Title : Something Beside You

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Shim Changmin

Chapter 2

"Tunggu… maafkan aku, Changmin. Kumohon jangan bawa Baekhyun pergi dari sini." Ujar Chanyeol menghadang langkah kakak iparnya.

Sejenak Changmin berpikir seraya menatap tajam pada adik iparnya itu.

"Baiklah, tapi dengan satu syarat! Mulai detik ini, kau harus menjaga jarak darinya, bagaimana pun juga kalian bukan saudara kandung, tidak pantas saling peluk dan cium setiap waktu , berhentilah mengajaknya jalan-jalan, berhentilah menemaninya ke Mall, berhentilah melakukan sesuatu dengannya yang tidak kusuka. Biarkan aku yang melakukan semua itu untuknya." Ungkap Changmin lalu melangkah pergi melewati Chanyeol yang belum merespon ucapannya.

"Apa semua yang kau katakan karena rasa cemburu pada kedekatan kami?" Tanya Chanyeol tanpa membalikkan badan untuk melihat Changmin yang berjalan melewatinya.

"Kurasa hanya pria bodoh yang tak cemburu melihat miliknya lebih memperdulikan pria lain dari pada suaminya. Jika kau tetap ingin Baekhyun disini, kuharap kau bisa melakukan apa yang ku pinta." Sahut Changmin tegas lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Chanyeol yang berdiri mematung.

Sejak hari itu, sikap Chanyeol menjadi dingin terhadap kakaknya, biasanya setiap hendak pergi berangkat untuk melakukan pekerjaannya, Baekhyun selalu merapikan pakaian yang dikenakan adiknya, Chanyeol juga akan mencium pipi Baekhyun dan mengucapkan terima kasih.

Tapi sudah beberapa hari ini, Chanyeol selalu menghempaskan tangan kakaknya dengan kasar saat Baekhyun ingin membetulkan penampilan adiknya yang akan menghadiri pesta di kantor management tempat Chanyeol bernaung.

"Sudah, aku bisa sendiri! Kau pikir aku anak kecil apa?urus saja dirimu sendiri!" Bentak Chanyeol setelah menghempaskan tangan Baekhyun yang hendak membetulkan dasi kupu-kupunya yang terlihat miring.

"Chanyeol, sebenarnya kau ini kenapa? Sudah beberapa hari sikapmu begitu aneh padaku. Jika aku punya salah, kau katakan tapi jangan perlakukan aku seperti ini." Tanya Baekhyun seraya mendorong tubuh Chanyeol dengan mata berkaca-kaca menatap adiknya.

Chanyeol mengalihkan pandangannya dan tetap bersikap dingin. Ia tidak mau menjawab pertanyaan kakaknya lalu pergi dari hadapan Baekhyun.

"Maafkan aku, Baekhyun-ah!" gumam Chanyeol saat ia menyetir mobil dan mengingat tatapan sedih Baekhyun tadi.

Baekhyun tidak mau turun untuk makan malam, ia sedih memikirkan sikap adiknya yang tiba-tiba berubah.

"Sebenarnya ada apa dengannya?" Tanya Baekhyun di dalam hatinya. Lalu ia menatap foto keluarga yang terpajang di dinding kamarnya, foto itu di ambil saat Chanyeol berulang tahun yang ke 17, saat itu usia Baekhyun sudah 18 tahun.

FLASHBACK ON

"Sekarang kau sudah remaja, kau akan punya kekasih dan akan mengabaikanku, bukankah semua pria seperti itu jika sudah mempunyai kekasih." Ujar Baekhyun saat ia dan adiknya berada di balkon rumah mereka setelah pesta berakhir.

"Kau juga sama, sepertinya setelah kau masuk universitas, akan banyak pria mengejarmu, dan kau tidak akan membutuhkanku lagi untuk mengantarmu kemana-mana, karena pastinya pria-pria itu akan siap mengantarmu kemana pun kau pergi." Sahut Chanyeol sambil menatap langit yang bertabur bintang.

"Tentu saja tidak, walaupun kelak aku punya kekasih, aku tetap akan terus merepotkanmu, aku tidak akan pergi kemana-mana jika kau tak mau mengantarku, aku tetap ingin kau selalu berada di sisiku seperti ini, menjaga dan melindungiku seperti ini, bahkan jika kau punya kekasih, kau tetap harus menomor satukan aku, kau mengerti." Ucap Baekhyun seraya menyenderkan kepalanya di bahu Chanyeol.

"Hmmm… Baiklah! Walaupun terdengar sangat egois, aku tidak keberatan, tapi dengan syarat, kau juga melakukan hal yang sama untukku, kelak jika kau punya kekasih, kau harus tetap menomor satukan aku, bagaimana, janji!" Sahut Chanyeol seraya menatap wajah kakaknya.

"Baiklah, aku berjanji." Sahut Baekhyun lalu mengajak Chanyeol mengikat janji mereka dengan saling mengaitkan jari kelingking mereka, setelah itu mereka berdua minum hingga mabuk di atas balkon.

FLASHBACK OFF

"Kenapa kau tidak ingin makan malam?" Tanya Changmin mengagetkan Baekhyun yang tengah duduk melamun di dekat jendela kamar mereka.

"Aku sedih dengan sikap si bodoh itu, sudah beberapa hari ini sikapnya aneh." Ujar Baekhyun dengan raut muka sedih.

"Jadi hanya karena dia kau mengabaikan kesehatanmu dan calon bayi kita? Apa kau ingat ucapan dokter, kandunganmu lemah, kau harus benar-benar menjaga kesehatanmu, ayo kita makan, aku akan menyuapimu." Ucap Changmin dengan gusar, sebenarnya ia kesal sekali dengan sikap Baekhyun, tapi ia tidak berani melarang suaminya untuk tidak memikirkan Chanyeol karena sebelum Baekhyun menerima lamaran Changmin,

Baekhyun memberi syarat pada Changmin untuk tidak cemburu dengan Chanyeol karena bagi Baekhyun, Chanyeol dan kedua orang tua angkatnya adalah segala baginya. Jadi tidak ada siapa pun yang bisa melarangnya untuk menyayangi mereka.

"Kau benar, ayo kita makan." Sahut Baekhyun lalu menarik tangan suaminya untuk turun makan malam bersama orang tua angkatnya.

Setelah selesai makan malam. Baekhyun, Changmin, Tuan dan Nyonya Park berkumpul di ruang keluarga untuk menonton TV.

"Itu, coba sebentar! Ada breaking news dari Chanyeol kita, ouhhh ya tuhan, putra kita tertangkap kamera dengan lawan mainnya di Film Missing 9, Sunbin. Mereka sedang berciuman di mobil Chanyeol. Ouhhh kenapa anak itu tidak pernah bercerita tentang gadis itu." Seru Nyonya Park terkejut melihat tayangan berita di TV.

"Biarkan saja, harusnya kita senang, akhirnya putra kita punya kekasih, aku jadi penasaran apa gadis itu ya, yang tahun kemarin ingin dilamar Chanyeol , soalnya gadis itukan sudah dekat dengan putra kita sekitar dua tahun lalu." Ujar Tuan Park sambil tersenyum senang.

"Wahhhhh…. Sepertinya sebentar lagi, kita akan mengadakan pesta pernikahan untuk adik ipar, ayo kita bersulang ayah mertua untuk Chanyeol kita." Sahut Changmin tertawa gembira seraya menuangkan anggur untuk ayah mertuanya.

"Apa-apaan si bodoh itu, bagaimana bisa ia memilih wanita yang imejnya di publik begitu buruk, apa tidak ada wanita lain yang lebih baik dari wanita banyak sensasi itu." Ucap Baekhyun kesal lalu bangun dari kursi seraya melempar bantal sofa ke arah TV yang tengah menayangkan berita tentang adiknya. Ia berlari naik ke atas, masuk kamar dan menangis.

"Jadi itu alasan mengapa sikapmu jadi berubah padaku, Chanyeol." Gumam Baekhyun seraya menatap foto ia dan Chanyeol di layar ponselnya sambil meneteskan air mata.

To Be Continue

Saran or kritik? Review di kolom komen.

Special thanks buat:

(Sekar Meyrani, loeyhyunee, zahara0107, firelightxWindlight.)

Review kalian merupakan penyemangatku

Next or Not?

Thanks for watching :*