki-laki perempuan." Jawab Jimin.

"YAK OPPA! Bagaimana bisa oppa mengatai anak oppa sendiri memiliki kelamin ganda? Dasar oppa pabbo!" kesal Jungkook.

"Aissssssh kalian benar-benar tidak paham maksudnya. Baiklah hyung aku akan menjawab pertanyaanmu sekarang. Ya, aku memang memiliki lebih dari satu anak sekarang." Ucap Jimin.

Melihat raut wajah orang-orang yang ada disana membuat Jimin kesal. Karena sudah ia jelaskan semuanya tetapi mereka masih saja memasang tampang tidak mengertinya. Bagaimana bisa mereka tidak paham dengan perkataannya. Memangnya ada kata-katanya yang tidak jelas. Dan dengan terlebih dulu membuang nafas akhirnya Jiminpun menjelaskan kembali pada semua orang yang ada disana lebih dan lebih jelas lagi agar mereka paham. Tetapi jika tidak paham juga ia akan menjedotkan kepalanya sendiri pada tembok nanti.

"Haaaaah, kenapa kalian belum mengerti juga. Eomma, Appa, Eommonim, Sehun Appa, Kookie-ah, Taehyungie, Seokjin noona dan Hoseok hyung. Aku memang memiliki lebih dari satu anak dan anak-anakku berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Bukan berarti mereka memiliki kelamin ganda. Yang artinya adalah,,,,, AKU MEMILIKI ANAK KEMBAR APA KALIAN SUDAH MENGERTI SEKARANG?" dengan diakhiri teriakan frustasinya. Jimin pun bukan hanya memberitahu keluarga dan kerabatnya melainkan seluruh orang yang berada dirumah sakit sana karena teriakannya. Dan mendapatkan tepukan dan salam bahagia dari keluarga, kerabat dan bahkan orang-orang yang melintas disana.

"Selamat tuan Park atas kelahiran anak kembarnya" "Selamat atas kebahagian yang berlipat ganda ini tuan" dan berbagai macam ucapan selamat lainnya. Dengan senyum bahagia ia pun hanya bisa menjabat tangan mereka satu persatu atau sedikit membungkukkan tubuhnya. Setelah beberapa orang terakhir yang memberi selamat padanya. Jimin pun duduk dan menunggu Suga pindah keruang rawatnya.

1 Jam kemudian,,, Diruang rawat VVIP yang khusus untuk keluarga Park atau ruang rawat khusus milik keluarga Park.

"Sayang apa kau bahagia sekarang?" tanya Jimin pada istri mungilnya yang sedari tadi bergantian menyusui anak kembar mereka.

"Ne, aku sangat bahagia Jim. Tapi aku lelah sekarang" jawab Suga manja.

"Kalau begitu tidur lah sayang, aku paham kau pasti lelah sekali." Ucap Jimin yang langsung menyambar bayi cantiknya dari gendongan Suga.

"Tapi aku masih ingin mengobrol denganmu Jim, jadi bolehkan aku memintamu menemaniku disini" ujar Suga sambil menepuk pinggiran kasurnya yang kosong.

"Kau memintaku menemanimu tidur disebelahmu sayang? Hmm oke, sebentar aku akan menidurkan putri cantik kita dulu disamping kakaknya." Jawab Jimin dan langsung menyimpan bayi cantiknya kebox bayi yang disampingnya sudah ada anak laki-laki nya yang sudah tertidur pulas. Lalu segera menaiki kasur yang sama yang ditiduri Suga dan ikut berbaring disana. Jimin pun menaiki selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh istri tercinta.

"Sayang boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Jimin pelan.

"Ne. Kau boleh menanyakan apapun sekarang" jawab Suga yang sedari tadi tidur dan menyamankan posisi tidurnya dipelukan tubuh Jimin.

"Kemapa kau merahasiakan ini semua heumm?" tanya Jimin lagi.

"Merahasiakan apa maksudmu Jim?" bukannya menjawab Suga malah berbalik bertanya dengan wajah polosnya yang dia hadapkan kearah wajah Jimin. Yang sebelumnya berada diatas kepalanya tadi.

"Tentang kehamilanmu yang ternyata anak kita kembar. Dan tentang persalinanmu yang normal. Padahal kau sangat mengetahui resikonya jika melahirkan anak kembar sayang." Ujar Jimin gemas.

"Mian, ini semua kejutan untukmu sayang. Karena kau telah menjadi suami siaga dan calon Appa yang baik untuk anak-anak kita. Lagipula sebelumnya juga aku sudah memberikan mu sebuah tanda. Kau ingatkan aku meminta kamar anak kita dicat dengan 2 warna dan sisi yang berbeda? Dan memintamu untuk membelikan 2 macam berbeda untuk laki-laki dan perempuan?" jelas Suga yang hanya direspon anggukan kepala oleh Jimin. Karena Jimin masih ingat betul istri mungilnya tiba-tiba saja merengek padanya saat ia pulang meeting dengan klien dari luar negeri.

Tetapi belum selesai sampai situ saja penjelasan dari Suga. Yang Jimin yakin betul bahwa Suga pasti akan melanjutkan penjelasannya. Dan ia hanya ingin pertanyaan yang ada dibenak hatinya dapat Suga jawab tanpa harus Jimin ungkapkan dengan kata-kata pada istri cantiknya. Dan penantian dan pertanyaan benaknya terjawab sudahlah setelah Suga membuka lagi suaranya untuk menjelaskan maksud semuanya.

"Nah sayang oleh karena inilah sebabnya. Pasti kau bertanya-tanya bagaimana bisa aku mengetahui bahwa aku memiliki calon anak kembar. Itu dikarena saat kau tak bisa menemani ku memeriksakan kehamilan. Aku datang sendiri untuk memeriksakan kehamilanku. Dan saat itu pula aku meminta dokter untuk USG. Karena kau tau Jim, setiap kali aku merasa tendangan itu bukan hanya pada 1 sisi. Tetapi 2 sisi. Dan juga apa kau ingat pada saat pemeriksaan beberapa minggu belakangan ini. Dokter selalu memberitahu jika detak jantung anak kita sehat keduanya. Tetapi saking sibuknya kau pada kepanikanmu. Jadilah kau yang tidak mendengarkan secara fokus." Jelas Suga dan dihadiahi kecupan sayang Jimin pada bibirnya.

"Ahh aku sangat bahagia dan bangga padamu sayang. Dan mungkin bukan hanya aku. Kedua anak kita, seluruh keluarga dan kerabat kita pasti juga sangat bangga dan kagum atas perjuanganmu. Chaa sekarang saatnya tidur. Jaljayo sayangku. Saranghae~" ucap Jimin dan mengecup kening dan bibir Suga.

"Nee, jaljayoo yeobo" balas Suga yang langsung menutup kedua matanya.

Tanpa mereka berdua sadari. Ada beberapa pasang mata yang melihatnya. Dan beberapa pasang mata itupun tersenyum bahagia melihat senyum penuh kelegaan dan kebahagiaan pada tidur mereka...

TBC

Or

END

Annyeonggggggg hah mungkin kalian bosen sama ff ini. Terlihat jelas dari siders yang meraja lela tanpa menitipkan sebuah review kalian. Tapi yasudahlah itu hak kalian aja. Dan aku masih berterima kasih sama kalian setidaknya kalian mau untuk melihat, mampir bahkan membaca ff gaje ini.

Dan untuk pembahasan momen MinYoon dicomeback mereka. Ada yang setuju ga kalo mereka makin sweet dan makin mepet mepet? Hihi~

Aku seneng apalagi pas liat Suga yang megang pundaknya Jimin pas di photo box yang diMV Run. Terus kaya dibales sama Jimin megang kepalanya Suga. Itu sesuatu banget wkwk~

Dan lagi waktu mereka tos gelas ala-ala orang bule lagi pesta pas kamera masuk kedalam dan anak-anak lagi party yang kookie nya duduk sendirian itu loh kalian engeh ga? Mukanya mereka itu kaya couple ter-Swag dan ter-Sexy kkk~

Dan lagi dan lagi pas Suga yang nunjukin mukanya kaya ngelihat seseorang pas sebelum scene photo box itu looooh. Ternyata pas diakhir MV tuh ternyata eh ternyata yang ada diposisi bawah Suga itu JI to the MIN "JIMIN". Ahhh aku makin gemes masa sama mereka.

Dan lagi pas making of run a.k.a pembuatan MV Run kalian engeh dan sadar ga kalo siJimin setiap ada bagian lari-larian selalu deket Suga. Pas jalan juga selalu deket Suga. Dan pas bagian mereka lagi istirahat nunggu pengambilan gambar juga tetep deketan. Udah gitu pas MAMA kemarin mereka duduk deketan berdua. Dan ihhh sesuatu banget laaah.

Udah dulu deh aku cuap cuap bahas mereka. Kayanya gaada abisnya lah buat mereka mah. Byeeee~