My Little Brother

Disclaimer : Furudate Haruichi.

Warning : OC, OOC, Shounen-ai, Incest, dan Typo di sana sini, awas keinjek kan nanti kasian :v

Hinata merengut kesal dibalkon kamarnya, seminggu setelah Ia keluar dari rumah sakit Tou-chan dan Kaa-sannya meninggalkannya dengan sang Nii-san untuk urusan pekerjaan diluar kota selama sebulan. Dan saat Hinata ingin kembali mengurus perusahaan serta resort miliknya, Tou-channya melarang keras dengan alasan Hinata baru keluar rumah sakit. Mengingat ia ditinggal bersama Nii-sannya Hinata menghela nafas.

Bukan, bukannya Hinata tak suka hanya saja sifat sang Nii-san kali ini membuatnya bingung. Nii -sannya itu melarangnya bertemu dengan Kageyama. Dan yah kalian pasti taulah itu membuat Hinata kesal bukan main.

Tak taukah Nii-sannya itu kalau Hinata tengah galau karena tak bisa bertemu dengan tem- ah tidak maksudnya sahabatnya, Kageyama. Ya, Kageyama adalah sahabat baik Hinata sejak dulu. Sejak mereka masih Sekolah dasar.

"Huh, dasar Kei-Nii Baka! Oh iya kenapa juga aku harus menuruti perintahnya." Hinata berpikir sebentar, membayangkan dirinya melanggar apa yang diperintahkan oleh Kakaknya, Tsukishima Kei atau yang sekarang bernama Hinata Kei.

"Oh, tidak-tidak. Aku tidak bisa melakukan itu, Dia membenciku dan mungkin saja hal buruk akan terjadi jika aku membantahnya." Gumam Hinata keras.

Grep

"Eh?" Mengerjapkan matanya sebentar, Hinata kemudian berbalik dan menatap siapa orang yang memeluknya dari belakang.

"K.. KEI-NII!!!!" pekiknya kencang.

"Hn? Kenapa? Ah.. setelah ini keruang keluarga, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Shoyo." Ucap Tsukishima, kemudian melepaskan pelukannya.

Tsukishima menatap lama wajah sang adik, kemudian tersenyum kecil. Hinata menatap heran pada Nii-sannya itu.

'Kenapa dia?' Batin Hinata sembari menyelidik.

"Kutunggu secepatnya diruang keluarga." Ucap Tsukishima kemudian meninggalkan Hinata yang masih kebingungan. Masalah rasa benci pada Nii-san dan Kaa-san nya Hinata sudah melupakannya. Tapi yah, begitulah. Hinata memang salah paham sejak awal jadi dia tak terlalu mau mendekati Nii-sannya itu.

Dengan ragu ia turun kelantai satu menuju ruang keluarga. Berpikir ulang, Hinata agaknya dilanda gundah gulana bagai habis memakan buah simalakama. Ingin membuka dan masuk ke ruang keluarga tapi agaknya takut dengan apa yang terjadi, tapi kalau tidak datang, nanti membuat Nii-sannya kecewa dan.. ah lupakan.

"Huft.." Hinata menghela nafas lalu memasuki ruang keluarga. Dapat ia lihat, Nii-sannya duduk disofa sembari membaca majalah yang ada disana.

"Ano.. Nii-san.."

Tsukishima mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandang pada orang yang baru saja memasuki ruang keluarga.

"Duduk." Ucapnya santai.

Hinata menurut saja. Menunggu sang Nii-san berbicara.

Keheningan melanda tiba-tiba.

"Ano.. Nii-san. Apa yang ingin Nii-san katakan?" Tanya Hinata menghilangkan keheningan yang terjadi.

"Hm.. kau membenciku?" Tanya Tsukishima tiba-tiba. Hinata kaget, dulu, saat sebelum masuk rumah sakit memang ia membenci Nii-sannya itu. Tapi sekarang Ia rasa em.. tidak.

"Tidak Nii-san."

"Jujur saja."

"Tidak."

"Baiklah.. apa kau berfikir aku membencimu?" Oke kali ini tepat sasaran. Hinata membola tiba-tiba karena kaget.

"Haah kurasa iya.. kan? Maaf.. aku tidak bermaksud membencimu. Malah sebaliknya, aku menyayangimu, Shoyo. Aku ingin melindungimu. Dan mungkin hal itu menakutimu? Dan membuatmu berfikir aku membencimu. Aku minta maaf."

"Nii.. san." Ucap Hinata tak percaya.

"Shoyo.. aku juga ingin mengakui sesuatu." Tsukishima menatap dalam manik hazel milik sang adik.

"Eh?"

"Aku.. aku tidak suka melihatmu bersama dengan Kageyama atau apalah namanya itu. Kalian nampak dekat, kau terlihat ceria dan.. sangat bahagia. Tapi aku tidak suka dia mendekatimu. Kau bisa bilang aku egois atau apa tapi.. jujur aku.. aku merasa seperti ada sesuatu yang membuatku sesak saat melihatmu dengannya." Aku Tsukishima panjang lebar.

"Kei-Nii.. aku tak tau kalau kau merasakan seperti itu.. ma.. maafkan aku."

"Ini mungkin salahku. Tapi satu hal pasti yang ingin aku katakan padamu. Mungkin memang terdengar gila tapi.. em.. ya.. begitulah." Ucap Tsukishima ragu. Hinata mengernyit heran sekaligus penasaran.

"Apa Nii-san?"

"Aku..."

"Mencintaimu, Shoyo."

*TBC

Wah wah wah, pendek yah? Haha

Update setelah UKK, haha padahal besok ada simulasi ke-3. but, yowes lah tak apa Update hari ini wkkk

Tsukki tak ingin Hinatanya diambil orang ya jadi menyatakan perasaannya. Uuh..

Apa Hinata akan menerimanya? Entahlah ...

Makasih sudah mau membaca cerita ini..

See you in next chap haha..