Gimpo Airport, 4.50pm
"Iya hyung, aku baru saja landing di Gimpo. Kau bisa jadi menjemputku?" Baekhyun berjalan santai membawa kopernya. Ia sedikit jetlag setelah turun dari pesawat, dia menuju ke kamar mandi.
"Sungguh kau tidak bisa? Baiklah. Aku memaklumi kesibukanmu. Aku bisa naik taksi hyung." Baekhyun menaruh kopernya disebelah kakinya. Ada sebuah koper hitam kecil didekat pintu samping. Koper yang mirip seperti koper Park Chanyeol. Apakah Chanyeol disini? Atau mungkin tertinggal? Baekhyun berpikir akan lebih baik jika dia melaporkan keberadaan koper ini ke petugas. Tak lama, dia menutup sambungan teleponnya lalu memasukan ponselnya kedalam coat coklat Louis Vuitton miliknya.
Krieett
Baekhyun menengok kearah pintu yang terbuka dengan cepat. Seseorang memakai seragam pilot melihatnya, mereka bertatapan sejenak, Baekhyun menghela nafas lalu menunduk pelan. Baekhyun mencuci tangannya.
"Baekhyun-ssi" ucap pria tinggi itu sambil mengusap tangannya pada tissue. Pria tersebut kembali memakai topi pilotnya. Baekhyun menatap pria itu lagi, dia berusaha menebak. Beberapa saat Baekhyun terdiam sambil berusaha keras mengetahui, siapa dia? "Tuan Byun, kau yakin tidak mau berhenti membuang air itu?" Ucap pria tampan ini sambil menunjuk kran, dengan cepat Baekhyun menarik tangannya dari kran otomatis tersebut.
"Ah, baiklah. Kau, siapa? Apa kita pernah bertemu?" Tanya Baekhyun mengintai. Si pria hanya tersenyum, ia mengangkat topi pilotnya sambil sedikit menunduk.
"Aku Oh Sehun. Co-Pilot Captain Park penerbangan hari ini. Dan, kau sangat mirip dengan seseorang yang kami kenal." Ucap Sehun santai. Sehun kembali memakai topinya, lalu mengangkat kopernya. "Sampai Jumpa tuan Byun. Semoga kita bertemu lagi" Sehun melangkahkan kaki jenjangnya menjauhi Baekhyun yang kebingungan.
"Siapa yang anda maksud? Apakah saya, anda dan captain Park pernah bertemu? Oh Sehun-ssi? Jangan pergi dulu!" Baekhyun mengejar sampai ambang pintu, menatap bahu bidang yang semakin menjauh.
"Untuk apa aku mengejar seseorang yang baru ku kenal kurang dari lima menit? Mungkin maksud pilot itu aku mirip teman terdahulu mereka. Ah iya" batin Baekhyun. Ia kembali masuk ke kamar mandi tersebut untuk memakai topi dan masker lalu ia mengambil kopernya. Tidak lama, Baekhyun keluar melalui terminal kedatangan.
Sore hingga malam ini Baekhyun akan sibuk. Maka dari itu dia sangat perhitungan dalam pembagian waktu. Baekhyun berjalan dengan wajah tertutup masker dan topi. Ia langsung menyetop taksi lalu masuk kedalamnya. Baekhyun melepas maskernya. "Yekyeong Build Seoul, ahjusshi." Ucap Baekhyun sambil menaruh koper ukuran sedang itu di sebelahnya.
"Baiklah tuan." Jawab sopir berbaju rapih itu. Baekhyun mengganti provider ponselnya lalu menghidupkannya kembali.
Baekhyun sangat ingin berjalan-jalan mengelilingi Seoul. Namun dia tidak memiliki waktu. Jadwalnya terlalu padat. Dia tidak mampu membaginya hanya untuk bermain-majn seperti itu. Sembari melihat pemandangan dari Gimpo ke Seoul, Baekhyun membuka buku agendanya dan menulis list to do. Ini kebiasaan Baekhyun, teliti pada jadwalnya. Baekhyun pintar dalam Time managing. Karena itulah Baekhyun disebut sebagai artis yang disiplin.
"Mandi, menyiapkan sepatu, bertemu Kim Sajangnim, Soundcheck? Ah, apa waktunya cukup untuk soundcheck?" Baekhyun mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada managernya.
'Minseok hyung,sepertinya untuk acara malam ini aku tidak bisa check sound. Jadi aku akan langsung perform. Bisa kau lakukan check sound untuk microphone ku?' - sent
Baekhyun menaruh ponsel dan menutup bukunya. Dia berniat meregangkan ototnya. Dia masih jetlag. "Apakah kau ini Byun Baekhyun?" Sepasang mata melihat Baekhyun dari spion. Baekhyun menoleh, dan tersenyum.
"Iya ahjusshi, ini aku. Hehe" Baekhyun duduk mendekat kearah depan dan bersandar di sandaran kursi penumpang bagian depan sambil melihat ke si sopir. "Bagaimana kau tau ini aku?"
"Anakku sangat menyukaimu. Setiap hari anakku memutar lagu-lagumu tanpa berhenti. Kau artis muda yang berbakat." Ahjusshi itu mengambil bolpen di sakunya, lalu terlihat seperti mencari sesuatu. "Ada kertas tidak ya, aku hendak memberi tanda tanganmu untuk anakku." Sontak Baekhyun mengambil sesuatu dari tasnya. Dia mengeluarkan sebuah album dan sepidol. Beruntungnya Baekhyun karena selalu membawa sebuah album kemana pun dia pergi.
"Ahjusshi fokus menyetir saja, aku akan memberikan albumku beserta tanda tanganku untuk anakmu. Hihih" ahjusshi botak itu tersenyum lebar sambil mengelus dadanya, ia terkagum. Baekhyun mulai menanda tangani albumnya, dan memberi sebuah lovesign disana. "Jadi, siapa nama putri cantik anda ahjusshi?" Tanya Baekhyun. Senyum ahjusshi tersebut menghilang sementara, Baekhyun yang kaget melihat ekspresi ahjussi tersebut juga ikut bingung. Apakah dia salah bicara? Tiba- tiba senyum ahjusshi itu kembali.
"Ah, anakku itu laki laki tuan Byun. Namanya Lee Donghyuk. Tulis saja dengan Haechan. Dia lebih suka panggilan Haechan." Baekhyun melotot, dia menatap tulisannya. Dia sudah memberi love sign di albumnya dan album ini untuk seorang anak laki laki.. Baekhyun tertunduk.
"Apakah kau bisa mengeja nama anakku, nak?" Interupsi si ahjusshi saat melihatnya menunduk. Baekhyun menegakkan kepalanya dan tersenyum.
"Ah, tentu saja aku bisa ahjusshi." Dengan cepat Baekhyun menulis nama Haechan dan bermaksud memberi sedikit pesan disana. "Apakah anakmu masih sekolah?"
"Dia di tingkat akhir, dia ujian tahun ini." Lanjut ahjusshi.
"Baiklah. Akan kutulis pesan untuknya." Dengan senyum Baekhyun menulis kata demi kata untuk bocah tersebut.
Untuk Haechan-ie kesayanganku.
Hai Haechan-ah. Ini aku Baekhyun. Ayahmu bilang kau sering mendengarkan laguku ya? Terimakasih sudah mendukungku selama ini. Aku beruntung bertemu ayahmu. Oh iya, kau akan ujian tahun ini, terus belajar dan raih cita-citamu Haechan-ah! Banggakan orang tuamu. Hyung menyayangimu!
- Byun Baekhyun
Baekhyun telah selesai menuliskan pesannya pada Haechan. Sembari melihat jalanan, dia menunjuk kearah gedung tujuannya. "Ahjusshi, kau bisa berhenti dipinggir saja. Tidak usah masuk." Ahjusshi itu berhenti dipinggir jalan tepat gedung itu berada. Baekhyun membereskan barangnya dan memberikan album itu pada si ahjusshi. "Boleh pinjam ponselmu?" Ahjusshi menatap tak paham, tapi ahjusshi itu tetap menyerahkan ponselnya pada Baekhyun.
"Mari kita berfoto!" Baekhyun mengambil ponsel ahjusshi itu dan berpose mengangkat sign album nya berdua bersama ahjusshi. Sangat sederhana, tapi manis bukan? "Yeaay. Berikan foto itu pada Haechan. Bilang padanya, Baekhyun akan mendoakan kelulusannya." Baekhyun bergegas keluar taksk sambil meninggalkan beberapa lembar uang yang lebih dari nominal argo taksinya di kursi sebelah sopir. Ahjusshi itu menatap lembaran uang dengan bingung, seketika ahjusshi tersebut membuka pintu dan hendak menyusul Baekhyun.
"Nak, ini terlalu banyak. Kau lupa kembaliannya!" Ahjusshi tersebut berteriak pada Baekhyun.
"Ambil saja kembaliannya ahjusshi, sering seringlah kemari!" Balas Baekhyun sambil sedikit tergesa memasuki gedung apartemennya. Ahjusshi hanya bisa tersenyum haru.
"Terimakasih nak, kau lebih dari seorang idola!" Ahjusshi itu masuk ke taksinya. Dia menempelkan uang itu ke dadanya. "Tuhan, terimakasih." Kemudian dia meninggalkan gedung itu.
'Aku akan menjemputmu setengah jam lagi. Pastikan kau sudah siap ya.'
"Okay hyung, aku bersiap!" Baekhyun mematikan ponselnya. Dia baru selesai mandi dan begegas menggunakan baju. Dalam balutan kemeja putih dan rompi tuxedo, dia bercermin. Meneliti apakah ada yang kurang.
Baekhyun duduk di meja riasnya. Dia memakai simple makeup untuk laki-laki.
"Ini acara resmi Byun, fighting!" Dia menyemangati dirinya sendiri di cermin. Sejenak dia merapihkan rambutnya.
Ding dong
Baekhyun mengambil pouch ZARA dan tuxedonya dan bergegas menuju pintu apartemennya.
Cklek
"Ayo Baekhyun, kau sudah ditunggu Kim Sajangnim." Ucap Minseok dengan sedikit terburu. Minseok membawakan tuxedo Baekhyun lalu berjalan mendahului Baekhyun yang sedang mengunci Apartemennya.
"Iya pak, sebentar lagi kami akan ke venue. Besok ada meeting dengan Nature Republic pukul 2 siang. Sudah saya atur jadwalnya." Minseok sedang menelepon seseorang. Bagaimana bisa dia mengajak Baekhyun bicara disaat dia menelepon? Ah.. sudahlah.
Minseok masuk ke lift, disusul oleh Baekhyun. Minseok terlihat memasukkan ponselnya dalam saku. "Bagaimana sabunmu?" Tanya nya tiba tiba pada Baekhyun.
"Jangan bahas itu, aku sedang tidak Mood.." Baekhyun membalasnya dengan wajah muram. Minseok tersenyum, adiknya ini masih sangat childish. Mereka berdua masuk ke sebuah van hitam mewah milik Baekhyun. Mereka menuju venue schedule Baekhyun kali ini. "Hyung, aku sedikit lelah.." Baekhyun meregangkan badannya.
"Kau sudah minum vitamin? Apa kau sudah menggunakan Makeup?" Tanya Minseok khawatir.
"Belum, aku sudah makeup kok. Aku hanya perlu air putih saja." Ucap Baekhyun. Minseok mengambilkan sebotol air mineral pada Baekhyun. Baekhyun meminumnya. Setelah minum, Baekhyun melakukan pemanasan pita suaranya.
"A-a-a.. i~~~ u~~~ e~~ o~~~" Baekhyun ikut meregangkan rahangnya. Sekitar 15 menit perjalanan, mereka sampai di venue acara. Acara ini adalah reuni besar dari Universitas Kyunghee. Baekhyun bukan hanya mengisi acara ini, tetapi dia juga merupakan lulusan Kyunghee College of Music Faculty, jurusan Vocal Music dan Composition.
Baekhyun turun dari van hitammya dan langsung memakai tuxedo hitam keemasan dari designer ternama, dia berjalan didapingi Minseok yang setia disampingnya.
"Kita langsung ke tempat acara saja." Baekhyun sedikit merapihkan bajunya sambil berjalan. Seorang pria paruh baya sangat menantikan kehadirannya. Dia adalah Kim Jonghyun, pemilik saham terbesar di Kyunghee University. Beliau juga merupakan guru besar Fakultas Seni, mengetahui bahwa Kim Sajangnim adalah penyanyi senior di Korea Selatan.
"Anak kesayanganku!" Pria pendek itu langsung memeluk Baekhyun. Baekhyun membalas pelukan dari Pria yang sudah dianggap sebagai ayahnya tersebut.
"Sajangnim, aku sangat merindukanmu." Ucap Baekhyun. Tak lama mereka berpelukan, Baekhyun dijamu untuk menikmati beberapa minuman. Hanya ada beer dengan kadar alkohol 2% disini, berkenaan dengan acara ini merupakan acara resmi. Minseok dan Baekhyun duduk berdampingan, mereka membicarakan Schedule Baekhyun di esok hari.
"Hari ini, kita kedatangan seorang tamu special sekaligus lulusan terbaik Kyunghee di jurusan Vocal Music, dia adalah seorang pemuda berbakat yang dimiliki Korea Selatan, please Welcome, Byun Baekhyun." Sorak sorai dari hadirin selepas MC menyerahkan waktunya kepada Baekhyun.
"Selamat malam semuanya, saya Byun Baekhyun. Lulusan dari Vocal Music and Composition tahun 2012. Yang terhormat Kim Sajangnim dan guru guru besar lainnya, malam ini saya akan membawakan sebuah lagu milik saya sendiri. Take you home."
'I know even when you act like nothing's wrong
I know that you're waiting
In your eyes that try to smile, there is sadness
But i can't do anything about it
I can feel it
It's alright, dont say sorry
You just being next to me is enough
Don't do this, no, fine
I'll just listen to, how you feel
I'm not your man
But watch over me
I'm not yours
I can't hold you but I'm a man
With a large back to take you home
I'll take you home
Lean on me'
Riuh tepuk tangan kembali menggema di hall Kyunghee University. Baekhyun membungkuk hormat kepada hadirin selama beberapa saat, kemudian dia turun dari panggung, dan kembali duduk di kursinya.
"Hyung.." Baekhyun terlihat sedikit gelisah, dia memegang pelipisnya sampai sedikit terhuyung. Minseok yang segera tersadar akan hal itu langsung memegang bahu Baekhyun.
"Baekhyun-ah? Kau tidak apa?" Minseok mengambil sebuah botol minum pribadi milik Baekhyun. "Cepat minumlah dulu Baekhyun-ie. Aku rasa kau kelelahan. Bersandarlah" Minseok menyandarkan Baekhyun dikursinya. Minseok memijat tangan Baekhyun perlahan. Baekhyun tersenyum.
"Kau hyung terbaikku, Minseokkie~" ucapnya tengil. "Aku tidak apa apa. Sungguh. Mungkin aku akan tidur awal hari ini." Minseok menganggukkan kepalanya. Sungguh Baekhyun tidak ingin mengecewakan orang lain.
"Aku ijin ke kamar kecil sebentar hyung" Baekhyun menepuk tangan Minseok.
"Baiklah, ayo biar kubantu" jawab Minseok sambil menggandeng Baekhyun.
"Aish, tidak usah. Kau pikir aku wanita hamil eoh?" Baekhyun mempoutkan bibirnya.
"Kau yakin Baekhyun-ah?" Baekhyun menganggukkan kepala sambil meringis. Ia meninggalkan Minseok di kursinya dan berjalan seperti tidak terjadi apa apa.
Baekhyun menatap wajahnya di cermin, jujur dia kelelahan. Dia menundukkan kepala sambil menutup matanya, lalu mengangkat kepalanya perlahan sembari membuka mata puppynya pelan.
"Aku baru pertama kali melihatmu menyanyi secara langsung. Dan kau berhasil membuatku terpukau, Byun Baekhyun"
"AAAAAA!!!" Baekhyun terlonjak kaget melihat seorang pria dari cermin. Datangnya sungguh sangat tiba-tiba. Baekhyun hampir terjatuh dari tempatnya berdiri jika dia tidak segera berpegangan pada tembok disampingnya. "Apa yang kau lakukan disini hah?!" Baekhyun bertanya dengan nada bicara panik. Dia mengamati pria didepannya dengan sungguh sungguh.
"Aku? Aku hanya mengantar. Omong-omong, bisakah kau ikut aku sebentar?" Ucap pria itu dengan lembut.
"Kemana? Aku harus kembali ke ruangan.. Minseok hyung pasti menungguku, Captain Park." Balas Baekhyun dengan intonasi melemah.
"Kau, kenapa? Kau terlihat tidak sehat Baekhyun-ssi." Baekhyun menggelengkan kepala. "Bibirmu pucat. Kau yakin akan kembali ke venue dan membuat orang-orang khawatir karena wajah pucatmu?"
Baekhyun kembali melihat wajahnya sendiri di cermin, ia mengusap bibirnya. "Aku hanya perlu lipbalm saja." Si mungil ini merogoh saku celananya, tapi dia baru menyadari bahwa lipbalmnya dibawa oleh Minseok. Baekhyun terdiam meratapi kebodohannya.
"Jika kau butuh, aku punya lipbalm di mobil. Itu juga jika kau mau ikut aku ke mobil." Tawar Chanyeol sambil bersandar di pintu kamar mandi. Dia menatap Baekhyun sambil menyilangkan tangannya didada.
Baekhyun berjalan melewati Chanyeol, sambil manyun. Chanyeol hanya mendiamkannya, ia berdiri dengan posisi yang sama dengan sebelumnya. "Tunjukkan dimana mobilmu, Captain Park." Chanyeol menyeringai manis, lalu menyusul Baekhyun dengan segera.
"Tidak jauh, aku parkir didepan basement gate." Sekarang Baekhyun berjalan berdampingan dengan Chanyeol.
"Kau belum menjawabku, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau pilot? Kau tidak mungkin alumni disini kan? Kau mengantar seseorang?" Baekhyun mencoba basa basi.
"Iya, aku mengantar ayahku. Beliau guru besar di Social Science and International Relations." Chanyeol mengeluarkan kunci mobilnya. Dia membuka alarm lock dengan sigap.
"Oh pantas saja kau disini. Hm. Captain, aku minta lipbalm mu ya? Besok kuganti." Ucap Baekhyun hati hati. Chanyeol melotot.
"Hahah! Apa maksudmu? Pakai saja Baekhyun-ssi. Kau tidak butuh semuanya kan?" Chanyeol mengambil sebuah kotak hadiah, dan lipbalm miliknya. "Pegang ini" Chanyeol menyuruh Baekhyun memegang sebuah kotak manis berwarna biru muda dan pink. Chanyeol mengelap tangannya dengan saputangan, lalu mencolek lipbalm orange itu ke kelingking besarnya. "Diam ya?" Chanyeol mengusapkan kelingkingnya di bibir Baekhyun.
Baekhyun melotot, apa apaan ini. Berani beraninya pria ini menyentuh bibirnya?
Tapi Baekhyun tidak mampu melawan.
Baekhyun menatap mata Chanyeol dengan dalam.
Dia tampan. Sangat.
Jarinya sangat lembut.
"Sudah. Baekhyun katupkan bibirmu." Chanyeol telah selesai memberi Baekhyun lipbalm. Baekhyun tersadar.
"Eh? Sudah ya?" Baekhyun mengatupkan kedua bibirnya, membiarkan lipbalmnya merata. Kini bibirnya terlihat agak cerah.
"Kau kenapa? Kau sakit? Kau pucat" Chanyeol menutup pintu mobilnya, dan kembali menguncinya.
Baekhyun merapihkan baju dan rambutnya. "Sepertinya aku sedikit kelelahan saja." Baekhyun berniat berjalan kembali ke pintu masuk. "Eh, Captain! Ini, kau lupa memasukkan ini ke mobil." Baekhyun menyodorkan kotak hadiah indah tersebut.
"Bukalah" Jawaban Chanyeol membuat Baekhyun bingung.
"Hah? Tidak, apa apaan haha. Sudah.. ini.. masukkan lagi ke mobil." Baekhyun tetap berusaha menyerahkan hadiah itu.
"Itu milikmu Baekhyun-ssi, bukalah dulu." Chanyeol menyimpan tangannya dibelakang, tanda tidak ingin menerima barang itu.
Karena Baekhyun sedang malas berdebat, dia membuka hadiah itu pelan pelan. "Aku sungguh tidak tau apa-apa. Kita baru bertemu, dan kau menyuruhku membuka hadiah yang bahkan aku tidak tau ini milik siapa. Jika kau melakukan sesuatu yang jahat padaku, aku akan melaporkanmu." Ucapan Baekhyun membuat Chanyeol terkikik.
"Laporkan saja. Pokoknya aku hanya mengembalikan barang ini ke pemiliknya." Baekhyun memicingkan matanya. Dia semakin bingung dengan ucapan Chanyeol. Sampai dia telah selesai membuka hadiah tersebut.
"A-apa?! Sabunku? Kau membawanya? Captain..? Tapi, kapan?" Baekhyun mengangkat botol sabunnya kaget, dia girang bukan main. "Aku kira bandara menyitanya!"
"Memang disita, lalu aku menyuruh seseorang membawakannya ke cabin pilot. Lalu aku membawanya. Tadi aku mencarimu di airport, tapi aku tidak menemukanmu." Chanyeol tersenyum.
"Terimakasih Captain Park! Sungguh aku berterimakasih. Ini sangat mahal.. astaga" hati Chanyeol menghangat. Dia bahagia melihat senyum dan girangnya Baekhyun.
"Iya, ayo kembali ke venue?" Chanyeol mengambil sampah bekas kertas kado Baekhyun, lalu berjalan ke venue sambil membuangnya ke tempat sampah.
"Kau pasti sangat sibuk, sampai kau lupa menjaga kesehatanmu." Ujar Chanyeol.
"Ah, ini hanya kelelahan saja. Aku tidak sakit, tenanglah Captain." Jawaban Baekhyun membuat Chanyeol teringat akan sesuatu.
'Ucapan itu, sangat mirip. Sangat mirip dengan Baekhee noona. Selalu merasa dirinya baik didepan orang lain, tapi aslinya dia sedang tidak baik' batin Chanyeol.
"Kau, apa kau anak tunggal?" Tanya Chanyeol tiba-tiba. Baekhyun menoleh.
"Ya, aku tunggal. Ayah dan ibuku di Sydney. Hidupku sepi sekali." Baekhyun hampir mencapai pintu venue acara, namun suara Chanyeol menginterupsinya.
"Baekhyun-ssi. Jika kau ada free time, mari minum kopi bersama?" Ajak Chanyeol. Astaga.. Chanyeol gugup sekarang. Dia sedang mengajak minum seorang artis yang sibuknya bukan main, dia merasa dirinya sangat bodoh. Chanyeol terdiam.
Baekhyun berbalik menatap Chanyeol. "Oh, tentu saja. Mari minum kopi! Aku suka kopi."
Chanyeol kembali merekah, dengan sigap dia mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartunama. "Baekhyun-ssi, ini kartu namaku. Hubungi aku jika kau bersedia minum kopi bersamaku." Chanyeol menyodorkan kartunamanya kepada Baekhyun. Baekhyun mengambilnya dengan wajah berbinar.
"Baiklah Captain Park, aku berhutang budi padamu. Kau berjasa banyak untukku hari ini. Aku akan mentraktirmu!" Mereka berdua tersenyum, saling manjabat tangan. Secara tidak sengaja Baekhyun menengok dompet Chanyeol yang terbuka dibagian bingkai foto. Baekhyun melihat foto yang ia yakini adalah Chanyeol yang sedang mencium pipi seorang bayi, wajahnya hampir mirip seperti Chanyeol. "Imutnya! Siapa itu?" Tanya Baekhyun penasaran.
Chanyeol membuka dompetnya dan menunjukannya pada Baekhyun. "Ini Jiwon, anakku."
Sesaat mendengar jawaban Chanyeol, senyum gemas Baekhyun memudar. Chanyeol telah memiliki anak. Kedengarannya menyakitkan, kenapa harus disaat Baekhyun mulai menyukai orang itu? Baekhyun terdiam sejenak menatap Chanyeol dan foto itu bergantian.
"Baekhyun-ssi?" Ucap Chanyeol sambil membuyarkan Baekhyun.
"Ah ya? Anakmu lucu sekali. Matanya besar sepertimu Captain!" Senyum paksaan Baekhyun melengkung. Baekhyun buru-buru memasukkan kartunama Chanyeol kedalam sakunya. "Baiklah, aku masuk dulu. Sampai Jumpa Captain Park!" Baekhyun berjalan menuju kursinya. Dia berjalan dengan sedkkit aneh, kepalanya tertunduk lesu. Baekhyun kembali duduk di sebelah Minseok.
"Anak ini! Baru saja aku hendak menyusulmu. Kau membuatku khawatir. Kemana saja kau?! Dan apa ini?" Baekhyun menaruh botol sabun greentea miliknya diatas meja, dia terduduk lesu.
"Ini sabunku, terbawa oleh orang yang tak sengaja kukenal di bandara." Minseok menatap Baekhyun bingung.
"Bagaimana bisa kalian bertemu disini? Kenapa aneh sekali?" Minseok bertanya penasaran. Dia menatap Baekhyun dan botol itu bergantian.
"Hyung, ceritanya sedikit rumit. Bisakah kita pulang duluan? Aku sedikit pusing." Keluh Baekhyun.
"Baiklah, aku ijin pada EO dulu ya? Kau tunggulah sebentar." Minseok menyadari bahwa Baekhyun sedang tidak baik, masih ada jadwal padat yang dimiliki Baekhyun esok hari. Baekhyun harus menjaga badannya.
Tidak lama, Baekhyun dan Minseok keluar dari Kyunghee University dan kembali ke apartemen Baekhyun. Sesampainya di gedung apartemen, Minseok mengantar Baekhyun sampai didalam apartemennya. Minseok menuntun Baekhyun dengan sabar.
"Baekhyun, kau yakin akan baik saja bila ku tinggal?" Tanya Minseok tidak yakin. Baekhyun dan Minseok duduk diruang tamu, Baekhyun berniat merebahkan badannya sejenak.
"Astaga Minseok-ku sangat imut.. aku tidak apa apa hyungie. Aku hanya perlu tidur cepat. Apa schedule ku besok?" Baekhyun mencubit pipi bapao Minseok dengan gemas. Ia berusaha mencairkan suasana.
"Pukul 11-12 kau ada wawancara dengan Arirang, lalu pukul 14-15 meeting singkat dengan Nature Republic." Minseok memijat tangan Baekhyun. "Kau tidak boleh sakit Baekhyun-ie." Ucapnya sambil meletakkan botol sabun Baekhyun diatas meja tamu.
"Tidak akan sakit! Kkk sudahlah, kau cepat pulang. Lee ahjusshi menunggumu di van." Minseok menurut. Dia meninggalkan Baekhyun sendirian.
"Kujemput jam 10 ya? Sampai jumpa besok sayangku~" seru Minseok dari ambang pintu. Sekarang Baekhyun sendiri. Dia melepas sepatunya sambil membawa botol sabun itu ke kamarnya.
Baekhyun menaruh sepatunya di rak wardrobe room kamarnya. Melepas tuxedo, dasi dan rompi nya lalu menaruhnya dengan rapih di tempat baju kotor. Baekhyun mengambil piyama, lalu ia menuju kamar mandi sambil membawa sabun itu.
Baekhyun menaruh sabun itu ditempat sabunnya. Dia merogoh kartunama dari saku celana dan menatap foto Chanyeol disana. Dengan seragam pilotnya. Captainnya ini sungguh mempesona. Baekhyun mengusap foto di kartu tersebut.
Chanyeol Park
Richard Park
Professional Operational Pilot of Korean Airlines.
ChanyeolP@xxx.co.kr / 82XXXXXXXX
"Kau sangat tampan, baik, bertanggung jawab. Istrimu sangat beruntung memilikimu Captain. Andai saja, kau..."
Gay?
Ya, Baekhyun mulai ngelantur. Pikirannya kacau. "Byun Baekhyun! Apa yang kau pikirkan. Astaga, Tuhan maafkan aku.." Baekhyun menepuk kepalanya. Menatap dirinya dicermin, dia mengusap bibirnya.
"Tadi Captain itu mengusapkan lipbalm ke bibirku, menggunakan jarinya. Ah sudahlah Baekhyun. Dia hanya tertarik untuk berteman. Ya. Ingat Baekhyun, dia sudah memiliki istri dan anak." Seketika wajahnya kembali muram. "Sudah memiliki istri dan anak" rasanya sangat nyeri di dada kirinya. Tapi Baekhyun merasa aneh. Mengapa hanya ada foto Chanyeol dan anaknya saja? Kemanakah istri Chanyeol? Itu masih menjadi sebuah misteri.
Baekhyun bergegas berganti baju formalnya ke piyama. Baekhyun naik keatas kasur sambil masih memegang kartunama Chanyeol. Baekhyun menyimpan nomor Chanyeol di ponselnya. Baekhyun tersenyum.
"Astaga dia sangat tampan.. hh jika aku wanita, tipeku adalah dia. Aku bersumpah.. eih, disaat aku laki-lakipun dia juga tipeku. Hahah. Ah berhenti bermimpi Byun. Kau mulai gila. Baiklah, ayo tidur." Baekhyun menaruh kartunama Chanyeol dan ponsel itu dimeja kecil sebelah kasurnya, dia merebahkan badan mungilnya dikasur berukuran king size. Kelebihan tempat? Ya. Sangat. Kasur ini muat untuk 5 orang seukurannya. Ah sudahlah.
Baekhyun berniat menghubungi Chanyeol esok hari, karena saat ini dia sudah sangat lelah. Hanya berselang beberapa menit, Baekhyun tertidur.
Drrrt drrrt drrrt
Incoming call
Captain Park
Tidak lama, ada panggilan masuk ke ponsel Baekhyun. Masalahnya, posisi ponsel Baekhyun adalah dalam mode vibrate. Sehingga Baekhyun tidak mengindahkan panggilan tersebut dan tetap tertidur.
Sementara diujung telepon, seseorang sedang gusar.
'Baekhyun-ssi, kenapa kau menghilang dari acara ini? Bahkan acaranya baru selesai, mengapa kau langsung pulang..' batin Chanyeol. Perjuangannya mendapat nomor Baekhyun dari Kim Sajangnim rasanya sia sia saja. Chanyeol menghela nafas. Dia mematikan teleponnya.
"Aku ingin berjumpa denganmu secepatnya" tegar Chanyeol pada dirinya sendiri.
To be Continued..
Preview next capt
"Dia bukan anakku. Kau salah paham."
"Captain, kau sulit untuk diraih!"
"Wah ternyata aku lebih muda darimu Baekhyun-ssi"
"Dia memanggilku eomma?"
annyeong, xiu sedang berusaha melanjutkan ff ini atas permintaan teman2 yang pengen ff ini publish lebih cepat. jadi xiu lagi mencuci otak biar ff ini gak bosenin. saran dan kritik masih xiu tunggu dari kalian yaa. btw jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini donggs. like, comment, share yah gaes. ayaflu~
