-=Serpentin's Consort =-

~ Sherry Dark Jewel Present ~

Disclaimer: mereka milih Kisimoto-sensei…

Author : Yuki

Rate : T

Pairing : OroNaru #Khukhukhu

Genre : Romance / Crime

Warning : OC, OOC, AU, Typo(s), Gak sesuai EYD, Alur maju mundur. Sho-ai.. Yaoi.. MaleXMale

Summary : Apa yang terjadi jika Iruka tak datang pada Naruto saat Mizuki ingin membunuh Naruto, tapi yang datang malah Sosok yang tak terduga... Khu Khu Khu...

.

Don't Like Don't Read

.

Chapter 3 : I With You

.

Konoha

Hilangnya Uzumaki Naruto membuat sang sandaime sedih. Sosok yang sudah ia anggap sebagai cucunya sendiri itu sekarang tak tahu ada dimana. Bahkan ia masih hidup atau tidak pun tak ada yang tahu.

'Minato..Kushina.. maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga Naruto dengan baik'

Wussss

"Jiraya.."

"Sensei.. apa benar Naruto menghilang?" tanya Jiraya. Yang langsung masuk dari jendela.

"Ya.. Aku telah mengerahkan Anbu untuk mencarinya. Tapi nihil.."

Jiraya hanya tertunduk sedih. "Aku tak berguna. Padahal Minato telah menitipkan Naruto padaku"

Sang Hokage pun ikut tertunduk. Ini kesalahan mereka, yang terlalu mengabaikan Naruto. Dan Sang Hokage juga menyesali perbuatannya yang menutupi identitas Naruto sesungguhnya. Jika ia tidak menutupinya pasti Naruto tak mungkin di benci desa. Meski jika mengatakan Naruto adalah anak Minato pasti musuh akan selalu mengincarnya. Tapi Anbu ada untuk menjaganya. Betapa bodohnya dia.

Sedangkan Jiraya, ia pun menyesal selalu pergi. Seharusnya ia menemui Naruto sekali-kali. Seharusnya...

Tapi penyesalan selalu datang terakhir. Meskipun menyesal, jika kasusnya adalah Hilangnya Naruto. Maka tak ada yang bisa disesali lagi yang ada hanya usaha mereka untuk menemukan Naruto.

"Hokage-Sama"

"Inu? Ada apa?" tanya sang Sandaime Hokage pada anbu kepercayaannya Inu.

"Para dewan menunggu anda untuk rapat di ruang rapat." Sandaime hanya mengangguk dan meminta inu menemaninya di rapat. Tak lupa Jiraya yang ikut hadir juga.

.

^^ Yuki Jeje ^^

.

Ruang Rapat.

"Kita akan membahas Hilangnya Uzumaki Naruto" Ucap Hokage.

"Seharusnya, kita senang jika monster itu telah pergi dari desa kita kan"

"Ya itu betul.. dia hanya akan membahayakan desa saja."

"Memang tau apa kalian hahhh.." bentak Jiraya.

"Jiraya Cukup.."

"Dasar tetua bau tanah.." gumam Jiraya sambil berdecit tak suka.

"Sebenarnya aku ingin mengungkapkan sesuatu pada kalian semua." Semua dewan langsung memandang Hokage dengan penasaran.

"Aku sadar seharusnya aku tak menyembunyikan ini."

"-Anak yang kalian anggap sebagai monster itu adalah putra orang yang kalian hormati."

"Maksud anda?" tanya salah satu dewan.

"Uzumaki Naruto adalah putra Namikaze Minato"

Mendengar ucapan sang Sandaime. Semua yang ada di ruang rapat merasa bagai disambar petir.

"Ja-jangan berbohong.. tak usah menyelamatkan monster dengan mengatakan dia anak Yondaime-sama"

"Mengapa aku harus bohong. Kalian tahu, jika tidak karena Yondaime yang mengorbankan anaknya untuk menjadi penjara bagi Kyuubi. Mungkin kalian sudah tak ada disini" bentak Sandaime.

"Minato terlalu baik untuk mengorbankan rakyatnya. Jadi ia menjadikan putranya sendiri sebagai penjara monster itu. TAPI BUKAN BERARTI NARUTO ADALAH MONSTER" bentak Jiraya. Semuanya diam menyesal.

"Seharusnya malu itu kalian, aku menutupi identitasnya karena ia pasti akan menjadi incaran desa lain. Naruto itu manusia, dia punya perasaan. Yang pantas disebut monster itu adalah kalian yang memperlakukannya seperti seorang monster tau bahkan memperlakukannya seperti sampah."

"Kalian dengan sok tahunya mengatakan jika dia monster. Padahal kalian tak punya bukti nyata untuk menuduhnya"

"Dan kalian tahu yang paling ku takutkan?" tanya Sandaime.

"Yaitu.. Karena perbuatan kalianlah nantinya membuat Naruto membenci desa ini. Dan menghancurkan desa ini."

"Jika itu terjadi, jangan salahkan Naruto.. tapi salahkan diri kalian sendiri yang membuatnya melakukan itu." Sandaime langsung pergi dari ruang rapat bersama Inu dan Jiraya. 'Itu juga termasuk kesalahanku juga' batin sang sandaime.

.

^^ Yuki Jeje ^^

.

Kau tengah melihat Orochimaru dan kabuto bereksperimen sekarang, Saat pertama kali kau melihat eksperimen mereka, kau langsung mual dan pingsan. Tapi sekarang kau sudah terbiasa. Apalagi saat mengingat apa yang Orochimaru katakan saat kau telah siuman dari pingsanmu.

"Jika kau tak kuat melihatnya lebih baik jangan melihatnya.." kau ingat Orochimaru mengatakannya dengan lembut membuatmu memerah malu. Lalu setelah itu kau beristirahat, tapi Kabuto datang membawa makanan untukmu. Dan berkata..

"Jika kau ingin disisi Orochimaru-sama, kau harus bisa menerima semua yang ia lakukan. Jika bisa kau juga harus menyukai apa yang ia sukai Naru-kun" lalu Kabuto pergi meninggalkanmu sendirian.

Jadi sekarang kau berusaha untuk menerima apa yang menjadi kegemaran Orochimaru. Kau ingin selalu bersamanya, dan akhirnya perjuangan tidaklah sia-sia, setelah seminggu kau berusaha dan meminta untuk menemani Orochimaru dan Kabuto di laboratorium, menonton semua kengerian yang terpampang disana. Kau pun mulai terbiasa juga, dengan darah, potongan-potongan angota badan bahkan potongan tangan Orochimaru.

Saat ini pun kau tengah melihat Orochimaru dan kabuto menyuntikan sesuatu pada tubuh gadis kecil yang kau perkirakan setahun lebih tua darimu. Kau hanya melihat saja, melihat saat tubuh gadis itu mulai berubah dan saat gadis itu di masukkan kedalam tabung dengan banyak cairan Hijau didalamnya.

Kau diam, tapi dalam hati kau kasihan pada gadis itu. Kau mengigit bibirmu takut, memikirkan dan membayangkan jika gadis itu adalah dirimu.

Bukankah kau sudah mulai terbiasa?

Tapi mengapa kau tetap ngeri saat melihat hal ini?

.

^^ Yuki Jeje ^^

.

Kau tengah duduk dipangkuannya sekarang, di pangkuan orang yang sangat kau sukai, kau mulai sadar jika kau sangat ingin selalu bersamanya. Menyukainya.. itu kata Kabuto tentang perasaanmu pada Orochimaru.

Benarkah itu?

Pertama kali kau mendengar itu, kau menyangkalnya. Kau malu tuk mengakui jika itu adalah suka..

Kau masihlah sangat kecil untuk tahu rasa apa itu, apa itu benar-benar suka, kagum, rasa tertolong dan berterima kasih? Atau Cinta?

Karena kau tak pernah merasakannya. Sejak kecil yang kau kenal hanyalah rasa sedih, kesepian, rasa dicacimaki, rasa berterima kasih dan rasa sakit yang amat sakit.

Kau tak perduli rasa apa itu. Yang penting untukmu sekarang adalah kau tetap ada disisinya, bersamanya selalu dan disayangi seperti ini.

Sudah menjadi kebiasaanmu untuk duduk di pangkuannya dan menyandarkan dirimu didada bidang Orochimaru. Kau semakin nyaman saat Orochimaru mengelus surai pirangmu. Surai pirang lembut yang mirip milik ayahmu.

Saat memikirkan itu pertama kalinya dulu, kau takut Orochimaru membenci hal itu. Tapi kau senang saat ia berkata jika ia tak mempermasalahkan dan berucap juga jika ia suka dengan wangi citrus yang menguar dari tubuhmu.

Benarkah?

Bahkan kau tak tahu jika tubuhmu mengeluarkan wangi seperti itu.

kau sangat suka saat kau tengah bersama Orochimaru seperti ini. Tapi saat ini hatimu sedikit gelisa, karena melihat gadis kecil dalam tabung tadi.

"Ada apa.. Naru-chan?" itu adalah panggilan baru untukmu. Kau merasa seperti gadis kecil jika dipanggil seperti itu, tapi karena yang memanggil adalah Orochimaru, menurutmu tak masalah.

Tapi jika orang lain, kau berjanji akan menghajarnya.

Kau mengeleng pelan, "Tak ada apa-apa"

Orochimaru terkikik kecil, "Jangan sembunyikan sesuatu dariku, Naru-chan. Aku tahu jika hatimu tengah tak tenang sekarang. Apa yang mengusikmu"

"..." kau memang tak pernah bisa menyembunyikan apapun darinya. Ia seperti mempunyai kekuatan agar bisa membaca pikiranmu.

Kau membalik tubuhmu, membuatmu berbalik memeluk erat Orochimaru, membenamkan wajahmu di dada sang sennin. Kau suka sekali memeluknya, rasanya sangatlah nyaman menurutmu.

"Aku.. Aku kasihan dengan gadis kecil tadi" ucapmu lirih sedikit takut untuk mengatakannya.

"..."

"Apa kau marah?"

"Tidak.." nada bicara orochimaru sedikit datar. Kau tak suka mendengar itu, kau tahu Orochimaru tak suka dengan perkataanmu.

Kau menangis "Kau marah kan?" tanyamu di tengah isakanmu.

"...Tidak Naru-Chan. Jika aku boleh mengatakan sebenarnya."

"..." kau diam. Kau ingin tahu apa yang ingin ia katakan kepadamu.

"Inilah aku.. aku adalah penghianat, aku penjahat keji yang suka membunuh orang dan membuat eksperimen-eksperimen gila"

Kau menegang.

Matamu membulat tak percaya.

Tak percaya..

Dia..

penjahat..

Pembunuh..

Dan..

"Jika kau tak suka dengan apa aku sebenarnya. Aku akan mengembalikanku ke konoha." Ucap Orochimaru Lirih.

Orochimaru akan melepasmu.

mengembalikanmu ke konoha?

Konoha?

Kau mengakui jika kau merindukan teman-temanmu, keluarga teuchi, sandaime dan iruka sensei..

Tapi jika kau kembali ke Konoha..

Itu artinya kau akan berpisah darinya.. tak mungkin kau menemui penghianat dan penjahat seperti Orochimaru, kau pasti akan dilarang keras.

Kau mengeleng tak mau, Kau tak ingin berpisah dari Orochimaru

Apapun yang terjadi kau tak ingin pergi dari sisinya.

ia mengingat ucapan Kabuto.

"Jika kau ingin disisi Orochimaru-sama, kau harus bisa menerima semua yang ia lakukan. Jika bisa kau juga harus menyukai apa yang ia sukai Naru-kun"

Kabuto...

"Tidak.. aku tidak mau, Aku ingin disini. Disini bersamamu.."

Orochimaru menyeringai senang.

"Jangan mengembalikanku ke konoha. Aku ingin disisimu..jangan buang aku" Kau menangis dan memeluk erat Orochimaru.

"tapi aku adalah penjahat, aku bukan orang baik Naru-chan"

Jika ada satu jalan untuk bersamanya.. apapun itu..

Kau akan menempuhnya..

Jika itu artinya Kau...

"Aku tidak perduli. Jika perlu aku akan menjadi jahat juga, jika itu artinya aku bisa bersamamu. Aku juga akan belajar agar bisa membantumu bereksperimen" Naruto memandangnya serius, pipinya masih ada bekas air mata.

Orochimaru menyeringai senang. "Tentu.. aku akan mengajarimu Naru-chan." Lalu Orochimaru mengecup dahimu, Dan menghapus bekas air matamu dengan lidahnya yang panjang.

"ugh.." kau suka saat ia menjilat pipimu.

"Aku akan mengajarimu semuanya Naru-Chan. Dan kita akan bersamamu selalu." Lalu Orochimaru mengigit pundak kirimu, Kau berteriak kesakitan. Lalu memegang bekas gigitan Orochimaru.

"A-apa yang ka-u laku-kan?" Mengapa ia menyakitimu? Kau tak tahu..

"Aku memberimu segel istimewaku, agar kita bisa selalu bersama. Sekarang kau adalah milikku seutuhnya Naru-Chan." Orochimaru mengelus lembut pipimu. "Jangan melawan rasa sakitnya Naru-chan, biarkan racunku memasuki tubuhmu." Kau menurutnya, kau tak meringis kesakitan lagi, kau hanya menunduk dan menyandarkan kepalanya di dada Orochimaru.

Lalu Kau pun tak sadarkan diri di pangkuan Orochimaru. "Khu khu khu.. aku mendapatkanmu.." Orochimaru melihat bekas gigitannya yang sekarang telah berubah menjadi tiga megatama. Orochimaru menyeringai.

.

^^ Yuki Jeje ^^

.

Kau tengah berdiri di tempat yeng seperti saluran air, tapi air di sini berwarna hijau dan mengeluarkan gelembung-gelembung. Kau jijik saat pertama kali melihat air itu. Namun ini adalah aroma Orochimaru. Kau tahu itu, kau sangat hafal dengan aroma ini. Dan kau sangat menyukainya dan lagi air hijau ini hangat. Tanpa sadar Kau tersenyum.

Kau merasa hatimu memintamu untuk berjalan terus menuju kegelapan. Kau berjalan menyusuri saluran Air itu hingga kau dapat melihat penjara raksasa dengan sebuah tulisan di kertas segel.

GERRRRRRRR

Kau memandang penasaran pada kegelapan yang ada dalam penjara.

DEG

Mata merah.. Kau memandang tak percaya. "Siapa?" siapa yang dipenjara disini.

"Aku adalah Kyuubi no Kitsune."

"Kyuubi"

"Tapi,, dimana aku?"

"Kau ada didalam pikiranmu Bocah, dan mengapa kau biarkan racun ular itu memasuki tubuhmu?"

"Karena aku ingin.." jawab kau santai. Kau tak merasa takut sedikitpun pada Kyuubi. Kau mulai mengerti jika Kyuubilah yang membuatmu di jauhi penduduk desa. Tapi kau tak merasa membenci Kyuubi.

" Hai Bocah, Aku ingin bebas.. buka penjara ini. Aku bosan dikurung disini"

"Tapi.. bagaimana caranya?" tanyamu. Kau merasa, jika Kyuubi bukanlah mahluk yang akan menyakitimu. Dan sepertinya melepaskannya akan menarik.

Sejak kecil kau memang selalu menuruti instingmu, karena kau hidup bergantung dari itu sejak kau kecil. Jika bukan karena instingmu, kau yakin saat ini kau tidak bisa bernafas lagi. Instingmu selalu membantumu menghadapi kerasnya hidup di konoha, dari cacian dan makian serta amukan dan siksaan warga desa yang membencimu.

Kyuubi menyeringai, ia membuat air di bawahmu menjadi pijakan tinggi yang membuatmu bisa berada di depan kertas segel penjara. "Ambil kertas itu"

"Ini?"

Kyuubi Menyeringai.

Dan kau mulai membukanya.

BOUFFFFF

.

^^ Yuki Jeje ^^

.

TBC

Yuki's Note

Oke.. ini Dia Chapter tiganya..

Gimana?

Maaf jika ada Typo(s)

Yuki kagak sempet Edit.. huhhhhhh..

Dan maaf jika baru bisa Update..

Maklum.. Yuki sibuk di duta..

Bukan sok sibuk..

Tapi beneran Sibuk..

Ah seneng jika banyak yang suka..

Yuki jadi semangat ngerjainnya..

Tapi harus sabar..

Soalnya fic yuki banyak jadi harus nulis semuanya..

Dan makasih buat Flame pertama Yuki..

Rasanya pas baca Flame.. Yuki seneng banget...

Meski yang geFlame gak pakek akun..

Sayang banget kan Yuki jadi gak bisa bales.. KhuKhuKhu...

Buat Guest-san yang ngeFlame Yuki

Flame lagi ya.. Yuki tunggu..

Tapi pakek Akun.. Oke..

Makasih banget yang dah mau Review, baca, fav, foll bahkan sider..

Makasih banyak..

Yuki nunggu Review kalian.. buat Chapter 3 ini

Bye bye..^^