Backstreet!
Disclaimer : Furudate Haruichi.
Warning : OOC, Sho-ai, typo dan lain sebagainya. Pair SugaxHina. Kalau gak suka mending geser ke sebelah aja *plak
Happy Reading
Hinata datang ke sekolah pagi-pagi sekali. Bukan karena Ia ingin berlatih dengan Kageyama seperti biasanya. Bukan. Tetapi karena Ia ingin berlatih bersama dengan Sugawara.
Mereka sudah berjanji untuk berlatih bersama sekalian em.. Yah menghabiskan waktu berduaan sebelum jam sekolah dimulai.
Hinata berjalan santai memasuki area gym yang sering mereka gunakan untuk latihan. Sedikit terkejut ketika mendapati sang kekasih sedang berjongkok didepan gym dengan kepala bertumpu pada lututnya. Wajah tampannya terlihat damai.
Hinata mengeluarkan ponselnya dan memotret wajah tampan kekasihnya yang tertidur itu. Tak lupa pula Ia selfie dengan Sugawara sebagai latarnya. Tersenyum puas, Hinata kemudian berjongkok didepan Sugawara.
"Senpai.. Senpai. " panggilnya sambil menusuk-nusuk pipi Sugawara menggunakan jari telunjuknya.
"Ngh.. Sebentar lagi. " Hinata tersenyum, ah Sugawaranya mengigau.
"Senpai.. Bangun ayo bangung. " Hinata menggoyangkan bahu Sugawara pelan. Mencoba mengusik ketenangan tidurnya. Dan Voila, berhasil. Sugawara terlihat menggeliat.
"Ngh.. Hoam.. Sia- SHOYO!!" pekiknya.
"Uuh senpai.. Jangan teriak-teriak. Dan emm.. Kenapa senpai malah berjongkok dan tertidur disini hm?"
"A-ah aku tadi lelah berdiri, jadi.. Emm.. Aku berjongkok dan yah nggak sengaja ketiduran hehe.. " Sugawara menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Eh? Apa ini karena menungguku? Senpai menungguku sangat lama ya?" ucap Hinata merasa bersalah.
"Tidak, kok. Ini hanya karena aku tadi malam em.. Belajar keras. Jadi agak ngantuk." Sugawara beralasan, padahal karena Ia pergi kesekolah kepagian, saking senangnya akan berlatih bersama dan menghabiskan waktu berdua bersama kekasihnya ini.
"Em.. Baiklah senpai. Ayo masuk ke gym sekarang, Koushi. " Hinata mencium pipi putih Sugawara.
Sugawara tersenyum dan mengangguk malu-malu. Oh Hinata membuatnya memerah dipagi hari.
Dengan agak gugup Sugawara membuka pintu gym. Hinata yang melihat itu hanya terkikik kecil. Uuh.. Senpainya ini sangat lucu dan manis disaat bersamaan.
Mereka memasuki gym, Hinata langsung menaruh tasnya dan mengambil net di tempat penyimpanan alat-alat olahraga.
Sugawara tersenyum sesaat sebelum membantu Hinata mengangkat net dan memasangnya.
Latihan mereka pun berlangsung, Sugawara mengajarkan caranya Receive yang baik padanya. Mereka larut dalam keasikan mereka berdua. Walaupun kalau dilihat-lihat itu hanya hal biasa jika dilihat oleh orang lain, tapi bagi mereka berdua ini adalah hal yang sangat berkesan.
Menghabiskan waktu berdua, bercanda tawa dan tak lupa memunculkan Modus juga.
Modus memegang tangan Hinata maksudnya.
Bagi Sugawara begini pun sudah dari cukup. Tidak ada gangguan dari luar. Cukup Dia dan Hinata. Berdua. Bersama.
"Koushi.. Kita udahan yuk. Em.. Takutnya ada yang datang mau latihan. "
"Baiklah.. Tapi kita ganti baju dulu."
"Iya iya.. "
Mereka berdua berjalan menuju ruang klub, mendekati loker masing-masing dan mulai mengganti baju mereka. Tanpa menyadari ada seseorang yang melihat kedekatan keduanya.
Tsukishima Pov's
Aku datang kesekolah sangat pagi hari ini hanya karena ingin menghindari kejaran Kakakku yang selalu kepo akan aku yang bergabung di tim volinya dulu.
Haah~ gara-gara hal ini aku jadi meninggalkan Yamaguchi. Dia pasti menjemputku.. Ah biarlah.
Saat kulangkahkan kakiku melewati gym satu, tempat tim kami berlatih. Aku sedikit terkejut. Ah bukan apa-apa, hanya saja biasanya Hinata akan terlihat bersama Kageyama saat dipagi hari. Tapi ini? Hinata bersama Sugawara-senpai.
Aku bersembunyi dibalik tembok yang ada didekat sana, sedikit melirik kearah mereka. Hinata nampak tersenyum cerah seperti biasa, oh apa aku tak salah lihat?
Sugawara-senpai terlihat ... Malu? Ditambah wajahnya yang memerah.. Hei ada apa sebenarnya ini? Apa mereka memiliki suatu hubungan?
Eh? Memangnya kalau mereka punya hubungan? Kenapa aku malah sangat ingin mengetahuinya? Uh.. Sejak kapan aku memiliki sifat kepo seperti Akiteru. Argh.. Oh.. Mereka memasuki gym.
Karena rasa penasaranku, aku mengawasi mereka dari pintu depan gym.
Mereka hanya berlatih hal seperti biasa saja. Ah akunya saja yang terlalu penasaran. Tentu saja mereka hanya berlatih, mengingat si Chibi itu masih buruk dalam hal receive apalagi servis.
Oh.. Mereka sudah selesai berlatih. Aku harus apa, uh .. Kenapa aku malah jadi bingung begini. Ah, untung sempat sembunyi di samping gym.
Eh, eh, eh? Kenapa mereka bergandengan tangan menuju ruang klub? Bergandeng tangan.. Bukankah ini agak aneh kalau misalkan Sugawara-senpai hanya menganggap Hinata sebagai Kouhainya.
Aku mengikuti mereka, menjaga jarak sampai mereka memasuki ruang klub dan mendekati loker mereka masing-masing.
Aku hanya memperhatikan dari celah pintu yang terbuka sedikit. Kenapa semakin lama aku malah semakin penasaran akan mereka berdua ya?
Kulihat biasa saja.. Yah kecuali bagain Hinata membuka pakaiannya yang memperlihatkan tubuh molek mulusnya itu. Oh apa yang kupikirkan?!
Aku memukul pelan kepalaku yang sudah berpikir yang tidak-tidak.
Kembali menatap interaksi keduanya, aku terkejut bukan main. oh Astaga apa-apaa ini?!
Sugawara-senpai.. Mencium Hinata didalam sana. Dan.. Dan.. Hinata biasa saja. Ia terlihat malah membalas ciuman dari Sugawara-senpai.
Hei.. Apa sebenarnya hubungan mereka berdua?
Tsukishima Pov's End
Normal Pov's
Sugawara melepas ciumannya, melihat wajah kouhainya yang nampak memerah karena ciuman panas yang baru mereka lakukan.
"K-Koushi.. Kau tidak lihat te-tempat. Bagaimana kalau ada yang melihatnya saat kau menciumku tadi." ucap Hinata. Sugawara tersenyum menanggapi ucapan Hinata.
"Itu karena kau sangat menggoda, apa yang kau pikirkan sebenarnya hm? Membuka pakaianmu begitu saja. Ingat , begini-begini aku juga punya sisi liarku loh." Sugawara mengatakannya sambil mengusap surai jingga Hinata.
"Uuh.. Aku em.. Aku tidak bermaksud menggodamu!" pekik Hinata dengan kedua belah pipinya memerah. Ah Ia baru saja berpikiran yang iya iya.
Sugawara tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke telinga milik Kekasihnya.
"Shoyo.. Aku ingin... Em.." bisik Sugawara. Hinata sudah gugup luar biasa.
Ingin apa? Sugawara-senpai mau apa? Apa mau melakukan itu? Pikir Hinata. Sugawara tersenyum melihat reaksi Hinata.
"Aku ingin.. Menikmati rasa bibirmu lagi." lanjut Sugawara. Oi oi.. Apa hanya perasaan Hinata saja, kalau Sugawara agak lain jika hanya berdua bersamanya?
Sugawaranya terlihat sangat manja dan terkadang malu-malu pussy disaat bersamaan. Dan masalah sisi agresifnya ini juga termasuk di sifat malu-malu pussy menurut Hinata.
Karena selucu-lucunya kucing, pasti memiliki sifat agresifnya bukan? Kira-kira seperti itulah isi pikiran Hinata sekarang.
"Koushi.."
"Boleh ya?"
"Tapi kamu bilang jangan sampai ketahuan teman-teman. Bagaimana kalau nanti saat Kau menciumku, mereka tiba-tiba masuk? Seperti yang sering dilakukan oleh Tanaka-senpai dan Nishinoya-senpai." Sugawara memberengut kesal. Oh yeah, sekarang dia terlihat seperti anak kecil yang sedang ngambek.
See? Sugawara jadi agak manja.
Grep
"Koushi~, Koushi~, Koushi~" panggil Hinata sambil memeluknya dari belakang.
"Bukannya kamu sendiri yang menginginkan ini semua dirahasia kan?" tambah Hinata. Sugawara berbalik dan memeluknya lembut.
"Hm.. Maafkan aku. Haah~ kalau begitu nanti saat istirahat di atap sekolah ya ya? Boleh ya?" ucapnya, Hinata hanya tersenyum dan mengangguk.
"Oh iya, Shoyo. Aku.. Aku ingin kamu selalu tersenyum seperti ini bagaimana pun keadaannya."
"Hei hei.. Itu tidak bisa senpai."
"Kenapa?"
"Senpai menyuruhku selalu tersenyum di segala keadaan. Lalu jika aku menghadiri pemakaman apa aku harus tersenyum bahagia? Nanti aku malah dikira bahagia orang itu meninggal lagi." sahut Hinata polos membuat Sugawara tak bisa menahan tawanya.
"Koushi!" Hinata mencubit pinggang Sugawara keras.
"Aww.. Shoyo. Haha aduduh iya deh maaf maaf. Soalnya kamu polos banget sih. Aku kan hanya ingin kamu selalu tersenyum cerah. Tapi bukan berarti jika menghadiri pemakaman juga."
"Koushi! Berhenti tertawa."
Mereka kembali bercanda ria di dalam ruang klub tanpa menyadari sedikitpun akan adanya orang yang tengah Shock melihat dan mendengar secara langsung apa saja yang mereka katakan.
'Jangan-jangan.. Mereka berdua.. Backstreet. Tapi, kenapa?'
*TBC
Waah Up lagi ini hehe..
Gimana chap kali ini..
Ini pertama kalinya Hikari bikin yang sejenis Fluffy.. Alias yang manis-manis seperti gula-gula yang mampu membuat diabetes.. Wkkk *plak-apaansih?
Yaudah deh, terima kasih untuk kalian yang sudah mau menyempatkan waktunya untuk membaca FF ini
Maaf kalau masih ada kekurangannya ya hehe..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
See You in next chap :)
