Chanyeol dan Baekhyun terlihat masih mematung dalam keadaan yang benar-benar mengancam mereka.

"Kenapa kalian patuh sekali sama ketua kalian Yang Hyungsuk? Bahkan kalian rela dengan ancaman nyawa kalian." Ucap Park Jin Young masih mengarahkan pistolnya di kepala Baekhyun.

"Apa yang sebenarnya terjadi hingga kalian bermusuhan?" Tanya Chanyeol.

"Kalian tidak tau? Ah kalau begitu aku akan memberitahu kalian jika ketua kalian itu hanyalah seorang pecundang yang serakah."

"Benarkah? Ckck ini sangat mengecewakanku." Tiba-tiba Chanyeol menurunkan pistolnya dari Kris.

"Aku tidak suka dengan kalimat pecundang. Jadi, menurutmu apakah aku harus meninggalkannya?" Chanyeol terlihat mulai tenang menghadap Park Jin Young.

Ketua mafia itu terdiam sejenak menatap Chanyeol dengan seringainya. Sebuah kode untuk Kris, membuat namja itu menjauhkan pistolnya dari Chanyeol.

"Aku tau kau adalah mafia yang hebat, Park Chanyeol. Akan sangat sayang jika kau bersama Yang Hyunsuk. Kau bisa tinggalkan dia, dan bergabunglah denganku bersama partnermu ini."

"Apakah itu bisa?"

"Tentu saja bisa!"

Chanyeol mulai mendekati Park Jin Young dengan senyumannya. Tangannya terulur di hadapan ketua mafia itu.

Park Jin Young pun melepaskan Baekhyun, lalu menjabat tangan Chanyeol.

Melihat keadaan ini Baekhyun masih tak mengerti dengan jalan pikiran Chanyeol yang tiba-tiba ini. Ia terus melirik ke arah Chanyeol yang juga membalas tatapannya.

"Selamat datang di agen Park Jin Young, Park Chanyeol."

"Dan selamat datang di nerakamu, tuan Park Jin Young!"

Doarr~

Satu peluru berhasil bersarang tepat di dada Park Jin Young. Ya, diam-diam Chanyeol kembali mengarahkan pistolnya untuk ketua mafia itu.

"Yak! Brengsek!"

"Awas Yeol!"

Bugh!

Tubuh Chanyeol terhempas hingga terjatuh saat Baekhyun mendorongnya. Namja mungil itu melihat Kris yang mengarahkan pistolnya pada Chanyeol. Beruntung ia dapat mendorong Chanyeol hingga peluru itu gagal mengenainya.

Doaarr~

Satu peluru berhasil menembus dada Kris, hingga tubuh namja itu terbaring tak berdaya dengan darah yang terus mengalir di lantai.

"Kerja bagus, Baek!" Puji Chanyeol ketika menyaksikan betapa hebatnya Baekhyun bergerak cepat melumpuhkan lawan.

"Apakah aku mendorongmu terlalu kuat?" Baekhyun mencoba membantu Chanyeol berdiri.

"Kau menyelamatkan nyawaku."

"Sekarang ambil semua berkas itu." Ujar Baekhyun.

Mereka pun langsung masuk ke ruang Park Jin Young untuk mengambil berkas yang telah di perintahkan ketua mereka.

"Kasihan sekali para bodyguard kita harus mati terbunuh disini." Ucap Chanyeol melihat 5 bodyguard agen mereka tidak ada yang terselamatkan.

Selesai mendapati berkas, mereka mendengar sebuah sirine di luar gedung. Dengan cepat, mereka keluar dari markas tersebut.

"Kalian disana!"

Baru saja mereka masuk ke dalam mobil, seorang polisi menggertak saat mobil itu sudah terparkir di depan gedung.

Chanyeol dan Baekhyun langsung melarikan diri dari tempat. Mobil pun melaju dengan cepat.

"Yak! Jangan lari kalian!" Polisi itu mencoba mengejarnya.

Baekhyun terus saja memantau jarak mobil polisi yang berada di belakang.

"Cepatlah Yeol!"

"Kau bisa tembak ban mobil mereka?" Pinta Chanyeol.

"Akan ku coba."

Pistol milik Baekhyun mulai di arahkan ke salah satu ban mobil polisi itu.

Doaarr~

Ciittt~

Ya, mobil polisi itu terhenti begitu saja saat ban mobil tertembak. Tentu saja mereka terlepas dari jarak kedua mafia tersebut.

"Aisshhh terkutuk mereka!" Stir mobil itu di pukul dengan kesal.

"Lalu dengan apa kita kembali?"

"Hubungi dua detektif itu."

"Maksudmu, Oh Sehun dan Luhan?"

"Ya, mereka akan membantu kita."

Kedua polisi namja itu keluar dari mobil. Terlihat name tag yang bertuliskan 'Kim Jongin' dan 'Do Kyungsoo'.

Beberapa menit menunggu, dua orang yang di tunggu pun datang dengan sebuah mobil putih.

"Malang sekali hidupmu, Kim Jongin."

"Diam kau, Oh Sehun!"

"Kalian sudah menghubungi bengkel?"

"Sudah, Lu. Kami menghubungi kalian karena untuk penyelidikan markas itu."

"Ayo masuk mobil."

Mereka berempat pun kembali menuju gedung yang sempat mereka kunjungi.

Dan betapa terkejutnya mereka melihat keadaan dalam gedung ini yang mengenaskan. Ya, banyak korban mati yang tertembak.

"Omo! Banyak sekali mereka terbunuh."

"Eoh? Kami pikir dua mafia tadi adalah mafia agen disini. Apakah dua orang tadi yang melakukan ini semua?" Pikir polisi bernama Kyungsoo.

"Kalian melihat ciri-ciri dua mafia itu?" Tanya Sehun.

"Dua namja bertubuh tinggi dan sedikit kecil, kira-kira seperti Kyungsoo." Jawab polisi bernama Jongin menunjuk ke arah Kyungsoo yang terlihat tak terima di katakan seperti itu.

"Luhan-ah, ambil beberapa gambar untuk bukti." Ujar Sehun pada partnernya itu.

"Sayang sekali buronan kita ini harus mati lebih dulu sebelum di hukum." Ucap Jongin.

"Sepertinya buronan kita beralih pada dua namja tadi." Balas Kyungsoo.

"Kami akan selidiki kasus ini dan ikut mencari dua mafia itu." Ucap Sehun.

Baekhyun dan Chanyeol kembali ke markas setelah selesai dengan tugas mereka.

"Ku pikir kau benar-benar akan berkhianat, Yeol." Baekhyun mengobati beberap luka di wajah Chanyeol akibat berkelahi dengan Kris.

"Aku sudah cukup lama mengabdi di agen kita, aku pun percaya dengan ketua kita."

"Ah ku pikir kita benar-benar mati hari ini. Tapi dengan kelicikanmu, nyawa kita terselamatkan."

"Kau tidak ada yang terluka bukan?"

"Hanya sedikit terkilir pada tanganku, karena Park Jin Young itu."

Selesai mengobati, keduanya saling terdiam memandang satu sama lain. Chanyeol pun meraih lengan Baekhyun, lalu memijatnya dengan hati-hati.

"Hari ini kau pun hebat, Baek. Kau bergerak cepat saat Kris kembali menyerang."

"Kau lebih sering menyelamatkanku, Yeol. Jadi aku pun harus menyelamatkanmu."

"Kau tau? Aku takut jika kau berada di dunia keras ini, tubuhmu semakin kecil." Goda Chanyeol mencubit pipi kenyal Baekhyun yang mulai mengerucutkan bibir dengan lucu.

"Jangan menggodaku, Park Chanyeol!" Baekhyun menepis tangan Chanyeol menjauh dari pipinya.

"Kau yang menggodaku, Baek. Jangan bersikap menggemaskan seperti ini. Atau..."

"Wae?"

"Jangan berpura-pura tidak tau, sayang." Chanyeol menarik tubuh Baekhyun hingga terjatuh di atas tubuhnya.

Baekhyun hanya tersenyum manis di hadapan Chanyeol. Dan ya, bibir tipis itu lebih dulu mendarat di bibir plum milik Chanyeol. Ia menyapu belahan bibir itu yang sudah menjadi candu untuknya.

*TBC*