terima kasih untuk kalian yang masih ingin membacanya. saya hargai tidak ada review, tapi satu review akan sangat berarti bagi saya untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Ben 10 franchise belongs to Man of Action

Granblue Fantasy characters belong to Cygames

Sosok di dalam jam tangan Ben bukanlah bangsa alien, melainkan sebuah ras kuno yang disebut "Primal Beast" yang dimaksudkan untuk dikendalikan oleh Hex sebagai senjata perang. Namun itu semua tak segarang yang dikira.

.

Creatures Beyond the Skies

Chapter 2: Shiva

Di perjalanan, Ben sibuk mengutak-atik Omnitrix miliknya sementara Rook mengemudi di jalan tol. Ia menyadari Ben terpaku pada sosok siluet yang bentuknya tampak akrab baginya.

"Kau melamun saja sejak tadi. apakah anjing menggigit lidahmu?" ujarnya.

"Yang benar kucing, Rook." Ben membenarkan ungkapan yang Rook ucapkan. "Aku hanya melihat-lihat alien—"

"Primal Beast."

"Ya, pokoknya itu. Ada satu yang penampilannya mirip Four-Arms, tapi aku tak tahu apakah dia akan sama kuatnya."

"Sebaiknya kau berhati-hati dengan mereka, Ben. Ras Primal yang disebutkan buku itu bisa jadi lebih kuat dari alien milikmu atau bahkan salah satunya akan menguasai pikiranmu."

"Itulah gunanya kita berada di dalam sini." Ben memukul pelan dasbor di dalam truk oranye tersebut.

"...kau akan mencoba mereka di dalam truk dengan jalan tol penuh kerumunan kendaraan?" Rook memiringkan kepalanya.

"MENCARI SPOT UNTUK BERUBAH, ROOK!" Ben mendengus kesal.

"Yah, setidaknya kau tidak berteriak di dalam kepalaku seperti tadi—hey, apa itu?" Rook menunjuk longsoran batu yang ada di hadapan mereka.

"AKU TANGANI INI. KAU BACA SAJA PETUNJUK DI BUKUNYA!" Ben berlari keluar dari truk sambil menekan tombol Omnitrix.

BWOSH!

Sinar hijau menyelimuti tubuhnya dan seiring cahaya itu pudar, Ben berubah menjadi sosok lelaki berbadan tegap dan berkulit kebiruan dengan empat tangan.

"Mari kita cari tahu seberapa kuat dirimu." gumam Ben sambil menangkap sebuah batu besar yang jatyh di hadapannya, namun tubuhnya tak terlalu kuat menahan beban itu seiring batu tersebut diturunkan.

"Oh, ayolah. Apa gunanya empat tangan jika mengangkat batu besar saja tidak kuat?" Ben uring-uringan dan menendang kerikil dengan kesalnya.

"Ben, Laser di mata ketiganya!" Rook berlari menghampiri Ben yang akan menghadapi lebih banyak longsoran batu di matanya. "Shiva, Dewa Penghancur. Dia punya mata ketiga di dahinya!"

"Apa maksudmu?" Ben tidak paham maksud Rook dengan "mata ketiga" sementara bebatuan besar akan melumatnya hingga rata dengan tanah. Tanpa sadar, Ben yang pasrah mengeluarkan laser berkekuatan besar hingga melenyapkan bebatuan tersebut hingga tak ada yang tersisa.

"Ini...LUR BIASA!" Ben yang senang melenyapkan batu ternyata tak bisa mengendalikan laser tersebut hingga tanpa sengaja membelah truk oranye milik Rook hingga terbelah dua, tepat sebelum waktunya habis dan Ben kembali menjadi manusia biasa.

"Haruskah kau membidiknya ke trukku?" Rook melipat tangannya kesal.

"...Ahahahaha..." Ben hanya bisa menggaruk kepalanya karena ulahnya yang sudah tak terhindarkan lagi.