Terlihat sebuah bank kecil yang masih tenang dan aman. Namun menit kemudian, mereka semua harus di kejutkan oleh dua orang bersenjata dan mengenakan masker cupluk menutupi wajah mereka.

Salah satu diantara mereka, dengan tubuh sedikit kecil menembakan pelurunya ke arah cctv untuk merusak kamera tersebut.

Beberapa orang berteriak ketakutan saat pistol itu mengarah ke mereka semua. Sedangkan perampok yang bertubuh lebih tinggi menodongkan pistolnya pada pegawai bank.

"Serahkan uangnya!" Gertaknya membuat pegawai bank itu sangat ketakutan.

Dan baru saja petugas keamanan ingin melawan, namun sayangnya satu peluru berhasil bersarang di dadanya saat salah satu perampok itu menembaknya.

Dengan tergesa-gesa, pegawai bank itu memberikan uang pada perampok tersebut.

Ketika baru saja keluar dari bank membawa hasil rampokan, mereka mendengar suara sirene yang mereka yakini adalah mobil polisi.

Tak ingin tertangkap begitu saja, keduanya segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.

"Ahh topeng ini membuatku pengap."

Ya, dua perampok ini tak lain adalah Chanyeol dan Baekhyun. Mereka berhasil merampok bank dan melarikan diri begitu saja.

Baekhyun sudah membuka masker topengnya itu, juga membukakannya untuk Chanyeol yang sibuk mengemudi.

"Sepertinya mereka tidak mengejar kita." Pikir Chanyeol terus melirik spion.

"Karena kita lebih dulu melarikan diri sebelum polisi itu datang. Apakah kita akan ke agen?"

"Ya, kita berikan hasil rampokan kita pada agen."

"Ckck terkadang aku berpikir, ketua kita itu asik bersantai tapi mendapat keuntungan dari kita." Gerutu Baekhyun.

"Karena kita memang bekerja padanya."

Baekhyun kembali terdiam sepanjang perjalanan.

Hingga tiba di tempat, keduanya segera masuk ke dalam agen yang terdapat ketua mereka.

Chanyeol meletakan koper berisi uang itu di hadapan Yang Hyunsuk. Pria paruh baya itu menyeringai dan merasa puas dengan kinerja kedua bawahannya ini.

"Aku memang percaya dengan cara kerja kalian."

"Apakah ada tugas lagi?" Tanya Chanyeol.

"Untuk sekarang tidak ada. Aku akan menghubungi kalian jika ada tugas yang harus kalian selesaikan."

Chanyeol dan Baekhyun sedikit menunduk di hadapan pria itu, lalu pergi meninggalkan tempat.

Kali ini Chanyeol melajukan mobilnya sedikit lebih santai. Sedangkan Baekhyun hanya bisa bersandar di tempat duduknya memandang lurus kedepan.

"Kau mau minum?" Usul Chanyeol membuat Baekhyun menoleh.

"Apakah ada club yang buka?"

"Tentu saja ada! Ini sudah menjelang malam. Dan kapanpun kita ingin minum, kita bisa kunjungi club milik temanku."

"Nugu? Kenapa aku tidak tau tentang ini?"

"Akan ku perkenalkan nanti."

Mobil kembali melaju cepat menuju sebuah club daerah Gangnam.

Saat tiba di club, Chanyeol menuntun Baekhyun untuk masuk ke dalam tempat tersebut.

"Lihatlah siapa yang datang..." Seru seseorang saat Chanyeol baru saja datang.

"Halo bro..." Chanyeol meninju pelan bahu namja yang menyambutnya ini.

"Kau baru datang kesini lagi, dan siapa yang kau bawa ini?" Namja itu mengarah pada Baekhyun yang terlihat bingung.

"Baek, perkenalkan dirimu." Ujar Chanyeol.

"Byun Baekhyun, partner in crime Chanyeol."

"Mwo? Kau satu agen dengan Chanyeol? Aku Kasper temannya."

"Kenapa teman ini sepi?" Tanya Chanyeol.

"Ckck tentu saja, kalian kesini terlalu awal. Aku bahkan baru membukanya."

"Bagus kalau begitu. Kami pengunjung pertama. Jadi berikan kami minuman terbaik disini."

"Ok, duduklah di sofa. Akan ku ambilkan minumannya."

Chanyeol melangkah menuju sofa berwarna merah yang tak jauh dari jangkauannya. Baekhyun pun mengikutinya.

"Kau dan Kasper sudah berteman lama?" Tanya Baekhyun duduk di samping Chanyeol.

"Kami teman sejak sekolah. Dan ya, kami memang murid ternakal dulu."

"Dia lebih nakal!" Tiba-tiba Kasper datang menghampiri dengan sebotol wine berukuran besar dan 2 gelas untuk Chanyeol dan Baekhyun.

"Ckck membela diri." Timpal Chanyeol langsung meraih gelas yang sudah terisi wine tersebut.

"Nikmatilah minuman kalian, ketahuilah aku belum mandi. Aku harus mandi sebelum para pengunjung datang."

"Mwo? Menjijikan! Pergilah..." Chanyeol sedikit menendang bokong Kasper yang beranjak dari tempat.

Baru segelas wine yang di habiskan, Baekhyun langsung mengambil botol wine itu.

"Sisakan ini untuk di markas." Ucap Baekhyun menggenggam wine tersebut.

"Bahkan aku baru meminumnya satu tegukan." Balas Chanyeol.

"Ayo lanjutkan di markas saja."

Sejenak Chanyeol terdiam menatap Baekhyun dengan smirk dan tatapan nakal itu.

"Kasper-ya! Kami pulang..." Chanyeol berteriak entah terdengar oleh Kasper atau tidak, ia segera keluar dari tempat ini bersama Baekhyun.

*Skip*

"Aaakkhhh Yeolhh~"

"Ngghhh~"

Tubuh mungil itu tersentak saat sesuatu masuk sepenuhnya di dalam bawah sana.

"Aaaahhh~aaaahhh~"

Lenguhan dan desahan terus terdengar dengan merdu yang Baekhyun keluarkan.

Ya, saat ini Chanyeol mencumbu tubuh mungil Baekhyun yang tak pernah membuatnya bosan.

Terlihat botol wine yang sudah kosong karena di habiskan oleh keduanya.

Tidak, mereka tidak akan mabuk hanya karena meminum wine. Mereka melakukan adegan panas ini dengan kesadaran masing-masing.

"Yaahh disana Yeolhh ouhh ini nikmat." Baekhyun mulai mendapati titik kenikmatan saat Chanyeol terus menggerakan miliknya di dalam sana.

"Apakah ini yang kau mau sejak tadi hmm?" Chanyeol mencoba menggoda Baekhyun dengan memandang wajah mungil itu.

"Berikan aku lebih Yeol aaakhhh~" Baekhyun merasakan milik Chanyeol semakin masuk ke dalam.

"Dengan senang hati, sayang." Chanyeol meraup bibir tipis Baekhyun dan terus menggerakan pinggulnya dengan cepat.

"Eummpphh~" Tubuh Baekhyun mengikuti pergerakan Chanyeol dengan sensual.

Tak hanya itu, Chanyeol pun menciumi leher mulus Baekhyun dan memberikan beberapa jejak disana.

"Assshh~" Tubuh mungil Baekhyun semakin menggelinjang tak beraturan saat Chanyeol menyesap nipple miliknya.

Jemari Baekhyun mencengkram gemas surai belakang Chanyeol, lalu membusungkan dadanya untuk mempermudah bayi besar itu menyesapnya.

"Nghhh aaahh~aaahh~" Perasaan Baekhyun semakin kacau ketika Chanyeol semakin bergerak gila, karena ia sudah menemukan titik klimaksnya.

Cum~

"Hhhhh~" Tubuh besar itu ambruk di atas Baekhyun yang mengatur nafasnya.

Baekhyun mencoba mendekap wajah Chanyeol yang terbenam di bahunya.

"Kau lelah hmm?" Tanya Baekhyun menatap kedua mata besar milik Chanyeol.

Tubuh besar itu menjatuhkan dirinya berbaring di samping tubuh yang lebih mungil darinya, tanpa melepaskan miliknya yang di dalam sana.

"Lalu bagaimana denganmu? Kau sudah puas hmm?" Chanyeol mendekap Baekhyun hingga tubuh mungil itu tenggelam di pelukannya.

"Aku..." Baekhyun menggantungkan kalimatnya.

"Aaakhhh Baekhh~"

Ya, dengan jahilnya Baekhyun menggerakan pinggulnya hingga berhasil membuat Chanyeol mendesah nikmat.

"Diamlah jika kau lelah." Pinggul Baekhyun bergerak maju mundur membuat milik Chanyeol terus menusuk di bawah sana.

"Aaahhh ini nikmat Baek mmpphh~" Chanyeol menarik satu kaki Baekhyun untuk melingkari pinggangnya, agar mempermudah pergerakan.

"Kau mulai nakal hmm?" Chanyeol menahan rasa geli saat merasakan lidah Baekhyun terus menjilat dan menggelitik leher jenjangnya.

Sepertinya Baekhyun memang belum merasa puas, hingga Chanyeol membiarkan namja mungil ini terus bermain.

*TBC*