Dapat di lihat keadaan kamar yang cukup berantakan. Beberapa pakaian terbuang di lantai dengan sembarang. Aroma dari kamar ini cukup variasi antara bau alkohol dan sperma.

Ya, tentu saja semua itu akibat aktifitas bercinta antara Baekhyun dan Chanyeol. Kedua namja ini masih tertidur dengan lelap. Sepertinya mereka benar-benar lelah karena permainan panas tadi malam.

"Ummm..." Baekhyun bergumam dalam tidurnya. Ia mencari sesuatu yang nyaman, hingga wajah mungil itu tersembunyi di leher jenjang milik Chanyeol.

Drrrrttt~

Suara getar ponsel milik Chanyeol membangunkan namja itu. Perlahan kedua mata Chanyeol terbuka dan melirik ke arah Baekhyun yang masih asik tidur mendekap tubuhnya.

Chanyeol berusaha meraih ponselnya, lalu mengangkat panggilan tersebut.

"Ya?"

"Ke agen sekarang."

"Kenapa mendadak sekali?"

"Ini penting."

"Baiklah, kami akan kesana setengah jam lagi."

Panggilan itu pun berakhir. Chanyeol sedikit mengumpat karena ketuanya cukup mengganggu tidurnya.

"Baek..." Chanyeol mulai membangunkan Baekhyun dengan pelan.

"Hmm?" Baekhyun merespon dengan setengah sadar.

"Kita harus ke agen sekarang karena mendapat perintah."

"Mwo? Kenapa mendadak sekali?" Seketika Baekhyun membuka matanya dan mengangkat wajahnya untuk menatap Chanyeol.

"Entahlah, sepertinya ini penting." Jemari Chanyeol merapihkan surai Baekhyun yang terlihat berantakan.

"Gurae, keluarkan dia sekarang." Pinta Baekhyun.

Chanyeol menahan tawanya karena ia baru menyadari jika miliknya masih bersarang di dalam Baekhyun.

"Aaakkhhh Yeolhhh~"

Dengan jahil, Chanyeol menggerakan sekilas miliknya di dalam sana.

"Assshh Yak! Kau mau menggodaku eoh?" Protes Baekhyun ketika milik Chanyeol berhasil keluar.

Namja tinggi itu hanya menahan tawanya melihat wajah Baekhyun memerah. Keduanya mulai beranjak dari tempat tidur.

*Skip*

Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di agen mafia mereka. Keduanya berdiri di hadapan ketua mereka, Yang Hyunsuk.

"Apakah aku menganggu kalian?"

"Tidak." Jawab keduanya secara bersamaan.

'Sejujurnya ya!' Umpat mereka dalam hati.

"Tugas kalian kali ini cukup berat karena berhubungan dengan nyawa."

"Tugas apa?" Tanya Baekhyun.

"Hancurkan agen dari Park Jin Young!"

"Mwo? Bukankah kalian saling bekerja sama?" Chanyeol cukup terkejut, karena yang ia ketahui jika kedua agen ini sudah bekerja sama cukup lama.

"Dia sudah berkhianat dan menipuku. Jadi aku mau kalian hancurkan mereka semua."

"Apa yang harus kami lakukan?"

"Bunuh mereka beserta ketuanya."

Kedua mafia ini saling melirik dalam diam. Sepertinya ini memang tugas yang berbahaya.

"Kami melawan mereka semua? Itu mustahil karena mereka cukup banyak." Pikir Chanyeol.

"Ani. Aku sudah menyiapkan penjagaan untuk kalian."

"Kami hanya membunuh mereka?" Tanya Baekhyun.

"Ambil semua berkas yang tersimpan di ruangan Park Jin Young."

"Baiklah, kami akan segera laksanakan tugas."

"Berhati-hatilah untuk kalian, aku mempercayai semuanya pada kalian."

Setelah selesai mendapat intruksi, Chanyeol dan Baekhyun segera ke tempat tujuan dengan beberapa mobil bodyguard di belakang mereka.

"Ingat Baek, kau tidak boleh terluka parah." Ujar Chanyeol yang fokus mengemudi mobilnya.

"Kau juga, Yeol."

Tiba di tempat, mereka tak membuang waktu untuk menyerang. Chanyeol menendang pintu agen itu dengan kuat hingga terbuka begitu saja.

"Yak! Lancang sekali kau masuk tanpa izin!" Gertak salah satu mafia dari agen tersebut.

"Hidup jangan membuang waktu, Kris." Balas Chanyeol yang sudah siap dengan pistolnya.

Doaarr~

Prankk~

Satu peluru milik Chanyeol berhasil memecahkan salah satu kaca di ruangan. Ya, itu sebagai ancaman untuk lawannya yang cukup ia kenal.

"Brengsek! Kau menantangku?" Kris mulai bersiap menyerang Chanyeol yang datang bersama Baekhyun.

Saat pasukan Kris ikut gabung, pasukan Chanyeol dan Baekhyun pun mulai gabung, lalu berdiri di belakang keduanya.

"Maaf bro, agen kita tak bisa lagi bersahabat. Jadi bersiaplah mati di tanganku." Ucap Chanyeol menyeringai.

"Kita lihat, siapa yang ke neraka lebih dulu. Aku? Kau? Atau..." Pandangan Kris melirik ke arah namja mungil di samping Chanyeol.

"Namja mungil itu." Lanjut Kris menyeringai dengan pandangannya masih tertuju pada Baekhyun.

"Brengsek! Singkirkan pandanganmu!" Gertak Chanyeol langsung menyerang Kris.

Mereka semua pun saling menyerang dan mempertahankan diri.

Chanyeol terus menyerang Kris yang tak tinggal diam untuk melawannya. Sementara itu, Baekhyun menyerang pasukan Kris bersama pasukan dari agennya.

Bugh! Bugh!

Kedua mafia bertubuh tinggi itu saling mempertahankan diri. Mereka masih melawan dengan tangan kosong. Dan terlihat jika keduanya sama-sama kuat.

Doar! Doar!

Baekhyun mulai bermain dengan pistolnya. Ia berhasil memusnahkan beberapa lawannya dengan senjata itu.

"Shit! Berani sekali dia!" Kris beralih pada Baekhyun, namun baru saja ia mencoba menyerang, Chanyeol lebih dulu menghadang.

"Urusanmu belum selesai denganku, Kris!" Chanyeol mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya tepat di wajah lawannya itu.

Tak mau kalah, Kris pun mengarahkan pistolnya di hadapan Chanyeol.

"Apakah kau yakin pelatukmu lebih cepat dariku?" Kris terlihat meremehkan.

"Kau mau meremehkanku?!"

"Turunkan senjatamu atau partnermu ini yang lebih dulu ke neraka!"

Seketika Chanyeol dan Kris beralih ke sumber suara tersebut. Dapat di lihat Baekhyun sudah berada di tangan ketua agen ini, Park Jin Young.

"Y-Yeol..." Sebuah pistol menempel tepat di samping kepala Baekhyun.

"Atau kalian berdua dapat ke neraka secara bersama." Kris berhasil menempelkan pistolnya di kepala Chanyeol yang masih mematung.

Lawan mereka terlihat menyeringai dan tertawa meremehkan keadaan Chanyeo dan Baekhyun yang sangat terancam.

*TBC*