Name: The Next Generation of Heroes

Author: The World Arcana

Rating: M

Genre: Friendship, Romance

Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, High School DxD milik Ichie Ishibumi, Fate/Stay Night milik Type-Moon, Asdivine Dios milik Kemco, Chaos Ring 3 milik Square-Enix dan seri crossover yang lain bukan milik saya

Pair: Aisha Gremory Uzumaki x Kagami Sitri, Arashi Uzumaki x Izumi Uchiha x Lilith Otsutsuki, Yu Narukami x Yukiko Amagi, Minato Arisato x Aigis, Dante Sparda x Trish, Keith Glory x Freya x Velvet Crowe, Nazca x Leary, Shirou Emiya x Arturia Pendragon, Kazuto Kirigaya x Asuna Yuuki, dll.

Prologue - Aisha Side Part VI: Kirito and Asuna.

Perkenalkan... Namaku adalah Kazuto Kirigaya atau kalian bisa memanggilku Kirito, The Black Swordsman ataupun Beater jika kau mau. Aku dan kekasihku Asuna Yuuki adalah survivor dari game mematikan Sword Art Online dan juga Knight dari peerage Aisha-sama.

Sebelum kami menjelaskan kenapa kami bisa bergabung dalam peerage Aisha-sama... Aku akan menjelaskan dulu apa yang terjadi sebelum kami berubah menjadi iblis.

Aku, Kazuto Kirigaya... Merupakan sosok yang beruntung mendapatkan kesempatan menjadi Beta Tester di game VRMMORPG pertama di dunia yang bernama Sword Art Online. Alasan sebenarnya aku menghabiskan waktu banyak di game itu saat Beta adalah karena aku ingin menjauh dari kebenaran yang menyedihkan dimana sosok yang sudah aku kira ibu dan adikku sejak awal ternyata adalah bibi dan juga sepupuku.

Saat pembukaan game Sword Art Online... Suasana yang awalnya menyenangkan karena keasyikan bermain di game ini dan keindahan Aincrad harus berubah menjadi kepanikan saat pembuat game ini yaitu Akihiko Kayaba menghilangkan bagian Log Out sebagai sistem dan dia bilang jika ada yang mati di dalam game atau mencabut Nerve Gear dari kepalanya bukan hanya akan tewas di game saja tapi di dunia nyata juga.

Saat melawan boss pertama, aku mengorbankan diriku sendiri untuk dibenci oleh banyak pemain di SAO karena aku tidak ingin rekanku para Beta Tester dibenci karena kebencian beberapa orang terhadap Beta Tester dan membuatku di cap sebagai seorang Beater dan terpaksa harus meninggalkan Asuna yang saat itu merupakan partnerku dan juga Klein yang aku ajarkan basic permainan SAO di awal-awal.

Selama petualanganku menjadi Solo Player... Aku pun menemukan beberapa orang yang tengah kesulitan dan aku pun menolong mereka dan membuatku tergabung dalam Moonlit Black Cats dan juga pertemuanku dengan cinta pertamaku sebelum Asuna yaitu Sachi.

Tapi itu semua tidak berlangsung lama. Setelah Guild Master kami yang bernama Keita membeli rumah baru sebagai markas tetap guild kami, aku dan yang lain pun memutuskan untuk menuruti permintaan salah satu member Guild kami untuk looting tapi naas, dungeon yang kami masuki berisi monster-monster yang cukup kuat setelah salah satu dari kami tidak sengaja membuka peti yang ternyata adalah jebakan dan ruangan itu juga tidak memperbolahkan kami menggunakan Crystal kami untuk keluar dari dungeon membuat yang lain selain aku mati, bahkan Sachi.

Setelah beberapa saat... Aku pun menemukan info dari rekanku yang bernama Argo bahwa boss Nicholas the Renegade akan menjatuhkan item yang bisa menghidupkan orang yang sudah mati bagi siapapun yang berhasil mengalahkannya. Aku yang masih terlalu naif saat itu pun tidak peduli dengan perkataan orang-orang di sekitarku untuk menghentikan aksi gilaku tapi aku tidak peduli asal Sachi bisa hidup kembali dengan item itu. Aku berhasil mengalahkannya meskipun harus dengan susah payah dan saat aku tahu item yang dia jatuhkan yaitu Divine Stone of Returning Soul hanya bisa menghidupkan orang yang mati kurang dari 10 detik, aku pun menahan diri untuk tidak menghancurkan item itu di tempat tapi akhirnya aku memberikan item itu pada Klein yang bersama dengan Guild-nya yang bernama Fuurinkazan membantuku melawan guild Divine Dragon Alliance.

Setelah pergi dengan kekecewaan... Aku pun menemukan sebuah kristal yang berisi pesan terakhir Sachi sebelum dia tewas dan itulah pertama kalinya aku menangis di dalam game itu.

Setelah aku berencana menjadi Solo Player kembali... Aku pun ikut dalam Assault Team dan bertemu lagi dengan Asuna. Hari demi hari yang aku jalani dengan Asuna pun membuatku sadar akan sesuatu. Aku mulai mencintai Asuna.

Saat aku sekarat oleh Kuradeel, aku pun melampiaskan semua perasaanku dalam bentuk ciuman pada Asuna yang membalasnya karena dia juga sama-sama mencintaiku. Dan setelah itu aku pun melamarnya dan kami pun menikah dalam game itu.

Setelah pernikahanku dengan Asuna, semua bebanku di SAO seolah-olah menghilang dengan seluruhnya terlebih setelah pertemuan kami dengan Yui. Kami bertiga layaknya keluarga bahagia di game itu tapi semua berubah seperti dulu setelah kami mengetahui Yui merupakan seorang A.Idan menghilang di dekapan Asuna meskipun perasaanku pada Asuna tetap sama.

Kemudian beberapa waktu setelahnya... Aku yang sudah bergabung dengan guild yang Asuna masuki, Knight of the Blood saat ini berniat melawan boss lantai 75 tapi entah kenapa aku selalu menaruh curiga pada Heathcliff yang merupakan Guild Master dari Knight of the Blood. Apalagi saat duel kami, aku yakin serangan terakhirku mengenai-nya tapi entah kenapa Hit Point-nya tidak berkurang sama sekali seolah dia immune pada seranganku.

Aku pun membuat rencana nekat dan saat kami beristirahat sejenak... Aku pun menyerang Heathcliff dan dia pun tidak bisa menangkisnya dengan tameng-nya tepat waktu tapi ada yang membuat kami semua terkejut. Seranganku tidak melukainya dan memunculkan tulisan Immortal Object seperti Yui dan aku pun akhirnya menyadari sesuatu, Heathcliff adalah Kayaba. Orang yang menjebak aku, Asuna dan pemain yang lain di dalam game ini.

Dia pun tidak mengelak dan berkata kalau aku bisa mengalahkannya maka dia akan mengeluarkan kami semua saat itu juga. Aku pun menerimanya dan Asuna berniat membantuku tapi dia tidak bisa karena semua pemain disana kecuali aku terkena Paralysis, tch... Sepertinya dia ingin bertarung serius denganku.

Dia pun menghilangkan perlindungannya dan membuatnya berefek pada seranganku sekarang tapi tetap saja sulit mengalahkannya karena dia selalu saja menangkis seranganku dengan tameng-nya. Setelah aku mengeluarkan Extra Skill milikkuyaitu Dual-Wield, aku pun bisa menembus pertahanannya dan membuat Hit Point kami sama-sama berada di zona merah.

Tapi naas aku lengah dan Asuna harus membayarnya dengan nyawanya karena dia melindungiku. Hatiku benar-benar hancur saat itu dan semangatku benar-benar runtuh saat itu juga. Tapi aku teringat para pemain yang terjebak di game ini dan aku pun berhasil menusuk Heathcliff dengan pedangku meskipun dia juga berhasil menusukku dan membuat kami kehilangan seluruh Hit Point kami seluruhnya.

Setelah itu aku pun terbangun di sebuah ruangan dan aku pun bertemu kembali dengan Asuna dan kami berdua pun bertemu dengan Kayaba yang menjelaskan kenapa dia melakukan semua ini. Setelah Aincrad mulai runtuh secara perlahan... Kayaba pun mengeluarkan aku dan Asuna sedangkan dia memilih untuk mati bersamaan dengan dunia yang dia buat dengan susah payah. Tapi sebelum kami berdua berpisah dengannya, dia memberikan sebuah kristal yang berisi jiwa dari Yui di dalamnya.

Setelah aku sadar di dunia nyata, aku pun mencari rumah sakit tempat Asuna dirawat tapi tidak sepertiku... Dia tetap tidak sadarkan diri dan kondisinya semakin melemah. Di saat itulah aku meminta siapapun entah itu manusia, Tuhan atau siapapun untuk menyelamatkan Asuna dan mereka pun datang.

Sosok perempuan cantik berambut merah dan bermata biru cerah dengan baju merah kehitaman dan di sebelahnya gadis cantik berambut hitam panjang dan diikat satu dengan baju serba hitam sama seperti apa yang selalu aku pakai di SAO, mereka adalah Aisha-sama dan Lilith-san.

Kemudian Aisha-sama pun bertanya apa yang akan aku lakukan jika dia berhasil menyembuhkan Asuna dan aku pun menjawab apapun. Setelah dia berhasil menyembuhkan Asuna... Dia pun memberitahukan kalau mereka merupakan seorang iblis dan dia meminta kami untuk menjadi anggota peeragenya. Aku pun setuju dan Asuna pun meminta diubah menjadi seorang iblis juga dan itu pun membuat kami resmi menjadi Knight peerage keluarga Uzumaki yang dipimpin Aisha-sama sebagai heiress dari keluarga tersebut.

Omong-omong soal kekuatan, hmm... Entah kenapa skill dan kemampuan kami dari SAO seolah ikut serta dan menyatu dalam tubuhku dan Asuna bahkan lebih kuat dari saat kami berdua masih terjebak di SAO. Refleksku semakin kuat dan kecepatan Asuna bertambah dua kali lipat. Bahkan kami bisa melakukan Sword Skill kami setelah berubah menjadi iblis contohnya aku bisa melakukan Starburst Stream saat tim kami melawan iblis liar dan aku juga tidak menyesali pilihanku dan Asuna untuk berubah menjadi iblis. Karena berkat interaksi yang aku dan yang lain sesama anggota peerage Aisha-sama dan keluarga Aisha-sama seperti Naruto-san dan para istrinya serta Natsumi-san yang merupakan kakak dari Aisha-sama berhasil membuat hubunganku dengan bibi Midori dan Suguha membaik dan berkat Beelzebub-sama, aku dan Asuna bisa bersatu kembali dengan Yui karena Beelzebub-sama berhasil membuat tubuh untuk Yui yang aku masukkan item pemberian Kayaba yaitu Yui's Hearts yanf berisi ingatan Yui tentang aku dan Asuna. Jadi, yup... Aku tidak menyesalinya sama sekali.

-To Be Continued-

Review:

Refier:

Fix.. Fic ini untuk prologue saja entar ane bikin chapter yang sebenarnya setelah character prologue-nya selesai.

Tegar-kun:

Soalnya kalo langsung cerita ente gak bakal tau back story kenapa karakter-karakter itu bergabung ke dalam peerage Aisha dan Kagami dan bakal nanya terus tentang itu.

Niwa Gremory:

Setelah prologue-nya tamat tapi gak lanjut di fic ini tapi di fic utama

Firman Kyle Mazzini:

Ane juga mau-nya gitu vroh tapi susah soalnya gak ada ide. Padahal udah bentar lagi tamat. Pertarungan antara tim Rias dan Sona, pertarungan antara tim Rias dan Diadora yang diganggu oleh Khaos Brigade, kematian Issei oleh Shalba Beelzebub, Issei mendapatkan tubuh baru dari Great Red dan perang antara Shin Akatsuki, Tim DxD, dan Aliansi 3 Fraksi Surgawi melawan Hinata dan Khaos Brigade.

The Eraeser:

Wik wik...

Jockz648:

Mau gimana lagi, nama aslinya dia itu.