Terlihat dua polisi yang fokus dengan penyelidikan mereka. Ya, Kim Jongin, dan Do Kyungsoo, melakukan penyelidikan plat nomor mobil buronan yang mereka cari.
Dari mobil milik salah satu mafia itu, cukup mempermudah mereka untuk melakukan penyelidikan lebih.
"Park Sejoo?" Kedua mata Kyungsoo masih tak terlepas dari sebuah kertas yang menjadi bukti data kepemilikan dari mobil itu.
Tak lama kemudian, Sehun dan Luhan datang dengan wajah santai. Dua detektif ini memang selalu terlihat santai, namun bekerja dengan baik.
"Apakah sudah dapat info?" Tanya Luhan mendekati Kyungsoo.
"Nama mafia itu Park Sejoo. Sepertinya namja dengan tubuh tinggi." Kyungsoo mencoba mengingat postur tubuh buronannya.
"Aku pun sudah mendapatkan info tentang Park Jin Young. Menurut pencarian aku dan Sehun, agen ini mempunyai beberapa partner untuk bekerja sama." Jelas Luhan.
"Mungkinkah diantara partner itu yang melakukan pembunuhannya?" Tebak Kyungsoo.
"Aku dan Sehun mencurigai 2 agen. Yang Hyunsuk dan Lee Sooman."
"Eoh? Kenapa kalian mencurigai 2 agen itu?"
"Karena 2 agen itu yang terlihat selalu bekerja sama."
Sementara itu Sehun dan Kai sibuk memeriksa mobil milik buronan yang telah mereka sita.
"Mobil ini belum di cuci. Kemungkinan kita dapat jejak mereka selain bau sperma ini." Pikir Kai menahan tawanya.
"Penciumanmu lebih tajam dari anjing polisi, Jong." Sehun menepuk bahu temannya itu.
"Sepertinya kita harus melakukan sidik jari dari stir mobil ini. Karena stir ini belum tersentuh siapapun selain mafia itu." Usul Jongin.
"Gurae, selidikilah lebih jelas lagi. Aku dan Luhan akan mencari 2 agen yang kami jadikan alibi."
"2 agen?"
"Ya, untuk kasus pembunuhan Park Jin Young. Dari beberapa agen yang bekerja sama dengannya, kami mencurigai Lee Sooman dan Yang Hyunsuk dalam kasus ini."
"Kau tau tentang 2 agen itu?"
"Belum. Tapi kami tetap akan mencari tau."
"Baiklah, selamat bekerja bro..."
*skip*
Sehun dan Luhan sudah berada dalam perjalanan. Selama Sehun mengemudi, Luhan sibuk dengan ponselnya.
"Eoh? Beberapa info yang ku dapati, agen Lee Sooman bukan agen kriminal."
"Ye?" Mendengar ucapan Luhan, sekilas Sehun menoleh.
"Agen ini lebih ke arah agen sosial."
"Kau yakin?"
"Kita pastikan ini nanti. Karena bagaimanapun kita harus ke tempat agen itu."
Ketika tiba di tempat, Sehun menghentikan mobilnya beberapa meter dari sebuah gedung yang ada di sebrangnya.
"Apakah benar ini tempatnya?" Sehun terus memandangi gedung tersebut.
"Kita jangan masuk begitu saja. Mungkin kita harus memperhatikan gedung itu dari luar."
"Gurae, ayo keluar."
Mereka pun keluar dari mobil, lalu mencoba mendekati gedung itu dengan berpura-pura orang yang menikmati suasana sekitar.
Beruntung tepat di depan gedung, terdapat food truck. Dan ya, Sehun pun memesan makanan juga minuman untuk bersantai sekaligus memantau gedung di hadapannya.
Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih yang menikmati kencan mereka. Bahkan tak malu untuk saling suap-menyuap.
Namun pada menit berikutnya, kemesraan mereka harus terhenti saat melihat 2 orang yang akan memasuki gedung tersebut.
Jika di lihat dari wajah 2 orang itu, sepertinya mereka bukan seorang mafia. Dengan keberanian Sehun, ia mencoba mendekat. Luhan pun mengikutinya.
"Jeogi..."
Mendengar ucapan Sehun, 2 orang itu pun berhenti dan menoleh menghadapnya.
"Ya?"
"Kalian bekerja disini?" Tanya Sehun.
Kedua orang itu terdiam sejenak memperhatikan dua namja di hadapan mereka.
"Ya. Kami memang bekerja di sini. Ada apa?"
"Namaku Sehun dan ini Luhan." Sehun memperkenalkan dirinya sekaligus Luhan yang hanya tersenyum.
"Apakah ini agen dari Lee Sooman?" Tanya Luhan.
"Ya benar. Eoh? Apakah kalian dari panti asuhan itu?"
"Ye?" Luhan dan Sehun terlihat bingung, mereka pun saling melirik dalam diam. Dan ya, pemikiran mereka mulai satu arah.
"Ah...ani. Kami barus saja ingin bertanya. Dan ternyata memang benar jika ini agen sosial?" Balas Luhan.
"Mian, ku pikir kalian dari pengurus panti asuhan."
"Ini memang agen sosial. Namaku Kim Jongdae dan ini Kim Minseok."
"Bisakah kami masuk ke dalam gedung?" Pinta Sehun.
"Jika ada kepentingan, kalian bisa masuk."
"Gamsahamnida..."
*skip*
Chanyeol dan Baekhyun berada di agen Yang Hyunsuk. Ya, keduanya melaporkan tentang polisi yang terus mengejar mereka.
"Sepertinya mereka sedang menyelidiki kami. Jadi apa yang harus kami lakukan?" Tanya Chanyeol.
"Aku tau kalian tidak bodoh bukan? Kalian bisa bermain peran lebih. Merubah penampilan dan tingkah kalian di luar sana."
"Tapi mereka sudah melihat wajah kami walau sekilas." Balas Baekhyun.
"Jika penampilan kalian berubah, tentu saja mereka tidak akan ingat wajah kalian."
"Bisakah kami tinggalkan jejak sejenak dari Seoul?" Pinta Chanyeol.
"Kau ingin pergi ke daerah lain untuk bersembunyi sementara?"
"Ya. Untuk mengacaukan pelacakan mereka."
"Gurae, aku pergilah ke Busan. Dan kebetulan aku pun punya tugas untuk kalian disana."
Setelah urusan mereka selesai, Chanyeol dan Baekhyun segera kembali ke markas.
Keduanya terlihat menyiapkan beberapa barang untuk di bawa. Bahkan mereka pun merapihkan markas ini. Karena mereka pikir, bisa saja polisi itu menemukan markas mereka.
"Aisshh padahal permintaan kita lebih ke arah cuti dan beristirahat, tapi dia selalu saja menugaskan kita." Gerutu Baekhyun.
"Kita harus merubah penampilan kita, Baek."
"Bagaimana merubahnya?"
"Mungkin terlihat seperti penampilan pada umumnya. Kita pakai baju yang berwarna dan santai."
"Dan ya, aku baru sadar jika baju kita hitam semua." Baekhyun terkekeh.
"Jangan membuatku mulai gemas denganmu yang seperti itu, Baek."
"Wae? Apakah salah jika aku tertawa eoh?"
Tiba-tiba Chanyeol menarik Baekhyun, lalu berbisik tepat di telinga namja mungil itu.
"Aku akan tahan ini hingga di Busan."
*TBC*
