"Kita akan bersembunyi di toilet ini?" Baekhyun masih tak percaya jika tempat persembunyian mereka harus di sebuah toilet.
"Mau tak mau kita harus bersembunyi disini."
"Sampai kapan?"
"Entahlah, mungkin sampai di stasiun akhir."
"Mwo? Pasti akan ada orang yang curiga jika toilet ini terus tertutup."
"Biarkan saja mereka, yang terpenting kita aman."
"Aku tidak yakin."
"Toilet ini bersih, Baek. Dan tidak terlalu buruk jika kita berdua disini."
Baekhyun menatap Chanyeol yang menyeringai. Ya, sepertinya ia tau apa yang ada di pikiran namja tinggi di hadapannya ini.
"Tidak Yeol, kita tidak bisa lakukan itu disini."
"Kenapa tidak bisa hmm?" Chanyeol semakin mengunci tubuh mungil itu.
"Suaraku akan terdengar."
"Tidak akan terdengar jika aku terus membungkam mu."
Nafas Baekhyun sedikit tertahan saat tubuh Chanyeol menempel pada tubuhnya.
"Ckck dasar mesum!"
"Tapi kau suka bukan?" Chanyeol terus menggoda Baekhyun yang sudah tersipu malu.
"Tahanlah hingga kita kembali ke Seoul."
"Bukankah kau sudah tau jika aku tidak akan pernah tahan jika bersamamu hmm?"
Baekhyun merasakan celananya turun dari pinggangnya. Ya, tanpa ia sadari, Chanyeol berhasil menyingkirkan celananya itu.
"Y-Yeol--eumpphh~"
Baru saja namja mungil itu ingin mengerang menahan rasa sakit, namun Chanyeol lebih dulu membungkam bibirnya saat miliknya berhasil menyelusup masuk ke dalam bawah sana.
"Mmpphh~"
Setiap desahan Baekhyun tertahan karena Chanyeol terus mengulum bibirnya tanpa puas.
Entahlah, sepertinya Chanyeol akan bermain dengan Baekhyun untuk melewati waktu perjalanan mereka.
"Apakah ada orang di dalam?"
"Kenapa kau lama sekali di dalam sana?"
Terdengar suara dari beberapa orang di luar toilet yang sepertinya sedang mengantri.
"Biarkan saja mereka." Bisik Chanyeol pada Baekhyun yang mengigit bibir bawahnya.
*skip*
Sehun keluar dari toilet setelah dirinya selesai buang air kecil. Namun ia tidak pergi dari pintu toilet itu begitu saja.
Ya, rasa penasarannya masih menghantui pikirannya. Bahkan ia yakin jika di dalam toilet itu adalah dua mafia yang menjadi targetnya.
"Keluarlah kalian di dalam sana."
Mendengar suara tersebut, Chanyeol menghentikan permainannya pada Baekhyun.
"D-dia di luar sana?" Tebak Baekhyun dengan berbisik.
"Cepat pakai celanamu. Ingat, apapun terjadi kau tidak boleh jauh dariku."
Keduanya segera mengenakan celana kembali. Seketika suasana menjadi menegangkan untuk mereka.
"Kereta telah tiba di stasiun akhir~"
Terdengar suara pemberitahuan kereta yang sudah berhenti pada stasiun akhir.
Klek~
Perlahan Chanyeol membuka pintu toilet, dan dengan gerakan cepat ia menyerang Sehun yang tepat berdiri di depan pintu toilet.
Bugh!
Sebuah tendangan kuat berhasil membuat tubuh Sehun terhempas dan terjatuh ke lantai.
"Cepat keluar, Baek!"
Baekhyun segera keluar dari toilet dan berlari keluar dari gerbong. Ketika Chanyeol ingin menyusul, namun kakinya tertahan oleh tangan Sehun hingga ia pun terjatuh.
Sehun segera berdiri untuk mendekati Chanyeol. Kaki panjang Chanyeol kembali menyerang detektif itu, namun dengan cepat Sehun berhasil menghindar.
Chanyeol segera beranjak berdiri sebelum namja di hadapannya menyerangnya.
"Sehun-ah..." Tiba-tiba Luhan datang menghampiri membuat keduanya menoleh.
Dengan gerak cepat, Chanyeol langsung meraih Luhan yang berada di belakangnya.
"Yak! Lepaskan dia!" Gertak Sehun ketika Chanyeol mendekap leher Luhan dengan tangannya, dan terlihat jika mafia itu mencekik leher itu.
"S-Sehun..." Nafas Luhan terasa tercekat saat cekikan semakin kuat.
"Jangan mendekat jika tidak ingin partnermu terluka!" Ancam Chanyeol mulai berjalan mundur keluar dari gerbong.
Sehun mengikuti langkahnya dengan hati-hati. Ia melihat Luhan yang menahan rasa sakitnya.
"Ambillah partnermu ini!" Chanyeol mendorong Luhan hingga terjatuh ke rel kereta.
"Arrgg!" Luhan merintih kesakitan merasakan tubuhnya sedikit remuk karena benturan.
Tak lama kemudian, terlihat sebuah kereta yang akan melintas.
"Lu!" Dengan cepat Sehun mendekati Luhan untuk menolongnya.
Chanyeol menyeringai puas dengan tindakannya. Ia pun segera menghampiri Baekhyun yang masih terdiam.
"Ayo pergi dari sini!" Tangan Baekhyun di tarik dan di tuntun untuk berlari bersama.
Sementara itu, Sehun masih berusaha menolong Luhan yang mulai panik karena kereta semakin mendekat.
"Pegang tanganku cepat!" Sehun mengulurkan tangannya.
Luhan segera menerima uluran tangan tersebut. Dan dengan sekuat tenaga, Sehun menarik tubuh Luhan keluar dari rel kereta.
Tuttt~
Grep!
Tubuh Luhan berhasil terangkat dan terhempas menindih tubuh Sehun yang mulai bernafas lega.
"Sial! Mafia itu benar-benar gila!" Umpat Sehun.
"Gomawoyo."
"Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?"
"Kakiku sedikit terkilir."
"Aku tidak bisa bayangkan jika kereta itu..."
"Ah...kau membuatku panik Lu." Sehun mengusap rambut Luhan, lalu mendekapnya untuk beberapa detik.
Sehun terus merangkul Luhan berjalan memasuki kantor polisi. Jongin dan Kyungsoo pun cukup terkejut mendapati keadaan Luhan.
"Apa yang terjadi?" Tanya Kyungsoo.
"Mafia itu menyerang kami." Jawab Sehun membantu Luhan untuk duduk.
"Apakah kalian terluka?" Jongin ikut bertanya.
"Kakiku hanya terkilir saat mafia itu menjatuhkan tubuhku ke rel kereta." Jawab Luhan.
"Mwo?!"
"Kami sudah mendapati identitas lain dari mereka." Ucap Sehun.
"Jjinja?"
"Park Chanyeol dan Byun Baekhyun." Sambung Luhan.
"Eoh? Lalu siapa nama asli antara Park Sejoo dan Park Chanyeol?"
"Sepertinya orang itu memiliki 2 identitas." Pikir Sehun.
"Mungkin sebaiknya kalian mencari tau tentang identitas Byun Baekhyun. Karena sepertinya hanya dia yang memiliki 1 identitas." Usul Luhan.
"Gurae, kami akan lakukan pencarian mafia itu." Balas Kyungsoo.
"Kalian istirahatlah. Dan kau Lu, segera perbaiki kakimu." Ujar Jongin.
"Nde!"
*TBC*
