#end of flashback

Ginko mengakhiri ceritanya dengan sebuah senyuman tipis. Jujur, ia masih kesal dengan apa yang Takasugi lakukan dulu, dan ia juga sempat menangkap wajah marah Shouyou saat mengomeli Takasugi. Ia tahu bahwa Shoyou sangat menyayanginya dan bahkan menganggapnya sebagai putrinya sendiri.

Sekarang tatapannya beralih kearah Hijikata Toshirou yang duduk bersebrangan dengannya, ia tersenyum kecil kearahnya lalu terkekeh.

"Arigatou ne~ Hijikata-kun, aku tak menyangka kau akan mendengarkan ceritaku seserius itu" Ginko berterima kasih kepada Hijikata sambil tersenyum lembut.

"Y-yah, jika aku tidak mendengarkan kau pasti akan marah kan?" Ucap Hijikata sembari menyamarkan rasa gugup karena melihat senyuman Ginko yang menurutnya manis (eh?).

Ginko mengerucutkan bibirnya sebelum kembali tersenyum.

"Terserah, hari sudah semakin siang, sebaiknya kau melanjutkan patrolimu Omawarisan" ujar Ginko lalu bangkit dari duduknya dan membayar makanan yang tadi ia pesan.

Hijikata bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kedai tersebut bersama Ginko. Sekilas Ginko melihat Hijikata yang menggigil kedinginan, ia langsung melilitkan syal biru miliknya. Hijikata terkejut dengan apa yang dilakukan Ginko.

"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Hijikata sembari menunjuk syal yang dililitkan oleh Ginko.

"Udara sangat dingin sekarang, kau mau menggigil kedinginan saat berpatroli?" Tanya Ginko sembari merapikan syal yang ia lilitkan ke leher Hijikata.

"Bagaimana denganmu?" Tanya Hijikata balik.

Ginko hanya tersenyum tipis dan menunjuk haori miliknya.

"Aku memakai haori, aku tidak akan kedinginan. Jaa~ ne" ucap Ginko lalu berbalik, namun tangannya digenggam oleh Hijikata. Ginko terdiam, bingung mengapa Hijikata menahan pergelangan tangannya, Ginko akhirnya memutuskan untuk berbalik.

"Nan desu-hmph"

Kedua iris crimson Ginko membelalak kaget ketika ia merasakan sentuhan lembut di bibirnya dan wajah Hijikata yang sangat dekat dengan mata terpejam. Hijikata melepaskan bibirnya dari bibir Ginko sambil tersenyum.

"Ima made arigatou. Aishiteiru, boku wa hontouni kimi ga daisuki desu" bisik Hijikata di telinga Ginko sambil menyengir.

"Jaa nee~ Yorozuya" pamit Hijikata meninggalkan Ginko yang mematung dengan wajah yang memerah karena malu, ditambah dengan orang-orang yang memperhatikan mereka berdua dari tadi.

"Wah~ ternyata Hijikata-san memang ada main dengan Danna"

"Benar-benar, harusnya kita memfoto adegan manis mereka!"

"Wah, kapal ini ga jadi karam deh!"

"Hijikata-san! Semoga berhasil ya!"

"Seperti adegan drama favoritku!"

Ginko langsung berlari meninggalkan kedai dango tersebut sambil menutupi wajahnya yang sangat merah. Ia mengucapkan sumpah serapah selama berlari karena kesal dengan kelakuan sembrono Hijikata.

'Awas saja nanti, aku akan menghajarnya!' Batin Ginko dengan kesal.

Ahh musim dingin yang indah.

OWARI~

OMAKE

"Dasar Toshi, berani-beraninya ia mencium puteriku tanpa seizinku-aru!"

Sougo dan Shinpachi saling pandang. Sejak kapan Ginko menjadi anak Kagura?

"Lupakan, tapi aku senang si Hijibaka berhasil mengungkapkan perasaannya kepada Danna" ujar Sougo sambil tersenyum.

"Hontouni? Bukankah kau mendukung perasaan kakakmu-" Shinpachi

"Iee, karena aku tahu hanya Danna yang bisa membuat Hijikata-san bahagia, begitu pula sebaliknya. Bukan Aneue, lagipula Hijikata-san hanya menganggap Aneue sebagai teman biasa. Setelah Aneue meninggal, Danna sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri, bahkan orangtuaku sendiri. Aku tidak bisa membuat kakakku bahagia, maka aku ingin membuat Danna merasakan kebahagian dengan orang yang dicintainya" jelas Sougo panjang lebar sambil tersenyum tipis.

"Shinpachi, apakah si sadis ini tersambar petir? Dia sudah out character-aru" bisik Kagura.

Shinpachi hanya bisa menaikkan kedua bahunya sembari tersenyum kecil.

"Entahlah, tapi sepertinya Okita-san benar-benar bahagia" Ucap Shinpachi sembari tersenyum kecil.

"Yosh, aku akan meminta traktiran dari Hijikata-san hari ini" ujar Sougo sebelum meninggalkan kedua anak buah Ginko.

"Aku juga-aru! Toshi harus mentraktirku juga-aru!!".

Dan akhirnya fanfiksi ini kelar juga setelah sekian lama.Yatta! Akhirnya setelah sekian lama author hiatus, akhirnya bisa updet lagi hehe.Makasih buat yang selalu stay tune with this absurd fanfiction. Dan ngomong-ngomong, Author lagi bikin fanfic baru nihh...Gin : Hijigin lagi? Author ini fujoshi yang selalu bikin ukenya genderbentAuthor : Mau gimana lagi klo udah cinta Gin, kita kan ga usah punya alasan untuk mencintai sesuatu (aseekkk...)Gin : Lebay...Author : Bodo. Nah fanfic selanjutnya juga gender bender, judulnya :Hug Me And Cry In My ShoulderAuthor : Ceritanya rada angst dan semoga kalian suka!Gin : wahh bagus tuh cerita kayaknyaHiji : Jangan kepancing Gin! Siapa tau ceritanya ngebosenin lagiAuthor : Sadaharu kunyah pala Hijibaka!Sadaharu : (gigit pala Hiji)Hiji : ampun Author-sama!!!Gin : Anyway, tunggu kisah kita selanjutnya yah. Moga-moga ceritanya makin bagus dan banyak yang mau baca dan moga-moga banyak yang nulis fanfiksi dengan pair Hijigin. Jaa ne~ minna-san!Sougo : (entah muncul dari mana) Sampai nanti di alam baka minna dan Hijikata-san (tembak pake bazooka)Hijigin : SOUGO-TEME!!!!AN : btw, kebanyakan out of character yah mereka?JAA~ NEE