Title : Something Beside You
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Shim Changmin.
…
Previous Chapter
"Baekhyun-ah, kau pasti sedang menangiskan ? Maafkan aku, karena mulai saat ini aku akan menahan diriku untuk tidak mencintaimu lagi." Gumam Chanyeol saat berdiri di depan pintu kamar Baekhyun yang tertutup. Samar-samar terdengar isak tangis Baekhyun dan suaranya yang tengah mengumpat-umpat dirinya."
…
…
Chapter 4
Sudah seminggu semenjak pertengkaran itu, baik Chanyeol maupun Baekhyun seperti sepakat untuk tidak bertegur sapa. Ketika kedua orang tua Chanyeol bertanya, jawaban mereka selalu sama. Tidak terjadi apa-apa.
Hingga pada satu waktu, Tuan dan Nyonya Park harus terbang mendadak ke Jeju, karena cabang perusahan Tuan Park yang berada di sana sedang mengalami kekacauan dan Tuan Park harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikannya, ia membawa Nyonya Park untuk mendampinginya.
Jadi Chanyeol ditugaskan oleh Nyonya Park untuk menjaga Baekhyun dengan baik sampai nanti Changmin kembali dari Amerika.
Malam sudah tiba tapi syuting belum selesai karena tiba-tiba hujan turun begitu deras disertai petir yang menggelegar begitu keras.
PLUKKKKK….
Aliran listrik padam, seluruh kota Seoul gelap gulita hanya diterangi oleh beberapa cahaya dari lampu mobil yang berseliweran.
DEG…
Chanyeol teringat sesuatu, ia langsung pamit meninggalkan lokasi syuting dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumahnya.
"Baekhyun-ah, tenanglah! Sebentar lagi aku sampai," gumam Chanyeol dengan wajah panik.
"Aakkh... akhh... tolonggh! ...tolongg... Siapa pun tolong aku," teriak Baekhyun histeris. Ia menangis di pojokan kamarnya dan terus berteriak-teriak.
Hal ini selalu terjadi pada Baekhyun jika disaat hujan lebat dengan petir menggelegar semuanya jadi gelap. Karena Ia pernah mengalami sesuatu yang buruk saat kecil di saat-saat hujan gelap seperti ini. Baekhyun mengalami trauma masa kecilnya.
"Hyung,hyung! Tenanglah ini aku, Chanyeol!" Seru Chanyeol dengan nafas terengah-engah karena berlari-lari mencari Baekhyun di tengah kegelapan. Chanyeol mendekap Baekhyun yang menangis gemetaran ke dalam pelukannya.
"Chanyeol, Chanyeol-ah! Jangan tinggalkan aku," ucap Baekhyun memeluk erat tubuh Chanyeol. Beberapa saat mereka saling berpelukan di kegelapan, Chanyeol mengelus-ngelus kepala kakaknya untuk berhenti menangis.
"Ohh... Syukurlah! Akhirnya listrik menyala," seru Chanyeol saat semua lampu di rumahnya menyala dan semuanya menjadi terang benderang.
Chanyeol melepaskan pelukannya, tapi sepertinya Baekhyun masih dalam keadaan shock, ia masih memeluk erat tubuh hangat Chanyeol.
"Tidak Chanyeol aku masih takut, kumohon jangan meninggalkanku sendirian," ucap Baekhyun memelas dengan kedua tangan masih melingkar di pinggang Chanyeol.
"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu lagi sendirian di rumah, mulai besok jika aku pergi syuting, ikutlah bersamaku, bagaimana?" tawar Chanyeol seraya memeluk kembali tubuh mungil Baekhyun dengan erat.
Baekhyun mengangguk dan tersenyum senang, ia menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol yang hangat.
Setelah beberapa menit diisi dengan kesunyian yang menenangkan, Chanyeol mulai membaringkan tubuh Baekhyun di tempat tidur lalu menyelimutinya. Ia juga mengambil selimut yang lain dan berbaring di sofa yang ada di kamar Baekhyun- di sudut ruangan-.
"Chanyeol, aku takut! Bisakah kau tidur disampingku sampai mataku terpejam," pinta Baekhyun dengan wajah menggemaskannya.
"Baiklah," sahut Chanyeol seraya bangun dari sofanya dan melangkah naik ke ranjang.
"Ayo, Nyanyikan lagu untukku!" ujar Baekhyun seraya mendekap erat tubuh Chanyeol.
Baekhyun itu manja, apalagi jika sedang bersamanya. Jadi tanpa banyak protes Chanyeol mulai menyanyikan lagu secara random sesuai apa yang ada di otaknya.
Chanyeol pun bernyanyi dengan hati berdebar- debar karena Baekhyun memeluk tubuhnya dengan begitu erat dan tak membiarkan Chanyeol melepaskan pelukannya.
"Hyung, sebaiknya aku kembali ke sofa," ujar Chanyeol seraya berusaha melepaskan diri dari dekapan Baekhyun.
"Ku mohon, malam ini saja, biarkan aku tetap seperti ini padamu, karena sebentar lagi moment seperti ini takkan pernah bisa terulang lagi, maafkan aku untuk keegoisanku, Chanyeol-ah." ucap Baekhyun lirih.
CUP… CUP….
Baekhyunpun mencium kedua pipi Chanyeol dengan lembut.
"Kau memang egois, jika ini maumu, maafkan aku jika apa yang akan kulakukan padamu lebih egois dari yang telah kau lakukan padaku," sahut Chanyeol seraya mengangkat dagu Baekhyun lalu menatap wajahnya dengan lekat perlahan ia mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun dan….
CUP….
Chanyeol mendaratkan bibirnya tepat diatas bibir mungil Baekhyun, mengecupnya dengan lembut. Bukan lumatan panas, Hanya sebuah kecupan sayang yang telah ia pendam bertahun-tahun untuk kakaknya itu.
"Selamat tidur, Baekhyunni" ucap Chanyeol setelah melepaskan tautan bibirnya.
Baekhyun hanya bisa melongo dengan perlakuan Chanyeol barusan.
"Apa yang kau lakukan? Apa kau sedang berlatih untuk dramamu, dan kau jadikan aku sebagai kelinci percobaan?" Tanya Baekhyun pelan seraya menyembunyikan wajahnya di dada Chanyeol.
"Tidak, aku hanya sedang memberikanmu hukuman, lain kali jangan egois lagi! Jika kau tetap melakukannya, aku akan menghukummu lebih egois lagi, mengerti!" sahut Chanyeol seraya mendekap tubuh Baekhyun dengan erat dipelukannya.
Melihat Baekhyun telah terlelap, maka ia pun ikut memejamkan matanya dengan hati yang berbunga-bunga karena bisa menghabiskan malam dengan seseorang yang sangat dicintainya itu.
…
…
…
Saat pagi tiba, Baekhyun sudah sibuk di dapur membuat sarapan untuknya dan Chanyeol, ia juga membuat makanan untuk makan siang mereka di lokasi syuting. Karena Baekhyun akan ikut Chanyeol ke lokasi syuting.
"Apa?Kiss Scene? Jadi benar kau akan melakukannya dengan gadis itu? Tidak...tidak boleh, aku tidak mengizinkanmu!" Ucap Baekhyun dengan tegas, matanya menatap tajam ke arah Chanyeol yang tengah menyetir mobil.
"Tidak bisa Hyung, Dari awal aku sudah menyetujuinya, ini proyek besar dan aku sangat ingin film ini sukses. Maafkan aku,Hyung! Untuk kali ini aku tidak bisa mengabulkan permohonanmu, kumohon dukung aku," ujar Chanyeol balik menatap Baekhyun dengan wajah memelas.
Baekhyun tidak berkata apa-apa lagi, ia menutup mulutnya hingga syuting berlangsung, setiap kali Chanyeol berduaan dengan Sunbin, matanya akan mendelik sinis menatap mereka.
"Ayo, makan! Aku sudah lapar," ujar Chanyeol saat mereka berada di dalam mobil Chanyeol untuk menyantap makan siang yang Baekhyun buat tadi pagi.
"Kau pasti senangkan sudah melakukan Kiss Scene tadi? Sepertinya kau begitu menikmatinya, wajahmu begitu berseri-seri," ucap Baekhyun menyindir Chanyeol dengan ketus.
Chanyeol tersenyum melihat ekspresi Baekhyun, ia melirik kiri kanan, memastikan semua kaca mobil tertutup rapat.
CUP…
Chanyeol mengecup pipi gembil Baekhyun, lalu meraih tangannya.
"Kau dengar aku,Baekhyun-ah! Hari ini wajahku berseri-seri karena bahagia, Hyungku yang dulu kembali, kau ikut ke lokasi syuting, membuatkanku makan siang, dan duduk menemaniku seperti ini, seperti dulu saat aku pertama kali melakukan syuting drama, aku benar-benar bahagia karenamu." ucap Chanyeol seraya mencium tangan Baekhyun.
"Benarkah? Hmm... kalau begitu ayo kita makan, buka mulutmu biar aku yang menyuapimu makan." sahut Baekhyun tersenyum senang atas ucapan Chanyeol barusan, mereka berdua makan dengan saling menyuapi diiringi canda tawa mereka.
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, semua artis dan kru yang terlibat syuting bersiap-siap untuk pulang.
"Oppa, bisakah kita keluar bersama malam ini? " tanya Sunbin yang datang menemui Chanyeol di ruang ganti kostum.
"Maaf, malam ini tidak bisa. Aku harus mengantar kakakku pulang, seharian dia menemaniku disini pasti sangat kelelahan apalagi saat ini dia sedang hamil, suaminya sedang bisnis di Amerika, sedangkan orang tuaku berada di Jeju. Di rumah tidak ada orang, jadi Eomma menugaskanku menjaganya. Lain waktu saja ya." ujar Chanyeol tanpa menatap Sunbin, ia sibuk memasukan laptop dan barang-barang pribadinya ke dalam tas.
"Baiklah, kalau begitu selamat malam, aku pulang dulu. " ucap Sunbin dengan wajah kecewa ia berbalik melangkah, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, ia membalikan kembali badannya dan menghampiri Chanyeol.
CUP…
Sunbin mengecup bibir Chanyeol sekilas, lalu segera berlari keluar meninggalkan Chanyeol yang masih duduk terpaku menyentuh bibirnya yang baru saja bersentuhan dengan bibir Sunbin.
"Bagaimana ciumannya? apa lebih hangat dari adegan tadi, sepertinya kau senang dia menciummu." ucap Baekhyun dengan sinis sambil mendelikan matanya. Ia sedari tadi berdiri di depan pintu tanpa Chanyeol sadari dan melihat semuanya dengan tatapan cemburu.
"Baekhyun? Tunggu!" Panggil Chanyeol seraya bangun dan dengan cepat mengejar kakaknya yang telah melangkah pergi meninggalkannya.
…
…
…
"Kenapa kau diam saja sepanjang perjalanan tadi?" tanya Chanyeol saat sesampainya mereka di rumah.
"Aku tidak apa-apa, hanya lelah saja ingin cepat istirahat," jawab Baekhyun ketus. Lalu masuk ke kamarnya.
"Ada apa dengannya?" Gumam Chanyeol memikirkan sikap Baekhyun yang mendadak dingin.
Tok... tok... .tok...
Chanyeol mengetuk pintu kamar Baekhyun sambil membawa segelas susu vanilla untuk kehamilan.
"Minumlah susu ini sebelum kau tidur, itu yang Eomma katakan." ujar Chanyeol saat Baekhyun membuka pintunya lalu ia menyerahkan gelas susu itu pada Baekhyun.
"Jadi semua perhatian yang kau berikan padaku karena Eomma yang menyuruh, begitukan?" Bentak Baekhyun lalu menutup pintu kamarnya dengan keras.
"Hyung! Hyung! buka pintunya, kenapa kau tidak membiarkanku masuk? Sebenarnya ada apa denganmu? Ku mohon buka pintunya." teriak Chanyeol sambil menggdor-gedor pintu kamar Baekhyun
"Kenapa kau menggedor-gedor pintu kamarku? Berisik! Aku ingin tidur." bentak Baekhyun saat membuka pintu kamarnya.
"Kemarilah!" Ujar Chanyeol menarik tangan Baekhyun masuk ke dalam kamar dan mendudukan kakaknya di Sofa, ia duduk di sampingnya lalu meraih tangan Baekhyun dan mengelus lembut jari jemari Baekhyun yang lentik.
"Dengarkan aku baik-baik, walaupun Eomma tidak menyuruhku, aku akan tetap menjagamu dan melindungimu, bukankah ini bagian dari perjanjian yang telah kita buat. Maafkanlah aku kemarin yang mengatakan hal-hal buruk padamu. Semua yang kukatakan tidak benar, yang benar adalah kau sangat berarti bagiku, kau adalah segalanya bagiku, Baekhyun-ah!" Ungkap Chanyeol seraya menatap wajah Baekhyun dengan lembut, lalu tangannya menyibak beberapa helai rambut yang menghalangi wajah cantik kakaknya.
"Chanyeol-ah, terima kasih," seru Baekhyun dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Chanyeol dengan erat.
"Tidurlah! Aku akan menemanimu hingga kau terlelap, baru aku akan pergi ke kamarku." ujar Chanyeol seraya menarik tangan Baekhyun dan menuntunnya ke ranjang, seperti kemarin, Chanyeol tidur disampingnya menyanyikan sebuah lagu yang akan mengantar kakaknya ke alam mimpi.
"Mimpikan aku dalam tidurmu! Selamat malam, Baekhyun-ah!" Bisik Chanyeol saat melihat Baekhyun sudah tertidur pulas, ia membenarkan selimut Baekhyun lalu mengecup kening kakaknya sambil tersenyum. Ia pun melangkah pergi keluar dari kamar Baekhyun.
…
…
…
TBC
Adakah yang masih mengingat epep ini? Wkwkwk
Saya updet setelah mendapatkan ide hahaha, gk deng sebenarnya ide udh lama ada Cuma ya gitu buka laptop buat ngetik tuh males bgt njer;)
Next or not?
Thanks for reading;v
Jgn lupa buat fav,follow,ama review. gratis kok;) tidak dipungut biaya oriori
