Untuk kesekian kalinya, Chanyeol dan Baekhyun berhasil melarikan diri dari dua detektif itu.

Sekarang mereka sudah berada di markas baru. Bagi Chanyeol, berpindah tempat sudah menjadi hal yang biasa untuknya.

"Kau mau kemana?" Tanya Chanyeol masih dalam posisi tidurnya. Namja ini melihat Baekhyun yang bersiap untuk pergi.

"Hanya ke mini market."

"Gurae, hati-hatilah." Chanyeol kembali memejamkan kedua matanya.

Entahlah, ia merasa tubuhnya baru terasa sangat lelah selesai dari busan kemarin. Dan ia memutuskan untuk beristirahat seharian ini di markas.

Baekhyun pun meninggalkan Chanyeol sendiri. Ia masih mengenakan pakaian santai untuk menuju mini market.

Namun ketika namja mungil ini menyebrang jalan, tiba-tiba sebuah mobil mengarah padanya.

Beruntung mobil itu terhenti tepat beberapa senti dari kaki Baekhyun. Sang pemilik mobil langsung keluar menghampiri.

Dapat Baekhyun lihat dua orang namja yang turun dari mobil tersebut.

"Gwaenchanayo? Mianhamnida..."

"Ya aku tidak apa-apa."

"Eoh? Sepertinya kita pernah bertemu."

Entah kenapa mendengar ucapan itu membuat Baekhyun berdebar. Ia hanya takut jika dua orang ini berasal dari pihak kepolisian.

"Baekhyun benar?"

"Ye?"

"Kau tidak ingat kami?"

Baekhyun terdiam memandangi wajah kedua orang di hadapannya ini.

"Kita pernah bertemu di panti jompo beberapa tahun lalu."

"Ah ya aku ingat! Kalian..."

"Jongdae dan Minseok."

"Ok, sekarang aku ingat."

"Sejak kejadian lalu, kami sudah jarang melihatmu. Dan sekarang kita bertemu lagi." Ucap Minseok.

"Kalian masih bekerja di tempat lama?"

"Ya, kami masih di agen SM. Apakah kau sudah bekerja?" Tanya Jongdae.

Bibir Baekhyun kembali terbungkam. Ya, ia tidak tau harus menjawab apa untuk pertanyaan tersebut. Karena tidak mungkin dia mengatakan hal yang sebenarnya.

"Y-ya! Aku sudah bekerja." Jawab Baekhyun tersenyum kaku.

"Entah kenapa aku sangat ingin kau bekerja di agen kami." Lanjut Minseok.

"Mungkin jika ada kesempatan lagi." Balas Baekhyun.

"Apa kau sibuk? Hari ini kami akan berkunjung ke panti asuhan. Jika kau mau, ikutlah dengan kami." Usul Jongdae.

"Ayo ikutlah!" Minseok menarik lengan Baekhyun begitu saja.

Mau tak mau Baekhyun hanya pasrah mengikuti mereka. Ya, dua orang ini membuat Baekhyun selalu labil dalam perasaannya. Ia merasa jika dirinya mudah terhasut oleh lingkungan.

*skip*

Kyungsoo terlihat fokus pada layar monitor di hadapannya. Dapat ia lihat profil seorang namja berwajah mungil dan tercantum nama 'Byun Baekhyun' di sana.

"Eoh? Apakah Byun Baekhyun ini yang kalian katakan?" Tanya Kyungsoo menoleh pada Sehun dan Luhan.

"Ya! Itu dia. Wajahnya memang terlihat lugu dan jauh dari gambaran sosok mafia." Jawab Sehun.

"Menurut hasil pencarian, dia pernah tergabung dalam aktifitas sosialisasi." Jongin menangkap beberapa info di monitor itu.

"Maksudmu, dia masuk dalam agen sosial?" Tanya Luhan.

"Entahlah, disini hanya tercantum jika dia melakukan sosialisasi di panti jompo."

Tiba-tiba Sehun mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi seseorang.

"Yeoboseyo, Jongdae-sshi."

"Ya ada apa?"

"Apakah aku bisa bertemu denganmu?"

"Tentu bisa!"

"Dimana?"

"Di panti asuhan."

"Baiklah, aku akan kesana."

"Ok, aku akan kirim alamatnya."

"Nde, gamsahamanida."

Panggilan pun berakhir membuat mereka melihat Sehun bingung. Terkadang namja ini memang bertindak dengan tiba-tiba.

"Sekarang kalian bisa cari info tentang Park Chanyeol atau Park Sejoo." Ujar Sehun pada Kyungsoo dan Jongin.

"Ayo, Lu. Kita pergi sekarang!" Sehun menarik Luhan keluar dari kantor polisi tersebut.

"Ckck seenaknya dia perintahkan kita." Gerutu Jongin.

*skip*

Jongdae, Minseok dan Baekhyun sudah berada di sebuah panti asuhan.

Melihat suasana ini membuat Baekhyun kembali teringat dengan masa lalunya. Ya, bagaimana pun juga dirinya pernah menjadi orang baik.

Ketika Baekhyun sibuk memperhatikan tempat sekitar, tak sengaja seorang anak kecil menarik-narik celananya. Ia pun menoleh ke bawah untuk melihat anak kecil tersebut.

"Eoh? Waeyo?" Baekhyun membungkuk di hadapan anak kecil itu untuk sejajarkan tingginya.

"Gendong aku! Aku ingin mengambil balon yang tersangkut di pohon."

Pandangan Baekhyun mengarah pada sebuah balon tersangkut di pohon yang tak jauh darinya.

"Gurae, ayo ambil balonnya!" Tubuh kecil anak laki-laki itu pun di gendong oleh Baekhyun.

Sementara itu, Jongdae dan Minseok hanya tersenyum melihat perlakuan Baekhyun pada anak kecil itu.

Tak lama kemudian, Sehun dan Luhan datang menghampiri Jongdae juga Minseok.

"Annyeong haseyo~" Sapa Luhan.

"Ah, kalian sudah datang?" Balas Minseok.

"Nde!"

"Ada apa kalian ingin bertemu kami?" Tanya Jongdae.

"Kami ingin bertanya sesuatu. Mungkin saja jawabannya ada pada kalian." Jawab Sehun.

"Tentang apa?"

"Seseorang yang masuk dalam pencarian kami."

"Mmm...bisakah setelah ini? Karena kami masih sibuk."

"Ya, itu tidak masalah."

Setelah pekerjaan mereka selesai, mereka pun bersiap untuk meninggalkan panti tersebut.

"Tunggu sebentar, aku akan cari teman kami yang juga ikut kesini." Minseok segera menelusuri panti asuhan untuk mencari Baekhyun.

Namun tak lama kemudian, ia kembali dengan wajah bingung.

"Kemana dia?" Pikir Minseok.

"Wae? Kau tidak menemukannya? Bukankah tadi bersama anak kecil?" Tanya Jongdae.

"Anak kecil itu mengatakan jika Baekhyun sudah pergi."

Mendengar nama itu, seketika Sehun dan Luhan tertegun.

"Tunggu, Baekhyun? Byun Baekhyun?" Tebak Sehun.

"Eoh? Kalian mengenalnya?" Jondae cukup terkejut.

"Dia adalah orang yang kami cari." Jawab Luhan.

"Kenapa dengannya?" Tanya Minseok.

Sehun berlari menelusuri panti asuhan tersebut. Bahkan kesetiap sudut di sekitar tempat. Namun ia tidak menemukan Baekhyun.

"Bisakah kalian mempertemukan kami? Dia adalah salah satu mafia yang kami cari." Pinta Luhan.

"Mwo? Mafia? Apa kalian yakin?" Jongdae tak percaya dengan ucapan tersebut.

"Ya! Maaf, kami harus mencarinya sekarang. Mungkin dia masih tak jauh dari tempat ini." Sehun dan Luhan langsung meninggalkan panti.

Mereka berharap jika kali ini target mereka tidak lagi terlepas.

*TBC*