My Little Brother
Disclaimer : Furudate Haruichi
Warning : OC, OOC, Sho-ai, Incest, Typo disana sini, dsb (dan saya bingung) XD
Pair : TsukiHina slight xxxHina XD *Penasaran? hehe baca aja ntar ketauan kok jyahaha XD
Pagi menjelang, Kini Tsukishima tengah duduk di meja makan bersama dengan Tou-chan tanpa adanya Shoyo.
"Shoyo sarapan dulu nak" teriak sang Kaa-san dari dapur.
"Ne. . Anata apa benar aku selama ini keras sekali padanya?" tanya Seiya yang sudah duduk manis di kursi meja makan.
"Ya. . kurasa begitu"
"Tapi-"
Drap
Drap
Drap
Suara langkah kaki menuruni tangga dengan agak tergesa dan jangan lupakan suara seretan koper. Membuat atensi mereka teralihkan, dan mulai keluar dari dapur untuk mengetahui asal Keributan yang terjadi di pagi Hari nan damai tadi.
"Shoyo." panggil Seiya.
Hinata mengambil kunci mobilnya yang tergantung di dekat dapur dan langsung menuju pintu keluar.
"Shoyo. . sarapan dulu ne" ucap Kaa-sannya sembari mendekati Hinata di dekat pintu keluar.
"Halo. . Yamaguchi. . tolong cetak berkas yang ku kirim lewat email tadi malam, Oh iya jangan lupa siapkan makanan untuk rapat nanti 30 menit lagi aku sampai kesana" ucap Hinata seraya memegang ponselnya di sebelah telinganya.
Tou-channya yang merasa anaknya mengabaikan Istrinya pun geram.
"SHOYO! KAA-SANMU SEDANG BICARA DENGANMU, KAU HA-"
"OKE! Maaf karena menghiraukan Kaa-san tapi bagaimapun aku sibuk ! Dan sekarang aku sudah kesiangan!" sahut Hinata kesal.
"Shoyo !"
"Apa lagi?! urus saja anak Tou-chan yang paling tersayang itu!" Hinata menunjuk sang kakak yang berdiri didekat Tou-sannya.
"Shoyo . . tenanglah" Kini Tsukishima bersuara.
"Halo. . Hinata kau masih disana dan kenapa aku mendengar ada. ."
" Maaf Yamaguchi, Nanti aku hubungi lagi" ucap Hinata lalu mematikan ponselnya. Entah kenapa ketika melihat Hinata yang seperti ini hati Tsukishima merasa bersalah.
"Shoyo kalau kau begitu lelah dalam mengurus perusahaan harusnya kau bilang padaku" ucap Tsukishima datar.
'Aduh, kenapa aku pakai nada datar, Baka Kei, setidaknya harus perhatikan suasananya?!' rutuk Tsukishima pada dirinya sendiri.
Hinata tak menjawab, ia membuka pintu depan dan membawa kopernya keluar. Tsukishima mengernyit bingung.
'Untuk apa dia membawa koper?' pikir Tsukishima.
Penuh dengan rasa penasaran, Tsukishima mengikuti Hinata keluar rumah.
Dan saat melihat sang adik sudah memasukkan kopernya, Tsukishima menjadi sangat curiga kepada Hinata.
"Shoyo, kenapa kau membawa koper?" tanya Tsukishima yang penasaran. Hinata hanya diam dan menatap wajah Kakaknya itu, dan kemudian mengabaikannya.
"Jawab, Shoyo!" ucap Tsukishima lagi sembari memasang pandangan menyelidik.
"Memangnya kenapa? membuatmu sulit bernafas?" ucap Hinata dengan nada ketusnya. Tsukishima terdiam, memproses tingkah sang adik yang kini terasa sekali hawa kebencian dari Hinata mengarah ke Tsukishima.
Hinata mendengus menatap sang Kakak yang terdiam, kemudian berjalan cepat untuk memasuki mobilnya.
"Kau ini kenapa sangat membenci ku sih?!" ucap Tsukishima sembari menahan lengan sang adik tiba-tiba.
" Bukan urusanmu! Lepaskan ! Aku harus cepat sampai Kyoto! Ada rapat!" sahut Hinata mulai kesal karena ditahan oleh Tsukishima.
"Tapi bisakah jelaskan kenapa kau membawa kope-"
"Sudah kubilang aku ada rapat! kalau menunggu Nii-san mengatakan apa yang ada dalam pikiran Nii-san aku akan terlambat! Nii-san pikir jarak Kyoto dan tokyo itu dekat apa!" ucap Hinata melepaskan pegangan Tsukishima dan segera memasuki mobilnya.
Hinata segera menancapkan gasnya, meninggalkan sang Nii-san yang tengah berdiri menatapnya.
"Kaa-chan. . Kaa-chan tau. . . Tou-chan sangat berubah semenjak ada mereka? Kalau kaa-chan tau, Kenapa Kaa-chan tidak membawa Shoyo saja sekalian?" gumamnya dengan mata sendu memperhatikan jalanan.
*My Little Brother*
Tsukishima masih terdiam berdiri diluar rumah, Ia tak ta harus apa dan bagaimana. Ia hanya merasa sang adik tambah membencinya, dan itu membuat dadanya sesak.
Menghela nafas lelah, ia pun memasuki rumah dan dilihatnya sang Tou-san sedang sibuk bergelut dengan Lembaran Kertas yang tampak misterius bagi Tsukishima.
"Tou-san. . itu lembar apa?" tanyanya menghampiri Tou-sannya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Lembar Kesehatan Shoyo" jawabnya.
"Kenapa ada banyak?" tanya Tsukishima lagi.
"Karena memang ia suka sekali ke dokter, sakit sedikit ia langsung ke dokter. haha terdengar berlebihan kan? tapi. . . dia memang seperti itu. Anak yang manis dan lucu." ucap Tou-sannya sendu.
"Oh. . kukira dia mengidap penyakit berbahaya." ucap Tsukishima datar. Membuat sang Tou-san terkejut.
"Itu hanya pemikiranku sih." tambah Tsukishima.
"Kei. . sebenarnya apa yang kau rasakan?" tanya Seiya tiba-tiba.
"Maksud Tou-san?" tanyanya.
"Apa yang kau rasakan ketika mendengar dan melihat Shoyo seperti sekarang?"
"Yang kurasakan. . . entah kenapa sesak, aku merasa sesak ketika Shoyo mengatakan kata-kata kasar dan terdengar tidak ingin disentuh oleh siapapun"
"Kau . . . sudah menyadari kebenciannya sejak lama?" gumam Seiya.
"Entah. . mungkin. . . bisa dibilang begitu" sahut Tsukishima ragu.
"Lalu. . Apa kata-kata yang sangat ingin kau keluarkan? Aku akan menjadi teman curhatmu hari ini" ucap sang Tou-san dengan senyumnya.
"Tou-san seharusnya tidak membentaknya lagi, mungkin karena bentakan yang diberikan Tou-san dia merasa ada perbedaan antara aku dan dia" sahut Tsukishima kemudian mengambil tasnya di meja makan dan keluar.
"Aku pergi kuliah dulu" ucapnya.
"Kau benar, Kei" gumam Seiya.
*My Little Brother*
Hinata pov's
Bukannya ke Kyoto aku malah mendatangi kompleks pemakaman, tempat Kaa-chanku di makamkan. Kaa-chan kandungku, bukan Kaa-chan Tiri. Oh jika aku bilang Kaa-chan tiriku, nanti Pasti Tou-chan akan membunuhku karena jika aku mengatakan seperti itu, secara tidak langsung aku mendo'akan Kaa-san tiriku untuk mati.
"Kaa-chan aku datang, Kaa-chan aku mau curhat boleh kan?" tanyaku pada makam yang ada didepanku sembari meletakkan persembahan.
"Kaa-chan apa aku salah membenci mereka?" Tak ada jawaban tentunya.
"Tou-chan mementingkan Nii-san. . Oh Kaa-chan maaf. . . Shoyo tak pernah kemari lagi bersama Tou-chan sejak setahun belakangan ya. Maaf" ucapnya.
"Tapi Kaa-chan. . . Saat Shoyo bilang kalau Shoyo benci Nii-san, Shoyo merasa dada Shoyo sesak. Shoyo juga tak mengerti kenapa jadi seperti itu" ucapnya yang tentu saja tak ada yang menjawab.
"Apa Shoyo sekarang kena asma?" ucapnya lirih.
"Tapi kalau asma, kenapa hanya setiap Shoyo bilang benci padanya saja rasa sesaknya muncul? Hm. . ah Apa jangan-jangan Shoyo mempunyai perasaan untuknya?" ucap Hinata sendu.
"Kalau iya aku . . hiks. . harus apa. . hiks. . Kaa-chan?"
Normal pov's
"Kaa-chan. . " gumanya terus menerus hingga suara ponsel menjumpai pendengarannya.
"Ha'i moshi-moshi"
"Hinata kau dimana? Rapatnya akan dimulai 20 menit lagi!" raung panik Yamaguchi.
"Aku akan segera kesana"
bip
Lagi Hinata mematikan ponselnya sepihak. Ia menghapus jejak air mata yang tadinya berjatuhan dari matanya.
"Kaa-chan. . aku pergi dulu. . Kalau Tou-chan tau aku mengabaikan perusahaan kali ini mungkin dia akan memukulku lagi, seperti tadi malam . . daripada itu aku berharap Kaa-san menjemputku" ucapnya kemudian meninggalkan kompleks pemakaman.
Hinata mengendarai mobilnya dengan cepat dijalur yang menuju Kyoto.
"Argh! cepatlah!" raungnya ketika pengemudi yang didepannya sangat lamban baginya.
Setelah berhasil melewati mobil yang tadinya menghalanginya ia pun menambah kecepatan mobilnya saat dijalan yang cukup sepi.
Suara ponsel menyapa pendengarannya lagi, tanpa melihat siapa si penelepon ia mengangkat panggilan tersebut.
"Moshi-moshi"
"Ah Shoyo kau dimana? kau bilang tadi kau ke kyoto, Tapi sedari tadi Ayah tak melihatmu dan para pegawai bilang kau belum datang sejak pagi"
Hinata kesal sekarang, memangnya pekerjaannya masih harus di intai dan diperiksa seperti itu.
"Shoyo jawab"
"Aku sedang mengemudi" sahut Shoyo.
"Shoyo mengemudi sambil menerima telepon itu ber-"
"Bukankah Tou-chan sendiri yang tiba- tiba menelponku?! Ke-"
Hinata tampak terkejut ketika ada mobil yang berlawanan arah mengarah ke arahnya dengan cepat. Ia pun membanting stirnya ke kanan. Dan. . .
'CKIIIITT' Suara ban mobil bergesekan kasar dengan aspal jalan.
'BRAAK'
*TBC
Holla~~ Gimana Chap yang baru di Up?
Terima kasih kepada kalian yang mau menyempatkab dirinya untuk membaca cerita ini~
Maaf kalau masih ada kekurangan~
Mohon reviewsnya hehe, kalau punya saran dan kritikan yang membangun jangan sungkan untuk memberikan reviewsnya ya~
Karena Hika-chan hanya kulit kuaci kecil tanpa dukungan kalian hehe~.
Jangan lupa, Fav dan Follow kalau kalian suka~ *Ditimpuk kamus segede gaban karena kepanjangan TBC :v
