"Kau ini meskipun sedang musim dingin, masih tetap doyan memakan parfait. Nanti demam lho" omel Katsura ketika melihat begitu lahapnya Ginko memakan parfait miliknya.
"Sudahlah Zura, meskipun sudah diberitahu, dia pasti tetap ngotot" ujar Takasugi lalu menyeruput ocha miliknya.
"Zura ja nai, Katsura da" gumam Katsura singkat dengan ekspresi kesal, ia tidak habis pikir mengapa kedua temannya selalu salah mengucapkan namanya.
Shoyou hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat interaksi ketiga bocah berumur 11 tahun tersebut. Ia mendekati mereka dan duduk disebelah Takasugi.
"Kotaro benar Ginko, makan makanan yang dingin di musim dingin tidak baik untuk kesehatan" nasihat Shoyou. Katsura menyengir penuh kemenangan, sedangkan Ginko hanya mengerucutkan bibirnya.
"Tapi kan aku sudah terlanjur memakannya Shouyou" ujar Ginko sembari menunjuk gelas parfait miliknya yang sudah kosong. Shouyou hanya tersenyum lembut kearahnya.
"Yasudah, sekarang ayo ikut Sensei. Sensei akan mengajak kalian ke suatu tempat" ajak Shouyou yang bangkit dari tempat duduknya dan diikuti oleh trio bocah itu.
Shoyou membawa mereka menuju taman kecil didekat Shoka Sonjuku. Shoyou memerintahkan trio bocah itu untuk bersembunyi dibelakang semak-semak seperti apa yang ia lakukan. Katsura bersembunyi di semak-semak paling ujung, Takasugi bersembunyi di semak-semak yang dekat dengan tempat dimana Katsura bersembunyi, dan Ginko bersembunyi dibelakang semak-semak yang dekat dengan semak-semak tempat Shoyou bersembunyi.
"Nah anak-anak, perhatikan dengan baik-baik kelinci itu" bisik Shoyou sembari menunjuk seekor kelinci yang akan keluar dari persembunyiannya.
Kelinci tersebut berwarna cokelat, ia tengah bersiap-siap untuk meloncat. Ketika kelinci tersebut melompat, dengan seketika bulu kelinci tersebut berubah warna menjadi putih seputih salju.
Semua orang yang melihatnya sangat terpesona dengan kecantikan bulu si kelinci sampai-
"Sugoi! Bagaimana ia bisa melakukannya!?" Seru Ginko yang kagum, sayangnya karena terkejut, kelinci tersebut langsung melompat menjauhi mereka.
"Yah dia kabur! Ini salahmu Ginko! Kita sudah tidak bisa melihat kelinci itu lagi" kesal Takasugi sembari menunjuk-nunjuk Ginko.
"Seharusnya kamu tidak berteriak Ginko" omel Katsura sembari menepuk dahinya.
"gomenn.. habisnya tadi itu keren sekali sih" ucao Ginko sembari menyegir tanpa dosa.
Shouou tertawa kecil saat melihaht kedua bocah laki laki itu terus mengomeli Ginko tanpa habis-habisnya.
"Dasar kau-" ucapan Takasugi terhenti ketika tangan kanannya menyentuh sesuatu yang kenyal dan juga lembut, ia menyentuh dada Ginko dengan tidak sengaja.
"Dadamu besar dan lembut Ginko" gumam Takasugi dengan polosnya. Seketika Katsura dan Shoyou membelalakkan mata mereka dan sweatdrop di tempat. Katsura tidak percaya dengan kalimat yang dilontarkan oleh Takasugi, bahkan Shoyou juga sampai mematung di tempat, ia seperti tidak bernafas.
PLAK!
"KONO HENTAI! BERANI-BERANINYA KAMU MENYENTUH OPPAIKU!" Seru Ginko seraya menampar Takasugi sampai terjatuh ke tanah yang sudah terlapisi oleh salju, wajahnya memerah karena malu dan marah.
"Ittai! Sakit tahu!" Kesal Takasugi sembari mengusap-ngusap pipinya yang memerah karena ditampar, namun Ginko tak peduli, ia masih kesal dengan Takasugi.
Shoyou akhirnya memisahkan mereka berdua dan menasihati keduanya, terutama Takasugi yang (menurutnya) lancang menyentuh gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri, tentu melihat pandangannya yang tidak mengenakkam tadi membuatnya ingin menjauhkan putri kesayangannya dari Takasugi.
"Ne Ginko, Gomensai. Aku tidak bermaksud untuk menyentuh Oppai milik- Ow!" Pekik Takasugi dan ia terjatuh karena serangan tiba-tiba yang diberikan oleh Ginko.
"Zamaa miro! Itulah akibat dari perbuatan hentai-mu!" Seru Ginko sembari menyerang Takasugi dengan bola-bola salju yang ia buat tadi.
Akhirnya mereka berdua mengadakan perang bola salju yang terbesar yang pernah ada, bahkan bukan hanya Shoyou dan Katsura yang menyaksikannya. Seluruh murid-murid Shoka Sonjuku menyaksikan pertempuran dahsyat antara mereka berdua.
TSUZUKU
A/N :
Konbanwa minna-san! Gomenn, author up nya kelamaan trus pas malem-malem lagih. Hadeuuh...
Anyway, ni fanfic sebenernya udah beres author tulis di memo, tinggal di upload di sini.
Trus, harusnya di chap 1 kalimat-kalimat berbahasa jepangnnya tulisannya itu italic. Tapi gara-gara author yg sibuk dan males ini masih newbie, jadi gatau cara ngedit cepetnya.
Anyway, makasih yah yang masih mau baca fic ini, author terhura .
Jadi stay tune aja yah...
Btw, maaf kalo tulisannya jelek. Maklum, author masih belajar, trus umur author juga masih 12 tahun (kls 7 SMP).
Kritik dan saran sangat diterima!!!
