{•BANANACHERRYTOMATO•}
.
.
.
Cahaya matahari yang menembus tirai , menjadi satu satunya penerang di dalam kamar yang masih gelap.
Shun terbangun dari tidurnya saat merasakan pergerakan di sampingnya. Iris sewarna Green-Lime miliknya menatap kabur sekelilingnya.
Setelah beberapa detik membiasakan diri , akhirnya Shun dapat melihat dengan jelas sekelilingnya. Ternyata dia ada di kamarnya sendiri.
Shun mendudukkan dirinya sembari meregangkan otot ototnya yang terasa kaku. Matanya secara tidak melirik ke arah sampingnya , dan menemukan seseorang masih terlelap dalam tidurnya.
Hajime
Shun tersenyum kecil saat mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalaman suntuk.
Tangannya membelai sisi wajah Hajime dengan lembut , tidak ingin membuatnya terbangun .
Setelah puas , Shun bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas paginya. Meninggalkan Hajime yang masih terlelap dalam tidurnya.
Tak lama kemudian , pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Shun yang hanya mengenakan celana hitam panjang . jangan lupakan handuk kecil berwarna ungu yang bertengger manis dilehernya.
Shun berjalan mendekati Hajime dan duduk dipinggiran kasur. Shun mengoncang goncangkan bahunya pelan.
" Hajime , bangun... ".
" Ini sudah pagi , sayang ". Ucapnya dengan penuh kelembutan.
" Hhmm ... ".
Hajime membuka sedikit matanya , dan menatap Shun didepannya dengan setengah sadar.
Hajime hanya berkedip beberapa saat dan kembali memejamkan matanya, tidur lagi .
" Hahhh... ".
Shun menghela nafas saat melihat Hajime kembali tidur. Hajime memang terkenal paling susah di bangunkan saat tidur . Yahhh , walau masih di bawah dirinya ...
" Sepertinya tidak ada cara lain ".
Shun bangkit dan memposisikan dirinya di atas Hajime. Dia sekarang duduk di atas perut Hajime yang hanya dibalut piyama tipis dengan dua kancing atasnya yang terbuka. Menampilkan belahan dadanya.
Shun tanpa sadar menjilati bibirnya melihat pemandangan di depannya .
Hajime terlihat sangat seksi sekarang ...
Shun membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke arah lekuk leher Hajime yang terpampang jelas di depannya.
Tapi , baru saja Shun akan melakukan aksi bejatnya ( ? ) . Pintu kamar Shun secara tiba tiba terbuka dan menampilkan Kai di depannya.
" Shun , waktunya sarapa ... ".
Ucapan Kai terpotong karena melihat pemandangan yang di suguhkan padanya .
" A-AAPA YANG KAU LAKUKAN PADA HAJIME , SHUN !!! ". Teriaknya tanpa sadar.
Kai terkejut saat melihat posisi Shun yang berada di atas Hajime yang tertidur. Pikiran pikiran aneh mulai memenuhi otaknya.
' Ooohh ... Mataku ternodai '. Batinnya
" Oh, Kau ternyata Kai . Selamat pagi ". Sapa Shun dengan tenang.
Kai berdehem pelan , mencoba menghilangkan kegugupannya
" Ehemm ... . mau sampai kapan kau mau berada dalam posisi itu , hah ? ". Tanya Kai
Shun berfikir sejenak .
" Sampai Haji - chan terbangun , mungkin ? ". Jawab Shun enteng.
" Lagi pula Haji - chan sangat susah di bangunkan , aku sudah mencoba membangunkannya dari tadi . tapi hasilnya sama saja ..
Shun menjawabnya dengan jari jarinya yang memainkan beberapa anak rambut Hajime yang menutupi matanya yang terpejam.
Smile
Shun tersenyum hangat tanpa di sadari oleh empunya sendiri .
Kai yang tidak sengaja melihat Shun yang tersenyum dengan penuh ketulusan di matanya , hanya terkekeh pelan .
Kai berjalan mendekat , dan berdiri di samping Shun.
" Kau benar benar menyukainya ya ? ". Tanya Kai sambil menatap Shun lurus.
" Bisa di bilang , aku mencintainya ". Jawab Shun dan menoleh ke arah Kai , masih dengan senyum hangat di bibirnya.
Kai tersenyum saat melihat ketulusan Shun . Kai sebagai sahabatnya , mendoakan yang terbaik untuk hubungan ke duanya
" Tapi , ngomong ngomong ini pertama kalinya aku melihat Hajime tertidur ? ". Ucap Kai tiba tiba.
" Haru selalu mengatakan padaku , kalau Hajime sangat menggemaskan saat sedang tidur , Haru bahkan memiliki beberapa fotonya ponselnya . awalnya aku tidak percaya ,tapi setelah melihatnya sendiri ternyata semua perkataannya itu benar ".
Iris sebiru lautan milik Kai menelusuri wajah Hajime yang masih tertidur tanpa sedikit pun merasa terusik dengan suara suara di dekatnya.
Shun diam
Tangan kai membelai anak rambut yang menutupi dahi Hajime pelan. Dia bisa merasakan lembutnya surai hitam di tangannya.
" Hahahahaa ... . Siapa di sangka , Sang Kuro - sama memiliki wajah yang sangat lucu saat sedang tidur ".
Shun menatap dingin tangan Kai yang berada di rambut Hajime.
Tentu saja tanpa di sadari Kai sendiri .
Kai menjauhkan tangannya dan segera berjalan keluar saat teringat jika dia harus membangunkan Rui juga .
Tapi sebelum benar benar menghilang dari balik pintu , Kai menoleh ke arah Shun sejenak .
" Shun , cepat bangunkan Hajime dan segera turunlah ke bawah . Aku akan pergi ke kamar Rui ".
Shun mengangguk tanpa menoleh. Shun tetap diam menatao Hajime lurus.
Kai menghela nafas dan segera pergi tanpa menyadari Shun meliriknya dengan dingin .
Brak
Pintu Shun tertutup sendiri dengan pelan.
Shun sekarang menatap Hajime lagi , tapi kali ini tidak ada senyuman seperti biasanya.
" Bangun ". Ucapnya datar
" Aku tau kau bisa mendengarku , Hajime ".
Kedua mata Hajime secara perlahan terbuka , pandangan masih kabur sehingga dia harus beberapa kali mengedipkan matanya.
" Shun ". Ucap Hajime saat melihat Shun yang berda di atas tubuhnya .
" Apa yang sedang kau lakukan . cepat menyingkir dari atas tubuhku ".
Kedua tangan Hajime mencoba menjauhkan Shun dari atasnya. Tapi hasilnya nihil , karena Shun sama sekali tidak bergerak.
" Cih , Aku sedang tidak ingin bercanda Shun . cepat menyingkirlah ". Hajime sedikit meninggikan suaranya , Matanya juga menyipit sebagai tanda peringatan .
Namun , Iris ungunya harus terbelalak karena melihat ekspresi Shun yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Shun yang selalu menatapnya dengan tatapan memuja dan cinta , kini menatapnya datar . ' Apa yang telah terjadi ? ' pikir Hajime.
" Hajime ... ". Shun akhirnya buka suara.
Hajime hanya menatapnya .
" Apa benar , Haru selalu membangunkanmu jika kau belum bangun ? ". Tanya Shun.
" Iya , memang kenapa ? ".
Hajime heran dengan perubahan sikap Shun yang berubah drastis di depannya.
Shun tiba tiba terkekeh pelan , dan jujur saja Hajime langsung merinding di buatnya .
' Jiwa setannya keluar '. Batin Hajime
Shun berhenti terkekeh . Tangan kanannya terangkat menutupi separuh wajahnya .
" Sepertinya aku harus memberi Haru sedikit ( banyak ) pelajaran ". Gumannya
Hajime terbelalak
APA !!!!!
" Shun , jangan bercanda . jika sampai Haru kenapa napa karena ulahmu . aku tidak akan pernah memaafkanmu ". Geram Hajime karena mendengar perkataan Shun.
Shun kembali diam.
" Salahkah aku jika cemburu mengetahui orang lain selalu melihat wajah kekasihku yang tertidur setiap paginya ". Ucap Shun pelan
Ekspresi datarnya kini di gantikan tatapan sakit.
DEG
Hajime terkejut .
Ini pertama kalinya Hajime melihat ekspresi Shun yang seperti ini . jujur , Hajime tidak terlalu menyukainya
Hajime mencoba mencari kebohongan di mata Shun , dan hasilnya nihil . Hajime yang melihatnya langsung merasa ( sedikit ) bersalah karena sudah memarahinya.
Tangan Hajime terulur ke atas dan membelai wajah Shun.
Shun memejamkan matanya , menikmati sentuhan Hajime di wajahnya.
" Shun , maaf karena sudah memarahi mu ". Ucap Hajime pelan
Shun menggeleng , matanya kini terbuka dan melihat Hajime seperti biasanya .
" Akulah yang seharusnya minta maaf , karena sudah berfikir untuk menghukum Haru ".
Hajime tersenyum tipis
Shun membungkuk , mendekatkan wajahnya ke Hajime . Hajime segera memejamkan matanya saat mengetahui apa yang akan Shun lakukan.
Cup
Shun mencium kening Hajime dengan lembut .
Shun memejamkan matanya sejenak dan terbuka lagi saat teringat sesuatu. Shun langsung menjauhkan dirinya dari Hajime.
" Ada apa ? ". Tanya Hajime melihat Shun yang menjauhkan dirinya.
" Sayang , Kau harus segera mandi ". Ucap Shun seperti biasanya.
Mood nya kembali membaik seperti semula .
" Hee .. ?? ". Hajime bingung .
" Dan jangan lupa , pastikan kau memakai Shampo yang banyak ". Tambah Shun yang semakin membuat Hajime kebingungan.
Namun , akhirnya Hajime menurut . Toh , pasti yang lainnya sudah menunggu mereka di dapur untuk sarapan.
Hajime mengangguk dan bangkit dari kasur setelah Shun menyingkir dari atasnya . Dia sekarang berjalan ke arah kamar mandi dan segera masuk ke dalam.
Hajime baru saja melepaskan semua kancing piyamanya , saat tiba tiba pintu kamar mandi terbuka lagi dan menampakkan Shun .
" H-hoi , apa yang kau lakukan di sini Shun ? ". Hajime terkejut melihat Shun yang tersenyum aneh saat memandangnya.
Hajime semakin terkejut lagi saat Shun menutup dan mengunci pintu dari dalam. Shun menggantungkan handuk di lehernya dan berjalan mendekati Hajime yang membatu di tempat .
" S-shun ... ". Hajime mundur perlahan setiap Shun semakin melangkah maju ke arahnya.
Punggung Hajime kini menyentuh dinding ubin kamar mandi. Shun yang melihatnya segera memenjarakan Hajime dengan kedua tangannya.
" Shun, apa yang kau lakukan. Cepat menyingkir dariku ". Ancam Hajime yang hanya di balas Shun dengan tawa.
Secara tiba tiba , Shun memutar gagang Shower yang langsung mengeluarkan air . membasahi keduanya
Hajime diam , tapi jantunganya berdetak dengan cepat . pipinya merona , melihat Shun yang menatapnya dengan rambut basah . beberapa tetesan air mengalir dari surai putihnya ke tekuk lehernya.
Seksi
Satu kata itu lah yang ada di kepala Hajime.
Shun menyeringai melihat Hajime yang gugup di depannya. Jarang sekali Shun bisa melihat Hajime seperti ini. Terlebih hanya dia yang bisa melihatnya ...
" Aku hanya ingin memastikan kau memakai Shampo yang banyak , Sayang ... ".
Tuk
Tuk
Tuk
Kakeru menatap lapar , hidangan di depannya . Dia ingin makan sekarang , tapi tidak bisa karena Haru dan Kai melarang semua orang untuk menyentuh hidangan di meja sebelum Kedua Leader dari masing masing Grup datang .
" Hajime-san , kapan datang ? ". Tanya Kakeru lemas .
" Aku tidak tahu , padahal aku sudah lapar sekali ". Jawab Koi di sampingnya. Koi juga merasakan apa yang Kakeru rasakan . Perutnya sudah beberapa kali berbunyi , minta segera di isi .
" Aku sudah tidak tahan lagi ... ".
Tangan Koi secara diam diam mengambil sepotong sushi di depannya . namun ...
Ctak
" Itaii ... ". Koi mengaduh sakit karena Arata memukulkan sendok ke tangannya.
" Jangan mencuri start ". Ucap Arata sembari mengayun ngayunkan sendok di depan Koi.
" Dasar maniak Strowberry ". Balas Koi sengit.
" Dari pada kau , Pink strowberry ".
" Dasar wajah Tripleks "
" Dasar Gulali "
" Pencinta strowberry akut ".
" Pencinta robot Gandum ". Ucap Arata pede .
You yang duduk disbrangnya menahan tawa . ' Robot Gandum ' pikir You tertawa terbahak bahak.
Semua sweatdrop
Terutama Koi , Koi merasa ternistai ...
" Arata , yang benar itu Robot Gundam bukan Gandum ... ". Aoi meralat perkataan Arata.
Arata sweatdrop sendiri
Efek kelaparan memang sangat dasyat.
Haru menghela nafas melihat kericuhan di depannya. Iris green-nya tak henti henti melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 8 pagi.
Jika di hitung , sudah satu jam lebih mereka menuggu kedatangan Hajime dan Shun.
' Apa yang mereka lakukan hingga selama ini ? '. Batin Haru
" Kai, apa kau benar benar membangunkan Shun ? ". Tanya Haru yang duduk di depan Kai.
" Eh, iya. Aku bahkan sudah melihat Shun ... ".
" OHAYOUU MINNAAA ".
Ucapan Kai terpotong karena suara Shun yang menggelegar. Shun berjalan memasuki area dapur di susul Hajime yang berjalan santai di belakangnya.
" YYEEEAAAAYYYYY ... ".
Seketika semua orang ( minus Haru dan Kai ) bersorak kegirangan.
Ada yang saling berpelukan bahagia , ada yang menangis , bahkan ada yang sampai menaiki kursi ( Koi dan Kakeru ).
Shun dan Hajime sweatdrop.
Sebegitu bahagianya kah mereka melihatnya dan Hajime , pikir Shun.
Tanpa menunggu dua Leader mereka duduk , mereka segera mengambil hidangan di depan mereka dengan buas.
Empat orang yang paling tua sweatdrop melihat adik adik mereka.
Setelah semua orang tenang , Shun segera duduk di samping Kai . bersembrangan dengan Hajime yang duduk di samping Haru.
Shun tersenyum kecil saat Hajime tidak sengaja meliriknya. Seketika Hajime merona dan segera memalingkan wajahnya.
Haru yang melihat Hajime bertingkah aneh segera menepuk pundaknya.
" Ada apa , Hajime ? ".
" Bukan apa apa ".
Shun yang melihat dari jauh , segera memanggil Haru.
" Haru ".
" Iya ". Haru mengalihkan perhatiannya ke arah Shun.
" Bisa kita berdua bicara setelah ini, oh jangan lupa sekalian bawa ponselmu juga y ". Tanya Shun dengan seyumnya yang biasa. Tapi entah kenapa justru membuat Haru merinding.
" T-tentu ". Jawab Haru gugup, entah kenapa dia merasa tidak enak.
Hajime segera menatap tajam Shun di depannya yang dibalas senyum polosnya. Shun sekarang bisa mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan.
' Apa aku melakukan kesalahan , kenapa aku merasa terancam '. Haru.
' Uuppss , aku tidak terlibat kan? ' . Kai
' Shuunnn ... ' . Hajime
Shun kembali tertawa pelan.
Bukankah mereka sangat menggemaskan , terutama kau Hajime Sayang . pikir Shun.
.
.
.
End
