Family

Disclaimer : Furudate Haruichi.

Warning : OOC, Sho-ai, typo dan lain sebagainya :v

Happy reading minna-san~

Hinata duduk di ruang keluarga ditemani oleh Lev, sepupunya. Sesekali Ia akan melirik Lev yang nampak serius menonton kartun yang sedang tayang.

'Kartunnya kurang menarik.' Batin Hinata sembari menghembuskan nafasnya pelan. Hinata merasa bosan sekarang.

Ingin mengajak Lev bermain, tapi mau main apa dan lagi Lev sedang dalam mode serius menonton kartun yang sedang tayang seakan tak ada hari esok.

'Lev-Nii kemari sebenarnya menjenguk dan menemanku atau cuma mau nonton kartun aja sih.' Batin Hinata mulai kesal karena sedari tadi Lev tak peka akan dirinya yang bosan. Hinata menggembungkan pipinya yang gembil tanda ia sedang kesal.

Berjalan keluar dari ruang keluarga, Hinata berniat menuju kamarnya dan Kageyama. Wait kok masih sekamar? Bukannya Daichi akan membuatkan kamar untuk Hinata. Tenang jawabannya ada kok, mereka masih sekamar karena Kageyama merengek pada Tou-chan dan Kaa-channya dengan diiringi tangisan kencang yang sangat membahana dan tak lupa ingus yang ikutan ambil bagian sambil guling-gulingan dilantai karena akan dipisahkan dengan Adik tercintanya.

Melihat ini Daichi sempat mengira akan ada hujan meteor yang akan terjadi atau para alien akan menguasai bumi.

Berbeda dengan respon Sugawara yang malah khawatir akan karpet yang baru dia cuci dengan tangan dan kekuatannya sendiri akan terkena ingus dan berbagai macam hal lainnya pun mengiyakan permintaan dari Kageyama. Dan pastinya Daichilah yang bertugas membujuk si bungsu agar tetap mau sekamar dengan Kageyama.

Hinata yang akan menuju kamarnya tiba-tiba berhenti didekat dapur. Rasa penasaran tiba-tiba muncul saat mendengar suara-suara bersisik-eh maksudnya berisik di dapur.

Seingatnya Kaa-channya kan sudah membuat sarapan tadi pagi, lalu ada apa didapurnya sekarang pikir Hinata.

"Apa monster? Ah tidak mungkin, monster itukan tidak ada." Gumam nya.

"Maling kah? Tapi kalau maling apa juga yang dia ambil didapur? Panci? Kompor atau wajan?" Lagi Hinata berpikir.

"Jangan-jangan.. hantu." Oke Hinata mulai berpikiran yang tidak-tidak.

Mencoba berpikir positif walaupun gagal karena Ia mulai takut kalau-kalau yang didapur sekarang adalah hantu seorang koki yang tidak rela dirinya mati dan ingin membuat orang-orang yang ditemuinya memakan masakannya yang entah terbuat dari apa.

Merinding ngeri, Hinata langsung mengusap tengkuknya. Debaran jantung jantungnya pun kini berdebar sangat cepat.

Kalau orang diluaran sana bilang kalau jantung berdebar dengan cepat itu jatuh cinta, namun bagi sikecil Karasuno ini adalah ketakutan terbesarnya. Ia was-was. Karena menurut film yang pernah Ia tonton, hantu itu bisa menyeret, menculik bahkan membunuh orang yang ditemuinya.

Memikirkan ini membuatnya takut sekarang, tapi rasa penasaran juga tiba-tiba muncul di benaknya.

Rasa takutnya berperang dengan rasa penasaran. Dan pada dasarnya untuk seorang Sawamura Shoyo, rasa takut terkalahkan dengan rasa ingin tahunya. Menghela nafas perlahan, kemudian mendekati pintu dapur dengan langkah lambat ala-ala mata-mata yang sedang menyusup.

Membuka perlahan pintu dapur, kemudian menyembulkan kepalanya sedikit, Ia memperhatikan keadaan dapur dan sekitarnya.

'Tak ada orang lalu yang tadi itu... apa? Jangan-jangan.' Batinnya dengan wajah mulai memucat.

"Shoyo?"

"KYYAAA!!!" Teriak Hinata kaget.

"Ya, ini Kaa-chan! Ini Kaa-chan sayang." ucap Sugawara yang sedikit panik karena melihat anak bungsunya itu teriak dengan suara ultrasoniknya dengan tubuh yang gemetaran.

"Ka-KAA-CHAN!!!" Hinata langsung menubruk Kaa-channya itu dengan keras. Hingga membuat Sugawara sedikit oleng dan alhasil..

'BRUK' membuat mereka jatuh telentang, dengan Sugawara sebagai alas.

Sugawara memeluk balik sibungsu dan mendudukkan dirinya. Sekarang posisi mereka duduk dilantai dan saling berpelukan satu sama lain.

"Shoyo kenapa?"

"Ta-takut hiks.. Shoyo takut." Sahut Hinata terisak.

Sugawara mengelus punggung kecil anaknya dengan lembut.

"Takut kenapa sayang?"

"Ha-"

"Harimau?" Potong Sugawara menebak.

"Bukan." Hinata menatap Kaa-channya kesal.

"Terus apa?"

"Ha-"

"Handuk?" Potong Sugawara lagi.

"Bukan.. Kaa-chan nakal suka memotong pembicaraan hiks." Hinata kesal dan langsung melepas pelukannya.

"Eh Shoyo?"

"Shoyo mau bareng sama Lev-Nii aja, Kaa-chan nakal!" Ucap Hinata kemudian berlari keluar dapur bagai lupa apa yang baru saja terjadi.

Sugawara hanya tersenyum dan terkikik sendiri, karena melihat sikap si bungsu yang ternyata sangat menggemaskan. Ah pantas saja Akaashi dan Bokuto itu nampak sangat menyukai Shoyoku pikir Sugawara.

'Semoga terus seperti ini.' Batin Sugawara dengan senyuman yang tak kunjung hilang dari bibirnya.

oOo

Akaashi pergi ke gedung bertuliskan Local Government yang berada di wilayah Miyagi.

Senyuman tak kunjung hilang dari bibir cherry miliknya. Menanyakan pada receiptionist yang ada, sebentar. Kemudian memasuki lift yang kosong menuju lantai tiga.

Sepanjang perjalannya menuju lantai tiga gedung tersebut, Ia membalas beberapa pesan masuk dari Bokuto.

'Ting' Suara lift sudah sampai dilantai tiga. Akaashi Keluar dari lift dengan senyumnya yang menawan.

'Tok tok'

Akaashi mengetuk pintu ruangan yang berada di paling pojok yang bertuliskan ruang rapat satu.

Sedetik kemudian pintupun dibuka oleh orang yang berada dalam ruangan.

"Oh Akaashi! Lama tak jumpa."

"Tak perlu berbasa-basi. Aku kesini ingin minta bantuanmu." Sahut Akaashi dengan tampang malasnya.

oOo

Sugawara membuka ruang keluarga, memastikan apa disana masih ada anak bungsu serta anak adik iparnya. Dan yah dapat dipastikan 100% Lev ada disana tapi tidak dengan Hinata. Hinata tak tampak ada disana.

"Lev-kun, dimana Shoyo?" Tanya Sugawara sembari menaruh piring berisikan makanan buatannya.

"Tadi katanya keluar sebentar Paman."

"Hm.. ah iya ini bakpao daging. Jangan terlalu banyak memakannya oke? Nanti kau sakit perut."

"Ha'i Paman, terima kasih."

Sugawara hanya menyahutinya dengan senyuman. Kemudian keluar ruang keluarga, rasa penasaran serta rasa cemas tiba-tiba muncul dalam benaknya.

"Shoyo?" Panggil Sugawara.

Memeriksa kedalam kamar si bungsu tak ada, dapur serta toilet pun tak ada.

'Apa dia berada di halaman?' Batin Sugawara yang sudah berkeliling rumah.

Tanpa pikir panjang Sugawara langsung keluar dari rumahnya. Sedetik kemudian matanya membola.

"Shoyo?!" Pekiknya kaget ketika menemukan sang anak sudah terbaring di halaman rumah.

*TBC

Tanaka : Woii thor kapan aku sama Nishinoya muncul masa cuma di chap 3? Sedangkan Kageyama dan Tsukishima kebagian chap. Masa kami enggak!*protes

Nishinoya : Iya, yang adil dong!

Hika-chan : iya entar ada kok saatnya hehe.

Oke sekian dulu chap kali ini :v

Maaf Hika-chan baru update disini hehe.. Hika kemaren sibuk dilapak sebelah. khukhukhu..Oh iya.. Jangan lupa Kunjungi akun Wattpad Hika ya pen namenya : Takanatsu07 hehe..

Terima kasih telah berkunjung.