Evil Vanquisher

.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

.

Author hanya meminjam karakter dan beberapa hal. Tidak ada maksud untuk menjipak atau mengambil karakter.


Presented By

Ayato Amagiri a.k.a Nerdboys

.

Warning

AR, AU, Canon, Typo, OOC, Gaje, Bahasa Amburadul, Typo, Bahasa Kotor, Bahasa Burik, etc.

Rate: M

.

Genre: Adventure, Friendship, Mystery, Humor, Horror, Slight!Romance, etc.

Pair: [Naruto] x [...], [Cao-Cao] x [...]

.

Summary:

Menjadi seorang Senshi bukan hal yang mudah. Mereka harus memiliki tekad dan mental yang kuat. Senshi siap untuk mengorbankan segalanya. Dari harta, keluarga, sampai nyawa. Namun, bukankah menjadi seorang Senshi itu menyenangkan? Memang menyenangkan. Yang paling menyenangkan adalah ketika para Iblis itu kehilangan kepalanya karena tak sengaja terpotong oleh pedangku. [Bad Summary]

.

.

Evil Vanquisher

Opening Theme: Sunflower - Post Malone ft. Swae Lee

.

Arc I - Serdin Kingdom

Chapter 3 - Hound of Neverville


"LEBIH CEPAT, NARUTO!"

.

Seorang anak berusia 9 tahun tengah berlari sembari membawa dua buah karung di masing-masing tangannya. Kira-kira ia berlari sekitar sejauh 200 meter, kembali lagi ketempat awal dan melakukannya berulang-ulang. Ia tidak sendirian di lapangan itu, seorang pria dewasa bersurai hitam spike yang panjangnya mencapai punggungnya sendiri sedang mengamatinya sembari memberi semangat atau lebih tepatnya perintah.

"Tidakkah kau pikir ini terlalu berat untuknya, Madara?"

Seorang pria muncul dari pepohonan di pinggir lapangan itu. Pria yang kira-kira berusia sama dengan Madara dan memiliki surai coklat panjang sepunggung pula. Ia menatap prihatin bocah pirang yang berlari bolak-balik dengan dua karung di tangannya.

"Tidak. Ia yang meminta kita untuk melatihnya, Hashirama..."

"... dan lihat rautnya. Tidak ada kelelahan sama sekali bukan?"ujar Madara dengan jeda di antara kata-katanya. Ia menyeringai melihat bocah pirang yang dalam proses ingin melatih tubuhnya atau mungkin menghancurkan tubuh mungilnya tanpa raut kelelahan atau mengeluh sedikitpun.

"Kau mengerikan..."ucap Hashirama dengan pandangan suram kepada rekan seperjuangannya.

"Ini bahkan belum dimulai. Setelah ini, ia harus push up 100x, sit up 100x, dan pull up 100x. Akan terus meningkat jika ia melakukan kesalahan."ucap Madara dengan senyum kejam nan mengerikan miliknya.

"Apakah kau yang sakit jiwa atau anak itu yang sakit jiwa..."

.

.


Cao Cao's POV Mode: On

Yo! Di sini Cao Cao. Kenapa? Protes karena bukan Naruto? Yah, dalam hal ini, selain Naruto, aku juga adalah tokoh yang patut diperhitungkan juga. Tunggu, kenapa aku malah curhat?

Jadi, semenjak kejadian kemarin, Naruto menjadi populer. Si brengsek itu malah sering diberondong oleh para wanita sementara aku dicampakkan jauh-jauh. Selain itu, Jave-sama juga ingin bertemu dengan Naruto. Sial! Hanya karena ia bertengkar dengan ayam itu, ia menjadi sepopuler ini.

Aku bisa melakukannya lebih baik darinya. Bahkan akan kupotong ayam itu menjadi daging sate dan kujual seharga satu koin emas untuk satu tusuk sate. Selain itu, perempuan pedang itu juga malah ikut dalam kelompok kami.

Ku-Ku-Ku, Kuda? Kuneda? Ah ya, Kunieda. Kunieda Aoi kalau tak salah. Ia sebenarnya berada di peringkat Gold, tapi ia sangat jarang memunculkan kekuatannya bahkan hanya untuk memotong si ayam itu. Ia memilih untuk diam dan semakin dihina di sana. Akibatnya, Naruto turun tangan dan mengalahkannya tanpa keluar keringat sama sekali. Itu tidak keren sama sekali!

Tapi di lain sisi, itu sangat menguntungkan bagi kami. Karena ia berada di peringkat Gold, maka misi yang kami peroleh menjadi semakin menantang dan tentunya berhadiah besar bagi kami. Sehingga dalam waktu beberapa jam saja, peringkatku dan Naruto saat ini berada di Silver dengan total 950 medal untukku dan Naruto.

Namun, tetap saja aku iri pada durian bodoh itu. Saat ini, ia sangat dekat dengan Kunieda. Tapi, kurasa Kunieda yang mulai mendekati Naruto, padahal si duren itu manusia super bodoh, tak akan mengerti yang namanya cinta-cintaan. Aku membayangkan ketika Kunieda yang cantik itu menatapku dengan rona merah sama seperti ia ketika menatap Naruto. Bayangkan jika Cao Cao yang keren ini digandrungi wanita. Woah! Aku akan menjadi Harem King di dunia ini.

"Menjijikan."

Eh?

Cao Cao's POV Mode: Off

Normal Mode

"Kau menjijikan Cao Cao."

"Apa maksudmu?"

"Membayangkan aneh-aneh, kenapa pula aku satu party bersamamu?"

"Brengsek kau duren busuk!"ucap Cao Cao kemudian pundung di pojokkan.

Naruto datang tepat ketika Cao Cao berada di tengah pemikiran kotornya. Ia datang bersama dengan Kunieda dengan kimono putihnya serta pedang kayu atau bokken di pinggangnya. Perkataan Naruto memang benar karena itu terlihat menjijikan. Darah yang mengalir dari hidungnya membuatnya dijauhi oleh orang-orang sekitar bagaikan ada aura hitam yang memberi kesan buruk pada sekitar.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan?"tanya Cao Cao.

"Misi. Aku dan Kunieda tadi mengambil misi terbaru. Misi dari peringkat Gold tentunya. Hadiahnya sangat besar, 280 keping emas dan +100 medals."ucap Naruto sambil membaca kertas misi yang ia pegang.

"Tapi kurasa, misinya sangat sulit."kali ini Kunieda yang berbicara. "Ini perpaduan antara pertarungan dan investigasi. Setelah kubaca, tulisan di kertas misinya cukup sulit untuk dipahami nalar pada umumnya."lanjutnya lagi.

"Hm, dengan kata lain, kita mendapatkan misteri yang harus dipecahkan."ucap Naruto.

"..."

.

.

.


Di suatu daerah perbatasan antara Kerajaan Serdin dan Kerajaan Kanavan, terdapat sebuah daerah yang bernama Neverville. Daerah itu bukanlah sebuah kota besar atau kota dagang dimana para pedagang dari seluruh penjuru berkumpul. Neverville hanyalah sebuah pedesaan subur yang penuh akan sejarah. Hal itu ditunjang oleh berdirinya sebuah kastil megah dimana menjadi saksi bisu bahwa tiga Dewi pernah beristirahat di sana. Kastil itu dikenal dengan nama Neverville Hall.

Neverville Hall adalah sebuah bangunan atau kastill berbentuk seperti cangkir, yang ditambal dengan tanaman oak kerdil dan fus yang telah terpelintir dan dibengkokkan oleh kemarahan badai selama bertahun-tahun. Bangunan itu begitu megah dengan dua menara menjulang tinggi di atas pepohonan oak di sekeliling bangunan utama. Beberapa sisi dari bangunan itu tampak sudah berlumut bahkan ada yang sudah retak dan hancur.

Mungkin kesan sedikit menyeramkan akan menghiasi bangunan dari granit hitam tersebut. Namun, memang ada sesuatu yang menyeramkan pernah terjadi di sana. Legenda yang sudah menjadi makanan biasa para penduduk sekitar sana, legenda yang masih menjadi misteri akan keberadaannya. Namun, dengan adanya kasus-kasus baru yang terjadi, membuktikkan bahwa legenda itu benar-benar ada. Penduduk Neverville menyebutnya dengan Hound of Neverville.

Beberapa tahun yang lalu, seorang pengusaha dan pedagang terkemuka dari Ellia pindah ke Neverville dengan membawa seluruh kesuksesannya. Ia adalah Sir Johannes Elric. Ia berencana untuk tinggal di sana dan menikmati masa tuanya dengan mengurus ladang anggur atau hop, membuatnya menjadi bir dan menikmatinya di hari tua. Sir Elric merupakan seorang yang ramah dan dermawan, dalam waktu singkat ia telah memenangkan kasih sayang dan rasa hormat dari semua orang di Neverville yang pernah bertemu dengannya.

Dalam waktu yang singkat pula, ia melakukan rencana besar untuk merekonstruksi Neverville Hall dan ia akan tinggal di sana menjadi pemiliknya. Para penduduk sekitar pun menyetujui hal tersebut dan mendukung secara penuh skema rekonstruksi dan perbaikan Neverville Hall. Bagi mereka Neverville Hall itu bagaikan suatu ikon dari daerah pedesaan subur tersebut. Membuat pedesaan itu akan tetap diingat walaupun digerus waktu dan perubahan zaman terjadi.

Setelah beberapa hari pengerjaan, rencana besar itu menjadi sirna dalam sekejap tatkala sebuah peristiwa besar datang. Peristiwa besar itu adalah...

.

Kematian Sir Elric...

.

.

"Bukankah itu terdengar menantang?"

"Menantang pantatmu! Kita tidak tahu apa yang kita lawan sama sekali. Apakah monster legenda itu benar-benar ada atau itu adalah takhayul? Kita tidak tahu jawabannya."

Naruto menutup kembali kertas misi itu. Ia kemudian tersenyum menyeringai.

"Yosh! Besok kita akan berangkat!"teriak Naruto dengan tangan kanan teracung ke atas serta mata yang berapi-api. Ia merasa tidak boleh melewatkan peristiwa yang menantang ini. Sungguh, ini adalah misi yang sangat langka. Bukan hanya hadiah emas dan medal yang Naruto utamakan, melainkan kegilaan yang terjadi pada misi itu yang menarik minat Naruto untuk menyelesaikan misi itu.

"Hoi! Kau akan menyelesaikan misi itu? Apa kau tak tahu bahwa sewaktu-waktu misi itu bisa menjadi misi untuk peringkat Platinum atau bahkan Diamond."teriak Cao Cao. Berbanding terbalik dengan Naruto, Cao Cao merasakan sedikit khawatir terhadap misi yang akan dijalankannya ini. Bukan karena ia takut terhadap hantu atau takhayul itu, melainkan karena ia takut misi ini akan semakin sulit dan berbahaya.

"Kheh, kau takut, Cao Cao? Kalau begitu, biar aku dan Kunieda yang menyelesaikannya berdua."ucap Naruto sambil menepuk pundak Kunieda. Orang yang ditepuk pundaknya pun mendadak bersemu merah pada pipinya.

'B-B-Berdua? B-Bersama Naruto? Kita akan pergi hanya b-berdua?'batin Kunieda yang mulai melayang-layang tak karuan. Membayangkan dirinya pergi berdua bersama Naruto. Bergandengan tangan bersama, membunuh monster bersama, kemudian Naruto akan menyelamatkan dirinya ketika dalam bahaya, dan bayangan aneh-aneh terus memenuhi kepala Kunieda.

"Err, Kunieda, kamu tak apa?"tanya Naruto kepada Kunieda yang seluruh wajahnya bak kepiting rebus.

Kunieda hanya menggeleng kecil. 'D-dia bertanya k-keadaanku?'batin Kunieda nista lagi. Rasanya ia ingin pergi dan berteriak kegirangan di luar sekencang-kencangnya.

"Uhuk, roman picisan."gumam Cao Cao menyaksikan opera sabun yang tersaji di depannya. Ia kemudian menghela napas dan menatap Naruto.

"Baiklah. Kita selesaikan misi ini, Naruto."

"Nah, itu yang kutunggu. Tenang saja, aku akan menghabisi semua monsternya."

"..."

.

.

.


Pagi yang cerah menghiasi Kerajaan Serdin yang sangat ramai akan lalu lalang penduduk. Aktivitas penduduk sudah dimulai bahkan sebelum matahari menampakkan dirinya. Frekuensi terpadat kira-kira berada di Stasiun Kereta Serdin yang menghubungkan antara Pusat Kerajaan dengan daerah-daerah lain bahkan dengan Kerajaan Kanavan sendiri. Dan di antara kerumunan orang itu, terlihat tiga orang manusia, dua di antaranya merupakan pria sedangkan sisanya adalah wanita. Kedua pria mengenakan jas panjang sedangkan si wanita mengenakan kimono.

"Apakah kita terlambat?"tanya Naruto sambil menurunkan tas yang ia gendong di lantai.

"Tidak. Kurasa keretanya yang terlambat sampai."jawab satu-satunya wanita yang ada di sana, Kunieda. Ini bukanlah misi pertama dimana mereka melakukannya bertiga. Mereka cukup sering melakukan misi bersama sehingga Naruto dan Cao Cao dalam waktu singkat sudah mencapai peringkat Silver. Yah, hadiah misi peringkat Gold akan sangat berarti bagi peringkat Bronze dan Silver tentunya.

Kereta pun sampai dan beberapa orang mulai memasuki gerbong. Naruto, Cao Cao, dan Kunieda memasuki gerbong ketiga dari delapan gerbong yang diangkut lokomotif kereta tersebut.

"Tahu ada kereta begini, kenapa ketika kita ke Willow Creek kita tidak menaiki kuda besi ini?"keluh Cao Cao tepat ketika ia duduk di kursinya.

"Kita tidak punya uang saat itu, bodoh! Apa kau meninggalkan otakmu di toilet?"sarkas Naruto dengan cepat dan nada yang agak menyindir.

"Duren sial, kau ngajak berkelahi, huh?"

"Ayo, sini gelud!"

"Sudahlah, kalian! Apa perlu kucincang kalian satu persatu?"ujar Kunieda dengan bokkenya yang sudah mengeluarkan aura-aura merah muda.

"Kurasa itu tidak perlu."ucap Cao Cao dan Naruto bersamaan serta senyum kikuk yang terpasang di wajah bodoh mereka.

"..."

.

Kereta berangkat meninggalkan peron jauh di belakang. Suara berisik lokomotif membuat polusi udara di sekitar kereta api, tapi para penumpang tidak terganggu sama sekali. Perjalanan dari Pusat Serdin menuju Neverville lumayan jauh. Terhitung sudah dua kali mereka singgah di stasiun yang berbeda.

Dalam beberapa jam, tanah coklat menjadi kemerah-merahan, batu-bata berubah menjadi granit, dan sapi-sapi merah sedang merumput di padang-padang rumput berpagar tanaman di mana rumput-rumput tumbuh subur dan lebih banyak vegetasi melimpah ruah menunjukkan iklim yang lebih lembab. Naruto menatap keluar jendela. Pemandangan pedesaan yang alami tersaji di depannya dan membuatnya tersenyum kecil ketika mengenang tempat yang mungkin dapat ia sebut sebagai 'kampung halaman' di mana hampir setengah masa kecilnya ia habiskan di sana bersama dua pria bodoh.

"Suasana pedesaan yang alami."ucap Kunieda dengan senyuman sembari melihat Naruto yang asik memandang ke luar. "Aku tak menyangkan ada suatu kutukan yang tersembunyi di daerah ini."lanjut Kunieda lagi.

"Kita akan menyelesaikannya. Kita akan bebasakan mereka dari cengkraman kutukanlah atau legenda tak jelas itu."kali ini Cao Cao yang berucap di sana. "Tapi tunggu, bagaimana kita akan menyelesaikannya? Kita tak tahu detil penjelasannya seperti apa."lanjut Cao Cao lagi.

"Aku dan Naruto sempat bertanya pada Shizune. Ia sudah mengirim pesan ke sana dan mungkin akan ada orang yang menunggu kita di stasiun nanti."jelas Kunieda dan menatap Naruto di sebelahnya yang masih asik memandang keluar jendela.

Di atas kotak-kotak hijau perkebunan dan cekungan rendah, menjulang sebuah bukit melankolis berwarna abu-abu dengan puncak yang berbentuk gerigi aneh nan suram di kejauhan sana. Pemandangan yang nyaris fantastis seperti layaknya mimpi seorang penjelajah keindahan dunia ini. Tak memerlukan waktu yang lama lagi, kereta api berhenti di sebuah stasiun pinggir jalan kecil dan beberapa orang yang tersisa di gerbong, turun dari sana.

Di luar, tepatnya di belakang pagar putih yang rendah, seorang pria kurus, sangat tinggi, dan berpakaian dengan cara profesional dibalut oleh mantel longgar dan celana yang sedikit kotor karena lumpur. Wajahnya dihiasi kacamata yang berbingkai emas dengan raut yang bersahabat, melambai ke arah Naruto, Cao Cao, dan Kunieda.

"Jadi, kalian adalah orang-orang yang dipilih ya? Saya benar-benar berterima kasih karena kalian benar-benar kemari untuk membantu kami keluar dari masalah ini."ucap pria itu dengan sangat sopan dan penuh akan rasa hormat. "Perkenalkan namaku, Dr. Tazuna Ushio, kalian bisa memanggilku Dr. Tazuna."lanjut pria yang diketahui bernama Tazuna Ushio itu dengan membungkuk sekitar 90 derajat.

"Tidak perlu terlalu formal, tuan Tazuna. Namaku adalah Naruto Namikaze, pria bodoh di sana adalah Cao Cao, dan wanita di sebelahku adalah Kunieda Aoi."ucap Naruto sambil memperkenalkan teman-temannya.

"Ah, aku yakin kalian adalah orang-orang yang kuat dan cerdas. Sekali lagi, kami benar-benar berterima kasih."

"Sudah menjadi tugas kami, tuan Tazuna. Oh ya, ngomong-ngomong, dimana Kastil itu berada?"tanya Cao Cao.

"Lumayan jauh dari sini, saya akan mengantar kalian dengan kereta kudaku. Saya akan menjelaskan detilnya juga di sana. Mari, ikuti saya."ucap Tazuna kemudian berjalan keluar dari sana dan diikuti oleh mereka bertiga.

.

Kereta kuda berayun cepat di sisi jalan yang melengkung ke atas, melalui jalur-jalur dalam yang mungkin telah berabad-abad menjadi jalur kereta kuda di Neverville. Dengan kedua sisinya yang tinggi, ditumbuhi oleh lumut yang menteskan air dan tumbuhan-tumbuhan paku, serta tanaman-tanaman khas iklim lembab yang menghiasi kedua sisi jalan.

"Jadi, seperti apa detilnya, Dr. Tazuna?"tanya Naruto dengan raut yang serius.

"Saya rasa, saya harus menjelaskannya dari awal sekali."ucap Tazuna kemudian melepas kacamata yang dikenakannya.

"Bisa dikatakan bahwa kejadian Sir Elric bukanlah kejadian pertama yang berhubungan dengan legenda tempat itu. Sebelumnya, sudah pernah terjadi hal-hal yang sama. Namun, dari sekian kasus hasilnya sama saja. Nihil, tidak ada pencerahan sama sekali. Di antara banyaknya kasus yang sama, cerita kematian Sir J.J. Kido merupakan yang paling terkenal...

Cerita kematian Sir J.J. Kido terjadi sudah sangat lama, jauh sebelum Sir Elric datang ke Neverville. Singkatnya, Sir Kido adalah pemilik Neverville Hall sebelumnya. Ia adalah seorang penambang emas yang dikenal akan kebrutalannya. Ia datang ke Neverville dan membeli kastil itu pada awal kedatangannya. Menurut penduduk sekitar kala itu, Sir Kido adalah seorang pemabuk dan ekstrim. Ia sering menggoda wanita sekitar untuk dijadikan istrinya. Salah satunya adalah Nn. Miwa Ringo, seorang gadis muda yang menjadi kembang desa saat itu.

Diceritakan bahwa saat itu, Sir Kido menangkap Nn. Miwa secara paksa dan membawanya ke Hall. Si gadis ditempatkan di sebuah kamar sementara Kido dan beberapa temannya duduk-duduk untuk pesta mabuk-mabukkan yang lama, itu sudah menjadi kebiasaan mereka kala itu. Sang gadis malang yang berada di atas pun menemukan akal untuk melarikan diri. Dengan bantuan tanaman ivy yang tumbuh menutupi dinding di luar jendela kamar, ia turun dari sana dan berlari pulang melintasi tegalan.

Tegalan itu berada di belakang Neverville Hall dan menjadi jalan tercepat untuk sampai di lingkungan pedesaan. Kebetulan pada saat itu, ada tiga teman Sir Kido yang sedang berjalan-jalan di sekeliling Neverville Hall dan melihat seorang wanita pergi dari Hall dan menuju tegalan. Sir Kido yang saat itu sedang dalam kondisi mabuk pergi ke kamar untuk melihat keadaan Nn. Miwa dan yang ia temukan tidak ada selain jendela yang terbuka lebar, ia mendapati bahwa sangkarnya kosong dan burungnya telah melarikan diri.

Lalu, ia menjadi sangat marah seperti kerasukan setan. Ia berlari cepat menuruni tangga dan masuk ke ruang makan, ia melompat ke atas meja besar, tabung-tabung dan alat-alat penggali parit berterbangan di depanya dan ia berteriak keras di hadapan teman-temannya. Orang-orang yang sebelumnya bersuka ria dalam perasaan melayang berdiri terperanjat melihat kemarahan Sir Kido.

Salah satu dari teman Sir Kido berteriak bahwa mereka harus menggunakan anjing-anjing hound untuk mengejar gadis itu. Sir Kido dengan jiwa yang sudah dikuasai kemarahan segera keluar, menunggang kuda dan membawa anjing-anjing hound yang telah diberi bau sapu tangan Nn. Miwa yang tertinggal di kamar. Ia memimpin gerombolannya melaju kencang dan berteriak keras di bawah cahaya bulan dan bintang di daerah tegalan.

Teman-teman dari Sir Kido mengikutinya dari belakang, membawa senjata pada masing-masing saku mereka. Bulan bersinar terang di atas mereka dan mereka berkuda sangat cepat, mengikuti jalur yang ditempuh gadis itu jika ia ingin cepat sampai ke rumah. Teman-teman Sir Kido sudah berkuda sejauh satu atau dua mil jauh dibelakang Sir Kido yang berada di jalur depan bersama dengan kumpulan anjing hound. Mereka kemudian berhenti tatkala salah satu gembala malam menyusuri daerah tegalan.

Mereka berteriak pada si gembala untuk menanyakan apakah mereka melihat Sir Kido dan buruan wanita yang mereka cari. Dengan raut ketakutan, gembala itu mengatakan bahwa ia melihat gadis sedih berlari dengan sekumpulan anjing hound yang mengikuti jejaknya. Ia juga mengatakan bahwa Sir Kido juga melewati jalan itu untuk mengejar si gadis dan anjing houndnya.

Dengan marah, teman-teman Sir Kido mengutuk sang gembala dan melanjutkan perjalanan mereka. Tetapi, bulu kuduk mereka merinding tatkala suara derap datang melintasi tegalan dan seekor kuda betina hitam dengan mulut penuh buih putih melintas dengan cepat dengan tali kekang terseret dan pelananya kosong tanpa penunggang. Dan itu adalah kuda milik Sir Kido.

Mereka merasakan hawa mulai semakin dingin dan mencekam. Kuda-kuda mereka dikendalikan agar saling berdekatan. Mereka benar-benar ketakutan saat ini, tetapi mereka terus berkuda secara perlahan melewati tegalan itu. Akhirnya, mereka sampai pada kumpulan anjing hound itu. Namun, ada yang aneh dari anjing hound itu. Anjing hound terkenal akan keberanian dan perkembang biakkannya, dan semua anjing itu sedang merintih di depan sebuah jalan menurun yang cukup dalam.

Beberapa dari anjing hound itu kemudian berlari dengan gusar dan mata melotot yang menyiratkan raut ketakutan. Gerombolan pengejar itu merasa ini menjadi semakin mencekam. Tidak ada satupun dari mereka berani menuruni jalan menurun yang cukup dalam itu. Namun, tiga dari mereka yang paling berani atau mungkin yang paling mabuk melangkah maju menuruni jalanan itu.

Bulan yang bersinar terang dan cerah tanpa tertutup awan sedikitpun menerangi dua orang yang tergelatak di bawah jalanan menurun itu. Dua orang itu adalah Nn. Miwa yang dipastikan sudah mati karena terjatuh disertai raut kelelahan dan ketakutan yang bercampur menjadi satu. Namun, yang lebih mencengangkan lagi, tubuh Sir J.J. Kido juga terbaring di dekat gadis itu.

Yang membangkitkan bulu kuduk merinding adalah, sesuatu berdiri di atas tubuh Sir Kido dan sedang mencabik tenggorokan Sir Kido. Sesuatu itu adalah makhluk hitam berbentuk seperti anjing hound, tapi jauh lebih besar dari anjing hound normal. Makhluk ini memiliki cakar yang merobek-robek tubuh Sir Kido. Sesaat, makhluk itu memalingkan pandangannya dan matanya yang berkilau bagaikan api yang menyala berkillau serta gigi taring yang meneteskan air liur sudah cukup membuat keangkuhan gerombolan itu hilang."

Naruto, Cao Cao, dan Kunieda menatap orang yang bercerita dengan raut yang berbeda-beda. Naruto dengan raut seringai ala psikopat miliknya, Cao Cao dengan raut ketakutan dan horror yang melekat pada wajahnya, sedangkan Kunieda yang terlihat sedang berpikir untuk mencari alasan logis dibalik cerita itu.

"Saya tidak mengharuskan kalian percaya pada hiperbola itu, tapi itulah kenyataannya. Ketiga orang yang menyusuri jalanan menurun itu dikabarkan meninggal dan sisanya mengalami trauma dan depresi yang pada akhirnya membunuh mereka juga."

"Tunggu sebentar, Dr. Tazuna. Kira-kira sebesar apa makhluk itu?"tanya Naruto dengan seringainya yang sangat sulit hilang dari wajahnya.

"Pertanyaan apa itu bodoh?!"teriak Cao Cao yang mulai frustasi akibat pertanyaan bodoh Naruto.

"Saya tak tahu pasti. Menurut legenda, makhluk itu memiliki badan sebesar dua sampai tiga kali lipat anjing hound biasa."jawab Tazuna.

"Kita tak tahu apakah monster itu benar-benar ada atau tidak, Naruto. Err, tuan Tazuna, apakah ada tanda-tanda sebelum kematian Sir Elric?"kali ini Kunieda yang bertanya.

"Menurut para saksi, mereka mendengar suara salakan anjing hound yang menggema di seluruh tegalan bahkan sampai di lingkungan pedesaan, lalu diiringi oleh teriakan seorang pria yang kemungkinan adalah Sir Elric dan kemudian menjadi sunyi senyap. Sebelumnya, beberapa kali salakan itu juga terjadi dan tak hanya saat malam hari, bahkan juga siang hari. Pada saat peristiwa itu terjadi, hari sudah malam, Sir Elric berada di lorong yang menghadap langsung tegalan. Entah apa yang dipikirkannya, ia berjalan menuju ujung lorong itu dan akhirnya ditemukan tewas di ujung lorong itu. Tidak ada kerusakan pada tubuh, kerusakan hanya terjadi pada wajahnya. Selain itu, ditemukan jejak kaki yang diduga milik Sir Elric. Tidak ada jejak kaki lain di sekitar itu, dan itu membuat para warga menjadi frustasi dan ketakutan. Saya harap kalian dapat menemukan titik terang pada kasus ini."

Mereka melewati jembatan granit yang sempit dan menyusuri aliran air yang bergemuruh menyembur cepat ke bawah. Menjadi satu-satunya suara dalam keheningan di kereta kuda tersebut. Baik jalan dan sungai melalui sebuah lembah yang padat dengan oak dan cemara. Daun-daun kuning memenuhi jalan dan berhamburan di bawah kereta kuda saat mereka melewatinya. Naruto membuka suaranya di tengah keheningan.

"Semua hal yang ada di sini nampak indah dan fantastis. Tapi, kutukan itu merusak segalanya. Para warga ketakutan di sini. Aku berjanji akan menyelesaikan ini tak peduli ini akan berbahaya sekalipun. Aku akan membebaskan tempat ini dari kutukan sial itu."ucap Naruto dengan lantang.

Cao Cao, Kunieda, dan Tazuna tersentak kecil. Cao Cao kemudian tertawa kecil, Kunieda tersenyum manis, dan Tazuna tersenyum tipis menatap Naruto.

"Kheh, jangan lupakan kami, Naruto. Aku juga akan menyelesaikan ini."

"Aku juga, Naruto. Mari kita bersama-sama menuntaskan ini."

Tazuna kemudian tersenyum lebar menatap ketiga remaja yang sedang bergembira itu.

.

'Beristirahatlah dengan tenang Sir Elric, tiga anak muda ini akan membebaskan Neverville dari kutukan itu.'

.

.

.

TBC!

.


Dictionary!

Nihil!

Nihil!

Nihil!


Yo! Update juga nih fict, wahahaha... Gimana mengenai ch. 3 ini? Jadi ini adalah misteri pertama dari party Naruto dan akan menghabiskan sekitar empat sampai lima chapter. Tidak tentu juga sih :v

Nah, Hound of Neverville ini terinspirasi dari novel karya Sir Arthur Conan Doyle. Apalagi kalau bukan Sherlock Holmes: Hound of Baskerville. Plot awalnya hampir mirip, tapi di tengah misteri ini, akan ada suatu kejutan lagi yang membuat kepala saya pusing dan ga akan seperti cerita Sherlock Holmes bagi kalian yang membacanya. Ditunggu saja misterinya... ^.^

Oh ya, bagaimana mengenai penggunaan kata kali ini? Mungkin banyak yang bosan karena ga isi fightnya lah, itulah, inilah. Terserahlah. Masa lagi menjelaskan awal cerita ada goblin tiba-tiba nyerang dari atas dan Dr. Tazuna cerita ke Naruto sambil mukulin goblin, kan terkesan tidak etis toh? Btw itu alasan pemaksaan dari author aja sih wkwkwk

Nah, disini Aoi Kunieda dari Beelzebub sudah gabung sama party Naruto. Atau mungkin, Naruto dan Cao Cao yang join party-milik Aoi-chan? Wohohoho, dan pairnya mulai keliatan di sini ya? Berdoa saja supaya dengan waifu kesayanganmu wkwk...

Intinya, kalau kalian merasa ada yang aneh dengan fic ini, atau ada kesalahan kata, penulisan, kesalahan jalan cerita, pengertian, bisa disampaikan di review. Jika kalian tidak suka, monggo diberikan kritik dan flame. Kalau kalian merasa fic ini sampah tinggal di klik tombol back, tombol backnya gratis kok. Sampaikan kritik dan saran dengan bahasa yang sopan dan santun :)) Terima kasih ^.^

Ayato Amagiri a.k.a Nerdboys Out

.

#tronjaltronjolmahaasyik

#McQueenYaQueen

#SmackQueenYaQueen