Pada hari berikutnya dua namja detektif, Sehun dan Luhan kembali memeriksa agen milik Park Jin Young.
"Tidak ada satu berkas pun di tempat ini." Ucap Sehun ketika memeriksa ruangan.
"Mungkinkah dua mafia lain itu mengambilnya? Bisa saja mereka mengambil beberapa bukti." Pikir Luhan.
"Ya kemungkinan terjadi persaingan diantara keduanya." Sehun mengangguk setuju dengan pemikiran partnernya itu.
"Aku sudah mendata identitas Park Jin Young. Dan semalam aku coba untuk mencari info." Luhan menyandarkan tubuhnya di pinggir meja, tepat di samping Sehun.
"Omo...kau bekerja keras, Lu." Sehun menepuk bahu itu dengan senyumannya.
"Bisakah kau menginap di tempatku?" Usul Luhan.
"Ye? Kenapa itu terdengar seperti—"
"Apa? Pikiranmu jangan liar, Oh Sehun!"
"Aku tidak memikirkan apa-apa."
"Aku mengusulkan itu untuk kita bisa bekerja di malam hari bersama. Bukankah itu akan menyelesaikan tugas kita dengan cepat?"
Entah apa yang di pikirkan Sehun, namja ini menahan tawanya sepanjang pembicaraan Luhan.
"Wae? Kenapa kau tertawa eoh?"
"Kenapa ucapanmu membuatku ambigu?"
"Mwo? Ambigu? Ckck kau saja yang memang mesum!"
"Laki-laki mesum itu wajar bukan? Dan..." Sehun mulai menghadap ke arah Luhan, lalu semakin mendekatinya.
"Kau yang selalu membuatku berpikir mesum, Lu." Bisik Sehun dengan tatapan menggoda.
Tubuh Luhan mematung saat Sehun menguncinya tanpa jarak sedikit pun.
Perlahan Sehun mendekati wajah cantik milik Luhan yang menatapnya.
Hembusan nafas hangat mereka saling menerpa satu sama lain. Pandangan Sehun teduh dan tertuju pada bibir cherry di hadapannya.
Namun langkah akhirnya harus gagal, karena ponselnya berbunyi begitu saja. Ya, mereka pun kembali menjaga jarak.
"Ckck kau mengganggu ku saja! Ada apa, Jong?" Sehun menerima panggilan dari Jongin.
"Mengganggu? Apa yang kau lakukan?"
"Aku dan Luhan sedang—"
"Mwo? Jangan katakan jika kalian..."
"Aku bahkan belum meneruskan kalimatku! Aisshh beruntung kau temanku."
"Aku menghubungimu karena ingin meminta kalian berdua ke kantor polisi. Kyungsoo dan aku mendapatkan sesuatu untuk kalian."
"Gurae, kami akan kesana."
Setelah panggilan selesai, kedua detektif ini segera meninggalkan gedung tersebut.
Malam hari yang sunyi, terlihat sebuah mobil hitam terparkir begitu saja di tepi jalan sepi. Bahkan tak ada kendaraan atau orang lain yang lewat.
Jika di perhatikan dari balik kaca, dapat di lihat orang di dalam mobil itu seperti sibuk dengan sesuatu.
Tentu saja mobil itu milik Chanyeol yang sibuk bermain bersama Baekhyun. Ya, keduanya bercumbu di dalam mobil.
"Yeolhh aakkhh~"
"Angkat kakimu, sayang."
Baekhyun pun menuruti perintah Chanyeol, ia mengangkat kedua kakinya yang menapak di kaca mobil.
"Arrghh kau nikmat, Baek mmphh~" Chanyeol terus menggoyangkan pinggulnya untuk menggerakan miliknya di dalam tubuh Baekhyun.
"Yahh disanah aahhh lakukan lebih Yeolhh~"
Keduanya memang tak pernah bosan untuk bercumbu di tempat manapun. Bahkan menurut mereka, bermain di dalam mobil cukup menyenangkan karena ruang yang sempit membuat keduanya tak diberi jarak.
"Aaahhh~aaaahhh~"
Tubuh mungil itu sedikit tersentak saat Chanyeol terus menusuk dan mengocok miliknya di dalam sana.
Brrrtt~
Kerah baju Baekhyun robek begitu saja oleh Chanyeol yang tak sabar untuk menerkam area leher mulus itu. Ya, keduanya masih terbungkus oleh pakaian. Chanyeol hanya membuka celana Baekhyun untuk memasukan miliknya bersarang di dalam namja mungil itu.
"Nngghhh Yeoliehh~" Baekhyun mengangkat wajahnya dan menggerakan kepalanya dengan sensual.
"mmpphh~"
Entah sampai kapan mereka terus di dalam mobil, hingga akhirnya aktifitas mereka harus terhenti ketika mendengar suara sirine yang mereka yakini adalah sirine dari polisi patroli.
"Shit! Mengganggu sekali mereka." Umpat Chanyeol.
"Asshhh~" Baekhyun sedikit meringis ketika Chanyeol mengeluarkan kejantanan itu dari tubuhnya.
Dengan cepat Chanyeol menarik celananya, lalu mengambil alih stir mobil. Baekhyun pun kembali merapihkan celananya, saat mobil mulai melaju cepat.
"Mereka mengejar kita, Yeol." Pandangan Baekhyun terus memperhatikan arah belakang.
"Sepertinya itu polisi kemarin. Mobil ini sudah tidak aman kita pakai." Pikir Chanyeol.
Ketika merasa polisi itu kehilangan jejak, Chanyeol menghentikan mobilnya.
"Ayo turun!"
Kedua mafia ini segera turun dari mobil, lalu berlari memasuki gang kecil yang sepi.
Chanyeol menarik lengan Baekhyun untuk ikut masuk ke sebuah lorong. Keduanya mengatur nafas mereka yang berdiri saling berhadapan. Bahkan tak ada jarak dari tubuh mereka, karena lorong sempit ini.
Di luar sana terdapat dua polisi dan dua detektif yang menghentikan mobil mereka ketika melihat mobil mafia itu terparkir sembarang.
"Mereka meninggalkan mobil begitu saja." Sehun memeriksa mobil tersebut.
"Mobil ini seperti bau orang bercinta bukan?" Pikir Jongin.
"Otakmu cepat bekerja jika mengarah kesana!" Timpal Kyungsoo yang hanya di balas kekehan dari Jongin.
"Mereka mungkin tak jauh dari sini. Ayo kita cari." Ujar Luhan.
Mereka pun mulai mencari di sepanjang gang yang sepi ini. Namun entah kenapa jejak kedua mafia itu tidak di temukan.
"Kemana mereka?" Jongin mulai jengah.
"Apakah mereka mendapat bantuan sihir untuk menghilang?" Pikir Sehun membuat Kyungsoo dan Luhan memutar bola matanya malas.
"Sita mobil itu untuk mencari bukti." Usul Luhan.
"Ya, kami akan membawa mobil itu ke kantor polisi." Balas Kyungsoo.
"Gurae, sebaiknya kita tarik mobil itu."
Tidak menemukan apapun, mereka semua meninggalkan tempat. Mobil milik Chanyeol di bawa oleh mereka yang di jadikan barang tersangka.
Merasa sudah aman, Chanyeol dan Baekhyun menghembuskan nafas lega. Keduanya saling menatap terdiam.
Seperti terhipnotis oleh tatapan Chanyeol, Baekhyun tak menyadari jika celananya sudah turun dari pinggangnya.
"Aarrghhh Yeolhh aaakkhhh~"
Ya, Chanyeol berhasil memasukan miliknya di dalam sana. Tubuhnya naik turun, terus menusuk Baekhyun.
"Aaahhh~Yeoliehh aaahh~"
"Ini untuk yang tertunda tadi, Baek aakkhh~"
Kedua lengan Baekhyun menggantung pada leher jenjang Chanyeol, ia mendekap lalu menyembunyikan wajahnya di leher itu untuk menahan rasa sakit dan nikmat di waktu bersamaan.
"Yeolhh akuhh mau..."
"Sedikit lagi, sayang mmphhh~"
Pergerakan Chanyeol semakin menggila ketika mendapati titik klimaks.
Cum~
"Hhhh~"
Keduanya melenguh bersama saat cairan itu berhasil menyembur di dalam sana.
"Kau memang selalu membuatku candu, Baek." Bisik Chanyeol, lalu mengeluarkan miliknya dari dalam tubuh Baekhyun.
"Dengan apa kita pulang? Mobilmu sudah tersita." Tanya Baekhyun menaikan celananya kembali.
"Berjalan kaki."
"Mwo? Setelah kau mencumbuku, kau mau menyiksaku?"
Chanyeol menuntun Baekhyun keluar dari lorong sempit itu. Tiba-tiba ia mencondongkan tubuhnya.
"Naiklah ke punggungku."
"Ye?"
Merasa gemas, Chanyeol mengangkat tubuh mungil itu pada punggungnya. Baekhyun hanya tersenyum malu mendapati perlakuan manis partnernya ini.
Kedua lengan Baekhyun mendekap leher Chanyeol dan bersandar di bahu lebar itu.
"Aku menyayangimu..." Bisik Baekhyun tepat di telinga Chanyeol, lalu memejamkan kedua matanya begitu saja.
*TBC*
