Baekhyun dan Chanyeol sudah siap dengan beberapa barang bawaannya. Bahkan mereka benar-benar merubah penampilan mereka. Ya, pakaian keduanya terlihat lebih santai.
"Apakah aku cocok seperti ini?" Chanyeol bercermin dirinya yang mengenakan sebuah kacamata. Dan jangan lupakan rambutnya yang menutupi keningnya, ini menjadikan dirinya terkesan good boy.
"Aku pun merasa sedikit aneh berpenampilan seperti ini." Sambung Baekhyun ikut bercermin dengan hoodie besar berwarna kuning yang menenggelamkan tubuh mungilnya. Mungkin jika tak ada yang menyangka jika wajah innocent ini milik seorang mafia.
"Kau seperti anak kecil, Baek. Kenapa kau begitu menggemaskan hmm?" Chanyeol menangkup wajah mungil itu dan dengan mudahnya ia mendaratkan bibirnya pada bibir tipis milik Baehyun.
Tak hanya mengecup, bahkan Chanyeol memberi sedikit lumatan manis pada Baekhyun yang terlihat sangat menerima perlakuan partnernya ini.
"Sisakan energi untuk di Busan, sayang." Chanyeol melepaskan tautannya dan berbisik tepat di telinga Baekhyun.
Setelah benar-benar siap, mereka pun pergi dari markas untuk segera menuju stasiun kereta.
Tak lama setelah Chanyeol dan Baekhyun pergi, beberapa mobil polisi telah mengepung markas mereka.
Setelah melakukan penyelidikan, Jongin dan Kyungsoo mendapatkan informasi lebih cepat. Bahkan mereka berhasil mendapati tempat markas milik Chanyeol dan Baekhyun.
"Kosong?" Jongin dan Kyungsoo sedikit terkejut karena markas sudah kosong tak berpenghuni.
Beberapa polisi lainnya melakukan pelacakan sekitar ruangan. Begitu pun dengan Jongin dan Kyungsoo.
"Kemana mereka kabur?" Pikir Jongin.
"Sepertinya mereka tau jika kita sedang melacak mereka. Cepat hubungi Sehun dan Luhan untuk segera ke stasiun kereta." Ujar Kyungsoo dengan kedua matanya yang fokus pada sebuah kertas.
"Ye?"
"Mereka menuju Busan."
Ya, tak sengaja Kyungsoo mendapati kertas yang bertuliskan Busan. Tentu saja ia mengambil kepastikan jika kedua mafia itu akan pergi kesana.
"Mwo?"
Dengan cepat Jongin menghubungi Sehun untuk memintanya segera menyusul dua buronan itu.
*skip*
Sehun dan Luhan kembali ke agen milik Lee Sooman. Mereka sudah meminta kerja sama pada Jongdae dan Minseok untuk memberi beberap infomarsi.
"Agen ini telah mendapat penipuan dari dua agen. Mereka mengambil semua uang yang akan kami sumbangkan ke panti asuhan." Jelas Jongdae.
"Apakah salah satunya agen milik Park Jin Young?" Tanya Luhan.
"Nde! Kami pikir agen itu adalah agen seperti kami. Ternyata mereka hanya memanfaatkan agen ini." Jelas Miseok.
"Agen Park Jin Young dan Yang Hyunsuk sepertinya telah bekerja sama untuk menipu kami." Lanjut Jongdae.
"Ah aku mengerti sekarang!" Seru Sehun seperti telah mendapatkan kunci jawabannya.
Drrrtt~
Tiba-tiba ponsel Sehun bergetar, membuatnya mau tak mau mengangkat panggilam tersebut.
"Ada apa?"
"Mafia itu melarikan diri. Cepat ke stasiun menuju Busan."
"Ye? Baiklah."
Panggilan yang cukup singkat itu berakhir dengan cepat. Raut wajah Sehun berubah menjadi serius.
"Lu, kita harus ke stasiun kereta sekarang."
"Ye? Ada apa?"
"Nanti akan ku jelaskan."
"Terima kasih untuk kalian yang sudah memberi informasi pada kami." Ucap Sehun pada Jongdae dan Minseok.
"Datanglah kembali jika kalian membutuhkan kami." Balas Jongdae.
"Nde! Gamsahamnida."
Dua detektif ini pun segera pergi menuju stasiun kereta. Dengan kecepatan di atas rata-rata, Sehun mengemudikan mobilnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Luhan mencoba bertanya.
"Dua mafia itu mencoba kabur ke Busan. Bisakah kau cek tiket kereta menuju Busan? Segeralah booking untuk kita." Ujar Sehun masih fokus pada kemudinya.
Dengan cepat, Luhan mengeluarkan ponselnya untuk memastikan tiket kereta masih ada.
"Ah beruntung keberangkatan pertama masih ada setengah jam lagi. Aku akan booking 2 untuk kita." Seru Luhan.
Ketika tiba di stasiun, Sehun dan Luhan berlari memasuki stasiun kereta tersebut. Tanpa membuang waktu, Luhan ke tempat tiketing. Sedangkan Sehun terus memperhatikan sekitar untuk memastikan keberadaan targetnya.
Keduanya segera masuk ke dalam gerbong, sebelum beberapa detik lagi kereta akan melaju.
Sepanjang langkah mereka di dalam gerbong, mereka terus memperhatikan penumpang yang berada di kursi masing-masing.
Bahkan sudah setengah gerbong mereka telusuri, tidak ada penumpang yang mencurigakan.
"Maaf, bisakah kalian duduk? Dimana tempat duduk kalian?" Tanya seorang petugas merasa dua namja ini terus saja berjalan sepanjang gerbong.
"Ah mianhamnida. Kami duduk di..." Sehun mencoba cek tiket kereta.
"Disana! Ya, kami duduk disana. Permisi..." Luhan menarik Sehun menuju kursi kosong yang menjadi tempat mereka.
Ketika mereka sudah berada di tempat duduk, tak sengaja mereka melihat dua orang yang asik berciuman pada kursi sebelah kanan mereka.
"Dunia milik mereka ckck..." Umpat Sehun pada dua orang itu yang salah satunya tertutup tudung hoodie berwarna kuning.
"Shhtt diamlah! Mereka akan tersindir olehmu." Bisik Luhan.
Tanpa mereka sadari, jika dua penumpang di sebelah kanan mereka adalah dua mafia yang mereka cari, Chanyeol dan Baekhyun.
Beruntung, karena aktifitas ciuman keduanya, wajah mereka sulit untuk terlihat. Dan karena Baekhyun mengenakan tudungnya, wajahnya benar-benar tersembunyi disana.
Entah sejak kapan bibir keduanya saling bertautan. Namun mereka tak memperdulikan orang lain atau tempat sekitar. Bahkan diam-diam tangan Chanyeol menelusup masuk ke dalam hoodie yang di kenakan Baekhyun.
Tangan Chanyeol terus mengusap tubuh Baekhyun di balik hoodie tersebut. Ingin sekali Baekhyun melenguh, namun ia harus menahannya karena sadar dengan tempat umum seperti ini.
*TBC*
