Disclaimer @ Masashi Kishimoto

Rate : T / M

Pairing : Naruto x Sakura

Genre : Romance, Crime, Tragedy, family

Warning : Abal, Typo, Ooc, OC, alur berantakan, garing

vvvvvvvv

vvvvv

vvv

v

Dinginnya malam semakin menyeruak terlebih di jalanan besar kota Konoha, tentu ini tidak bagi driver-driver jalanan yang haus akan adrenalin, mereka tengah bergerumun untuk melakukan sesuatu aksi yang menantang. Banyak mobil-mobil sport tengah berkumpul ditiap sisi jalanan, seperti sebuah deretan mobil parkir, dan ditengah jalanan sudah siap 4 mobil yang akan adu tanding.

"Kau sudah siap Sasuke, jangan sampai kalah dan buat nama club kita selalu di atas mereka!". remaja bersurai coklat panjang membungkukan tubuhnya, menyandar di Hakosuko.

"Tak perlu kau peringatkan Hyuuga, aku tau yang mesti kulakukan". remaja bersurai raven style pantat ayam menatap lurus dibalik kemudi setir.

"Aku pegang janjimu!". Neji berlalu setelah mengingatkan Sasuke, kembali ke kelompok club nya.

Di deretan mobil paling ujung sudah ada gerombolan para remaja usia seumuran anak sekolahan, mereka adalah anak- anak RSC (Rookie Street Club) termasuk Sasuke sebagai anggotanya.

Shikamaru menatap kedatangan Neji, "Apa yang kau katakan padanya, Neji?". iris kuaci pemuda berkepala nanas tak lepas dari pandangan remaja bersurai coklat panjang.

"Hanya mengingatkan saja". tubuh pemuda bersurai coklat panjang mendudukan dirinya dibemper mobilnya.

Seteguk minuman kaleng membasahi tenggorokan Shikamaru, setelahnya ia meremat kaleng dan melemparkannya ke tengah jalan, "Aku tidak tau apa yang tengah dipikirkannya, setelah kejadian kecelakaan yang menimpa Naruto bahkan saat ini mayatnya tak pernah diketemukan, semenjak saat itu sifatnya agak berubah tentu mempengaruhinya dalam hal berkendara" pungkas remaja berambut nanas.

"Ya, aku tau itu, semestinya ia harus bisa berpikiran positif, terlebih menyangkut nyawanya apalagi dia seorang driver". gumam Neji menatap lurus kedepan dimana Race akan dimulai.

"Hahahaha..apa kau segitunya sangat mengkhawatirkan calon adik iparmu itu..hahahahaha". Shikamaru tertawa terbahak-bahak menyinggung remaja didepannya.

mata lavender itu memicing tajam, "Itu tidak ada hubungannya, nanas bodoh!!". umpatnya kesal.

"Hahahahahahahaha!!!"

tawa remaja berambut nanas makin keras saja, tentu suara itu menyita perhatian para anggota Rookie lainnya.

bruummmm..brummmm!!!

Suara Exausht terdengar menderu ditelinga kumpulan para anggota Rookie, seorang gadis bersurai indigo terlihat resah jari-jari lentiknya saling menaut, tentu tandanya sedang sangat mengkhawatirkan seseorang. 'Semoga Sasuke-kun baik-baik saja' , pandangannya lurus dimana mobil berkelir hitam berada, diantara barisan yang akan melakukan race di bukit kematian. Tempat dimana pernah menimpa salah satu anggota Rookie, disinilah tempat Naruto kecelakaan mobilnya tergelincir kedalam jurang. Tentu kecelakaan itu membuat semua Rookie terpukul.

sepasang iris emerald jernih terus mengamati teman indigonya, "Kau kenapa Hinata-chan?, sepertinya ada yang tengah kau pikirkan". sesosok gadis merah muda yang tengah bersandar di mobil warna pinknya.

sejenak iris lavender melirik, "A-aku tidak apa-apa Sakura-chan". gumamnya lirih, namun gestur tubuhnya menunjukan lain.

"Kamu tidak pintar berbohong Hinata-chan, aku tau dirimu sedari dulu". bibir mungil tipis menerka, Sakura bisa membaca gerak tubuh Hinata menyiratkan hal lain.

''A-ano..u-uhm".

Suara Hinata tergagap atau dibilang mencicit, tapi Sakura langsung mengangkat suara, "Apa karena Sasukemu itu ya, sedemikiannya kau mengkhawatirkan dia..hem?". cobanya untuk menghibur sahabat manik lavendernya. Tapi perasaan sang gadis merah muda seakan menjerit, ya seseorang sekarang entah dimana, ditempat ini pula kejadian naas itu terjadi.

"S-Sakura-chan". gumam Hinata lirih menatap sosok gadis yang terbalut jaket tebal hijau dan bawahan hot pants jeans biru, ketika gadis cherry tersebut menitikan airmata tanda sedih.

Sakura segera mengusap bulir airmata disudut kelopak lentiknya, "Aku tak apa Hinata-chan..a-aku hanya..hiks..". isakan terdengar lirih, Sakura tak mampu meneruskan ucapannya.

Hinata tau kenapa sahabat pinknya bersedih, segera tangan mungilnya terjulur mendekap dengan erat guna menenangkan sang gadis cherry, "S-Sakura-chan". gumamnya lirih.

"Kenapa dengan si Forehead, Hinata-chan?!!". suara cempreng feminim mengusik kuping gadis indigo.

"sttttt..". Hinata memberi isyarat jari di bibir tipisnya, menyuruhnya jangan keras-keras.

"Dasar babi, temannya sedang sedih malah bilang kenapa!". suara frontal terdengar dibelakang gadis pirang pucat panjang style dikuncir tinggi.

manik Aquamarine melirik tajam dimana gadis bersurai coklat dengan style digulung di dua sisi, bisa dikatakan sebuah cepolan, "Apa maksudmu Mickey mouse, tentu aku tau!". umpat kesal gadis ponytail pirang pucat panjang.

manik coklat cerah ikut memicing, "Sudah tau kenapa malah tanya, dasar babi!". ejek gadis bercepol.

"Awas kau Mickey mouse!". kepalan tangan mungil menjulur keatas sebagai tanda peringatan.

" Wekk..dasar babi!".

"Jangan lari kau Mickey mouse, akan aku cabut cepolanmu itu!!". Ino mengejar-ngejar Tenten yang berlarian diantara mobil-mobil berjejeran ditepi jalan.

Hinata terkikik akan kelakuan absurd kedua sahabatnya, karena penasaran dengan suara tawa gadis indigo, Sakura ikut menatap kemana arah pandang iris mata lavender, sekejap ia pun ikut tersenyum. Ada-ada saja tingkah mereka, Sakura merasa sedikit terhibur.

brummm...mbrummmm!!!!!!

semua mobil sudah siap untuk melalukan race, kempat mobil berjajar dengan rapi. Keempat mobil tersebut Hakosuko, Mazda rx 7, Audi R8, Toyota 86, berjajar dengan berpasang-pasangan. Di tengah didepan mereka seorang gadis sebagai play starter dengan tampilan sexy, tangan menjulur keatas udara dengan sebuah kain yang terkibar, " 1, 2, 3, Goooo..!!". teriak keras gadis tersebut, memulai start.

brummmm...brummmm..!!

Keempat mobil itu pun langsung melesat, meninggalkan asap kendaran ditempat start. Keempat mobil itu melaju kencang dijalanan sedikit menanjak dan berkelok, semakin menanjak dan tikungannya semakin curam. Hakosuko hitam terus melaju sesekali melakukan gerakan drift disetiap tikungan, ya saat ini posisi mobil tersebut di urutan ke tiga.

Sasuke masih terus memegang setir dengan lincah, tangan kiri tak henti-hentinya standby di tuas berbeda, tuas rem depan dan tuas persneling, kedua kakinya terus menginjak pedal yang berbeda kopling, rem, dan gas. Ia harus bisa menjaga putaran mesin agar tetap stabil, di tachometer tertera 9000 rpm.

pandangan oniks tajam terus menatap kedepan sesekali melirik spion kanan, "kalian pikir aku akan kalah, Heh". gumam Sasuke menginjak gas terlalu dalam, ketika ada celah di sisi kanan mobil toyota 86.

mbrumm..!!!

Raungan mesin Hakosuke meningkat pertanda pertanda kecepatan bertambah, di jalan yang sedikit sempit mobil berkelir hitam tersebut meluncur dengan mulus meninggalkan mobil toyota 86 berkelir kuning. Di RCS sendiri skill mengemudi Sasuke bisa disandingkan dengan Naruto, acap kali dulu keduanya sering melakukan test bersama, bahkan mereka adalah partner.

Di depan Hakosuko hitam, mobil berkelir biru terus melaju dijalan menanjak dan berkelok di tikungan tajam, "Cih, kau pikir bisa lolos dariku!", oniks menatap tajam dari balik windshield. Remaja Uchiha itu paham dengan mobil berkelir biru tersebut, mobil Mazda rx 7 dari Club Bunyi.

Di bodi samping kanan-kiri ada gambar sebuah tangga nada, Sasuke tau mobil itu adalah mobil yang dulu menjadi musuh balapan Naruto disaat sebelum kejadian tragis yang menimpa teman pirangnya, bahkan sampai sekarang Sasuke pun masih menduga ada pihak sabotase dari Club Bunyi, seakan tau ia harus melakukan apa.

Di dalam kabin Mazda rx 7 sang driver sesosok tubuh gendut berusia 30 tahunan matanya terus melirik spion, mengamati mobil berkelir hitam yang lampunya terus menyorot, "Hahaha..kau pikir bisa mendahuluiku bocah, sebentar lagi kau akan menyusul temanmu kealam akhirat, hahahaa..". tawa keras dengan membanting setir kekiri ketika tikungan tajam didepan mobilnya, sekaligus guna memepet mobil berkelir hitam.

mbrummm...mbrumm!!!

Seakan tau mobil didepannya akan menghalangi, Sasuke melepas sedikit koplingnya agar putaran mesin tetap stabil sambil memainkan pedal gas, tangan kirinya sedikit memainkan tuas rem depan, ketika akan melakukan gerakan drift. Mobil berkelir hitam pun melakukan traksi, ketika mobil biru akan menghalangi. Putaran roda belakang meningkat, roda depan sedikit mengerem alhasil mobil hitam pun menikung tajam mengikuti alur belokan, lolos dari mobil biru dan segera mendahuluinya.

"Itu cukup mudah bagiku bodoh", gumam Sasuke di dalam kabin Hakosuko.

Di dalam kabin Mazda rx 7, driver gendut pun mengambil ponsel di atas dasboard, "Lakukan eksekusi Kidomaru!". suaranya mengeras geram karena usahanya gagal, mobilnya masih melaju mengikuti Hakosuko hitam dengan jarak yang tidak terlalu jauh, mungkin mepet.

mbrummm..mbrumm!!!

Sebuah mobil biru yang datangnya dari jalanan yang sedikit menurun, mengejutkan Sasuke karena mobil biru tersebut hampir membentur bemper depannya, otomatis ia pun membanting setir agak sedikit ke kanan. "Aku sudah menduga mereka akan melakukan rencana licik, Kusso!!" umpat Sasuke yang masih tetap fokus mengendalikan laju Hakosukonya.

Di tikungan tajam yang jalannya agak menurun, Hakosuko melakukan traksi kembali dengan mulus. Sasuke terus menatap tajam Mobil biru didepannya, "Mazda rx 8, apa mungkin mobil ini yang melakukan itu pada si Dobe?". gumam remaja bersurai pantat ayam , Sasuke ingin segera menyalip namun dibelakangnya sesuatu membentur keras bemper mobilnya.

brakk!!.

Tentu Sasuke sangat terkejut, guncangan pada mobilnya begitu terasa. Posisi mobilnya sekarang benar-benar terjepit diantara dua mobil biru, pandangannya tetap fokus kedepan sekaligus melirik spion guna memantau mobil di belakangnya. Raungan mesin terdengar kencang ditelinga Sasuke, ketika mobil biru dibelakangnya akan membenturkan kembali ke mobilnya, tentu dengan spion ia bisa melihat sorot lampu mobil tersebut.

brummm...mbrummmm!!

pegangan pada setir mengerat lantas membuangnya kesamping kiri dengan mengurangi kecepatan, Sasuke kembali menginjak gas pedalnya menambah kecepatan guna menghindar.

Jalanan bukit hutan kematian memang sangat terkenal akan jalanannya yang terjal, banyak tikungan tajam, menanjak, dan kanan-kirinya jurang yang curam, terlebih dimalam hari harus selalu ekstra kewaspadaan dan harus sangat hafal medan terutama bagi sang driver itu sendiri. Tentu dengan medan yang seperti itu punya tantangan tersendiri bagi seorang driver, terlebih bagi yang haus akan adrenalin menambah semangatnya memacu jantung.

Laju Hakosuko hitam itu tetap mulus walau di antara dua mobil biru, segera Sasuke menekan tombol headset earphone yang terpasang disisi telinganya, sambil mengemudikannya dengan tenang.

"Hallo Shika!".

"Ada apa Sasuke?". Suara diseberang telpon menyahut.

"Dugaanku selama ini benar, bahwa ada yang menyabotase mobil Dobe saat itu. Dan sekarang ini pun kembali terjadi padaku".

"Apa maksudmu?,".

"Cih, saat ini aku dalam masalah bodoh!, tim Club Bunyi melakukan kecurangan, mereka menaruh pembalap gelap ditengah race guna mencelakaiku dan asumsiku ini juga mungkin terjadi pada Dobe saat itu!".

"O-oke a-aku paham maksudmu, satu hal dariku jangan mengambil sikap gegabah, gunakan otak jernihmu! dan selalu jaga jarak dari mereka, nanti saja kita membahasnya di base camp dan satu hal lagi menangkan race ini untuk Rookie".

"Hn". gumam Sasuke mengakhiri panggilannya.

Di jalanan yang agak menurun dan sedikit lurus Sasuke memacu Hakosukonya ingin mendahului Mazda rx8 dengan menyalip sisi kanan, menginjak dalam pedal gas dan menaikan tuas persneling. Raungan mesin bertambah bahwa kecepatan meningkat, dan berhasil menyalip mobil biru tersebut.

Dan kini dua musuhnya berada di belakang Hakosukonya.

mbrumm...mbruuummm!!

Raungan khas mesin menggelagar dimalam hari, dua driver mobil biru cukup terkejut pasalnya mobil tersebut tidak menyalakan lampu terlebih dimalam hari. Bukan itu saja mobil itu juga bukan dari peserta race.

brakkk!!!

Driver misterius itu juga membenturkan dengan keras mobilnya kesisi bemper mobil biru mazda rx7 yang dikemudikan driver gendut yang bernama Jirobo, otomatis mobil itu pun terguncang dan melintang di tengah jalan, dari arah jendela kaca sisi kiri mobil misterius nampak sebuah moncong pistol keluar dan memuntahkan isinya, mengarah ke tutup pengisian gasoline..

Dorrr..Dorrr!!

Duarrrrrrrrrrr..!!!!

mbrummmmmm...mbruuummmmm..!!!

Mazda rx7 meledak dengan terbakar hebatnya ikut memanggang si driver, sedang mobil misterius itu masih melaju meninggalkan mobil yang masih terbakar di tengah jalan apinya masih terus berkobar.

didalam kabin Mazda rx8, Kidomaru terperanjat kaget luar biasa dengan melirik spion, menyaksikan mobil temannya meledak. Ia bisa menduga jika temannya pasti tak akan selamat, terlebih didalam mobilnya juga terdapat tabung NOZ yang masih aktif. "Sial!!, siapa lagi pembalap itu?". gumamnya mengumpat. kini Kidomaru tak lagi mengejar Hakosuko, tetapi memacu mobilnya guna melarikan diri, dirinya mengedar raungan mesin menggelegar seakan mengikutinya.

mbruuumm...mbruuuuumm!!!!!

Mazda rx8 membelok diarah tikungan, meluncur melakukan gerakan setengah drift, pasalnya driver itu seperti terburu-buru pikirannya seakan tak tenang, ia tau dirinya sedang diburu sang pengendara misterius, terlebih dia juga mendengar suara letusan senjata.

Di dalam kabin sebuah mobil, "percuma kau tidak akan bisa lari, bodoh!". ujarnya kalem, tubuh sang driver terbalut jaket hitam lengkap dengan hoodie menyelubungi kepalanya. Di atas dashboard terpajang layar 7 inchi guna melihat jalanan dimalam hari, ya saat ini pengendara tersebut memakai kamera Night Vision walaupun lampu mobil dalam keadaan dimatikan.

sritttt..!!

Mobil misterius tersebut melakukan drift dengan mulus, sedetik raungan Mopar engine semakin menjerit menandakan lajunya bertambah, dengan menyalip sisi kiri serta sedikit bantingan setir. Alhasil mobil misterius tersebut membentur bemper mobil Mazda rx8 hingga sedikit oleng kehilangan traksinya.

"Sialan!! sebenarnya mau mu itu apa, brengsek!". Kidomaru terus mengumpat kesal karena mobilnya ditempel ketat disamping kirinya oleh mobil misterius, membantingnya keras setir kekiri Kidomaru bermaksud membenturkan mobilnya, tapi naas mobil misterius tersebut mengerem mendadak seakan tau gerakan arah roda depan mobil biru..

sritttt..!!

otomatis karena terlalu keras bantingan setir, Mazda rx8 pun kehilangan keseimbangan dan terguling-guling diatas aspal jalanan yang lumayan menurun.

brakk..brakk..brakk!!

mbrum..!!

Mobil biru pun terbalik dengan keadaan ringsek sana-sini, pecahan kaca berhamburan ditengah aspal. Posisi sang driver terbalik dengan luka yang cukup parah masih terikat seatbelt, darah mengalir disekujur tubuhnya akibat pecahan benda tajam atau mungkin saja itu pecahan kaca. Kidomaru merintih kesakitan akibat ulahnya sendiri, tubuhnya terjepit diantara dashboard dan jok yang melekat erat. Kini pandangannya dialihkan melihat sekitar, namun kesadarannya masih terjaga.

klek!!

Kini matanya dialihkan dimana dia mendengar suara pintu mobil terbuka, secara samar ia melihat tapak sepatu saja yang melangkah kearahnya, dengan posisi terbalik Kidomaru akan susah menjangkau jarak penglihatannya. Sosok itu berjongkok tepat disisi kanannua, ia tidak bisa melihat secara jelas raut muka si driver misterius itu, karena terhalang Hoodie yang menutupi kepalanya dan juga gelapnya malam hari.

"Hm, Kidomaru bagaimana rasanya?". gumam sosok itu seakan meremehkan keadaannya.

"S-siapa k-kau b-brengsek?!!". Kidomaru mengumpat marah, matanya menatap nyalang namun sia-sia sosok tersebut tak bisa ia kenali.

"Itu tak penting aku siapa, aku ingin menanyakan sesuatu. Apa benar kau suruhan dari salah satu para Yakuza itu?". Sosok misterius mengambil sesuatu dari balik jaketnya dan menodongkan ke kepala Kidomaru.

Mata Kidomaru melotot tubuhnya bergetar hebat, ia tau sebuah moncong pistol sudah bertengker dikepalanya, "A-apa m-maumu y-yang s-sebenarnya?". suaranya tergagap.

"Seperti yang tadiku bilang, kau masih ingat tentang sebuah selang rem mobil yang kau lubangi. Aku pun akan begitu, tentu melubangi dibagian tubuhmu, sepertinya itu sangat asyik!".

Kidomaru yang mendengar, matanya semakin melotot seperti keluar dari rongganya ketika pistol mengarah pahanya yang terjepit.

Doorrrr!!!

"Argghhhh!!". Jeritan Kidomaru menahan sakit, sebuah peluru telah bersarang dalam, darah keluar dan semakin menetes dari luka yang tertembus peluru.

"Hm, bagaimana rasanya tentu sangat menyakitkan bukan".

"O-oke a-aku a-akan m-mengatakannya t-tapi j-jangan b-bunuh a-aku!, s-salah satu anak buah dari kementerian yang menyuruhku!".

"Lalu kau tau siapa nama orang itu, Hm?".

"A-aku t-tidak tau dia siapa, karena pada saat transaksi terjadi dia hanya menghubungiku lewat telfon dan kemudian orang itu sudah mentransfer uang yang kami minta, k-kau tidak a-akan membunuhku kan". Kidomaru masih dalam ketakukan luar biasa.

"Aku tidak janji!". ujar sosok tersebut dengan tangan terjulur mengambil seseuatu benda berbentuk kotak tipis, dengan logo apel tergigit diantara pecahan kaca. Sosok misterius tersebut lantas berdiri dan juga tengah membuka sesuatu, sepertinya itu tutup tangki gasoline.

Mata Kidomaru terkejut luar biasa ketika mendengar suara tumpahan bensin mengucur dari dalam tangki mobilnya, orang misterius itu lantas masuk kedalam mobilnya kembali.

Mbrummm...mbruumm!!

Dorrrr!!!

Sebuah letusan peluru keluar dari jendela mobil misterius dan mengenai tutup tangki bensin mobil biru, selanjutnya tidak bisa dibayangkan oleh Kidomaru.

Duarrrrrr!!!

Mobil Mazda rx8 meledak dengan sangat kerasnya, api langsung berkobar menghangus bodi mobil tersebut, seakan belum puas sang driver misterius menabrakan mobilnya ke arah mobil yang terbakar dengan maksud mendorong mobil biru ke sisi tebing.

mbrumm!!..srakkk..srakk!!

Hasilnya bisa diduga, mobil yang terbakar tersebut meluncur dari atas ketinggian, mengikuti arah gaya gravitasi. Sang pelaku, driver misterius tersenyum simpul. "Itulah akibatnya bila mengusik kehidupanku". dengan melajukan mobilnya kembali kejalanan yang berliku di kegelapan malam, tentu lampu mobilnya yang sudah dinyalakan menerangi jalan.

mbrummm...mbrummm!!!

Suara ledakan keras mengganggu pendengaran Sasuke, walaupun dirinya masih melaju dengan Hakosukonya. sesekali manik kelamnya melirik spion namun dibelakang tidak ada siapa-siapa, bahkan kedua mobil yang tadi berusaha mencelakainya seakan lenyap entah kemana, "Aneh sekali". gumaman lirih Sasuke yang tetap fokus mengemudikan mobilnya dengan kencang, guna memenangkan balapan ini.

wushhh!!

Iris oniknya membulat ketika melihat sesuatu jatuh dari atas tebing, sepertinya itu sebuah mobil yang terbakar dan arah jatuhnya tepat di depan Hakosukonya, otomatis remaja Uchiha itupun mengurangi kecepatannya dan membelokan setirnya kesamping guna menghindari mobil yang terbakar tersebut.

Srittt...brakkkk!!!!

Sasuke berhasil melewati mobil terbakar tersebut, akan tetapi otaknya masih mencerna ia mengenali mobil yang terbakar itu, "Bukankah itu mobil dari Club Bunyi yang tadi akan menjegal aku, lalu siapa yang melakukan itu padanya". gumam lirih Sasuke yang otaknya masih penasaran.

Mbrummmm...mbruuummm!!!.

Kembali remaja Uchiha itu juga mendengar sayup-sayup raungan suara mobil yang datang dari arah belakangnya, iris oniksnya menangkap sorot lampu di spion kanan. "Cih, siapa lagi itu?". telapakan tangannya sudah standby diatas tuas persneling guna menjaga kewaspadan. Laju kecepatan itu semakin mendekat, sekejap mobil tersebut sudah ada disamping kiri Sasuke, tentu itu sangat mengejutkannya. Bagaimana tidak mobil yang berbodi lebar khas vintage Amerika bisa menyalip disela-sela jalur agak menyempit, dan tentu itu bisa membuat pikiran Uchiha bertanya-tanya bahwa sang driver tersebut mempunyai skill yang tinggi dalam mengendalikan sebuah mobil.

Mbrummm...mbruuummm!!!

Mobil tersebut melaju kencang mendahului Hakosuko, Raungan khas engine V8 Mopar terdengar menggelegar, didalam kabin Sasuke bisa memprediksi bahwa mesin tersebut mempunyai kekuatan 650 HP mungkin lebih. Ketika lampu depan Hakosuko menyorot mobil itu berwarna hitam doff, Sasuke sempat tertegun, "Hn, Dodge Charger R/T 69 ya", matanya menatap inten mobil itu, walapun sudah menghilang di tingkungan selanjutnya.

mobil itu tersebut walaupun sudah menghilang, sayup-sayup deru raungannya masih terdengar di indera pendengarannya, sekilas senyum simpul tercipta akan rasa senangnya walaupun Hakosukonya tersalip.

Garis finish masih beberapa puluhan meter, didalam kabin Hakosuko Sasuke semakin menambah kecepatannya, menekan pedal gas dan beberapa operan persneling.

mbrummm...mbrummm!!!

jalanan menurun itu semakin lurus saja, tentu mudah untuk melajukan sebuah kendaraan, terlebih di bantu dengan jalannya menurun semakin cepat perputaran roda. Hakosuko melintas di garis finish dengan urutan pertama, tampak riuh sorak kemenangan terutama di Club Rookie. Dan disusul beberapa menit oleh mobil-mobil yang lain.

pimmm..pimmmmm!!

Suara klakson bersahutan ikut merayakan kemenangan, namun mobil Hakosuko tak mau berhenti malah melintas dengan cepatnya meninggalkan lokasi, entah mau kemana si driver Hakosuko itu. Tentu kejadian itu membuat anggota Rookie lainnya terheran masih memandangi mobil itu dan menghilang digelapnya malam.

"Neji, Sasuke itu sebenarnya mau kemana?, kenapa malah melarikan diri begitu?!". suara keras pemuda bersurai coklat jabrik dengan tato segi tiga terbalik menghias kedua pipinya.

"Mana aku tau!, tanyakan saja padanya!". suara dingin dan ketus terlontar dari remaja Hyuuga, dagunya menunjuk pada remaja bersurai nanas.

"Shika!, Apa kau tau kemana Sasuke pergi dan bagaimana dengan uang taruhannya yang kita menangkan?!". suara keras Kiba meminta penjelasan pada temannya yang bermarga Nara.

"Kalau Sasuke melakukan hal seperti itu, menandakan ada sesuatu yang penting". timpal suara datar dari remaja bersurai hitam, matanya dihiasi kacamata hitam dengan kerah jaketnya hampir menutupi raut muka.

"Apa maksudmu Shino?!".

Helaan nafas Shikamaru menanggapinya bosan, "Haahhh..merepotkan, Sasuke sudah berpesan kepadaku sebelumnya, kita disuruh berkumpul di base camp!, tentang uang taruhan kau dan Chouji harus yang mengambilnya". pungkas Shikamaru.

"Kenapa harus aku dan Chouji?!". protes keras remaja jabrik coklat tersebut.

"tentu saja kau, Kiba! dan juga aku. tentu kita akan berpesta setelahnya, benarkan Shikamaru?". timpal remaja bertubuh gendut yang masih ngemil dengan snacknya.

"Hahh..merepotkan, terserah kalian!".

"Yoshhh...!!, saatnya berpesta, mari kobarkan semangat masa muda kita!!". teriak keras penuh semangat remaja bersurai potongan bob, mata bulatnya berbinar memancarkan api semangat tinggi.

"Lebih baik sekarang kita lekas ke markas!". pungkas datar remaja Hyuuga yang sudah memasuki mobilnya, disebelah samping jok seorang gadis indigo sudah duduk dengan anteng.

"Apa Sasuke-kun sudah disana Nii-san?".

"Hm". ujar Neji ambigu dengan menyalakan mobilnya.

mbrummm...mbrumm!!

Iring-iringan mobil Club Rookie meninggalkan lokasi perbukitan hutan kematian menuju pusat kota lebih tepatnya menuju ke markas mereka, hanya meninggalkan satu mobil saja, ya mobil yang dikendarai Kiba dan Chouji.

Disebuah bangunan atau tepatnya garasi bawah tanah, seseorang bersurai kuning tengah menempelkan ponselnya ke kuping, dengan dirinya masih didalam kabin mobil Kenmeri.

"Iya-iya Baa-chan!, nanti aku pulang. Aku sudah memberi tau ke paman Iruka, jadi Baa-chan tenang saja!". ucapnya agak sedikit keras dengan masih menyandarkan di jok mobil.

"Bagaimana aku tidak khawatir..hah!, kau sudah kembali ke Konoha tapi tidak memberitahu aku! terlebih malah Iruka yang memberiku kabar, Hah!".Suara diseberang telpon menjawabnya dengan amarah.

bocah bersurai pirang menanggapinya dengan perasaan horor, ia tau tabiat sang nenek yang ringan tangan. "Ya, nanti aku hampir ke rumah Baa-chan!, jadi Baa-chan tak usah khawatir, Aku janji!". ujarnya.

"Maksudmu apa Gaki!, tengah malam kau mau kerumah, lalu tadi sore kau kelayaban kemana saja..hah! Aku sudah mendaftarkanmu kesekolah lama, dan besok kau mengurus administrasinya!, pokoknya besok kau sudah bisa mulai masuk sekolah!..Apa kau kamu dengar Senju!!". Teriakan melengking di kuping Naruto, hingga kupingnya seakan tuli akan teriakan keras sang Baachan, dengan sedikit menjauhkan ponselnya ia mengumpat keras dalam batin. Tidak nenek tidak juga mendiang ibunya, kenapa suka sekali dengan berteriak-teriak keras tidak jelas, apa karena faktor Gen keturunan Uzumaki.

"Iya-iya aku dengar Baa-chan, bahkan sangat jelas!".

"Awas saja kalau tidak menepati janjimu! akan aku pegang, kau dengar Gaki-Senju!!".

"Ya aku dengar, Baa-chan!". Naruto langsung menutup sambungan ponselnya tidak tahan karena suara keras melengking, lagi pula kalau di jabani malah akan merembet kemana-mana. Naruto tau watak keras neneknya, biarlah ia menjadi cucu yang kurang ajar.

'mungkin benar kata Shika, wanita itu sangat merepotkan'. pikir remaja blonde menyetujui perkataan teman nanasnya.

mbrummm..!!!

Kenmeri meninggalkan garasi bahwa tanah, melaju di jalanan kota Konoha yang rame walaupun masih tengah malam. Naruto mengemudikan mobilnya dengan pelan tidak terlalu mengebut hanya kecepatan standar, guna menuju ke rumah sederhananya. "Hahh..hari yang melelahkan". gumam remaja pirang yang berusia 17 tahun tersebut.

vvvvvvvvv

vvvvvvvvv

Konoha Senior High School sudah terlihat ramai terlebih saat ini sedang waktunya istirahat, banyak para siswa beristirahat. Entah ada yang makan di kantin, duduk-duduk santai di taman sekolah karena pepohonan yang rindang.

Saat ini waktunya siang hari bukan pagi hari seharusnya Naruto datang ke KSHS sejak awal pagi tadi, tapi karena sangat kelelahan ia tertidur hingga bangunnya kesiangan. Entahlah apa yang akan menimpa Naruto selanjutnya setelah sang Baachan mengetahui gelegatnya.

Kenmeri black titan memasuki pelataran parkir KSHS dan merapat di jejeran para mobil-mobil para siswa, dan pintu mobil itu pun terbuka keluarlah sang driver seorang remaja dengan berpakaian seperti seorang rocker, celana jeans kumal yang lututnya sobek-sobek, kaos hitam melekat ditubuh tegapnya dan terbalut sweater flanel tebal kotak-kotak merah-hitam lengkap dengan tudung yang menutupi kepala pirangnya, kakinya terbungkus sepatu converse. Tak lupa kacamata hitam menutupi iris saphirenya yang jernih sejernih samudera.

Dandanan Naruto ala Grunge style tentu membuat para siswa KSHS menjadi pusat perhatian, tetapi remaja pirang tersebut malah bertingkah cuek tetap melangkahkan kakinya ke ruang kepala sekolah. Mereka mungkin bingung kenapa ada seorang berandalan bisa nyasar di sekolah elit ini.

kriettt!!

Tanpa mengetuk pintu, Naruto masuk dengan main menyelonong saja. Tentu saja sang kepala sekolah langsung menolehkan perhatiannya dengan mata memicing, seakan amarahnya akan keluar melihat tingkah remaja tersebut.

"Yo..Baa-chan, aku sudah datang!". Naruto menyapa sang kepala sekolah dengan senyuman lima jari, ia belum sadar bahwa sepasang mata hazel memandangnya tajam, malahan ikut duduk di kursi depan meja kerja Tsunade.

"KENAPA KAU DATANGNYA TELAT CUCU KURANG AJAR!!, KAMU PIKIR TEMPAT INI TERMINAL BUS HINGGA KAU DATANGNYA SEENAKMU, HAH!!!". suara keras sekeras toa menggelegar dipenjuru sekolah, bahkan suaranya mengalahkan raungan mesin V8 big blocknya. Naruto menanggapinya dengan cengengesan tidak jelas, kedua tangannya menutupi kuping yang terhalang tudung sweater.

"Hahaha..sudahlah Baa-chan, yang penting aku sudah datang. kalau dipikir terminal dengan sekolah itu sama, toh sama-sama tempat publik". ujar Naruto enteng

Aura hitam makin menguar di tubuh seksi wanita bersurai pirang pucat yang asetnya terlalu menonjol, "APA KAU BILANG CUCU-BAKA SIALAN!!, SEENAKNYA KAMU DATANG TELAT DAN SEKARANG TANPA MERASA BERSALAH KAU MAU MEMBUAT BAA-CHANMU INI SAKIT JANTUNGAN, BEGITU HAH!!". Tsunade langsung menggebrak meja kerjanya.

brakkk!!

Naruto langsung terlonjak kaget karena kerasnya gebrakan meja, "B-bukan b-begitu Baa-chan, a-aku bukan bermaksud seperti itu. Aku tau aku salah, maka dari itu, Gomenasai ya Baa-chan". saphirenya dikedip-kedipkan semoga neneknya mengampuninya, tapi naas sang nenek sudah hapal akan jurus cucu pirangnya tercinta.

brakkk!!!

Kembali meja digebrak kedua kalinya pula Naruto terlonjak, "KAMU PIKIR SEMUDAH ITU SENJU!!, JANGAN HARAP AKU BISA MEMAAFKANMU DENGAN GAMPANG!!, DAN KAU HARUS MENGISI FORMULIR INI DENGAN CEPAT TANPA WAKTU YANG LAMA!!, PERSYARATAN ADMINISTRASIMU TIDAK BOLEH DIWAKILKAN OLEH SIAPA PUN, SEKALIPUN ITU IRUKA. ITU JUGA SEBAGAI HUKUKAMANMU KARENA SUDAH TELAT, PAHAM!!". suara amarah Tsunade melengking memperingatkan dengan menyerahkan tumpukan tebalnya formulir administrasi.

Naruto memandang tumpukan kertas itu dengan tatapan horor, 'Apa-apaan tumpukan kertas itu, kau pikir aku akan mengerjakan menulisi retrubusi tiket bus , padahal cuman formulir administrasi tak jelas. Memang sama sekolah ini dengan terminal'. Batinnya mencibir.

suara Naruto terdengar, "Baa_".

"TIDAK USAH BANYAK PROTES!!, BAA-CHAN SUDAH TAU KAU PASTI AKAN MENGATAKAN HAL ITU, KERJAKAN SAJA SENJU!!". Tsunade sudah tau bahwa remaja pirang itu pasti tidak akan menerimanya, langsung saja suara lengking memotong ucapan Naruto.

"I-iya..i-iya". suara Naruto tergagap menjawabnya dengan ogah-ogahan, 'Apa pula membentakku dengan nama Klan, bukankah dirinya juga seorang Senju'. Naruto mengurut kening tanda sweatdrop.

Diluar ruang kepala sekolah telah berdiri dua orang siswi KSHS mereka sepertinya ada keperluan dengan kepala sekolah, sedari tadi kedua gadis tersebut ingin mengetuk pintu ruangan namun mereka membatalkan niatnya. Terlebih suara lengkingan amarah Tsunade terdengar keluar ruangan, walaupun ruangan tersebut sudah ada peredam suara, maklum ruangan ber AC.

Mereka menduga kepala sekolah sedang menerima tamu, mungkin saja tamu pribadi pasalnya kedua gadis tersebut tak sengaja mendengar Tsunade menyebut dirinya nenek.

"Bagaimana Forehead?, apa kita langsung ketuk saja?, kau tau aku sudah sangat lelah terus berdiri seperti ini!".

gadis bersurai bubble gum tak menanggapi keluhan temannya, iris emerald jernih justru memicing. " Kamu pikir aku juga tak sama Ino-pig, kita harus memberikan laporan ini ke Tsunade-sama, aku tak mau hasil kerja kerasku semalaman tak akan sia-sia, bagaimana pun laporan ini penting bagi kelas kita!" tegas gadis tersebut.

"Aku tau Sakura, apa kita juga akan mengganggu Tsunade-sama yang masih ada tamu didalamnya, bukankah kita tidak enak nantinya!". Ino tak mau mengalah masih mempertahankan argumennya.

"Maka dari itu kita tunggu sebentar lagi, pasti tamu itu akan pergi dan setelahnya kita masuk lalu menyerahkan laporan ini, bereskan!". ujar Sakura enteng.

"Tapi kita sudah disini hampir setengah jam, lalu mau sampai kapan, terlebih setengah jam waktu istirahat akan habis. Ingat janjimu bahwa Hinata dan Tenten sedang menunggu kita ditaman sekolah.

"Iya-iya dasar babi gendut!, tapi sebelumnya aku mau ke toilet dulu, barang kali setelah kita kembali kesini mungkin saja tamu Tsunade-sama sudah pergi". sebenarnya Sakura tak rela meninggalkan tempat, entah kenapa hati dan batinnya merasa betah ditempat ini berlama-lama, seakan ada yang mengikat kuat perasaan dan nalurinya.

"Nah..ayo!, aku juga akan membetulkan riasanku". ujar Ino dengan sedikit senyum.

"Dasar babi centil!". umpat Sakura kesal akan tingkah teman Pignya

Kedua gadis berbeda surai pun melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu yang sudah beranjak pergi, menuju toilet wanita yang jaraknya tak cukup jauh dari ruang kepala sekolah. Toilet itu adalah toilet khusus pegawai KSHS.

Di dalam ruang kepala sekolah Naruto sepertinya sudah selesai mengisi semua persyaratan semua lembar administrasi, maklum saja ini adalah salah satu sekolah terelit di kota Konoha, jadi bukan sembarang yang bisa masuk. Bahkan semua administrasinya terbilang rumit mengikuti standar internasional.

"Aku sudah selesai Baa-chan". ujar singkat Naruto, yang masih duduk dengan tenang menatap sang Baa-chan, sedikit terkejut karena sedari tadi neneknya hanya diam masih memperhatikannya dengan intens.

"Baa-chan!". Naruto mengulang kembali panggilannya, tapi belum mendapat sahutan.

Sekali lagi Naruto mengulang ucapan yang sama, "Baa-chan!". tapi kali ini sedikit keras.

"Aku dengar Gaki!, aku tidak tuli, kau pikir aku setua itu". jawab Tsunade yang masih intens menatap wajah bulat Naruto.

"Lantas, mengapa Baa-chan menatapku begitu serius?".

Tsunade mendirikan tubuhnya dari kursi, mendekat kearah Naruto. kedua tangannya menangkup wajah bulat Naruto, "Kau tau Gaki? kalau wajahmu begitu mirip dengannya, bahkan sampai sekarang aku tidak bisa melupakan mendiang anakku?". bulir air mata menetes di kelopak lentik Tsunade, membahasi pipinya yang terlihat masih awet muda. Kini iris hazel terlihat sedih, tak segarang beberapa waktu yang lalu.

" Kau lah satu-satunya peninggalan Kushina, setiap Baa-chan menatap wajahmu seakan aku melihat Kushina dalam dirimu. Kalian benar-benar mirip..tidak tapi sangat mirip". tubuh Tsunade bergetar hebat, saat ini kesedihannya makin kentara.

Melihat neneknya dalam kesedihan, remaja jangkung tersebut merengkuh tubuh sang Baa-chan, "Begitu besarkah Baa-chan merindukan Kaa-chan". Naruto terus mengusap punggung ramping Tsunade, memberikan sebuah ketenangan. Tsunade yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya saja.

"Hiks..Kau harus janji Gaki, sampai kapan pun jangan pernah meninggalkan Baa-chan seorang diri".

Iris saphire Naruto meredup, ikut menyiratkan arti bahwa Tsunade begitu sangat menyayangi dirinya, Naruto percaya itu, "Sampai kapan pun, aku janji tidak akan pernah meninggalkan Baa-chan, Baa-chan adalah ibu kandung Kaa-chan, nenek kandung Naru. Aku tidak punya alasan apapun akan selamanya menyayangi Baa-chan, tentu juga dengan Ero-Jii". pungkas Naruto ikut merasakan kesedihan neneknya.

pletak!

"Kau ini masih saja memanggil Jiraiya dengan sebutan itu, bagaimana pun dia itu kakekmu!".

Naruto meringis kesakitan kepala pirangnya digetok Tsunade, walaupun tertutupi tudung tapi rasanya menembus kepalanya, " Mau bagaimana lagi memang kenyataanya seperti itu". celoteh Naruto tanpa menyangkalnya.

"Kau ini bisa saja, Gaki". Tsunade tersenyum menanggapi bualan cucu pirangnya, memang Naruto pandai sekali menghibur seseorang.

Jari Naruto mengusap bulir air mata Tsunade, "Aku yakin Kaa-chan dan Tou-chan pasti bahagia disana, begitu pula dengan kita. Aku, Baa-chaan, dan Ero-Jii akan selalu bahagia dengan cara kita sendiri". ujar Naruto tulus, tersenyum dengan bahagia merasakan perasaan sang Baa-chan pirang.

"Aku harap juga begitu Gaki, semoga Kushina-chan dan Minato bahagia diatas sana".

Di dalam toilet wanita dua orang gadis berbeda surai dengan terbalut seragam khas KSHS sedang melakukan aktivitasnya, Sakura yang sudah membasuh mukanya agar terlihat segar masih menunggu teman pirang pucatnya yang masih asyik memantulkan diri di cermin toilet.

"Cepatlah Ino-pig!, kalau sudah begini kau pasti lupa waktu!". iris emerald memicing kesal sekaligus gusar, bagaimana ribetnya seorang Ino Yamanaka sedari tadi asyik dengan kotak kecil kosmetiknya.

"Sebentar Forehead!, tinggal memoles ini saja!". telunjuk lentik menunjuk bagian jidat.

Karena terlanjur kesal Sakura menyeret pundak Ino, " Memangnya kalau tidak memakai make up seharian kau tidak bisa Pig!".

"Apa-apaan kau Jidat!, ini hanya tinggal sedikit lagi!". cerca Ino yang ditarik paksa Sakura.

sialnya Sakura tetap kekeh memaksa gadis Yamanaka menariknya keluar toilet bahkan tak membalas gerutuan teman pirang pucatnya, mereka melangkah di sepanjang koridor sekolah yang masih banyak siswa berkeliaran dikarenakan jam istirahat masih ada.

"Hah..padahal aku hanya tinggal memoles saja". Ino masih saja mengeluh dengan riasannya yang dibilangnya hampir sempurna.

"Memangnya si Senpai mayat hidup itu akan melirik gadis gendut sepertimu!". timpal Sakura yang masih kesal.

"Aku yakin Sai-senpai akan menerima cintaku, aku akan pastikan itu terjadi!, dari pada dirimu tidak bisa move on". sanggah Ino yang masih ikut melangkahkan kaki.

"Itu bukan urusanmu!". timpal Sakura sedikit menyiratkan hatinya terasa sedih, raut wajah yang tadinya kesal sekarang berubah ekspresi.

Ino yang terlanjur berujar tidak sadar akan perkataannya, sedetik ia melirikan aquamerinnya kesamping menatap sekilas teman surai merah mudanya, "S-Sakura a-aku t-tidak bermaksud seperti itu, gomen". ucapnya sedikit menyesal, tentu itu sangat menyinggung perasaan sang gadis cherry.

Sedangkan Sakura masih terdiam membisu tidak menanggapi celotehan Ino, melangkah berjalan ke kantor kepala sekolah. Pikiran Sakura saat ini masih bertanya-tanya kenapa batinnya bisa merasa betah bila berdekatan dengan kantor kepala sekolah sejak tadi, seperti ada yang menahan perasaannya.

Diperempatan koridor mereka berbelok dan terus berjalan, dari belakang mereka melihat seseorang remaja bertudung telah keluar dari ruangan kepala sekolah dengan dandanan ala berandalan, sosok itu membelakangi mereka yang tengah berjalan entah menuju kemana.

Batin Sakura tidak karuan kenapa rasanya begitu dekat dengan dia, perasaannya entah kenapa sangat nyaman, iris emerald masih memperhatikan sosok remaja bertudung bahkan tanpa berkedip, "Itukah tamunya Tsunade-sama, Pig?". ujar gadis cherry.

"Mungkin saja, tapi kok gayanya berandalan gitu ya". gumam Ino yang ikut memperhatikannya, lalu kepalanya menoleh ke arah Sakura, "Kamu kenapa Sakura rasanya terlihat aneh?".

"Tidak apa-apa, aku hanya merasa saja tapi...ya sudahlah lebih baik kita lekas serahkan laporan ini ke Tsunade-sama". ujar Sakura sedikit menepis praduganya apakah benar itu dia.

"Hahh..kau semakin tambah aneh, cepatlah mereka sudah menunggu ditaman.

Di antara jejeran mobil parkiran Naruto melepas tudung yang menyelubungi kepala pirangnya, ia melangkahkan kaki berjalan guna mencari dimana Kenmeri itu berada. Diantara jejeran mobil-mobil sport tampaklah mobil berkelir black titan masih utuh ditempatnya, Naruto segera membuka pintu mobil tersebut dan mendudukan dirinya di jok.

"Hah...Baa-chan ada-ada saja, waktuku untuk bersantai pun jadi berkurang. Apa pula menyuruhku menemui kakek mesum itu!". rutuk Naruto dengan kesal, kepalanya ia rebahkan kesandaran jok.

otaknya pun sekita teringat akan sesuatu, "Perasaan tadi waktu keluar dari ruangan Baa-chan sepertinya aku mendengar suaranya Hime-chan" , gumamnya entah pada siapa.

Kini iris saphire itu menatap foto yang ada diatas dashboard menyiratkan akan penuh kerinduan, "Bagaimana kabarmu sekarang Hime". tatapannya dengan senyum simpul.

TBC

Author Note :

Yoooshhh...akhirnya chapter 2 pun update, walaupun tidak memuaskan. masalahnya ane tidak bisa buat ffn bergenre romance, bahkan mungkin ini yang pertama kalinya. Jadi harap dimaklumi saja...hehehehe...

Melihat respon para Reader-san menanggapinya dengan positif, ane pun jadi tergugah untuk melanjutkan...hehehhee..

Terima kasih sebelumnya telah merespon dengan baik