Baekhyun merasakan sesuatu yang mengusap pipinya dengan lembut. Dengan perlahan ia membuka kedua matanya, lalu mendapati mata besar yang terus memandangnya.

Ya, Park Chanyeol lebih dulu bangun dari Baekhyun beberapa detik lalu. Selama Baekhyun belum bangun, ia asik memandangi wajah mungil itu dan terus mengaguminya.

"Sejak kapan kau bangun?" Tanya Baekhyun dengan suara seraknya, khas orang bangun tidur.

"Entahlah. Aku terlalu sibuk mengagumi wajahmu."

"Ckck setelah berkata manis seperti itu, ku pastikan kau ingin memangsaku pagi-pagi seperti ini. Tidak! Aku masih kesal denganmu." Baekhyun menarik selimut untuk menutupi wajahnya.

"Wae? Kesal kenapa hmm?"

"Kau tidur begitu saja, dan--"

"Kau tidak ingat semalam?"

Mendengar pertanyaan itu, seketika Baekhyun membuka selimut yang menutupi wajahnya, lalu menatap Chanyeol yang menahan tawanya.

"Apakah harus ku ingatkan lagi?" Chanyeol menyeringai di hadapan Baekhyun.

Namja itu tiba-tiba menyelusup masuk ke dalam selimut, ia menindih tubuh mungil itu. Kini selimut tersebut berhasil menyembunyikan mereka berdua di dalamnya.

Baekhyun baru menyadari jika dirinya naked, begitu pun dengan Chanyeol. Ya, dapat ia rasakan kulit mereka saling bersentuhan tanpa sehelai benang pun yang menghalangi tubuh mereka.

"Apakah kau menganggap semalam hanya mimpi hmm?" Bisik Chanyeol.

"Aku--mpphh~" Ucapan Baekhyun tertahan saat Chanyeol mulai menggesekan sesuatu di bawah sana.

"Jangan di tahan, Baek. Mari awali pagi dengan..."

"Aaakkhhh~"

Chanyeol berhasil memasukan miliknya ke dalam bawah sana. Masih ada rasa perih yang Baekhyun rasakan, namun tak bisa ia pungkiri jika dirinya selalu menikmati permainan lebih dari Chanyeol.

"Aaahhh~aaahh~" Desahan sexy mulai keluar dari bibir Baekhyun saat Chanyeol semakin menusuknya lebih dalam.

"Kau yakin ingin marah denganku hmmm?"

"Aakkhh lebih cepat Yeolhh..."

Chanyeol hanya menyeringai memandang Baekhyun yang sangat menikmati permainannya.

"Haruskah seharian ini kita di kamar?" Goda Chanyeol masih dalam pergerakan pelan.

"Jangan menggodaku, Park Chanyeol."

"Mmpphhh Baekhh~"

Baekhyun mencoba menggerakan pinggulnya, bahkan ia bergerak naik turun membuat Chanyeol merasakan nikmat lebih.

"Kau akan lelah bergerak seperti itu, sayang." Chanyeol menekan pinggul Baekhyun, ia menggerakan miliknya di dalam sana mencari titik kenikmatan untuk keduanya.

Flashback On#

Baekhyun mulai naik ke atas tempat tidur, ia merentangkan kedua tangan Chanyeol dengan lebar. Lalu namja mungil ini membaring tubuhnya di atas tubuh besar Chanyeol yang masih tertidur.

Tubuh itu di dekap, dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Chanyeol.

Ketika beberapa menit Baekhyun memejamkan kedua matanya, Chanyeol mulai menyadari jika tubuhnya merasa hangat dan nyaman, ia pun membuka matanya lalu mendapati Baekhyun yang tertidur di atas tubuhnya.

"Ah aku tidak sadar jika tertidur." Umpat Chanyeol.

"Baek, apa kau tidur?" Chanyeol bertanya dengan pelan, tangannya mengusap lembut surai Baekhyun.

"Hmm?" Dengan setengah sadar Baekhyun menjawab. Kedua mata sipit itu mencoba menatap wajah Chanyeol.

"Kenapa kau tidak membangunkanku?"

"Karena aku tidak mau menggangu tidurmu." Lagi dan lagi Baekhyun menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu.

"Jangan tidur, sayang." Tangan Chanyeol menyelusup ke dalam baju Baekhyun, lalu mengusap punggungnya.

"Jika seperti ini kau semakin membuatku nyaman dan mengantuk, Yeol." Baekhyun mengusak wajahnya, semakin merasakan kenyamanan.

Tiba-tiba Chanyeol mengubah posisi mereka. Ya, saat ini Baekhyun berada di bawahnya.

"Selesai makan tidak boleh langsung tidur."

"Ckck bahkan kau lebih dulu tidur saat aku tinggal beberapa detik."

"Beruntung aku terbangun."

"Tidur saja akummphh--"

Bibir Baekhyun terbungkam begitu saja ketika Chanyeol meraup bibirnya dengan cukup agresif.

"Nggghh Yeolhhh~" Ciuman itu turun ke leher, membuat Baekhyun melenguh dan menahan rasa gelinya.

Merasa gemas, Chanyeol mulai membuka semua pakaian yang mereka kenakan. Untuk beberapa detik, ia terdiam memandangi tubuh mulus yang sangat ia kagumi.

"Kau tau? Aku seperti melihat karya indah yang di ciptakan hanya untukku."

"Jangan menggodaku, Park Chanyeol!"

Chanyeol kembali menindih tubuh mungil Baekhyun, lalu menatapnya lekat.

"Kau memang indah, Baek. Bahkan setiap aku melihat matamu, terdapat pancaran cahaya disana. Tidak ada yang aku tidak suka darimu." Jemari Chanyeol mengusap lembut pipi kenyal Baekhyun.

"Sejak kapan kau bisa romantis eoh?"

"Ini bukan hanya bualan, tapi aku mengatakan yang sebenarnya."

"Berikan aku satu kalimat, Yeol. Lalu berikan aku lebih yang kau mau." Kedua tangan Baekhyun menggantung pada leher jenjang itu.

"Aku tidak bisa memberimu satu kalimat."

Mendengar ucapan itu, membuat Baekhyun sedikit kecewa hingga tangannya ia lepaskan dari leher Chanyeol.

"Aku tidak bisa memberimu hanya satu kalimat. Aku ingin memberimu lebih dari satu." Chanyeol menarik tangan Baekhyun untuk kembali menggantung di lehernya.

"Byun Baekhyun, aku mencintaimu. Aku membutuhkanmu, dan aku menginginkanmu."

Baekhyun merasa wajahnya panas mendengar kalimat yang di ucapkan Chanyeol dengan manis. Keduanya saling melempar senyuman dan menatap satu sama lain.

"I want you more, Park Chanyeol." Bisik Baekhyun menarik leher itu, lalu meraup bibir plum milik Chanyeol.

Kedua kaki Baekhyun melingkar erat di pinggang Chanyeol, dan tentu saja ini adalah kesempatan baik untuk milik Chanyeol bersarang di dalam tubuh mungil itu.

"Mmpphhh~" Erangan Baekhyun tertahan saat merasakan milik Chanyeol menusuknya di bawah sana.

Flashback Off#

"Park Chanhh Yeolhh aakkhh~"

"Aaahhh~aaahh~"

Pergerakan Chanyeol semakin cepat saat dirinya mulai mencapai titik klimaks.

"Mmpphh aaahhh~"

Cum~

"Hhhhh..." Keduanya membuang nafas puas setelah cairan itu berhasil menembak ke dalam sana.

"Pagi yang indah." Chanyeol mengecup kening Baekhyun, lalu membawa tubuh mungil itu dalam dekapannya.

"Sampai kapan dia akan bersarang di dalam sana eoh?" Baekhyun mulai protes.

"Biarkan dia tidur di dalam sana, Baek. Dia sangat menyukaimu yang hangat."

"Terserah padamu, aku ingin kembali tidur!" Baekhyun mendekap punggung Chanyeol, lalu menyembunyikan wajahnya di leher jenjang itu.

"Selamat tidur, sayang." Bisik Chanyeol, dan dengan jahilnya ia sedikit menggerakan pinggulnya.

"Nghhh yak Chan aahh Yeolhh mpphh~"

Chanyeol hanya terkekeh mendengar Baekhyun yang protes dengan desahannya.

"Kenapa kau belum tidur juga eoh?" Goda Chanyeol.

"Kau yang--aaakhhh~"

"Suaramu membuatku gemas Baek."

"Berhentilah Yeol!"

"Gurae, tidurlah." Chanyeol mengecup kening Baekhyun, lalu semakin mendekapnya dengan erat.

*TBC*