My Little Brother

Disclaimer : Furudate Haruichi

By : Hikari Chikanatsu

Warning : OC,OOC, Sho-ai, Typo everywhere :v

Pair : TsukiHina Slight xxxHina :v

"Apa?! aku tidak terima Kaa-san. Kenapa Kaa-san tiba-tiba ingin menikah lagi?! Aku tidak akan terima" ucap seorang anak bersurai blonde dengan kacamata yang bertengger di matanya menatap kesal sang Kaa-san. Mereka tengah berada di ruang tamu keluarga Tsukishima.

"Kaa-san mohon Kei, terima saja ne~ biarkan Kaa-san untuk menikah lagi" jawab sang Kaa-san yang juga memiliki rambut berwarna blonde sebahu.

"Tidak kaa-san sampai kapanpun aku tidak akan menyetujuinya?!" ucap Tsukishima Kei keras.

"Tidak bisakah kau juga pedulikan kebahagiaan Kaa-san" ucap Kaa-sannya lirih yang tentu saja langsung membuat hatinya merasa bersalah.

"Baiklah Kaa-san" ucapnya menyerah.

"Terima kasih Kei" ucap Kaa-sannya sembari menunjukkan senyuman lembutnya.

Setelah beberapa hari dari hari pembicaraan mereka, Pernikahan Kaa-sannya pun terjadi, walau jujur saja ia sangat benci hal itu terjadi. Tapi apa mau dikata, Ia tak ingin menyakiti hati Kaa-sannya itu.

Kini Tsukishima berdiri di dekat sang Kaa-san namun pandangannya tengah menatap halaman rumah yang terbilang cukup besar milik sang Tou-san baru yang digunakan untuk acara resepsi pernikahan mereka.

Kaa-sannya menikah dengan seorang Pria pemilik perusahaan yang cukup terkenal di Jepang, yang juga sudah mempunyai satu orang anak laki-laki dengan marga Hinata. Tapi entah kenapa Tsukishima tak melihat anak dari Tou-san tirinya itu sekarang.

'Oh apa dia juga menentang pernikahan Tou-sannya, sampai-sampai tak datang ke pernikahan Tou-sannya sendiri' batin Tsukishima Kei atau yang sekarang bernama Hinata Kei.

"Kei. . kemari kita foto dulu" ajak sang Kaa-san dengan senyum bahagianya.

"Tunggu dulu Yuki, kita tunggu Shoyo dulu" ucap Tou-san baru Kei yang memiliki rambut sewarna jeruk mandarin tengah memegang ponselnya.

"Ah baiklah. Tapi. . Shoyo itu seperti apa? Semenjak kita menjalin hubungan hingga sekarang menikah, aku tidak pernah kau pertemukan dengannya. Kau hanya bilang tingkat sekolahnya saja Dan kenapa sejak kita melakukan upacara pengikraran janji hingga resepsi ini dia tak menampakkan diri?" tanya Yuki.

"Ah . . itu karena dia sedang sibuk dengan tugas sekolahnya juga tugas sebagai direktur perusahaan" sahut Hinata Seiya Ayah dari Hinata Shoyo.

"Tu. . tunggu bukankah dia masih SMA, sama seperti Kei" ucap Yuki tak percaya, sedangkan Tsukishima hanya mendengus geli mendengar itu.

'Heh. . Laki-laki ini pasti gila kekayaan kan? Anaknya yang masih SMA saja sudah di latih untuk mengurus perusahaan' batin Tsukishima.

"Entahlah. . Shoyo memilih mengisi harinya dikantorku sejak Kaa-sannya. ." Seiya menunduk dan matanya mulai memancarkan kesedihan.

"Kaa-sannya kenapa?" ucap Tsukishima datar.

". . Kaa-sannya me-"

"Tou-chan" suara yang lembut dan terkesan santai menyapa pendengaran mereka.

Seiya yang tadinya menunduk menatap orang yang memanggilnya.

"Shoyo kau akhirnya datang juga" ucap Tou-sannya sembari tersenyum.

Didepannya berdiri seorang anak laki-laki dengan rambut sewarna jeruk mandarin tengah memakai setelan jas sewarna dengan milik Kei. Navy blue, dan jangan lupa dasi yang tertata rapi di kerah bajunya.

"Hn. . Shoyo tadi sedang ada ujian, lalu selepas ujian ada rapat. . ." sahutnya.

"Oh tak apa, asal kau tetap datang"

"Ya Tou-chan. . Tentu saja aku akan datang!" ucap Hinata antusias.

Hinata pun mengalihkan pandangannya ke samping sang Tou-channya yang tercinta. melihat seorang wanita dan seorang pria dengan warna rambut dan mata yang sama.

"Hn? Tou-chan. . mereka siapa?" tanya Hinata polos.

Seiya langsung tepok jidat melihat tingkah sang anak.

"Shoyo kau ini hanya pintar di urusan bisnis ya? kau lihatkan dia memakai pakaian pengantin jadi dia adalah Kaa-san barumu, Tsukishima Yuki atau yang sekarang adalah Hinata Yuki. Dan disampingnya itu adalah Kakakmu mulai sekarang" ucap sang Tou-chan menjelaskan.

"Oh. . begitu. . namaku Hinata Shoyo dan. . kalau begitu Yoroshiku ne~" ucap Hinata membungkuk.

"Hn? Kau pikir ini apa? perkenalan di kelas?" ucap Tsukishima datar. Hinata Shoyo menatap Nii-san nya intens.

Oh kalau di rasa-rasa, Hinata menyukai cara pandang Kakak barunya ini. Terkesan dingin namun entah kenapa. . . Hinata merasa sosok Kakak barunya itu sangat hangat. kehangatan yang mirip seperti milik Kaa-channya, Hinata Kouko.

"Nii-san. . Nii-san belum mengucapkan nama Nii-san!" ucap Hinata berbinar antusias ke arah Tsukishima.

"Tsukishima Kei"

"Kei. . sekarang kau bukan Tsukishima lagi tapi Hinata" sela Kaa-sannya.

"Yah kau dengar sendiri kan?"

"Hn . . Kalau begitu Kei-Nii nanti kita main yuk!" ucap Hinata.

Kei pov's

Apa-apaan sih anak ini. Bukankah Kaa-san tadi bilang kalau dia juga anak SMA? Tapi kenapa sifatnya seperti anak-anak begini? Tapi sesuai sih dengan tingginya. Oh tunggu. . jangan-jangan dia memang bocah SD, namun Ayahnya saja yang ingin anaknya cepat menyelesaikan pendidikannya?

'Argh! Kenapa aku jadi memikirkan hal itu?!'

Kutatap intens wajah Adik baruku yang terlihat sangat manis dan imut itu oh jangan lupa pipi gembilnya itu membuatku gemas.

'Eh?! AAPA YANG KUPIKIRKAN?! IMUT?! TIDAK-TIDAK. . DIA LAKI-LAKI KEI INGAT ITU?!' batinku sedikit tak terima.

"Nii-san? Nii-san tidak apa-apa kan?" tanya Hinata sembari memiringkan kepalanya.

'Oh tidak...! Kawai attack!!'

"Tidak, Apa pedulimu hah?" Jawabku ketus.

'Hell kenapa aku jadi ketus sendiri sama adik baruku ini. Oh Kaa-san aku akan menjaga Otouto-ku yang manis ini?!' batinku semangat.

Hinata Pov's

"Tidak, Apa pedulimu hah?"

Nii-san menjawabku dengan ketus. Apa aku salah mencoba mendekatinya? atau dia memang tidak suka Tou-chan menikah dengan Kaa-sannya ?

Aku terdiam, tak berniat menyahutinya. Oh jangan tanya kenapa. Tentu saja aku takut sekarang. Nii-san menatapku dengan aura menyeramkannya, entah apa yang sedang ia pikirkan. Mungkinkah dia memikirkan cara untuk menjauhkanku dari Kaa-sannya? Oh semoga saja tidak.

'Tapi tatapannya . . . Seperti tatapan . . Benci?!'

"Ne~ Kalian. . ayo kita foto bersama"

Normal Pov's

"Ne~ Kalian. . ayo kita foto bersama" ajak Yuki.

Hinata hanya melangkahkan kakinya mendekati sang Tou-chan dan Kaa-san barunya itu diiringi dengan Tsukishima dibelakangnya.

"Shoyo disamping Kaa-san ne~ nah Kei disamping Tou-san" ucap Yuuki.

mereka berdua menurut saja, toh apa salahnya? Mereka kan sekarang satu keluarga.

oOo

Acara resepsi sudah selesai sejak 1 jam yang lalu, Kini mereka tengah duduk di meja makan yang berada satu ruangan dengan dapur rumah yang terbilang luas.

"Nah kalian ingin apa?" Tanya Yuki.

"Aku Coffe dan makanannya terserah kau saja Yuki" ucap Seiya.

"Seperti biasa saja Kaa-san" ucap Tsukishima.

Hinata terdiam, dia bingung ingin apa.

"Kalau shoyo mau apa?" Tanya Yuki.

"Em. . Jus jeruk dan-"

"Kaa-san. . bagaimana kalau Kaa-san buatkan kerang lada hitam" potong Tsukishima. Seketika itu juga wajah Hinata menampakkan ekspresi yang sulit diartikan.

"Baiklah. . Kalian coba rasakan masakan Kaa-san ne~~"

Tsukishima terus memandangi wajah adiknya, oh kenapa kini ia merasa detak jantungnya berdetak dengan cepat?.

'Mungkin ini hanya karena aku gugup dan canggung dengan suasana baru' batinnya.

Setelah kira-kira dua puluh menit lamanya, Yuki menaruh piring yang berisi makanan yang telah ia masak.

"Ini. . makan yang banyak ya. Maaf aku jadi berpikir kenapa tidak menyediakan satu lauk saja. Nah jadi khusus hari ini aku hanya memasak makanan yang berhubungan dengan kerang" ucap Yuki sembari mendudukkan dirinya di samping sang suami.

Tsukishima dan Seiya memakan masakan Yuki dengan lahap, termasuk Kerang Lada Hitam, kecuali satu orang, Hinata.

Ia tak menyentuh masakan buatan sang Kaa-san barunya itu, yang ia sentuh sejak awal hanya nasi putih yang kini ada di piringnya.

"Shoyo kenapa tak makan? Kenapa dari tadi hanya memandanginya saja?" Tanya Yuki.

"Tak apa"

"Tapi sedari tadi kau hanya mengaduk-aduk nasimu tak jelas. Shoyo, Coba kamu cicipi dulu masakan Kaa-san kau pasti suka" ucap Tsukishima yang ada di sampingnya.

Hinata menggeleng keras, ia tak ingin memakannya.

"Shoyo ini enak loh, sama seperti buatan Kaa-chan dulu" ucap Tou-channya berusaha menyuruhnya makan.

"Shoyo tidak ingin ini Tou-chan. . . Dan lagipula Kaa-chan dulu tak pernah memasak kerang" sahut Hinata masih menolak keras tidak ingin memakan masakan Kaa-san barunya.

"Shoyo Kaa-sanmu sudah repot-repot membuatkannya loh" ucap Tou-channya.

"Tou-chan lupa hal itu ya?" gumam Hinata namun masih bisa didengar oleh mereka.

"Tidak. . Tou-chan tidak lupa apa pun. . sekarang cepat makan Shoyo!" Tou-channya sekarang sedikit kesal dengan sikap Hinata sekarang.

"Tidak! Shoyo tidak ingin makan ini!" sahut Hinata keras.

"Shoyo! Kau ini kenapa?!" bentak Tou-channya keras.

'Tou-chan yang kenapa?!' batin Hinata.

"Tou-chan aneh! Tou-chan lupa kalau Shoyo alergi parah pada kerang?! Tou-chan ingin membunuh Shoyo dengan memaksakan untuk memakannya?!" ucap Hinata kesal.

'Bukankah Tou-chan yang selalu mengingatkanku agar tidak makan kerang karena alergi parahku ini. Tapi kenapa sekarang? kenapa Tou-chan malah membentakku?' batin Hinata.

"Shoyo! jaga nada bicaramu saat berbicara dengan Tou-chan! Makan atau kembali ke kamarmu sekarang" ucap Seiya tegas, tak tau bahwa hati sang anak tengah terluka.

'Hanya karena kerang kah. . . Tou-chan memarahiku. . . Tou-chan yang dulunya tak pernah memarahiku dan membentakku. . .kini . . . melakukannya' batin Hinata sembari menggigit bibir bawahnya dan menahan kesalnya dengan mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih.

"Shoyo. . pikirkan, kau akan makan atau kembali ke kamar sekarang!" ucap sang Tou-chan lagi dengan nada marahnya.

Hinata yang sudah tak kuat lagi menjatuhkan sumpitnya dan langsung berdiri berniat untuk beranjak dari meja makan. Sebelum ia keluar ia dapat melihat tatapan Tsukishima yang menurut Hinata sangat intens.

'Kau. . . jadi lebih membenciku karena tak mau memakan masakan Kaa-san kan Nii-san? Makanya kau memasang wajah membencimu lagi padaku' batin Hinata sembari keluar dari dapur.

Kei menatap punggung mungil milik adiknya itu, sebuah perasaan bersalah hinggap dihatinya.

'Maaf Shoyo. . . kalau tau kau alergi pada kerang aku pasti tak akan mengusulkan ini pada Kaa-san. Maafkan aku Otouto' batin Tsukishima menatap Hinata.

*TBC

uuu. . Chapter 1 Up! Gimana? gimana? hihi. .

Etto. . maaf hehe fict ini baru Hika-chan revisi tadi pagi . . karena ada kesalahan sedikit hehe :3 Sekali lagi Maaf ya Minna-san :)

Makasih untuk yang sudah mau membaca fict ini Hika-chan ucapkan terima kasih.

Maaf kalau masih ada kekurangan di fict ini. . Jangan Lupa Reviews, Fav dan Follow :D

jaa~ See You in next chapter minna-san~~