Warn! Typos !!
.
.
.
.
Enjoy!
.
.
.
.
Donghyuck mengigit bibir bawahnya dengan gelisah sambil memandang seorang lelaki yang tengah duduk tenang sambil menyesap segelas cappuccino dingin di hadapannya.
"Uhmm Mark, " Panggil Donghyuck pelan.
Mark mengangkat wajahnya, kemudian menatap Donghyuck dengan pandangan bertanya-tanya, "Kenapa?."
Donghyuck menahan nafasnya saat mendengar suara lelaki yang sedari tadi ia pandangi, "Kau- itu.."
Mark menaikan sebelah alisnya keheranan saat melihat Donghyuck yang terlihat sangat gugup di depannya. "Ada apa?"
"Kau-, benar-benar Soulmate-ku kan?."
Mark sedikit terkekeh saat mendengar pertanyaan Donghyuck dengan nada yang teramat polos, "Tentu saja, kita mempunyai Tatoo yang sama. " Jawab Mark sambil menunjuk tengkuk Donghyuck, "Aku sangat tidak menyangka saja, ternyata kau itu Soulmate-ku. "
"Memangnya kenapa?." Tanya Donghyuck penasaran.
"Aku tidak menduga saja, ternyata Soulmate-ku terlihat seperti anak SD. " Ucap Mark sambil terkekeh.
Mark tidak berlebihan saat menyebut Donghyuck terlihat seperti anak SD. Ayolah, Donghyuck sudah berumur 19 tahun, tapi jika dilihat dari kelakuan dan wajahnya ia itu tidak ada bedanya dengan bocah SD.
Wajah Donghyuck sangat manis, lucu dan menggemaskan. Dan tingkahnya jangan ditanya, sejak dulu Donghyuck selalu membuatnya repot. Terjatuh, tersandung, terpeleset, terjungkal, semua itu sering Mark rasakan karna sikap ceroboh Donghyuck. Belum lagi Donghyuck itu sangat menyukai makanan manis khas anak kecil. Seperti coklat, gulali, marsmellow, jelly, dan masih banyak lagi.
Mark masih sangat ingat. Waktu itu ia, Jeno dan Lucas sedang menyelenggarakan pesta kecil-kecilan di Apartemen Lucas. Mereka semua sepakat untuk minum sampai mabuk. Tapi sial bagi Mark, saat ia ingin meminum minumnya, Donghyuck yang saat itu belum diketahui siapa dan dimana keberadaannya itu dengan se-enak jidat memakan banyak sekali permen coklat serta teddy bear jelly, membuat mood Mark jatuh seketika karna rasa dari permen coklat dan teddy bear jelly yang sangat dibencinya itu langsung menyebar di dalam mulutnya. Setelah itu Mark langsung memutuskan untuk pulang kerumahnya, meninggalkan Jeno dan Lucas yang sudah mabuk berat.
Donghyuck mengerucutkan bibirnya sebal mendengar perkataan Mark, "Kau mengataiku seperti anak SD?."
Mark tertawa melihat wajah Donghyuck yang merajuk seperti itu, sampai-sampai ia melupakan niat awalnya mengajak Donghyuck duduk di cafe untuk mengomeli sikap cerobohnya selama ini.
"Aku sangat merepotkanmu ya?."
Mark menghentikan tawanya, lalu menganggukan kepalanya, "Sedikit." Ucap Mark.
Donghyuck semakin menekuk wajahnya setelah mendengar apa yang Mark katakan.
Mark yang melihat wajah Donghyuck tiba-tiba saja berubah murung langsung buru-buru meralat perkataannya tadi, "Tidak! Maksudku bukan begitu."
Donghyuck menganggukan kepalanya mengerti, "Tidak perlu berbohong, aku tahu aku sangat merepotkan."
Tiba-tiba saja Donghyuck menarik tangan Mark lalu menyentuh jari-jemari Mark dengan lembut, "Jarimu, pasti sangat tersiksa selama ini." Gumam Donghyuck pelan.
"Seluruh tubuhku juga. " Balas Mark pelan. Mark balik menarik tangan Donghyuck, ia sedikit terkejut karna melihat banyak sekali bekas sayatan di jarinya, "Apa yang kau lakukan dengan jarimu?!." Tanya Mark dengan nada yang sedikit meninggi, membuat Donghyuck terkesiap.
"Aku belajar memasak. " Cicit Donghyuck.
Mark menghela nafas pelan lalu menatap Donghyuck dengan lembut, "Hei lihat aku," Ucap Mark sambil mengangkat dagu Donghyuck agar menatapnya. "Lain kali kau harus berhati-hati. Kau selalu melukai dirimu sendiri." Ucap Mark.
"Maafkan aku. "
"Hei tidak perlu meminta maaf."
"Sekarang kau tidak akan lagi merasakan apa yang aku rasakan. " Ucap Donghyuck pelan. "Aku senang akan hal itu."
Entah kenapa mendengar perkataan Donghyuck membuat perasaan Mark terasa sedikit tidak enak, "Ah iya." Balasnya.
Donghyuck tersenyum tipis, ia melirik jam yang melingkar di tangan kirinya lalu kemudian bangkit dari tempat duduknya, "Sepertinya aku harus kembali ke kelas. "
"Harus sekarang? Cepat sekali. " Gumam Mark.
Donghyuck tertawa kecil mendengar gumaman Mark, "Kita bisa bertemu lagi lain waktu. Uhmm.. Bagaimana kalau besok? Setelah jam kuliah selesai?."
Mark menganggukan kepalanya, "Baiklah." Balasnya sambil tersenyum.
Untuk sesaat Donghyuck terpesona dengan senyuman milik Mark, ia merasa ada pawai dan karnaval serta ribuan kembang api yang meletup-letup di dalam perutnya. Rasanya sangat aneh, tapi menyenangkan.
"Kalau begitu aku pergi." Donghyuck membungkukkan sedikit badannya lalu pergi berjalan keluar dari cafe.
"Donghyuck!." Teriak Mark saat Donghyuck sudah menyentuh knop pintu cafe. Donghyuck menolehkan kepalanya dan memandang Mark dengan sebelah alis terangkat. "Hati-hati!. "
Donghyuck tidak bisa tidak tersenyum lebar setelah mendengar teriakan Mark.
"Iya!." Balas Donghyuck dengan senyuman cerah lalu melanjutnya langkahnya.
Mark menyentuh dadanya yang sedari tadi sangat ribut, "Astaga, dia manis sekali. "
"Aku harus memakai kacamata hitam jika bertemu dengannya lagi nanti. Dia sangat menyilaukan. " Gumam Mark pelan.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di kelas, Donghyuck langsung mendudukkan dirinya disamping Jaemin dan Renjun yang sedang memperdebatkan hal yang sangat tidak penting, yaitu siapa senior yang lebih tampan, Jung Jaehyun atau Cha Eunwoo.
"Jelas saja Jaehyun Sunbae yang lebih tampan!." Ucap Jaemin sambil mendelik ke arah Renjun.
Renjun yang mendengar perkataan Jaemin hanya tertawa sinis, "Haha, kau melihat menggunakan mata kepala atau mata kaki? Sudah jelas Eunwoo Sunbae lebih tampan!."
"Haha kadar ketampanan Eunwoo Sunbae sama saja dengan Jeno, tidak ada apa-apanya dibandingkan Jaehyun Sunbae. " Ucap Jaemin sambil mengibaskan tangannya pelan. Sepertinya ia telah melupakan fakta jika Jeno itu Soulmate-nya.
"Terserah, pokonya Eunwoo Sunbae yang lebih tampan!."
"Jaehyun Sunbae!."
"Mark Lee. "
Renjun dan Jaemin sontak menoleh ke arah Donghyuck yang duduk di samping mereka, "Mark Lee?." Tanya Renjun dan Jaemin bersamaan.
Donghyuck menganggukan kepalanya singkat, "Dia yang paling tampan." Ucap Donghyuck sambil tersenyum lebar.
Renjun dan Jaemin saling bersitatap heran mendengar perkataan Donghyuck. "Mark Lee teman Jeno maksudmu?." Tanya Jaemin.
Donghyuck mengerutkan dahinya, "Memangnya Jeno punya teman yang bernama Mark Lee?." Donghyuck balik bertanya.
Jaemin tiba-tiba memasang ekspresi kebingunan, "Tidak tahu juga, sepertinya punya. Tapi Jeno bilang temannya yang bernama Mark Lee itu tidak tampan, aku juga hanya pernah melihatnya sekilas. Aku hanya ingat jika dia mempunyai alis camar yang menukik, jadi aku rasa bukan Mark Lee yang itu yang kau maksud."
"Apa sih yang kalian bicarakan?." Tanya Renjun yang sedari tadi tidak mengerti tentang apa yang kedua sahabatnya ini obrolkan sedari tadi. "Memangnya siapa Mark Lee?."
"Soulmate-ku. " Jawab Donghyuck dengan senyum lebar.
"Apa?!!." Pekik Renjun dan Jaemin bersamaan.
"Kau jadi bertemu dengan Soulmate-mu?!." Renjun melotot tidak percaya.
Donghyuck menganggukkan kepalanya dengan semangat, "Dia sangat tampan." Tambahnya.
Donghyuck mengalihkan pandangannya ke Jaemin, "Hei Na Jaemin, lihat Tatoo Soulmate-ku. "
Jaemin langsung menarik tengkuk Donghyuck mendekat untuk melihat Tatoo Soulmate milik Donghyuck.
"Astaga! Cantik sekali!!." Pekik Jaemin heboh.
Donghyuck tersenyum sinis saat melihat wajah Jaemin yang telah memunculkan raut ke-iri dan dengki-an, "Tatoo-ku bukan ular cobra seperti katamu ya!."
"Tidak apa-apa, Tatoo-ku juga bagus. "
"Tolong berhenti membicarakan tentang Tatoo Soulmate! Aku belum punya!." Ucap Renjun dengan nada kesal.
Jaemin tertawa melihat Renjun yang tampak sangat kesal karna hanya dia yang belum bertemu dengan Soulmate-nya, "Nah, aku yakin Tatoo Renjun nanti bergambar buaya. " Ucap Jaemin sambil terkekeh geli.
Renjun mengerucutkan bibirnya sebal. Lihat saja nanti, Tatoo-nya pasti akan jauh lebih indah dari milik sahabat-sahabatnya itu!.
.
.
.
.
.
.
"Hey Mark my friend, bagaimana pertemuan perdanamu dengan Soulmate-mu itu?." Tanya Lucas setelah melihat Mark telah duduk disampingnya.
"Astaga! Dia sangat manis!." Jerit Mark heboh. "Lihat ini!." Mark menunjukkan tengkuknya kepada dua sahabatnya.
"Waw!."
"Bagus bukan?."
"Aish, sayang sekali aku belum bertemu dengan Soulmate-ku. " Ucap Lucas sambil memberengut sebal.
Jeno menepuk pundak Lucas pelan dan memasang tampang prihatin, membuat Lucas semakin mendengus kesal. "Apa aku harus mengajaknya bertemu secepatnya, aku sudah tidak tahan harus merasakan jus wortel setiap pagi!." Keluh Lucas.
"Kalian tahu? Dia juga suka mengerjaiku dengan cara mencubiti tangannya sendiri setiap malam!." Ucap Lucas menggebu-gebu.
"Harusnya kau balas dendam, kau jedukkan kepalamu ke tembok. " Ucap Mark sambil terkekeh.
"Sialan! Aku tidak mau menyiksa diri sendiri ya!. "
"Kau kirimkan saja pesan ke Soulmate-mu itu, supaya berhenti melakukan itu." Usul Jeno yang langsung dianggukan oleh Mark.
"Sudah! Dan dia hanya akan membalas 'terserah diriku' !. Menyebalkan sekali bukan?!."
Mark dan Jeno tidak bisa menahan gelak tawa saat mendengarkan keluh kesal Lucas tentang Soulmate-nya.
Setidaknya Soulmate mereka tidak sejahil itu.
"Lihat saja nanti, aku akan membuatnya menderita jika bertemu denganku!. "
Yah, kita do'akan saja semoga bukan Lucas yang menderita nanti.
.
.
.
.
.
Omake:
"Haaaccchimmm!."
Donghyuck dan Jaemin yang sedang asik bergosip terlonjak kaget karna suara bersin Renjun yang menggelegar.
"Heh! Biasa saja dong bersinnya!." Sungut Jaemin kesal.
"Aiss sialan! Siapa yang berani-beraninya membicarakanku!." Gerutu Renjun sambil mengusap-usap pelan hidungnya.
.
.
.
.
.
Tbc
Hello guys :) diriku kembali lagi dengan membawa 1 chapter tidak jelas :)
Semoga kalian tidak bosan ya :( dan maaf jika mengecewakan
As always aku mengucapkan terima kasih untuk kalian semua yang telah berkenan memberikan review dan masukan-masukan yang sangat membantu. Sekali lagi terimakasih banyak!
See u next chaps! Have a nice day!
