CAST
- Byun Baekhyun
- Park Chanyeol
- Park Jesper
- Park Jackson
- Kim Jongin
GS/CHANBAEK/DRAMA/MARRIAGE LIFE/ROMANCE/FAMILY/RATE M
Jackson mencebik kesal saat melihat Chanyeol yang masih saja sibuk menata rambut barunya. Sekilas info,Chanyeol baru saja mengganti warna rambutnya menjadi blonde dalam rangka menyambut kedatangan Baekhyun. Mempersiapkan penampilan terbaiknya agar Baekhyun menyesal telah bercerai dengannya.
"Daddy...Bantu aku pakai kemeja,aku tidak bisa memasang kancingnya..." Jackson menarik kemeja Chanyeol diiringi sebuah rengekan manja. Mencoba mengalihkan atensi Chanyeol yang masih sepenuhnya tertuju pada bayang dirinya dalam pantulan kaca.
Chanyeol sengaja menuli,mengabaikan rengekan si bungsu demi totalitas pada penampilannya. Mengoleskan sejumput gel agar rambut blondenya bisa berdiri tegak menantang. Sepertinya,Chanyeol sedang terobsesi ingin terlihat seperti seorang remaja yang baru saja pubertas. Sebut saja ABG tua.
"Sebentar,boy...Daddy belum selesai..."
"Yang ulangtahun sebenarnya aku atau daddy? Kenapa jadi daddy yang sibuk sendiri?"
"Sebentar lagi,boy...Daddy kan juga ingin terlihat tampan malam ini..."
"Yang ulangtahun kan aku,jadi hanya aku yang boleh terlihat tampan,daddy tidak usah..."
Sebelum rengekan itu berubah menjadi derai airmata dibarengi adegan guling-guling di lantai,Chanyeol akhirnya mengalah. Ia bergegas berlutut,membuat tubuhnya yang kelebihan kalsium sejajar dengan si bungsu. Tanganya cekatan menautkan butiran-butiran kancing pada kemeja Jackson yang bercorak sama dengan miliknya. Membuat keduanya sekilas terlihat bak sepasang kembar beda generasi.
"Menurutmu,mommy akan memberikan hadiah ulangtahun apa kali ini?"
"Entah...Mungkin baju baru atau mainan baru..."
Chanyeol mengulas sebuah seringai licik di balik punggung tangannya. Semula,ia tak berniat untuk memanfaatkan kepolosan putranya demi melancarkan scenario yang telah ia rancang. Namun,pengaduan Jesper tentang hadirnya Jongin jucci dalam hidup Baekhyun,membuat Chanyeol memutuskan untuk melakukan serangan balasan secepatnya.
"Kalau cuma baju baru atau mainan baru,biar daddy saja yang belikan..Jackson harus minta hadiah yang istimewa dari mommy..."
"Hadiah istimewa?"
"Iya...Hadiah yang hanya bisa diberikan oleh mommy..."
Jackson mengerutkan kedua alisnya. Mengajak pikiran polosnya untuk menebak arti dibalik teka-teki yang Chenyeol berikan padanya.
"Memangnya hadiah istimewa apa?"
Chanyeol memberikan sebuah isyarat agar si bungsu mendekat. Menempatkan telinga perinya di depan bibir Chanyeol yang telah siap meracuninya dengan sebuah ide sesat.
"Bagaimana kalau kau meminta..."
...
Chanyeol benar menepati janjinya untuk mendatangkan Baekhyun dan Jesper sebagai tamu special. Kehadiran Baekhyun serupa oasis di tengah gurun,tepat mengikis desimal kerinduan yang membara dalam dada. Tak hanya Jackson yang merindu,karena diam-diam,Chanyeol juga merasakan hal serupa.
Semula Chanyeol pikir,Baekhyun akan menjadi pihak yang menyesal atas perceraian mereka,setelah melihat tampilan stylishnya yang sudah seperti member boyband. Namun nyatanya,keadaan justru berbalik 180derajat. Baekhyun datang dengan kecantikan diluar nalar. Ia bahkan masih terlihat seperti seorang gadis belia berumur belasan tahun. Siapa yang menyangka jika ia telah memiliki 2orang jagoan tampan.
Tubuh sexynya terbalut dress of shoulder berwarna merah menggoda. Membius pandangan Chanyeol dengan kombinasi apik antara leher jenjang dan pundak mulusnya. Tak hanya itu,belahan dada yang rendah nan provokatif juga turut membuat Chanyeol akhirnya terjebak nostalgia. Mengingat surga dunia yang tujuh tahun lalu menjadi spot jajahan favoritnya.
Ternyata benar,wanita akan terlihat semakin cantik jika sudah menjadi mantan. That's fucking real!
Chanyeol tak bisa berkosentrasi sepanjang acara. Netranya tak henti mencuri pandang ke arah belahan dada Baekhyun yang menampar logika. Detik demi detik dilalui Chanyeol dengan debar yang membuat dadanya terasa nyaris meledak. Berdebar serupa saat pertama kali ia jatuh cinta pada Baekhyun. Mungkin ini yang disebut jatuh cinta kesekian kalinya pada orang yang sama.
Acara berlangsung meriah sesuai ekspektasi. Raut kebahagiaan tercetak jelas di wajah Jackson. Sesekali ia membusungkan dadanya,berbangga hati karena malam ini keluarganya hadir dengan formasi lengkap. Hati kecilnya diam-diam berbisik,mensemogakan agar kemesraan ini tak lekas berakhir.
Malam kian merangkak larut. Ucap perpisahan hilir mudik terdengar saat satu per tamu mulai beranjak pergi. Mengakhiri rangkaian acara dan membuat kediaman Chanyeol kembali terasa lengang.
Kini yang tersisa,hanya si bungsu Jackson yang tengah menikmati detik-detik langka bersama ibunya. Merebahkan kepalanya di pangkuan Baekhyun sembari berceloteh tentang kegiatannya di sekolah. Berisik dan tak lagi ingat untuk sekedar menjedanya dengan titik koma.
Sedangkan di ruang lain,Chanyeol dan Jesper tengah duduk berdua dengan dua tujuan berbeda di hati masing-masing. Jesper yang ingin melepas rindu pada ayahnya,dan Chanyeol yang diam-diam ingin mengorek informasi tentang Baekhyun melalui putranya.
"Boy,maafkan daddy karena kemarin tak bisa datang untuk menolong mommy...Daddy tak mungkin meninggalkan Jackson sendirian malam-malam...Daddy harap kau mengerti..."
"Don't worry,Dad...Daddy bisa mengandalkan aku untuk menjaga mommy..."
"Apakah Jongin juci sering kerumah?"
"Ya,hampir setiap akhir pekan Jongin juci selalu datang kerumah...Jongin juci juga sering mengajak mommy pergi berduaaan..."
Chanyeol diam-diam mengumpat dalam hati. Baekhyun benar-benar sesuatu. Bahhkan disaat ia masih mendesahkan nama Baekhyun ketika bersolo karier,Baekhyun justru telah menambatkan hatinya pada pria lain. Ini tidak bisa dibiarkan.
"Memangnya Jongin juci seperti apa? Apakah tampan? Tapi tidak mungkin lebih tampan dari daddy kan?"
"Tentu saja daddy lebih tampan ...Jongin juci berkulit tan,tapi kata mommy itu justru terlihat sexy..."
"Bukankah daddy juga sexy?"
"Tapi kata mommy,perut daddy sekarang gembul dan seperti dorayaki..."
Chanyeol mencebik kesal saat ujung matanya melirik ke arah perutnya yang kini benar berbentuk bulat seperti dorayaki. Entah kemana perginya 6kotakan sexy yang dulu pernah membuat Baekhyun tergila-gila.
Hati kecilnya diam-diam bermonolog,menanyakan pada dirinya sendiri,haruskah ia pergi ke Gym untuk membentuk bisep dan ABSnya lagi? Sepertinya harus,demi merebut kembali perhatian Baekhyun.
"Boy,dengarkan daddy..." Chanyeol menangkup kedua belah pipi putranya dengan telapak tangannya,menjagal atensi Jesper agar hanya tertuju padanya. "Kau harus melarang Jongin juci untuk berduaan dengan mommy...Jongin juci terlalu berbahaya untuk mommy..."
"Tapi...Bagaimana kalo nanti mommy marah..."
"Ini demi kebaikan mommy,boy...Daddy benar-benar tak ingin melihat mommy terluka..."
"Siap kapten! Aku akan menjaga mommy untuk daddy..."
"Good boy..."
Chanyeol mengusak surai hitam Jesper dengan bangga. Ia tak tau,apakah ia adalah seorang ayah yang buruk karena telah memanfaatkan putranya sendiri demi ambisinya. Ambisi untuk bisa membangun kembali sebuah keluarga kecil yang bahagia bersama Baekhyun. Semoga tuhan tidak menghukumnya karena ini.
...
"Jackson sudah tidur?"
"Sssttt...Kecilkan suaramu atau dia akan terbangun..." Baekhyun menempatkan telunjuk lentiknya di depan bibir,mengingatkan Chanyeol agar tak bersuara lantang dan mengusik Jackson yang baru saja terlelap.
Baekhyun membelai lembut surai hitam Jesper yang kini tergolek lelap dalam dekapan Chanyeol. Raut lelah tercetak jelas di sana,di wajah sendu yang serupa dirinya.
"Kalian akan menginap disini kan?"
"Tidak...Aku akan pulang dengan Jesper..."
"Tapi ini sudah malam,Baek...Aku takut terjadi sesuatu denganmu dan Jesper...Lagipula,Jesper sudah tertidur,sepertinya dia lelah..." Chanyeol sigap menangkis tangan Baekhyun,menghalau mantan istrinya yang berniat mengambil alih si sulung dari pelukannya.
"Kau tak perlu khawatir,aku bisa menjaga Jesper..."
"Berhentilah keras kepala,Baek...Biarkan Jesper bermalam disini,dirumah daddynya sendiri..."
Chanyeol berlalu. Meninggalkan Baekhyun yang masih tetap bertahan pada pendiriannya untuk pulang walau hari sebentar lagi berganti pagi.
Chanyeol menidurkan Jesper di samping Jackson. Membiarkan kedua jagoannya kini terlelap bersama,seperti yang selalu terjadi dulu,sebelum negara api menyerang.
"Terserah kalau kau menganggapku keras kepala,tapi aku benar-benar tidak bisa...Kita sudah berpisah,Chanyeol...Aku harap kau tidak lupa..."
"Kau tidak perlu mengingatkanku tentang hal itu,Baek...Aku sangat ingat jika kita bukan lagi suami istri...Tapi kau juga harus ingat,kalau aku yang masih ayah dari dari anak-anakmu...Kau tak berhak memisahkanku dari putraku sendiri..."
Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun untuk keluar dari kamar putranya. Ia hanya tak ingin kedua putranya terusik karena mommy dan daddynya lagi-lagi bertengkar seperti Tom and Jerry.
Baekhyun berjalan terseok,mengimbangi langkah lebar Chanyeol yang menariknya keluar dari kamar. Gaun ketat yang ia kenakan membuat langkahnya menjadi kian terbatas,dan sialnya,Chanyeol sama sekali tidak peka akan hal itu.
"Lepaskan aku,Chanyeol...Kau tak bisa menyeretku seperti ini..." Baekhyun meronta,mencoba meloloskan diri dari cengkeraman kasar mantan suaminya. Walaupun ia sadar,tenaganya tak akan pernah menang melawan Chanyeol. Jujur,hati kecilnya mulai dihinggapi rasa cemas dan gelisah. Cemas jika Chanyeol masih saja memiliki kontrol yang buruk atas libidonya.
"Aku akan mengurungmu dikamar...Aku tak akan mengijinkanmu pulang larut malam seperti ini..."
"Apa yang kau maksud dengan mengurungku di kamar? Kau sudah gila?"
"Kau benar...Gaun merahmu membuatku gila…"
Bruk!
Baekhyun jatuh tersungkur tanpa aba-aba apapun. Dan Chanyeol adalah pihak pertama yang memekik kaget atas kesialan yang menimpa Baekhyun.
Semula Chanyeol mengira,bahwa Baekhyun terjatuh karena terseok mengimbangi langkah lebarnya,namun nyatanya,Baekhyun terjatuh karena langkahnya tersandung baju kotornya yang tercecer di lantai. Baiklah,ini sedikit tidak elite.
"Baek,kau baik? Mau kubantu berdiri?"
"Yatuhan,Chanyeol….Sudah berapa kali kuingatkan,taruh pakaian kotormu dalam keranjang,jangan berserakan seperti ini…Kenapa kau jorok sekali!"
Chanyeol reflek menutup kedua telinganya rapat-rapat. Lengkingan suara Baekhyun yang sedang mengomel memiliki kekuatan ajaib yang bisa membuat gendang telinganya robek.
"Maaf,Baek…aku lupa…"
"Lupa katamu? Aku sudah sering mengatakannya padamu tapi kau tetap saja tak mau mendengarkanku… Dan ini apa? Ya tuhan…Kenapa ada celana dalam disini? Kenapa rumahmu berantakan sekali seperti kapal pecah?"
Baekhyun bergidig jijik saat tangannya tak sengaja berlabuh pada seonggok celana dalam bercorak polkadot milik Chanyeol. Dulu,celana dalam unyu ini adalah faforit Baekhyun. Karena baginya,kejantanan Chanyeol akan terlihat lebih menggoda jika dibungkus dengan celana dalam bercorak menggemaskan seperti ini.
"Nanti pasti akan ku bereskan,Baek…Kau tenang saja…."
"Kau benar-benar tidak berubah,Chanyeol..."
"Iya,Baek...Iya...Maafkan aku..."
Chanyeol mengulurkan tangannya,berbaik hati membantu Baekhyun untuk bangkit sekaligus menjeda sejenak ocehannya yang panjang x lebar.
"Ah!...Chanyeol...Ini sakit..." Baekhyun merintih kesakitan saat nyeri hebat tiba-tiba menyerang pergelangan kakinya. Celana dalam polkadot milik Chanyeol ternyata membuat kakinya terkilir. Sungguh sial sekali nasibmu,Byun Baekhyun.
Rengekan manja yang lolos dari bibir Baekhyun adalah lagu merdu yang telah lama Chanyeol rindukan. Lagu merdu yang tak pernah gagal membuat hatinya mekar dan berbunga.
"Yak! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku,Chanyeol!"
Baekhyun memekik kaget saat tangan lebar Chanyeol tiba-tiba merengkuhnya. Menggendong tubuh mungilnya dengan gaya bridal seolah keduanya adalah sepasang pengantin baru yang tengah berjalan diatas karpet merah.
"Kakimu terkilir karena aku,jadi aku harus bertanggungjawab untuk itu..."
"Ini gara kau dan celana dalam polkadotmu itu!"
"Kau benar,gara-gara celana dalam polkadotku kakimu jadi terkilir dan akhirnya menginap disini...Aku bersyukur untuk itu..."
"Dasar...Kau sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan..."
"Biar saja..."
Chanyeol mengulas senyum kemenangan saat akhirnya ia berhasil memboyong Baekhyun ke dalam kamarnya. Merebahkan si mungil dan mengungkungnya di antara kedua lengannya yang kekar. Wajah keduanya kini berada pada sisa jarak yang tak lagi berarti. Membuat atmosfer yang melingkupi keduanya seketika berubah menjadi merah jambu.
"Kau semakin cantik setelah berpisah denganku...Sepertinya kau bahagia dengan hidupmu yang sekarang..."
"Tentu saja aku bahagia...Kau salah jika berpikir aku akan merana karena berpisah denganmu..."
"Tapi aku dan anak-anak tidak,Baek...Aku dan Jackson merindukanmu...Sangat merindukanmu..."
Sebuah pengakuan bernada sendu akhirnya lolos,mencoba mengusik keras hati Baekhyun yang kini telah memasang papan overbodden dihatinya. Baekhyun tetaplah Baekhyun. Si keras kepala yang tak mengenal kata kembali atau putar haluan.
"Tapi sayangnya aku tidak,Chanyeol...Karena aku hanya merindukan Jackson..."
"Kau pilih kasih...Kenapa hanya Jackson? Kenapa aku tidak?"
"Karena Jackson adalah putraku,sementara kau bukan..."
Byun Baekhyun selalu savage.
"Apa bedanya aku dengan Jackson? Aku dan Jackson sama-sama memanggilmu mommy..."
"Tentu saja berbeda,Chanyeol...Karena aku mengandung Jackson selama 9bulan dan menyusuinya selama dua tahun,sedangkan kau tidak..."
"Kau memang tidak mengandungku selama sembilan bulan,tapi kau menyusuiku selama enam tahun,jadi seharusnya kau juga merindukanku..."
Speechless. Baekhyun bahkan tak tau lagi harus bereaksi seperti apa. Chanyeol berhasil membuat pikirannya seketika berubah menjadi mesum.
Baekhyun yang sedari menjunjung harga dirinya tinggi-tinggi kini terlihat mulai goyah. Bibir merah Chanyeol yang semula hanya terlihat seperti bibir pembual,entah kenapa detik ini terlihat menggoda dan menggairahkan.
Kini yang ia cemaskan bukanlah Chanyeol,bukan Chanyeol yang memiliki kontrol buruk atas libidonya. Namun dirinya sendiri,ia yang mungkin akan ikut tersulut gairah jika terus berada dalam posisi berbahaya seperti ini.
"Apa yang harus aku rindukan darimu? Aku hanya memiliki kenangan buruk tentangmu..."
"Apapun...Bibirku mungkin,atau...Adik kecilku..." Chanyeol mencuri sebuah kecupan singkat di bibir Baekhyun,kemudian tersenyum bodoh seolah tak pernah terjadi apapun sedetik lalu.
"Chanyeol,kita tidak seharusnya seperti ini..Kita bahkan sudah bukan lagi suami istri..."Baekhyun mulai meronta,mencoba melepaskan diri dari kungkungan lengan kekar Chanyeol yang membuat ruang geraknya terbatas. Namun tetap saja,ia tak akan pernah menang melawan Chanyeol yang lebih bongsor darinya.
"Aku tau,tapi setidaknya kita bisa mencobanya dari awal lagi...Kau lihat sendiri,hidup dan rumahku berantakan sejak kau pergi,aku kesulitan membesarkan Jackson seorang diri..."
"Kau bisa mencari seorang pembantu untuk membereskan rumahmu...Tak usah mendramatisir keadaan..."
"Tapi anak-anak berhak mendapatkan kasih sayang dari kedua orangnya,Baek...Jika kau tak bisa kembali demi aku,maka kembalilah demi anak-anak...Demi Jesper dan Jackson..."
Baekhyun tak bisa mencerna dengan baik,apa yang sedetik lalu Chanyeol ujarkan padanya. Posisi ini benar-benar membuatnya sulit berfikir waras. Deru nafas Chanyeol yang menyapu wajah,diam-diam membuat hatinya berdesir aneh. Ia harap, Chanyeol tak bisa mendengar debar jantungnya yang kini bergemuruh.
"Baek...Kenapa diam saja? Setidaknya mengangguklah untukku...Aku sedang melamarmu untuk kedua kalinya..."
"Chanyeol,bisakah kau melepaskanku sekarang? Aku tidak nyaman dengan posisi seperti ini..."
"Wae? Bukankah ini terasa hangat?"
Baekhyun kecolongan untuk kedua kalinya. Bibir kurang ajar Chanyeol kembali mengusik tanpa aba-aba. Menapakinya bibir tipis Baekhyun yang malam ini terlihat merekah bak sebutir cerry. Kecupan itu membuat Baekhyun akhirnya menyadari,ada sebuah kebasahan di pangkal paha.
Baekhyun telah sepenuhnya kehilangan kewarasannya. Ia mengaku kalah. Ia selalu lemah untuk bertahan dari godaan pangkal paha. Persetan dengan status dan perasaan. Semua tak lagi penting karena keduanya sama-sama telah tersulut gairah.
"Ini sama sekali tidak hangat,Chanyeol...tapi ini panas...Panas dan keras..."
Jemari lentik Baekhyun kini telah menangkup sebuah gembungan di pangkal paha. Meremasnya dengan cara yang sensual hingga membuat Chanyeol menggeram berbahaya. Chanyeol terpejam erat dengan nafas yang terengah,menikmati sihir yang Baekhyun berikan lewat tangan mungilnya.
"Oh shit!"
"Aku tak suka kau mengumpat,Chanyeol..."
Baekhyun membungkam bibir Chanyeol dengan sebuah pagutan hangat. Menekan tebal lunak milik Chanyeol sebelum melumatnya dengan lapar. Bunyi kecipak dan desah yang bersahut,seolah menjadi tanda bahwa keduanya benar-benar telah terjebak gairah.
Sebelah tangan Baekhyun menekan tengkuk Chanyeol demi menghapus sisa jarak antara keduanya,sedangkan sebelah lainnya telah raib di balik celana. Menerobos masuk dan memanjakan apa yang ia sebut panas dan keras.
Chanyeol bersorak hore-hore dalam hati,merayakan runtuhnya pertahanan Baekhyun yang sedari tadi memberinya penolakan bertubi-tubi. Penolakan yang kini telah menjelma menjadi gairah menggebu.
Baekhyun mendorong dada Chanyeol menjauh,membuat tautan bibir keduanya terlepas guna meraup oksigen sebanyak yang ia bisa.
"Kau sebaiknya ingat,jika aku tidak menyukai sesuatu yang setengah-setengah,Baek..."
"Lalu?" Jemari lentik Baekhyun mulai mengurai satu per satu kancing kemeja Chanyeol. Menyingkap keindahan yang tersembunyi di balik sana. Ujung telunjuknya menari lincah,mengukir pola abstrak di dada bidang mantan suaminya.
"Berhenti menggodaku,Baek...Kau harus cepat menyelesaikan apa yang telah kau mulai..."
"Tapi dengan satu syarat..."
"Syarat apa?"
"Biarkan aku yang memegang kendali malam ini..."
"Woman on top? You're fucking bitch,Baek..."
"Berhenti mengumpat,Chanyeol!"
Baekhyun bergegas membalik keadaan. Membuat tubuh mungilnya kini duduk bertengger di perut Chanyeol dengan posisi memunggungi. Pundak sempit Baekhyun terpampang nyata dalam pandangan,menggoda Chanyeol untuk meninggalkan tanda kepemilikan disana.
"Oh..shit! Suck it,Baek!" Chanyeol menggeram frustasi saat Baekhyun berhasil meloloskan kejantanannya dari kungkungan ziper yang ia pakai. Jemari lentik Baekhyun kini telah melingkar di sana,menggoda batang keras itu dengan memompanya dalam tempo cepat.
"Diam dan nikmati saja,Chanyeol..."
"Baek...Ahhhh"
Sengatan adiktif dari jemari Baekhyun membuat Chanyeol kian bergairah. Wajahnya kini telah tenggelam di ceruk leher Baekhyun,mengukir kebasahan dengan ujung lidahnya dan menghirup aroma strawberry yang menguar dalam-dalam.
Gaun merah yang semula membungkus tubuh indah Baekhyun,kini berakhir mengenaskan. Terkoyak dan kini tercecer di lantai. Chanyeol melucutinya dengan kasar,demi menemukan sepasang gundukan indah yang kini berada di telapak tangannya. Meremasnya dengan gemas sembari mengagumi tekstur kenyalnya yang tak pernah berubah.
"I'll suck it now,baby..."
Baekhyun mengecup ujung kejantanan Chanyeol sebagai salam pembuka,Sedangkan lidahnya kini telah menari nakal membasahi seluruh batang keras Chanyeol,termasuk si bola kembar yang menggantung di sana.
Telapak tangan Chanyeol meremas surai hitam Baekhyun dengan mata yang terpejam erat,menerima aliran gairah pada pangkal pahanya dengan penuh suka cita. Tak ingin membuang waktu,Baekhyun bergegas membuka mulut mungilnya,bersiap melahap batang 9cm itu agar memenuhi rongga hangatnya. Memasukannya perlahan,hingga ujung penis Chanyeol kini telah menyentuh tenggorokannya.
Namun tiba-tiba,sebuah decitan lirih terdengar. Decitan yang berasal dari pintu kamar Chanyeol yang tersibak tanpa aba-aba. Baekhyun menjadi pihak pertama yang menyadari kehadiran Jackson. Sosok mungil setengah sadar yang kini berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang...
"Mommy...Aku ingin tidur disini dengan mommy..."
Dan untuk kedua kalinya,Baekhyun tertangkap basah oleh putranya sendiri.
Baekhyun bergegas meraih selimutnya,sekedar menutupi tubuh telanjangnya sebelum merengkuh Jackson ke dalam dekapannya.
"Kenapa jagoan mommy belum tidur,hum? Apakah kau mimpi buruk?"
"Aku hanya ingin tidur dengan mommy dan daddy…Boleh kan?"
"Tentu saja boleh,sayang…"
Baekhyun melirik Chanyeol lewat ujung matanya. Meminta bantuan agar Chanyeol membantunya beralibi jika tiba-tiba Jackson memberinya pertanyaan yang menyudutkan. Namun sialnya,Chanyeol justru lari dari kenyataan. Ia bersembunyi di balik selimut dan memunggungi Baekhyun. Berakting seolah ia telah terlelap dengan suara dengkuran yang dibuat-dibuat. Kau benar-benar pencundang,Park.
"Mommy dan daddy kenapa tidak pakai baju?"
Baekhyun sudah menduga jika pertanyaan polos ini akan menghampirinya.
"Ah ini…Ini karena….Karena tadi AC di kamar daddy mati,jadi mommy dan daddy kepanasan…Ya seperti itu…".
Baekhyun bergegas menyambar kemeja Chanyeol yang tercecer di lantai,memakainya seadanya dan bergegas menarik Jackon ke dalam pelukannya. Ia hanya berharap agar kantuk segera datang dan menjemput Jackson yang sudah berkali-kali menguap.
"Sudah malam,kau harus cepat tidur,bukankah besok kau harus sekolah?"
"Tapi aku belum ngantuk,mom…Aku masih ingin bercerita dengan mommy…"
"Tapi ini sudah jam sebelas malam,sayang...Apakah mommy perlu menyanyikan sebuah lagu untukmu? Atau membacakan sebuah dongeng?"
"Mom,aku sudah lima tahun sekarang…Aku sudah besar dan tidak perlu dibacakan buku cerita lagi…"
"Tapi kau tetap harus tidur,sayang…Mommy tidak mau besok kau terlambat ke sekolah…"
Baekhyun masih tetap pada pendiriannya. Menidurkan Jackson secepat yang ia bisa,agar setelahnya,ia bisa meniduri Chanyeol. Eh.
"Aku akan tidur setelah menerima hadiah ulangtahunku dari mommy…"
"Bukankah tadi mommy sudah memberikannya padamu? Apa kau tak suka tas dan sepatu baru dari mommy?"
"Suka….Tapi aku tidak mau hadiah itu… Aku mau hadiah yang istimewa dari mommy…"
"Istimewa?"
"Iya…Hadiah istimewa…Hadiah yang hanya bisa diberikan oleh mommy…"
Baekhyun mengerutkan kedua alisnya. Mencoba meraba arah pembicaraan putranya yang terdengar sedikit janggal. Istimewa? Nasi goreng dengan dua butir telur dan tambahan sosis?
"Katakan pada mommy,hadiah apa yang kau inginkan..."
"Aku...Aku ingin adik bayi..."
TBC
-Nasib Baekhyun di story ini emang konsepnya begitu,enak tapi apes muluㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
-Story ini rencananya cuma twoshoot,tapi failed,jadi ya kita liat aja nanti bakal end di chap berapa. Just wait and see.
- Btw,ini update barengan sama Hello Baby-nya Park Ayoung lho,yuk dibaca bareng...
-Sampai jumpa di Chap depan,salam Chanbaek is real.
