Baekhyun dan Chanyeol baru saja keluar dari markas. Mereka kembali berpenampilan seperti biasa. Karena penyamaran mereka sudah tidak bisa membodohi musuh mereka.

"Baekhyun-ah."

Langkah kedua mafia itu terhenti saat mendapati dua orang namja yang menghalangi jalan mereka.

Tubuh Baekhyun mematung di hadapan dua orang itu yang tak lain Minseok dan Jongdae.

"Siapa kalian?" Tanya Chanyeol menatap penuh selidik.

"Bisakah kita bicara, Baek?" Pinta Jongdae.

Chanyeol terlihat bingung dengan dua orang yang mengenali Baekhyun. Melihat raut wajah Baekhyun yang gugup, membuat Chanyeol terus memperhatikan dua orang asing di hadapannya.

"Maaf kalian tidak bisa memaksa." Chanyeol meraih tangan Baekhyun untuk menuntunnya.

"Jebal, hanya sebentar saja." Mohon Minseok.

Melihat raut wajah kedua orang itu, membuat Baekhyun menahan tangan Chanyeol. Namja mungil itu menoleh pada Chanyeol dan terdiam untuk beberapa detik.

"Kau bisa kembali ke rumah. Aku akan mengobrol dengan mereka." Pinta Baekhyun pada Chanyeol.

"Kau yakin?" Chanyeol meyakinkan, namun hanya di bales anggukan oleh Baekhyun.

Pandangan Chanyeol kembali mengarah pada dua orang itu, lalu ia kembali ke markas untuk menunggu obrolan mereka.

"Baek..." Minseok memanggil dengan ragu saat mereka sudah bertiga.

"Mian, aku kemarin pergi begitu saja."

"Sebenarnya ada yang ingin kami tanyakan padamu."

Entah kenapa Baekhyun merasa ucapan Jongdae membuat jantungnya berdebar. Ya, ia takut jika dua namja ini mengetahui semua tentang dirinya.

"Sejak dulu kami tidak pernah tau apa pekerjaanmu yang selalu menolak usulan kerja dari kami."

Deg!

Pikiran Baekhyun mulai mengerti ke arah mana pembicaraan mereka.

"A-ada apa kalian mempertanyakan itu?"

"Apakah kemarin kau pergi karena ke hadiran Sehun dan Luhan?"

Damn!

Ketakutan yang Baekhyun pikirkan memang benar. Sepertinya Jongdae dan Minseok telah mengetahui tentang dirinya.

"A-apa maksud kalian?" Baekhyun mulai terlihat gugup.

"Apakah kau masuk dalam pencarian polisi?"

Tubuh Baekhyun mematung, kedua matanya pun membulat terkejut dengan tebakan mereka berdua.

Baru saja namja mungil ini ingin melangkah pergi, namun tangannya di tangan oleh Jongdae.

"Kau tidak perlu takut, Baek. Kami bukan polisi yang akan menangkapmu."

"Apakah dia memberitahu kalian?"

"Ya. Dan kami masih tak percaya dengan ucapannya. Karena kami tak menyangka jika kau--"

"Maafkan aku. Aku berbohong pada kalian." Baekhyun pun mengakuinya.

"Kenapa kau mau melakukannya?"

"Seperti yang kalian tau, semuanya karena keadaanku."

Minseok dan Jongdae terdiam menatap Baekhyun.

"Tinggalkan itu, Baek. Kau bisa berkerja dengan kami. Karena kami tau hatimu tidak sekeras pekerjaanmu sekarang." Ujar Minseok.

"Semua sudah terlambat."

"Ani. Tidak ada kata terlambat selama kau masih mau memperbaiki dirimu." Sanggah Jongdae.

"Aku tidak bisa.

"Wae?"

"Karena..."

"Cepat atau lambat aku pasti akan tertangkap oleh mereka."

"Kami akan mengajukan permohonan pada mereka."

"Ye?"

"Tinggalkan dunia kriminalmu, dan kau akan bebas dari rasa takutmu."

"Ya, kami tau ada rasa takut dan khawatir pada dirimu bukan?"

Baekhyun terdiam dengan tebakan Minseok yang memang benar. Ya, saat ini hidupnya di hantui oleh rasa khawatir dan ketakutan.

"Datanglah ke agen SM, jika kau membutuhkan kami."

Jongdae dan Minseok pergi meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam.

Baekhyun berjalan memasuki markasnya. Pikirannya masih tertuju pada dua namja yang sudah ia kenal sejak dulu.

Namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu markas ketika mendapati Chanyeol yang sudah berdiri disana. Baekhyun menatap Chanyeol yang menatapnya penuh selidik.

"Siapa mereka?"

"Temanku."

"Teman apa?"

"Teman lama."

"Apakah mereka yang dulu mengajakmu bekerja sama?"

"Ye?"

"Aku mendengar semua pembicaraan kalian."

"..." Baekhyun tidak tau harus mengatakan apa pada Chanyeol yang terus menatapnya dengan tatapan dingin.

Tiba-tiba tangan Baekhyun di tarik oleh namja tinggi itu untuk masuk ke dalam markas.

"Apa kau mau meninggalkanku?" Chanyeol menghempaskan tangan Baekhyun dengan cukup kasar.

"A-apa maksudmu, Yeol?" Baekhyun memegangi pergelangan tangannya yang sedikit sakit.

"Semudah itukah kau mudah di hasut oleh mereka?"

"Aku tidak mengatakan apapun pada mereka. Bahkan aku belum menjawabnya."

"Belum? Apakah itu artinya kau masih mempertimbangkannya?"

"Apa kau takut jika harus tertangkap oleh pecundang-pecundang itu?"

"Kau takut jika nanti di penjara?"

Baekhyun terus terdiam dengan semua pertanyaan Chanyeol yang sedikit menggertaknya.

"Dengarkan aku, Yeol."

Brakk!

Chanyeol menendang meja dengan kuat hingga meja itu terbalik begitu saja. Tubuh Baekhyun tersentak terkejut dengan perbuatan Chanyeol yang benar-benar marah.

"Jangan keluar dari markas hingga aku pulang."

"Kau mau kemana?"

"Membunuh orang!"

"Y-Yeol..."

Kedua kaki jenjang itu melangkah cepat meninggalkan Baekhyun. Pintu markas pun ia kunci begitu saja.

*skip*

"Apakah kalian sudah menemuinya?" Tanya Sehun pada Jongdae dan Minseok.

Ya, sebelumnya Sehun maupun Luhan meminta dua namja itu untuk bertemu dengan Baekhyun. Awalnya Sehun ingin meminta bantuan pada mereka untuk menangkap Baekhyun, namun mereka meminta kesempatan pada dua detektif itu agar tidak menangkap Baekhyun begitu saja.

Jongdae dan Minseok meyakini jika Baekhyun hanya terpaksa melakukan kehidupan kerasnya.

"Kami sudah cukup mengenalnya sejak dulu. Dia adalah anak yang baik. Bahkan dia dengan suka hati membantu merawat lansia di panti jompo."

"Ah...jadi karena itulah dia di katakan melakukan sosialisasi." Luhan mulai mendapat jawabannya.

"Disana ada neneknya. Dia hidup sebatang kara. Kami sudah mencoba mengajaknya untuk bekerja di agen SM, tapi dia menolak dan mengatakan jika dia sudah mempunyai pekerjaan."

"Ya, kami tidak tau jika pekerjaannya adalah seperti ini."

Sehun dan Luhan mencoba mencerna penjelasan dua namja yang dapat mereka andalkan dari awal kasus tersebut.

"Baiklah, kabari kami untuk perkembangan selanjutnya." Sehun beranjak dari duduknya.

"Jika dia mau memperbaiki dirinya, kami ingin mengajukan pada kalian untuk mencabut tuntutan." Pinta Minseok.

"Kenapa kami harus mencabut tuntutannya?" Balas Sehun.

"Kalian bisa mengandalkan dirinya." Jongdae menyambungkan menatap Sehun.

Sejenak Sehun terdiam membalas tatapan Jongdae, seperti mengerti arah pembicaraan namja itu, Sehun terlihat berpikir dengan sebuah anggukan.

*TBC*