Title : Something Beside You
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Shim Changmin.
Chapter 3
Sejak melihat tayangan di TV tadi, Baekhyun tidak bisa tidur, ia hanya pura-pura memejamkan matanya agar suaminya tidak khawatir dan banyak bertanya. Ia menoleh ke sampingnya dan menatap Changmin yang tengah tertidur pulas, dilihatnya jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Perlahan-lahan Baekhyun melangkah keluar dari kamarnya menuju kamar Chanyeol.
"Ya ampun, si bodoh itu belum pulang, kemana dia? Bukankah pestanya sudah berakhir 3 jam yang lalu." Gumam Baekhyun saat masuk ke kamar Chanyeol tapi adiknya itu tidak berada di tempat.
Dengan kesal Baekhyun kembali ke kamar, ia berbaring membelakangi suaminya.
"Apa saat ini kau menginap bersamanya, Chanyeol." Ucap Baekhyun di dalam hati, ia menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes saat mengingat kalau Chanyeol-nya kini sudah tidak seperti dulu.
…
…
…
Pagi-pagi sekitar pukul 06.00, Chanyeol pulang ke rumahnya, saat ia sampai di depan pintu, Baekhyun sudah menunggunya dengan tatapan tajam.
"Heehh…. Dari mana saja kau? Menginap di mana? Apa di rumah gadis bermasalah itu hah? Apa benar kalian berpacaran? Apa tidak ada gadis lain yang lebih baik darinya?" Tanya Baekhyun langsung memberondong Chanyeol dengan banyak pertanyaan.
Namun Chanyeol hanya menatapnya dengan dingin tanpa membuka suaranya untuk menjawab pertanyaan kakaknya, ia melewati Baekhyun dan masuk ke kamarnya.
Baekhyun mulai naik darah, ia tidak terima adiknya terus mengabaikannya seperti itu.
Baekhyun lalu mendorong Chanyeol ke tempat tidur hingga adiknya itu tersungkur ke kasur, Baekhyun mengambil bantal lalu memukul-mukulkannya pada tubuh Chanyeol.
BUK…. BUK… BUK…
Baekhyun memukuli Chanyeol dengan bantal sambil menangis.
"Dasar bodoh, kenapa tidak menjawab pertanyaanku? Mengapa kau beberapa hari mengabaikanku, apa salahku? Kau tahukan kalau aku paling benci diabaikan? Lalu kenapa kau tidak pulang, apa kau bersama kekasihmu itu? Kau benar-benar menyebalkan, aku benci padamu." Bentak Baekhyun dengan berlinang air mata ia terus memukuli adiknya.
Chanyeol paling tidak tega melihat Baekhyun menangis, apalagi kakaknya itu mengeluarkan air mata karena dirinya. Ia juga sebenarnya semenjak menjaga jarak dari kakaknya merasa sangat kesepian dan tidak bersemangat, tapi apa yang harus ia lakukan, Chanyeol bingung. Ia memejamkan matanya untuk berpikir lalu membukanya kembali. Ia raih tangan mungil Baekhyun lalu menariknya ke pelukannya.
"Sudah, apa tanganmu tidak lelah terus memukulku, aku minta maaf atas sikapku beberapa hari ini." Ujar Chanyeol saat mendekap erat Baekhyun di pelukannya, ia mengelus kepala Baekhyun yang tengah menangis di dadanya.
Baekhyun tidak bisa berkata apa-apa lagi, jika Chanyeol sudah memperlakukannya seperti itu, saat ini ia hanya ingin terus mendekap tubuh Chanyeol yang baginya hangat dan nyaman. Dekapan yang selalu ia dapatkan dari Chanyeol saat ia sedih, takut dan menangis, karena memang Chanyeol selalu berada di sisinya di saat ia dalam keadaan sulit.
Dekapan yang sama seperti saat ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang mengalami kecelakaan pesawat ketika ia duduk di bangku SMP. Dari saat itu Tuan Park membawa Baekhyun ke rumahnya dan mengangkatnya sebagai anaknya. Karena ayahnya Baekhyun, mendiang Tuan Byun adalah sahabat baik Tuan Park.
…
…
Chanyeol mendapat telpon dari kantor agensinya, yang memberitahukan untuk sementara ia jangan keluar rumah karena para pencari berita sedang memburunya meminta konfirmasi tentang kejadian semalam dengan Sunbin di dalam mobil.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, aku harap keputusan yang kuambil bisa menyelesaikan masalah hatiku." Gumam Chanyeol seraya menatap dirinya di cermin, ia raih kunci mobil lalu pergi keluar rumah menjalankan mobilnya menuju suatu tempat.
Ia memberhentikan mobilnya di parkiran sebuah apartemen elite di kawasan cheong damdong. Dengan menggunakan masker dan topi ia turun dari mobil dan masuk ke gedung apartemen itu menuju salah satu unit apartemen dimana ia akan menemui seseorang.
Ting… Tong…. Ting… Tong…
Chanyeol memencet bel pintu apartemen. Tak lama kemudian seorang gadis cantik dan sexy membukanya.
"Oppa… benarkah ini dirimu?" Seru Sunbin kegirangan lalu memeluk Chanyeol dan menariknya masuk. Seorang paparazzi yang dari tadi menguntit Chanyeol berhasil menjepret mereka.
Dalam hitungan detik, berita tentang Chanyeol dan Sunbin berkencan langsung merebak, semua media ramai membicarakan, sebagai bukti foto Chanyeol yang dipeluk Sunbin di depan pintu yang berhasil di jepret oleh paparazzi tadi menyebar luas di berbagai media online.
"Sunbin, maukah kau menikah denganku," Tanya Chanyeol saat Sunbin menyuguhkan secangkir kopi untuknya.
"Apa kau sedang bercanda?" Sahut Sunbin balik bertanya.
"Tidak, jika kau keberatan, lupakan saja ucapanku tadi. Aku pergi!" Ucap Chanyeol lalu bangun dan hendak melangkah pergi, Sunbin segera menahannya dengan memeluk Chanyeol dari belakang.
"Hanya wanita bodoh, yang menolak menikah dengan pria idaman seperti dirimu, aku mau oppa, aku mau! Kau tahukan sudah lama aku menyukaimu, aku berjanji akan menjadi istri yang baik untukmu." Ujar Sunbin seraya menangis bahagia di punggung Chanyeol.
Lalu Chanyeol dan Sunbin memberitahukan pada agensi masing-masing tentang kabar rencana pernikahan mereka.
Jumpa pers dadakan pun langsung di gelar oleh pihak agensi mereka. Berbagai dukungan dan hujatan membanjiri kabar tersebut yang kini sampai juga ke telinga keluarga Chanyeol.
…
…
Shim Changmin, Tuan dan Nyonya Park bahagia mendengar kabar tersebut, mereka semua berkumpul di ruang TV menyaksikan siarang langsung jumpa pers yang di gelar oleh kedua pihak management, Chanyeol dan Sunbin pun angkat bicara mengenai pernikahan mereka yang akan di gelar setelah menyelesaikan syuting Film Missing 9, mereka berdua berharap semoga semua fans mendukung rencana mereka.
"Ah senangnya, akhirnya putra kita akan menikah, iyakan yeobbo?" seru Nyonya Park dengan wajah sumringah bahagia.
"Tentu saja, aku akan membuat pesta pernikahan yang meriah untuknya." Sahut Tuan Park, tersenyum sambil manggut-manggut.
"Wahhh… mereka benar-benar pasangan yang serasi. Benarkan sayang?" Ujar Changmin seraya menoleh Baekhyun yang duduk di sampingnya.
"Serasi dari mana? Gadis itu punya image yang buruk di mata publik, apa kau tidak pernah melihat bagaimana ia sering mengunggah foto- foto yang membuat netizen ilfeel padanya. Aku rasa adikku penglihatannya buram atau otaknya tidak waras." Cibir Baekhyun sambil mendengus sebal melihat Chanyeol yang tengah berbicara pada wartawan sambil tangan kanannya merangkul bahu Sunbin.
Entah kenapa melihat tayangan itu, hati Baekhyun sangat sedih. Ia merasa seakan-akan Chanyeol menghianatinya. Ia benar-benar ingin segera Chanyeol pulang dan melabraknya untuk menumpahkan semua rasa kesal yang kini menggunung di hatinya.
Hingga makan malam berakhir, Chanyeol tak kunjung pulang, ia terus mondar-mandir di tengah rumah menanti kedatangan adiknya. Puluhan kali ia coba telpon, namun tetap saja ponselnya tidak aktif.
"Baekhyun, barusan manager Jung meneleponku, katanya Chanyeol tidak bisa pulang malam ini, wartawan terus mengejarnya. Jadi kau tidurlah, jangan menunggunya lagi. Bukankah besok pagi suamimu akan berangkat ke Amerika untuk perjalanan bisnis, jangan sampai kau bangun kesiangan." Ucap Nyonya Park yang datang menghampiri Baekhyun di tengah rumah.
"Ouuhh begitu, ya sudah! Aku mau pergi tidur, selamat malam Eomma." Sahut Baekhyun lalu pamit seraya mencium pipi ibu angkatnya yang ia sayangi seperti ia menyayangi mendiang ibu kandungnya.
…
…
…
Matahari pagi tersenyum dengan memancarkan cahayanya, tapi Baekhyun menyambut pagi itu dengan wajah muram, bukan karena suaminya yang akan pergi selama 2 minggu ke Amerika, tapi karena Chanyeol yang tidak pulang semalaman dan juga rasa kesal yang belum ia tumpahkan pada adiknya itu.
"Sayang, aku pergi dulu ya! Jaga dirimu dan calon bayi kita baik-baik. Aku akan sering menelponmu. Ayah ibu! Aku titipkan Baekhyun pada kalian, jika ada apa-apa, mohon hubungi aku, maaf berani merepotkan kalian. Tolong sampaikan salam dan selamat pada Chanyeol jika dia pulang nanti. Aku pergi ya sayang!" Ucap Changmin pamit pada Baekhyun dan mertuanya, ia mencium kening Baekhyun, memeluknya beberapa saat lalu melepaskannya dan masuk ke mobil yang akan mengantarnya ke bandara untuk terbang ke Amerika selama 2 minggu.
Baekhyun masuk ke kamar Chanyeol dan naik ke ranjang merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lemah dan mata mengantuk, karena semalaman ia tidak tidur menunggu telepon dari Chanyeol.
"Belum menikah saja kau sudah mengabaikan telpon dariku, apalagi kalau sudah menikah, mungkin seumur hidup kau tidak akan menelponku lagi." Gumam Baekhyun saat menatap figura foto ia dan Chanyeol yang terpajang di dinding kamar Chanyeol.
Ia memejamkan matanya mengenang semua kenangan saat-saat indah mereka dulu, hingga tak lama kemudian Baekhyun tertidur pulas di ranjang adiknya.
…
…
…
Sekitar pukul 11.00 siang, Chanyeol pulang ke rumah, begitu ia masuk ke kamarnya, ia tersenyum melihat Baekhyun yang tengah tertidur pulas di ranjangnya tanpa selimut.
Ia datang menghampiri dan duduk di pinggir ranjang menatapi wajah kakaknya yang terlihat begitu cantik saat tidur, ia raih selimut dan menghamparkannya untuk menyelimuti kakaknya itu.
"Hyung, bangunlah! Ini sudah jam 1 siang, waktunya makan siang." Bisik Chanyeol membangunkan kakaknya.
Baekhyun perlahan membuka kedua matanya sambil menggeliatkan badan, setelah matanya segar, ia bisa melihat dengan jelas siapa yang berada di hadapannya, dan langsung memberikan tatapan sinis pada Chanyeol.
"Apa? Mengapa menatapku seperti itu, ayo bangun kita makan! Ayah dan ibu sudah menunggu kita di bawah." Ucap Chanyeol menatap balik kakaknya dengan raut masam juga, karena masih kesal dengan Baekhyun yang kemarin pagi bermesraan dengan Changmin di depannya.
FLASHBACK ON
"Sudah, apa tanganmu tidak lelah terus memukulku, aku minta maaf atas sikapku beberapa hari ini."
Baekhyun hanya terdiam dan Chanyeol terus mengelus surai halus milik kakaknya itu untuk menenangkannya.
"Apa kau haus?" Tanya Chanyeol setelah beberapa saat keterdiaman menghantui keduanya.
"Eoh. Susu coklat." Balas Baekhyun sambil menggembungkan pipinya yang terlihat begitu menggemaskan di mata Chanyeol.
"Baiklah. Tunggu sebentar, aku akan membuatkanmu." Setelah itu Chanyeol berjalan turun ke dapur untuk membuatkan keinginan kakaknya yang manja itu.
"Baekhyun!" Baekhyun menoleh saat Changmin memanggilnya lewat celah pintu kamar Chanyeol yang terbuka.
Changmin menghampiri Baekhyun serta membawakannya susu yang biasa di minum untuk orang hamil.
"Aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini, ini minumlah!" ucap Changmin seraya menyerahkan susu itu.
"Terima kasih, sayang." Balas Baekhyun sambil tersenyum menerimanya.
"Apa kabar si kecil di dalam sana, apa baik?" Tanya Changmin seraya berjongkok di depan Baekhyun agar lebih leluasa mengelus perut Baekhyun yang masih rata itu.
"Baik ayah." Seru Baekhyun menirukan suara anak kecil.
"Benarkah? Ah ayah benar-benar ingin kau segera keluar."
Baekhyun hanya terkikik mendengar ucapan suaminya barusan.
Sementara itu Chanyeol yang telah siap dengan segelas susu coklat kesukaan Baekhyun hanya mampu terdiam di depan pintu ketika Changmin mencium Baekhyun tepat di bibir.
"Terima kasih, kau membuatku menjadi orang yang beruntung karena memilikimu."
Ucap Changmin setelah melepas tautannya dengan Baekhyun.
FLASHBACK OFF
"Apa benar berita itu? Kenapa kau mau menikah dengan gadis berimage buruk itu, apa tidak ada lagi wanita yang lebih baik darinya? Pokoknya aku tidak setuju kau menikah dengannya, titik!" bentak Baekhyun dengan wajah merah padam.
Baekhyun turun dari ranjang untuk melangkah keluar dari kamar Chanyeol, namun adiknya itu menarik tangan Baekhyun menahannya untuk tidak pergi.
"Tunggu! Apa hakmu mengatur hidupku, siapa pun gadis yang ku pilih untuk menjadi istriku, itu aku yang menentukan. Terserah kau suka atau tidak, aku akan tetap menikahinnya. Lagi pula seingatku, siapapun gadis yang ingin dekat denganku, kau tidak pernah menyukainya. Kau egois! Kau hanya mementingkan kebahagianmu sendiri. Aku sudah muak dengan semua ini, aku juga ingin bisa bahagia seperti kau dan suamimu. Jadi kumohon mulai detik ini, berhentilah mencampuri urusanku, kita lupakan janji kita dan urusi saja pasangan kita dengan baik." Ujar Chanyeol dengan suara keras dan mata mengkilat yang membuat Baekhyun ketakutan dan meneteskan air mata.
"Apa aku tidak berarti lagi bagimu, Chanyeol?" Tanya Baekhyun lirih seraya menyeka air matanya.
"Tidak! Kau tidak berarti apa-apa lagi untukku. Saat ini hanya Sunbin yang paling berarti, jadi berhentilah menghujat keburukannya, setidaknya dia tidak egois seperti dirimu. Sekarang keluarlah dari kamarku dan jangan pernah berani masuk lagi ke kamarku tanpa izin, karena sebentar lagi aku akan membawa Sunbin tinggal di kamarku. Kau sudah menikah pasti kau tahu maksudku." Ucap Chanyeol membelakangi Baekhyun yang berdiri terpaku di depan pintu kamarnya.
"Baiklah, Chanyeol-ah." Ujar Baekhyun lalu berlari keluar menuju kamarnya dengan deraian air mata, hatinya sakit mendengar semua ucapan pedas dari Chanyeol yang mengatakan kalau ia tidak berarti lagi untuknya. Di kamar, Baekhyun menangis tersedu-sedu dan berharap Chanyeol masuk ke kamarnya dan meminta maaf seperti biasa.
Chanyeol juga mengurung diri di kamarnya, matanya berkaca-kaca mengingat apa yang ia katakan pada Baekhyun.
"Baekhyun-ah, kau pasti sedang menangiskan? Maafkan aku, karena mulai saat ini aku akan menahan diriku untuk tidak mencintaimu lagi." Gumam Chanyeol saat berdiri di depan pintu kamar Baekhyun yang tertutup. Samar-samar terdengar isak tangis Baekhyun dan suaranya yang tengah mengumpat-ngumpat dirinya.
…
…
…
To Be Continue.
Maklumi Chanyeol-nya lagi butuh pelarian orioriori
Next or not?
Thanks for watching:*
