Disclaimer : Tite Kubo

Rate : T

Genre : Romance, Family, Hurt/Comfort

.

~ Heart and Soul ~

.

Hueco Mundo atau Wekumondo adalah dimensi dimana Hollow, dan Arrancar biasanya tinggal serta hidup. Tempat ini terletak diantara dunia manusia, dan Soul Society atau biasa di sebut sebagai kota para roh.

Di Hueco Mundo malam tidak berubah meliputi langit, gurun putih tak berujung meliputi tanah tandus seperti gurun. Benda-benda seperti pohon itu bukan tanaman tetapi agak mirip mineral kuarsa. Pemandangan dari Hueco Mundo adalah padang pasir putih yang tampaknya tidak pernah berakhir, dengan banyak bukit, penuh dengan batu-batu. Di Hueco Mundo, bulan berada di fase bulan kebalikan dari yang berada di dunia manusia.

Padang pasir yang luas tampaknya tidak memiliki suatu kumpulan air apapun, dan mengandung formasi berbatu. Seperti di Soul Society, suasana disini di isi dengan Reishi berkonsentrasi tinggi, sehingga memungkinkan Hollow kecil untuk mendapatkan makanan sekalipun tidak ada jiwa manusia untuk mereka hisap atau makan.

Hollow umumnya tinggal dibawah permukaan atau di daerah lain sampai sesuatu memicu mereka untuk meninggalkan tempat tinggalnya, seperti intursi suatu entitas asing. Seperti kejadian beberapa tahun silam dimana Uryu Ishida dengan sengaja mengumpulkan banyak Hollow tingkat rendah menyebabkan hawa Reiatsu tinggi sehingga memicu kedatangan Menos Grande ke dunia manusia dimana hal itu baru pertama kali terjadi, mengingat Hollow tingkat Gillian tersebut tak pernah sekalipun menampakkan diri di dunia manusia.

Meskipun Hueco Mundo terpisah dari dimensi perbatasan yang di kenal sebagai Dangai atau dikenal juga dengan Jurang Dunia, adalah dimensi diantara Soul Society, dan dunia manusia, terpisah dari ruang dan waktu. Dangai sebenarnya adalah koloni tahanan, dan juga jalan lintasan ke dunia manusia. Sementara Koryu, dan Kototsu adalah sisa-sisa saat ini dari koloni hukuman, mereka juga bertindak sebagai sarana pertahanan melawan penyusup yang tidak diinginkan.

Hueco Mundo hanya dapat diakses melalui Garganta, yang merobek struktur dimensional yang memisahkan dunia, memungkinkan Hollow untuk melakukan perjalanan ke dimensi lain sesuai keinginannya. Selain bangsa Hollow, ada beberapa Shinigami yang diketahui bisa membuat Garganta untuk membuka akses ke Hueco Mundo secara tertentu, mereka adalah Kisuke Urahara mantan Komandan Gotei belas, yang kini tinggal, hidup di dunia manusia dengan membuka sebuah toko lalu ada Mayuri Kurotsuchi, Komandan Gotei tiga belas saat ini yang berpenampian nyentrik atau bisa dibilang aneh.

Perang besar yang terjadi antara Soul Society dan Quincy di Hueco Mundo sudah hampir dua tahun berlalu sejak kematian Yhawch dan hancurnya seluruh pasukan Quincy dan kini kejadian mengerikan itu akan terulang kembali di Hueco Mundo, dimana pertempuran kali ini bukan hanya milik Ichigo saja yang berniat menolong istri berserta calon anaknya yang di culik oleh Maboroshi, melainkan perang bagi Soul Society juga karena mengancam keselamatan dunia roh tersebut, melihat rencana Maboroshi yang ingin membangkitkan kembali Yhawch setelah mengumpulkan seluruh pecahan Reiatsu milik Raja Quincy tersebut yang tersebar ke berbagai arah tentu saja rencana Maboroshi harus di cegah jika tak mau mimpi buruk menimpa Soul Society.

Ada satu hal menarik dalam masalah kali ini dimana pihak Soul Soceity khususnya Kyoraku sebagai Ketua Komandan Gotei tiga belas saat ini tidak pernah menyangka sama sekali kalau Orihime tengah hamil besar, dan anak yang di dalam kandungan wanita bermahkota orange kecokelatan itu adalah anak dari Shinigami terkuat sekaligus pahlawan Soul Society, Ichigo Kurosaki.

Jadi bukan hal aneh jika Maboroshi menginginkan bayi milik Orihime sebagai wadah baru bagi Yhawch mengingat ayah dari anak tersebut memiliki kekuatan roh yang begitu besar terlebih sang ibu pemilik kekuatan Shushun Rikka yang tak dimiliki siapapun.

Tadinya Ichigo berniat pergi seorang diri ke Hueco Mundo dengan meminta bantuan Urahara untuk membuatkan gerbang Garganta tapi hal itu di cegah karena akan sangat berbahaya jika Ichigo memaksakan diri datang sendirian ke Hueco Mundo walaupun sudah mengetahui letak keberaan Orihime.

Sebagai seorang teman sekaligus sahabat baik, Rukia sangat mengerti bahkan memahami perasaan Ichigo yang kini tengah risau, gundah gulana dengan ke selamatan Orihime dan anakanya karena Rukia juga seorang istri sekaligus calon ibu juga, karena kini dirinya juga tengah mengandung anak dari Renji walau usianya baru beberapa minggu, tapi Rukia mengerti bagaimana risaunya hati Ichigo tapi dirinya tak mau Ichigo sampai berbuat bodoh dengan mengorbankan dirinya secara sia-sia.

Apakah Ichigo tak mau melihat wajah anaknya ketika lahir nanti, menggendong darah dagingnya sendiri untuk pertama kali, memperlihatkan pada dunia kalau dirinya sudah menjadi seorang ayah.

Pertemuan penting sekaligus mendadak di buat Kyoraku saat ini juga, sebagai Komandan tertinggi sekaligus pemimpin pasuka Gotei tiga belas menggantikan posisi Genryusai Yamamoto yang gugur dalam perang dua tahun di tangan salah satu anak buah Yhawch, setelah kematian Genryusai Yamamoto kursi kepimpinan Gotei tiga belas untuk sementara waktu kosong belum ada yang menempati atau menggantikan posisi tertinggi di Gotei tiga belas mengingat, Genryusai Yamamoto adalah pendiri dari Gotei tiga belas dan sampai waktu kematiannya belum ada yang menggantikan posisinya.

Setelah upacara pemakaman besar-besaran dilakukan membuat seluruh penduduk Soul Society dalam keadaan berkabung, perang waktu itu membuat keadaan kota Soul Society porak poranda, bahkan harus kehilangan orang-orang tercinta.

Divisi nol langsung mengambil tindakan sekaligus keputusan yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun dengan memberikan perintah kepada Kyoraku untuk mengambil ahli kepimpinan Gotei tiga belas menggantikan posisi Genryusai Yamamoto karena tidak ada kandidat lagi selain dirinya mengingat teman baik Kyoraku yang sama-sama murid dari Genryusai, yaitu Juushiro Ukitake ikut gugur karena mengorbankan diri demi menyelamatkan Raja roh namun usaha serta pengorbananya sia-sia karena sang Raja roh, pemimpin tertinggi Soul Society, lenyap di tangan Yhawch.

Awalnya Pria bersurai hitam dengan rambut di kuncir belakang tersebut tidak mau, karena menjadi seorang pemimpin itu sangat merepotkan tapi tidak ada orang yang bisa menggantikan posisi dari sang ketua selain dirinya.

Bukan hal mudah membuat Garganta mengingat dibutuhkan persiapan khusus karena akan membuka gerbang antar dua dimensi.

Kyoraku mengirimkan lima Komandan berserta wakil Komandan serta Ichigo, dan kali ini Rukia tidak ikut atau lebih tepatnya dilarang keras untuk ikut terjun dalam pertempuran mengingat saat ini wanita cantik bertubuh mungil tersebut tengah berbadan dua seperti Orihime walau usia kandungannya masih beberapa bulan tapi bayi yang dikandungnya adalah peawaris sekaligus penerus keluarga Kuchiki selanjutnya bahkan belum lahir kedunia Byakuya sudah mengatakan kepada Rukia serta Renji akan mendidik anak mereka berdua sebagai penerusnya karena Byakuya sendiri tidak memiliki keturunan sama sekali dan tidak mau menikah lagi setelah kematian Hisana satu-satunya wanita yang dicintainya hingga akhir hayat.

Sebuah lubang berwarna hitam terbentuk seolah-olah udara terbelah, tanpa membuang waktu mereka semua langsung masuk ke dalam meninggalkan Soul Society dan menuju Hueco Mundo, menuju istana Maboroshi.

Rukia mengantar kepergian suami serta sang kakak dengan berat hati sekaligus berharap penuh pada Kami-sama kalau mereka bisa pulang dengan selamat bersama Orihime.

.

Aula istana sudah ramai dipenuhi para Arrancar, Adjuchas, Shinigami kegelapan sebuah ras baru yang berhasil diciptakan oleh Maboroshi dengan menggabungkan kekuatan Espada dengan Shinigami.

Mereka semua sengaja berkumpul karena di undang oleh sang Raja untuk datang sekaligus menyaksikan pernikahan Raja baru mereka, Maboroshi dengan Orihime, gadis dari dunia manusia.

Para pelayan menata sedemikian rupa aula istana agar terlihat indah serta sedap dipandang mengingat pesta kali ini bisa dibilang istimewa, para tamu pun di jamu dengan makanan lezat walau pada dasarnya makanan mereka semua adalah para roh atau jiwa namun di Hueco Mundo mereka masih bisa bertahan hidup tanpa perlu menghisap jiwa.

Bukan tak sedikit diantara mereka yang hadir dalam upacara pernikahan antara sang Raja dengan Orihime, merasa tak senang bahkan ingin membatalkannya karena menganggap sosok pendamping Maboroshi tak pantas, apalagi Orihime adalah musuh mereka semua tapi mengingat posisi merka semua adalah bawahan dan kekuatannya jauh di bawah Maboroshi dengan terpaksa menerima pernikahan ini walau berat hati.

Dan satu diantara ratusan tamu yang hadir di aula istana ada satu orang yang sebenarnya tak di undang tapi menyusup masuk di tengah-tengah pesta bahkan sampai menyamar agar sosoknya tidak diketahui.

Maboroshi berdiri gelisah di depan altar menunggu kedatangan pengantin wanitanya. Waktu terasa begitu lama berputar padahal hanya tinggal beberapa menit lagi upacara pernikahan dilaksanakan tapi terasa begitu lama seakan-akan berjam-jam lamanya. Maboroshi benar-benar sudah tak sabar dan ingin segera memiliki wanita berhamkota orange kecokletan itu. Tak perlu di jelaskan alasan dan mengapa dirinya begitu menginginkan sosok wanita tersebut yang sebenarnya adalah istri dari Ichigo setengah Shinigami dan Quincy padahal begitu banyak wanita cantik, sexy bahkan memiliki kekuatan jauh di atas wanita itu tapi hatinya hanya terpaut pada wanita bersurai kecokelatan itu, tak ada yang lain.

Pria bermata merah darah dengan surai putih panjang, merupakan Raja baru Hueco Mundo terlihat begitu tampan sekaligus gagah dalam balutan jas berwarna putih polos dengan sekuntum bunga mawar merah melekat di dada sebelah kiri.

Penampilan Maboroshi sudah seperti seorang pengantin pria karena memang hari ini dirinya akan menikah dan pengantin wanitanya adalah Orihime, wanita yang sudah lama di cintai tak peduli akan status dari wanita bermahkota orange kecokelatan tersebut.

Untuk sesaat hati Maboroshi berdebar senang dan takut.

Merasa senang karena akhirnya bisa menikahi dan memiliki Orihime setelah sekian lama menunggu kesempatan seperti ini datang.

Namun di lain sisi hatinya merasa perasaan takut yang begitu besar terlebih jika pemuda bernama Ichigo Kurosaki itu datang dan merusak segala rencananya yang selama setahun sudah disusun.

Bagaimanapun pernikahannya hari ini tidak boleh gagal apapun yang terjadi Orihime harus menjadi istrinya.

Disaat Maboroshi tengah gelisah seorang diri dengan pemikirannya mengenai Ichigo serta pernikahannya dengan Orihime. Sementara itu di ruang pengantin wanita, para Adjuchas perempuan sibuk mendadani sang calon Ratu sejak beberapa jam lalu atas perintah sang Tuan.

Gaun putih panjang hingga menjuntai kebawah lantai melekat erat di tubuh sintal Orihime dengan perut membuncit karena tengah hamil besar bahkan mungkin sudah bulannya untuk melahirkan.

Ada hal yang aneh pada Orihime dan terlihat tidak biasa, dimana wanita ini duduk diam tak berkata sepatah katapun sorot matanya menatap lurus kedepan juga kosong, tak ada reaksi, ekspresi ataupun seruan keluar dari bibirnya yang berlapis lipstrik berwarna merah semerah darah. Sosok Orihime seperti boneka diam tak bereaksi apapun karena berada dalam kendali Maboroshi baik hati maupun tubuh.

Maborsohi berhasil mencuri jurus pedang milik Kirsihma salah satu dari anggota Fullbring yang dua tahun lalu dikalahkan Ichigo, namun jika dulu ingatan Orihime saja yang di kamuflase oleh Kirishima tapi tidak kali ini dimana dengan sengaja Maboroshi membuat Orihime menjadi patuh, menuruti semua perkataan juga keinginannya tanpa bisa melawan sama sekali seperti sebuah boneka hidup.

Sekilas memang terlihat kejam apa yang sudah di lakukan oleh Maboroshi tapi hal itu terpaksa dilakukan demi bisa menjalankan rencananya sekalipun harus berbuat kejam.

Tes

Tanpa sepengetahuan siapapun setetes air mata keluar di ujung mata Orihime, sebuah ungkapan rasa sedih sekaligus takut dihatinya karena benar-benar tak berdaya dalam genggaman tangan Maboroshi.

Mulut Orihime tak bisa digerakkan sama sekali padahal ia ingin sekali berteriak kencang memanggil nama Ichigo, suami sekaligus ayah dari anak di dalam kandungannya saat ini.

Orihime tak pernah menduga sama sekali kalau harus mengalami kejadian mengerikan seperti ini lagi menjadi sandera sama seperti waktu itu dimana Ulquiorra memaksanya untuk ikut ke Hueco Mundo demi mensukseskan rencana Aizen salah satu mantan Komandan Gotei tiga belas sekaligus pengkhianat besar Soul Society demi bisa menghancurkan dua dunia sekaligus yaitu dunia para roh serta dunia manusia tempat tinggal Orihime, tapi kali ini berbeda karena bukan saja menginginkan anaknya yang masih berada di dalam kandungan sebagai wadah baru bagi Yhwach tapi pria bernama Maboroshi itu menginginkannya juga menjadi istri sekaligus Ratu di istana Hueco Mundo.

Terserah Maboroshi ingin melakukan apa saja pada dirinya tapi jangan sakiti anaknya, apalagi sampai harus merenggut kehidupan dari buah hatinya, dan Orihime benar-benar tak rela, apalagi sebagai seorang ibu dirinya harus melakukan sesuatu untuk melindungi anaknya dari orang jahat seperti Maboroshi sekalipun harus mengorbankan nyawa.

Lagi pula apa salah dari anaknya yang belum terlahir ke dunia hingga harus menerima takdir sekejam ini dimana kematian sudah menanti.

Maboroshi sendiri sengaja mempercepat upacara pernikahannya dengan Orihime karena tak mau menunda terlalu lama takut jika pemuda bermata madu tersebut akan datang menyelamatkan wanita bermahkota oranye kecokelatan itu, merebut Orihime kembali dari tangannya, karena apa yang sudah menjadi miliknya tak akan pernah dilepaskan sampai kapanpun, dan bagaimanapun rencana untuk membangkitkan Yhwach harus bisa terlaksana tak akan membiarkan siapapun menghalangi.

"Anda sangat cantik, Orihime-sama." Puji salah satu pelayan penuh rasa kagum melihat penampilan Orihime yang cantik bak bidadari.

Para pelayan sudah selesai mendandani sang Ratu, kini mereka tinggal membawanya ke altar pernikahan dimana sang Raja sudah menunggu dengan gelisah kedatangan mempelai wanitanya.

Reaksi Orihime masih sama, diam.

Tak berkata apapun ataupun sekedar tersenyum palsu menanggapi pujian dari mereka yang entah itu jujur atau tidak.

"Mari ikut saya, Orihime-sama." Ujar salah satu pelayan seraya mengulurkan tangan.

Tangan kanan Orihime terulur kedepan begitu saja meraih tangan pelayan tersebut lalu berdiri secara perlahan dari kursi sementara itu dibelakang Orihime beberapa pelayan wanita memegangi gaun pengantin bagian belakang karena teralu panjang takut jika nanti sang Ratu terjatuh karena tersangkut gaun yang dikenakan.

Langkah kaki Orihime terasa begitu berat saat berjalan keluar dari ruang rias menuju altar pernikahan, andai saja pria yang sedang menunggunya itu adalah Ichigo pastinya dirinya akan berjalan dengan senyuman lebar menghias wajah.

Selangkah demi selangkah Orihime berjalan semakin dekat ke aula istana dimana upacara pernikahanya dengan Maboroshi dilaksanakan dengan disaksikan seluruh penghuni Hueco Mundo.

Raut wajah Orihime nampak dingin, tak ada tanda-tanda eksperesi bahagia sama sekali seakan-akan ini adalah upacara pemakanan bukan sebuah upacara pernikahan dimana pastinya moment seperti ini akan membuat kedua mempelai merasa bahagia karena bisa bersatu dengan orang yang dicintai.

KREEK~

Suara pintu aula yang terbuka terdengar jelas di antara keramaian tamu undangan yang hadir membuat semua orang menoleh ke arah pintu terlebih Maboroshi yang sudah memasang senyuman bahagia menatap kagum pengantin wanitanya.

Kedua mata merahnya berbinar bahkan kedua sudut ujung bibirnya terangkat ke atas memembentuk senyuman cerah dan raut kebahagian begitu terlihat jelas.

Satu kata untuk Orihime saat melihatnya dalam balutan gaun pengantin, tak mempedulikan perut besarnya.

Cantik.

Bagi Maboroshi, pengantin wanitanya benar-benar sangat cantik sekaligus menawan.

Orihime melangkah pelan di altar menunju Maboroshi yang berdiri gugup bercampur gelisah di depan pendeta, orang yang akan menikahkan mereka berdua. Senyuman lebar tak lepas dari wajah pria bermata merah tersebut apalagi dirinya ingin segera meraih tangan sang mempelai wanita lalu berdiri berdampingan di depan pendeta untuk mengucapkan sumpah suci.

Semua mata fokus menatap ke arah Orihime karena kedatangannya langsung merebut semua perhatian tamu undangan terlebih sebagian dari mereka ingin melihat wajah dari sang Ratu.

Baru beberapa langkah berjalan di dalam aula istana beralaskan sebuah karpet merah terbentang panjang. Wajah Orihime yang tadinya datar tanpa ekspresi sama sekali tiba-tiba merintih kesakitan disertai keringat dingin sebesar biji jagung memasahi dahi.

"Aaakh~" Orihime merintih kesakitan memegangi perut besarnya.

Tubuh Orihime langsung jatuh terduduk memeluk erat perutnya sendiri seakan-akan ada sesuatu yang hendak keluar dari dalam tubuhnya dan rasanya begitu sakit tak tertahankan sama sekali.

"Orihime-sama!" pekik para pelayan panik.

Suasana yang tadinya hening, penuh khidmat kini berubah menjadi teriakkan kepanikan, para tamu undangan langsung berdiri melihat keadaan sang calon mempelai wanita dengan berbagai ekspresi mulai dari takut, senang, cemas, bahkan tak sedikit para Adjuchas wanita tertawa senang bahkan mendoakan kematian Orihime.

Dan ditengah-tengah kepanikan yang terjadi di aula istana, diam-diam seseorang mengambil kesempatan dengan membuka segel pelindung istana dimana saat ini penjagaan tengah longgar.

Maboroshi yang sejak tadi berdiri di dekat pendeta langsung berlari panik disertai rasa takut mendalam menghampiri Orihime yang terduduk ke sakitan di tengah-tengah altar pernikahan. "Orihime!" teriak Maboroshi panik.

Duduk berjongkok menatap cemas sekaligus takut calon istrinya, "Kau kenapa, Orihime?"

GRAAP~

Tangan Orihime meremas kuat pundak Maboroshi, "Aakh..." jerit Orihime kesakitan.

Keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya.

Setelah sekian lama bungkam tak bisa berbicara kalau tak diperintah akhirnya Orihime mengeluarkan suara bahkan perlahan-lahan jurus pedang milik Maboroshi yang ditanamkan pada dirinya mulai pudar bukan karena rasa sakit yang dirasakan melainkan kekuataan dari bayi didalam kandungannya yang seakan ingin melindungi sang ibu.

Kedua mata abu-abu Orihime berair membentuk sebuah bendungan, "ba-ba-yi-ku..." lirihnya pelan menatap sendu Maboroshi seakan meminta belas kasih serta pertolongan.

Hanya pria bermata merah itu satu-satunya harapan Orihime untuk menyelamatkan anaknya.

Tangan Orihime meremas kuat baju Maboroshi hingga menimbulkan lipatan acak, "A-aakh~" rintihnya kesakitan.

Maboroshi semakin panik.

Pria bersurai putih ini benar-benar sangat panik tak pernah menduga sama sekali kalau kejadian mengerikan akan menimpa Orihime di depan matanya sendiri padahal tadi dirinya sudah membayangkan berdiri berdampingan bersamanya di depan pendeta lalu mengucapkan sumpah janji suci untuk hidup semati di hadapan Tuhan.

Menggenggam erat tangan Orihime, "Apa yang terjadi dengannya? Kenapa Orihime bisa seperti ini?!" teriaknya marah pada pelayan yang duduk bersimpuh di dekatnya karena sejak tadi merekalah yang terus bersama Orihime.

"Ka-kami tidak tahu, Yang mulia. Mungkin Orihime-sama akan melahirkan." Sahut salah satu pelayan Adjuchas wanita menjelaskan kondisi Orihime yang sedang hamil tua.

"Apa?!" seru Maboroshi kaget.

Tangan Orihime mencengkeram erat baju bagian depan Maboroshi, kedua matanya berbinar sedih memandang ke arah Maboroshi seakan-akan tengah meminta pertolongan.

Tiba-tiba sebuah ledakan terjadi menambah kacau suasana.

Seluruh tamu undangan berlarian panik berhamburan keluar menyelamatkan diri tapi tidak dengan para Shinigami kegelapan yang terlihat bersiap-siap menyambut kedatangan para penyusup.

Kedua matanya melebar sempurna saat merasakan hawa Reiatsu pria bersurai orange tersebut. "Sial!" racau Maboroshi.

Kenapa Ichigo harus datang disaat seperti ini.

Semua rencananya bisa-bisa gagal bahkan Orihime bisa saja di ambil.

"Orihime!" teriak Ichigo lantang memanggil nama sang istri namun saat ingin mencari langsung dihadang oleh para Shinigami kegelapan.

Samar-samar telinga Orihime mendengar suara orang yang memanggilnya dan suara itu amat begitu di rindukan olehnya. Perlahan-lahan jurus milik Maboroshi menghilang dan kesadaran Orihime mulai pulih.

"I-chi-go-kun..." sahutnya pelan.

Merasa keadaan gawat Maboroshi membawa pergi Orihime tak mempedulikan kalau wanita bersurai orange itu tengah kesakitan atau bisa dibilang akan segera melahirkan. Dan itu terlihat jelas dari rembesan air ketuban yang keluar dari kedua kaki Orihime. Tapi belum sempat Maboroshi pergi melarikan diri, seorang pria dengan kaca mata membingkai mata berlari menerjang seraya menghunuskan anak panah tepat ke dada kiri Maboroshi.

JLEB

Sebuah panah tiba-tiba melesat tepat ke arah jantung Maboroshi dari belakang membuat pria bersurai putih tersebut jatuh ambruk terduduk dengan masih mendekap erat tubuh Orihime.

"Akh!" Rintih Maboroshi kesakitan.

Tubuh Orihime jatuh di dekatnya, ingin rasanya mendekap kembali sosok wanita tersebut namun ia sama sekali tidak bisa bergerak seakan-akan ada yang mengunci dirinya.

Pria asing tersebut berjalan mendekati. "Menyerahlah, Maboroshi. Aku sudah menguncimu dengan panahku,"

"T-tidak akan..." tolak Maboroshi dengan keras.

Pria ini mengarahkan anak panahnya tepat ke hadapan Maboroshi tanpa ragu sama sekali. "Kalau begitu ini adalah akhir darimu."

Pria bersurai putih itu tersenyum meledek seakan-akan mengangap perkataan pria itu sebuah lelucon belaka. "Lakukan jika kau bisa, Ishida." Tantangnya.

Namun sebelum anak panah milik Ishida melesat menusuk tubuh salah satu anak buah Maboroshi datang menyelamatkan dengan membawa tubuhnya pergi menjauh memasuki sebuah portal tanpa membawa serta Orihime bersama.

Seluruh anak buah Maboroshi ikut pergi meninggalkan istana menyusul sang Raja ke tempat persembunyian mereka dan ada waktunya bagi mereka untuk menghabisi Ichigo berserta teman-teman Shinigaminya demi membalaskan dendam mereka terdahulu.

Ishida mendecih kesal karena gagal menghabisi Maboroshi. Namun masalah Maboroshi nanti saja di selesaikan karena ada hal penting yang harus di lakukan yaitu menyelamatkan Orihime.

Tangan Orihime mencengkeram erat baju Ishida saat pemuda itu menggendongnya. "Tolong...bayiku..." rintihnya.

Hati Ishida merasa miris melihat keadan Orihime yang bisa dikatakan tengah sekarat karena bisa ia rasakan hawa Reiatsu darinya mulai menipis karena diserap oleh sang anak. Jika terus dibiarkan bukan tak mungkin Orihime akan kehilangan nyawanya.

Ketika akan pergi Ichigo datang bersama yang lainnya menghampiri Ishida.

"Apa yang terjadi dengan istriku, Ishida?" tanya Ichigo panik sekaligus ketakutan melihat keadaan Orihime yang tengah kesakitan.

"Akan aku jelaskan nanti, sebaiknya kita cepat kembali ke Karakura sebelum semuanya terlambat." Ujar Ishida seraya membuka gerbang Garganta buatan sang ayah dibantu Keisuke Urahara.

.

Wajah Orihime dipenuhi keringat dingin, tangannya mencengkeram erat pegangan besi diatas kepalanya seraya mengejan berusaha mengeluarkan sang anak dari dalam perut tapi bayi yang dilahirkan bukanlah sembarangan mengingat ayah dari anaknya memiliki darah seorang Quincy, Shinigami juga Hollow membuat Orihime harus bekerja keras bahkan mempertaruhkan nyawa karena sang bayi menyerap hawa kehidupan miliknya sebagai pengganti Reiatsunya yang sudah semakin menipis.

Tubuh Orihime sudah terkulai lemas dengan keringat membajiri tubuh, nafasnya tersengal-sengal bahkan hampir kehabisan nafas dirinya sudah tak memiliki tenaga sama sekali bahkan rasanya ingin menyerah karena sudah tak kuat.

"Kau pasti bisa, Orihime."

"AAAAAA!" Orihime berteriak sekencang mungkin.

"Terus dorong Orihime. Ayo sedikit lagi kepalanya sudah mulai terlihat." Kata Rangiku yang bertugas membantu melahirkan Orihime ditemani serta olah Ishida sebagai asistennya.

Andai ada yang bisa Ichigo lakukan demi bisa mengurangi rasa sakit yang dialami istrinya, kalau perlu biarkan dirinya saja yang merasakan sakit yang diderita Orihime karena melihatnya membuat perasaan sangat sedih.

Dan ternyata melahirkan bukanlah sebuah perkara mudah, nyawa menjadi taruhannya tak heran jika sosok seorang ibu sangatlah berarti bagi anak-anaknya karena mereka semua dilahirkan dengan mempertaruhkan nyawa.

Setelah berjuang kuat dengan mengeluarkan seluruh tenaga akhirnya Orihime berhasil melahirkan sang anak kedunia dengan selamat.

Suara tangisan bayi laki-laki terdengar menggema di dalam ruangan persalinan di klinik pribadi milik Isshin dan orang-orang yang menunggu diluar tersenyum senang bahkan Isshin berteriak senang sambil memeluk kedua putri kembarnya, Karin serta Yuzu dengan berliang air mata karen akhirnya menjadi seorang kakek.

Rangiku langsung membersihkan bayi yang baru saja dilahirkan Orihime kemudian membungkus bayi laki-laki tersebut dengan kain agar tubuhnya hangat. Namun ditengah kegembiraan mereka semua Ishida nampak berdiri murung bahkan terlihat begitu sedih dengan air mata membasahi pipi menatap sosok wanita bersurai orange kecokelatan panjang yang terbaring di atas ranjang dengan mata terpejam erat.

"Orihime." Isak Ishida.

TBC

A/N : Apakah masih ada yang ingat dan menantikan Fic ini?

Sudah berapa lama ya saya tidak melanjutkan kembali Fic ini, padahal sudah saya ketik setengah jalan tahun lalu tapi mandek karena otak mentok.

Terima kasih yang sudah memberikan Riview di Fic ini.

Saya ucapkan terima kasih kepada siapapun yang sudah membaca Fic ini dan jika berkenan tinggal Riview ^^

Ogami Benjiro II