Malam ini, Sehun dan Luhan menuju tempat yang mereka pastikan target mereka ada di sana.
Ya, saat kejadian pasar malam lalu, mereka mendapati beberapa petunjuk untuk melacak keberadaan dua mafia itu.
Flashback On#
"Ada apa?" Sehun bertanya pada seorang namja yang mengumpat dengan amarahnya.
"Dua orang telah mencuri motorku."
"Apakah mereka bertubuh besar dan kecil?" Tebak Luhan.
"Ya, mereka mengarah menuju persimpangan lampu merah. Dan dia mengatakan motorku akan di letakan di lampu merah terdekat disana."
"Kalau begitu, ayo cari motormu."
Mereka pun menuju persimpangan yang hanya beberapa meter dari pasar malan.
Dan memang benar, motor itu ada tepat di persimpangan lampu merah.
"Ah itu motorku. Mereka sudah melarikan diri."
Sehun mulai memperhatikan tempat sekitar, kemungkinan dua mafia itu tak jauh dari persimpangan ini.
"Syukurlah motormu masih ada. Berhati-hatilah lain kali." Ujar Luhan.
"Ya, kalau begitu aku pergi." Orang tersebut pergi meninggalkan dua detektif ini.
"Lu, apakah kau berpikir jika mereka berada tak jauh dari sini?" Tanya Sehun memperhatikan setiap gedung-gedung sekitar.
"Ku rasa begitu. Disini ada beberapa tempat penginapan bukan?"
"Kalau begitu kita lacak setiap penginapan disini sekarang."
Flashback Off#
Setelah hampir seharian melacak satu persatu penginapan, mereka menemukan 1 hotel yang belum mereka kunjungi.
"Selamat malam, apakah ada yang bisa saya bantu?" Seorang resepsionis menyapa kedatangan Sehun dan Luhan.
"Kami ingin bertanya, apakah ada pengunjung bernama Park Sejoo?" Tanpa membuang waktu, Sehun langsung bertanya.
"Sepertinya tidak ada nama tersebut di daftar pengunjung hotel ini."
Sehun dan Luhan saling melirik merasa masih penasaran. Karena hanya hotel ini yang belum mereka kunjungi. Dan kemungkinan dua mafia itu ada di hotel ini.
"Benarkah? Bisakah kami lihat daftar nama pengunjung bermarga Park?" Pinta Luhan.
"Begitu banyak nama pengunjung bermarga Park."
Sehun berpikir sejenak hingga sekilas ia mengingat kejadian pasar malam lalu.
'Ayo Yeol...'
"Park Yeol! Apakah ada nama itu?"
Ya, Sehun mencoba meyakini jika namja lain dari Park Sejoo itu adalah Park Yeol, karena tak sengaja ia mendengar nama panggilan tersebut.
"Tunggu sebentar, aku akan carikan." Resepsionis itu mulai mencari nama tersebut.
"Disini hanya terdapat nama Park Chanyeol yang menginap dengan temannya Byun Baekhyun."
Dengan cepat Luhan mencatat sesuatu pada note miliknya.
"Berada dimana kamarnya?" Sehun merasa cukup puas mendapati nama lain dari dua mafia itu.
"Maaf, beberapa menit lalu mereka telah meninggalkan hotel."
"Mwo?" Sehun dan Luhan terkejut. Ada rasa kecewa saat mendengar jawaban tersebut.
"Apakah ada yang bisa ku bantu lagi?"
"Tidak ada. Terima kasih atas bantuannya." Balas Luhan.
Dua detektif ini pun segera keluar dari hotel tersebut. Mereka langsung menaiki taxi menuju stasiun. Ya, mereka yakin jika dua mafia itu telah melarikan diri lagi. Dan sepertinya keduanya kembali ke Seoul.
*skip*
Chanyeol dan Baekhyun berjalan sepanjang gerbong kereta untuk mencari tempat duduk mereka.
Ya, keduanya meninggalkan hotel pada malam hari ini juga karena mereka merasa mulai tidak aman.
"Apakah kita pindah markas?" Tanya Baekhyun ketika mereka sudah mendapati tempat duduk.
"Ketua Yang Hyungsuk sudah memilih markas untuk kita."
Baekhyun terdiam memperhatikan Chanyeol yang mulai bersandar pada kursi.
"Yeol..."
"Ada apa hmm?" Chanyeol memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya sejenak.
"Bagaimana jika suatu saat nanti kita tertangkap?"
Mendapati pertanyaan tersebut membuat kedua mata Chanyeol kembali terbuka, lalu menoleh ke arah Baekhyun.
"Itu tidak akan terjadi."
"Bagaimana jika terjadi?"
Chanyeol terdiam memandang wajah Baekhyun yang mulai khawatir.
"Apakah kau mulai khawatir?"
"Ya. Karena aku pun khawatir dengan nasib kita. Bisa saja kita tertangkap bersama. Atau..."
"--salah satu dari kita akan mati di tangan mereka."
"..." Chanyeol tidak tau harus membalas apa untuk ucapan Baekhyun yang satu ini. Karena sejujurnya ia pun memikirkan nasib mereka berdua.
"Jangan pikirkan hal itu, Baek."
"Tapi--"
"Shit! Mereka disini lagi."
"Ye?"
Baekhyun mulai mengikuti arah pandang Chanyeol yang tertuju pada suasana di luar sana. Dan ya, dapat mereka lihat dua detektif itu kembali menaiki kereta yang sama.
"Mereka dapat melacak kita, Yeol."
"Ayo bersembunyi." Chanyeol menarik lengan Baekhyun, lalu menuntunnya ke suatu tempat.
Klek~
Keduanya masuk pada satu toilet yang sama. Ya, mau tak mau mereka harus bersembunyi di tempat tersebut.
Sama seperti ketika awal pergi, Sehun dan Luhan kembali menelusuri setiap gerbong untuk memperhatikan setiap penumpang kereta. Namun tak ada satu pun orang yang membuat mereka curiga.
"Apakah kereta yang mereka tumpangi sudah berangkat lebih dulu?" Pikir Sehun.
"Jeogi..." Tiba-tiba Luhan mencoba untuk bertanya pada salah satu penumpang.
"Ya?"
"Kursi itu kosong. Apakah tidak ada penumpangnya?"
"Mmm...sepertinya tadi ada, tapi aku tidak tau kemana mereka."
Mendapati jawaban tersebut membuat Luhan dan Sehun merasa heran.
"Apakah ini kursi mereka?" Tebak Sehun.
"Kemungkinan, tapi mereka tidak ada disini lagi. Apakah mereka turun kembali?" Pikir Luhan.
"Tapi aku yakin mereka ada disini."
"Maaf, silahkan duduk di tempat. Kereta segera berangkat." Ujar seorang keamanan kereta.
"Mianhamnida..." Sehun dan Luhan pun kembali pada tempat duduk mereka yang berada di gerbong depan.
Keduanya melewati toilet yang salah satunya terkunci. Dan ya tentu saja di dalam sana terdapat Chanyeol dan Baekhyun tanpa sepengetahuan mereka.
Ketika satu stasiun lagi, kereta dalam pemberhentian terakhir, Sehun tak tahan untuk buang air kecil.
"Mau kemana?" Tanya Luhan saat Sehun beranjak dari tempat.
"Hanya ke toilet." Jawab Sehun yang hanya di balas anggukan oleh Luhan.
Saat di toilet, ia melihat 3 orang yang mengantri.
"Aisshh apakah orang di dalam sana buang air besar? Kenapa lama sekali?"
Beberapa diantara mereka menggerutu kesal pada salah satu pintu toilet yang tak juga terbuka.
Sehun hanya terdiam ikut mengantri. Namun selama mengantri, dirinya pun heran dengam satu pintu yang tak juga terbuka.
Ketika dirinya dapat giliran masuk, Sehun pun segera membuang air kecil. Namun pandangannya tertuju pada lantai yang menampakan bayangan seseorang di toilet sebelah.
'Terdapat dua orang di dalam sana.' Batin Sehun.
*TBC*
