terinspirasi dari Omnitrix yang membutuhkan tangan hoki untuk dipencet, saya menciptakan kumpulan drabble yang semoga akan menghibur kalian. Enjoy!

Disclaimer:

Ben 10 franchise belongs to Man of Action

Granblue Fantasy characters belongs to Cygames

Summary: Ben akan menghadapi hari-hari dimana keberuntunganya akan diuji. Sosok apakah yang akan diberikan padanya nanti?

.

.

Creatures Beyond the Skies

.

Chapter 1: Yggdrasil

"Kau masih mengutak-atik Omnitrix sejak kita keluar dari markas. Kau yakin keadaanmu baik-baik saja?" Rook memperhatikan Ben yang tak menghabiskan kentang goreng yang sudah dibelinya untuk dimakan di dermaga siang itu karena Omnitrix miliknya bertingkah cukup aneh.

"Semua bagiannya baik-baik saja. Hanya penampakannya yang aneh." jawab Ben sembari sibuk mengutak-atik jam tangan ajaib itu dengan mulut yang mangap bak ikan mas koki untuk memungut sebatang kentang goreng dan mengulumnya. "Maksudku, semuanya tak terlihat seperti alien milikku, bahkan Azmuth takkan bisa mengenali mereka."

Mulut Ben masih menggigit kentang goreng saus pedasnya hingga tak sadar saus di atas makanannya menetes di atas Omnitrix.

"Astaga, kau jorok sekai. Biar aku bersihkan."

"Rook, jauhkan tanganmu dari—AAAAAAAAAAH!"

BWOSH!

Rook yang risih dengan perilaku Ben berniat untuk membersihkan jam tangan ajaibnya, namun justru membuatnya tak sengaja menekan tombol di jam tangan tersebut hingga Ben berubah menjadi sesosok wanita bergaun panjang dengan rambut coklat dikuncir dua dan tanaman yang tumbuh di atas kepalanya.

Rook hanya terpaku melihat bentuk baru rekannya. Selama masa magang kerjanya, Ia tak pernah melihat Ben berubah menjadi sosok wanita—terutama dengan tunas yang tumbuh di kepalanya.

Ben mengangkat bahunya tanda tak paham dengan apa yang dilihat darinya. Namun, saat dirinya membuka mulut hanyalah suara dengungan yang terdengar.

"Ben, kau baik-baik saja?" Rook masih menatap Ben dengan harap-harap cemas.

Ben berusaha berteriak namun hanyalah dengungan yang kekuar dari mulutnya. Keadaan semakin bertambah aneh ketika Rook mendengar suara Ben di dalam kepalanya yang berkata, "MENURUTMU BAGAIMANA? AKU PEREMPUAN BISU!"

"Aku bisa mendengar suaramu, Ben. Berhentilah meneriakiku." Rook menutup telinganya, namun suara Ben yang marah tak meninggalkan kepalanya.

Ben mengisyaratkan sebuah buku yang diambilnya dari Hex kepada rekannya. Buku itu mungkin punya petunjuk dari kekacauan ini, pikirnya.

Rook yang bisa mendengar pikiran Ben segera mengambil buku berwarna biru keperakan itu dari dalam truknya dan mulai membaca lembar demi lembar.

"Bentuk ini punya nama Yggdrasil, Pohon Kehidupan. Ia melihat dan mempelajari tentang kehidupan begitu lama hingga melampaui kemampuan berbahasa manusia. Kurasa ini penyebab tak ada yang mengerti ucapanmu selain aku."

'Karena kau bukan manusia?' pikir Ben.

Rook hanya mengangguk dan melanjutkan, "Ras yang muncul di Omnitrix saat ini bukanlah alien, melainkan ras kuno bernama Primal. Mereka diciptakan sebagai senjata perang oleh makhluk Astral untuk memusnahkan manusia dan penghuni langit lainnya."

TINUNG, TINUNG, TINUNG, TUUUUUUUUT!

BWOSH!

Tepat setelah Rook membaca buku tersebut, Ben kembali ke bentuk aslinya dan berkata, "Aku berhenti mendengarkan sejak kau bilang "senjata perang". Apa ada info lain yang harus kau berikan?"

Rook memicingkan matanya pada Ben, lalu berkata, "Ben, tadi kau sedang apa?"

"tidak ada. Ayo kita ke tempat lain." Ben merangkul pundak Rook sembari tersenyum canggung, berusaha menutupi fakta bahwa dirinya telah menggunakan kekuatan Yggdrasil untuk membuat lubang kawah raksasa yang menembus tanah hingga ke Undertown sambil masuk kembali ke dalam truk mereka dan meninggalkan dermaga tersebut.