Chanyeol dan Baekhyun bersiap menuju suatu tempat yang sudah di beritahu oleh Yang Hyunsuk untuk melakukan pertemuan.
Dengan sebuah taxi mereka menuju tempat tujuan, dan tentu saja masih dengan penampilan berbeda.
Tiba di tempat, keduanya memasuki sebuah gedung yang sepertinya memang menjadi tempat pertemuan mereka.
"Akhirnya kalian datang juga." Seru seorang pria cukup tua yang menyambut kedatangan Chanyeol dan Baekhyun.
"Kau Kim Youngmin?" Tanya Chanyeol.
"Benar sekali! Yang Hyunsuk sudah memberitahuku tentang kalian. Ah aku cukup terkejut dengan penampilan mafia yang menggemaskan seperti ini." Sindir Youngmin dengan tawanya, membuat Chanyeol dan Baekhyun hanya terdiam datar.
"Jadi apa untuk apa pertemuan ini?" Chanyeol kembali bertanya.
"Aku dan Yang Hyunsuk sudah membuat kesepakatan untuk mendapatkan uang banyak."
"Lalu?"
"Di dalam ruangan sana, terdapat seorang wanita cantik." Youngmin menunjuk ke arah pintu ruangan.
"Kau, Park Chanyeol bukan?"
"Ya." Singkat Chanyeol.
"Tiduri wanita itu. Lakukan adegan panas dengannya."
"Mwo?" Baekhyun dan Chanyeol terkejut untuk itu.
"Dan kau, rekam adegan panas itu di kamera yang sudah ku sediakan disana." Youngmin mengarah pada Baekhyun.
"Maksudmu, kalian bekerja sama untuk membuat film sex?" Tanya Chanyeol.
"Ya. Dan aku yakin kau bisa melakukannya. Bukankah ini pun menguntungkan untukmu?"
Chanyeol dan Baekhyun saling melirik dalam diam. Terlihat dari tatapan Baekhyun yang tidak rela jika itu terjadi.
"Kenapa harus aku? Apakah kau tidak punya orang lain untuk ini?"
"Karena Yang Hyunsuk yang merekomendasikan dirimu."
Dengan segera Chanyeol mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi Yang Hyunsuk.
"Ada apa?"
"Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu untuk tugas ini?"
"Bukankah menyenangkan?"
"Bagaimana jika aku menolaknya?"
"Kau tidak bisa menolaknya begitu saja."
"Tapi--"
Panggilan itu terputus begitu saja sebelum Chanyeol protes pada ketuanya tersebut.
"Jangan membuang waktu, cepat ke ruangan." Youngmin merangkul Chanyeol menuju sebuah ruangan, Baekhyun pun mengikutinya.
Ketika di ruangan, dapat di lihat seorang wanita cantik yang duduk di pinggir tempat tidur dengan mengenakan lingerie.
"Lihatlah, dia cantik bukan? Jika kau tidak siap, minumlah ini." Youngmin memberi sebuah gelas kecil yang berisi minuman kepada Chanyeol, entah minuman apa.
"Apa ini?"
"Perangsang yang akan membuatmu bergairah." Bisik Youngmin.
Baekhyun memperhatikan wanita itu yang terus menunduk. Sepertinya wanita itu pun di paksa oleh Youngmin.
Chanyeol meneguk habis minuman itu karena paksaan. Youngmin tidak keluar dari ruangan begitu saja. Ia pun ingin memastikan jika semuanya berjalan dengan baik.
Beberapa detik kemudian, Chanyeol merasakan tubuhnya panas. Dan sesuatu yang sesak di balik celananya. Ia melirik ke arah Baekhyun yang menatapnya.
Ingin sekali ia menerkam namja mungil itu, namun keadaan yang memaksanya untuk beralih ke seorang wanita di tempat tidur tersebut.
"Rekamlah dengan baik." Ujar Youngmin pada Baekhyun yang sudah memegang kamera untuk merekam.
Perasaan Baekhyun benar-benar kacau melihat secara langsung, adegan sex yang di lakukan Chanyeol dengan wanita lain.
Kedua telinganya pun merasa panas mendengar lenguhan dan desahan wanita itu.
Sesekali ia memejamkan matanya mencoba untuk mengendalikan emosinya. Karena sejujurnya ia sangat tidak rela melihat Chanyeol melakukan hal itu pada orang lain.
Kurang lebih 1 jam, adegan itu selesai di lakukan. Dan tak mau membuang waktu, Chanyeol langsung beranjak dari tempat. Setelah ia kembali memakai bajunya, ia segera menarik Baekhyun untuk meninggalkan tempat.
*skip*
Tiba di hotel, Chanyeol masih menuntun tangan Baekhyun. Namun namja mungil itu mulai menepis lengannya.
"Baek..."
"Mandilah, bersihkan tubuhmu." Ujar Baekhyun tanpa memandang Chanyeol.
"Kau marah padaku?"
"Ani."
"Lalu kenapa kau seperti ini? Lihat aku!" Kedua tangan Chanyeol mendekap bahu Baekhyun agar keduanya saling menatap.
"Tidak bisakah kau menolaknya?"
"Aku sudah berusah menolaknya, tapi--"
"Bahkan kau melakukannya cukup lama." Baekhyun mencoba melepaskan tangan Chanyeol dari bahunya.
"Sejujurnya aku tidak mau melakukannya. Dan karena minuman itu aku jadi tak terkendali."
"Sudahlah, aku tidak marah padamu. Hanya sedikit kecewa. Ya, mungkin sedikit." Baekhyun melangkah mendekati tempat tidur.
Chanyeol mencoba untuk mendekatinya kembali. Ia tidak suka jika Baekhyun terlihat mengacuhkannya.
Grep!
Tiba-tiba Chanyeol mengangkat tubuh mungil itu. Refleks, tangan Baekhyun melingkari leher jenjang Chanyeol.
"A-apa yang kau lakukan? Turunkan aku."
"Aku tidak suka kau mengacuhkanku, Baek." Chanyeol melangkah menuju kamar mandi.
Ketika di dalam kamar mandi, tubuh Baekhyun di turunkan. Namun, Chanyeol mengunci tubuh itu di bawah shower.
"Perjanjian tetap perjanjian. Sekarang aku meminta perjanjianmu kemarin." Bisik Chanyeol menyalakan shower yang mulai membasahi mereka.
"Aku tidak mau bermain sekarang denganmu yang baru saja meniduri wanita itu."
"Kau cemburu hmm? Bahkan aku melakukannya dengan obat perangsang. Sedangkan denganmu, tanpa memerlukan itu pun, kau sudah membuatku lebih dari terangsang." Chanyeol menarik dagu Baekhyun lalu mengecup bibirnya sekilas.
"Kau tau? Aku benar-benar tidak rela jika orang lain memilikimu." Balas Baekhyun.
"Tidak ada yang memilikiku selain dirimu, sayang." Chanyeol berbisik tepat di telinga Baekhyun, bahkan ia menjilat daun telinga itu membuat sang pemilik menaha rasa geli.
"Hentikan, Yeol! Ini geli..."
Namja tinggi itu mulai beralih pada area leher Baekhyun, Ia menciumi leher mulus itu yang menjadi titik sensitip Baekhyun. Ya, Chanyeol sudah sangat hafal titik mana saja yang menjadi area sensitif namja mungil ini.
"Hhhhh~" Baekhyun memutar kepalanya dengan gerakan sensual.
Detik berikutnya, Chanyeol membuka baju Baekhyun yang sudah basah. Ia pun melanjutkan ciumannya di area dada Baekhyun.
"Asshh Yeolhhh~" Walau ada rasa geli dan perih, namun Baekhyun menyukai setiap Chanyeol menyesap kedua nipple itu secara bergantian.
Ciuman Chanyeol semakin turun hingga terhenti di perut datar Baekhyun. Bahkan ia menjilati pusar itu dengan gemas. Celana yang dikenakan Baekhyun pun ia buka begitu saja, membuat namja mungil itu full naked.
Baekhyun mengatur nafasnya selama Chanyeol membuka semua baju, hingga namja tinggi itu juga naked.
Tubuh mungil itu kembali Chanyeol angkat, membuat kedua kaki Baekhyun melingkar erat di pinggangnya.
"Ambil semua yang ku punya, Baek. Semuanya adalah milikmu."
"Berikan segalanya untukku, Yeol." Baekhyun memainkan rambut Chanyeol yang basah.
Kedua tangan Chanyeol meremas bantalan bokong berisi milik Baekhyun. Dan tanpa membuang waktu, miliknya mulai menusuk masuk ke dalam tubuh Baekhyun.
"Aakhhh~" Baekhyun mendekap leher Chanyeol, dan menyembunyikan wajahnya di balik bahu itu.
Namja tinggi itu terlihat sangat bertenaga ketika ia terus mengocok miliknya di dalam sana.
"Yeolhh aaahh~aaahh~" Tubuh mungil itu ikut terhentak seiring pergerakan Chanyeol.
"Mmmphhh kau lebih nikmat darinya Baek."
"Aku mencintaimu." Bisik Baekhyun mulai meraup bibir Chanyeol, ia mencoba untuk mendominasi, namun tetap saja namja tinggi itu yang selalu mengambil pimpinannya.
"Eummphhh~" Jemari lentik itu sesekali meremas surai belakang Chanyeol, dan mengusapnya dengan sayang.
Chanyeol mencoba menurunkan Baekhyun tanpa melepaskan miliknya yang bersarang di dalam tubuh mungil itu. Sejenak ia menatap mata sipit di hadapannya. Lalu ia memeluk tubuh Baekhun cukup erat.
"Kau lebih dari sekedar partner in crime, Baek. Aku tau, aku tidak bisa romantis. Tapi, izinkan aku mencintaimu juga." Bisik Chanyeol sesekali mengecup tengkuk Baekhyun yang tersenyum manis mendengar bisikan tersebut.
"Nggghhh aaaahhh~"
Chanyeol kembali menggerakan pinggulnya tanpa melepaskan pelukannya.
Kedua tangan Baekhyun mendekap punggung lebar itu saat pergerakan Chanyeol benar-benar membuatnya mabuk.
*TBC*
