Kring!!!!!! Kring!!!!!!!

Bunyi bising alarm menggema diseluruh ruangan. Terlihat sebuah tangan menyembul dari balik selimut lalu menggapai-gapai meja nakas yang ada disampingnya mencoba untuk meraih alarm yang berbunyi ribut.

Mark memegangi kepalanya yang berdenyut pening. Mimpi itu lagi...

Akhir-akhir ini Mark selalu memimpikan hal yang sama. Mimpi dimana ia dibunuh oleh kekasihnya sendiri, Kang Mina.

Mimpi itu terus berulang setiap harinya dan terasa sangat nyata sehingga membuatnya merasakan takut saat mengalami mimpi itu.

Mark menghela nafas berat. Ia bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi.

.

.

.

Mark meninggalkan rumahnya sambil menguap.

Selama pejalanan menuju kesekolah ia menutup matanya karna cahaya matahari yang bersinar sangat terik.

Akhir-akhir ini Mark merasa cahaya matahari selalu memberikan perasaan tidak enak kepadanya. Rasanya seperti cahaya itu menusuk kulitnya dan membuat ia merasa buruk.

Mark juga merasakan ke-anehan pada dirinya.

Mark merasa sangat letih di pagi hari. Ia menjadi susah bangun dan setiap hari nyaris terlambat kesekolah. Tapi anehnya, Mark merasakan hal sebaliknya pada malam hari.

Dimalam hari Mark akan merasa lebih kuat. Serasa ada sesuatu yang memancar dari dalam tubuhnya dan membuatnya sangat bersemangat. Hal itu membuatnya merasa dirinya benar-benar menjadi lelaki malam.

Aneh. Rasanya ada yang salah.

Ia memang terbiasa bergadang hingga larut malam. Tapi adalah suatu keajaiban bila ia bisa terjaga sampai dengan pukul satu dini hari. Namun akhir-akhir ini sangat mudah bagi Mark untuk terjaga hingga pukul empat dini hari, atau bahkan sepanjang malam.

Mark benar-benar tidak mengerti dengan dirinya sendiri.

Rasanya suasana malam benar - benar berbeda dari sebelumnya bagi Mark. Karna penasaran, Mark pernah keluar satu kali untuk mengujinya.

Mark berjalan dan merasa kecepatan langkah kakinya lebih cepat dari biasanya, serta perasaan hatinya sangat senang saat dirinya pergi ke tempat gelap pada malam hari.

Ketika mencoba berlari, ia terkejut karena larinya sangat kencang berbeda dari biasanya. Mark yakin jika dirinya masuk ke dalam klub Lari, ia akan dengan mudah bisa menjadi nomor satu. Ia bahkan bisa berlari marathon tanpa kehabisan stamina.

Tapi berbeda di malam hari, maka pada saat siang hari ia akan berubah menjadi sangat lemah dan tidak bertenaga. Ada perbedaan besar antara "dirinya saat malam" dan "dirinya saat siang".

Kedengarannya mungkin aneh, tetapi suasana malam merubah Mark menjadi orang yang berbeda.

Cahaya matahari masih bersinar terik. Mark merasa benar-benar lemah pada siang hari. Semejak kencannya dengan Mina, Mark terus berpikir bahwa ada sesuatu yang berubah di dalam tubuhnya.

.

.

.

Mark memasuki kelasnya dan berjalan menuju tempat duduknya sambil menghela nafas berat.

"Hei Mark, kenapa dengan wajahmu? Jelek sekali. "

Mark mendengus malas saat melihat kedua sahabatnya - Haknyeon dan Changbin berjalan menghampirinya.

"Aku punya barang bagus. "

Mark menaikan sebelah alisnya mendengar perkataan salah satu sahabatnya.

"Tadaaa!! " Haknyeon mengeluarkan setumpuk majalah porno dengan gambar lelaki manis yang berpose sensual di halaman depannya.

"Lihat Mark! Keren bukan?" ujar Changbin sambil menyodorkan majalah itu kedepan wajah Mark.

"Yak!!" teriak salah satu siswi perempuan dari sisi lain kelas.

"Dasar bocah gila. "

"Menjijikan! "

Berbagai komentar negatif diikuti dengan pekikan dari siswi perempuan serta beberapa siswa laki-laki manis langsung memenuhi ruang kelas itu.

"Diam! ini adalah hiburan kami! perempuan dan lelaki manis tidak boleh lihat! kalau tidak mau kuperkosa kalian di dalam imaginasiku nanti!"

Kata-kata pelecehan seksual yang hebat seperti biasa dari Seo Changbin.

Kalau dulu, mungkin Mark akan mengatakan 'Wow, dari mana kalian mendapatkan harta ini?' dengan mata berkaca-kaca, tapi tidak dengan kali ini. Karena keadaan paginya yang buruk, Mark bahkan enggan meributkan hal itu. Ia hanya diam tidak bereaksi sama sekali.

Changbin menghela nafas ketika melihat wajah Mark yang terlihat sangat kuyu.

"Ada apa denganmu? Ada segini banyak harta di hadapanmu tapi ekspresimu membosankan begitu."

"Kau tidak seperti biasanya belakangan ini. Benar-benar aneh." timpal Haknyeon.

"Aku juga ingin bersemangat dengan semua ini, tapi belakangan ini aku tidak punya tenaga untuk bersemangat." ujar Mark dengan nada malas.

"Kau sakit? Eyyy tidak mungkin. Laki-laki sejati 'perwujudan semua nafsu seksual' sepertimu tidak mungkin sakit." ucap Haknyeon sambil mengibaskan tangannya pelan.

"Oh, gara-gara itu ya? Halusinasi tentang pacar khayalanmu. Siapa namanya? Kang Mina? Apakah ini efek samping dari itu?" tanya Chanbin dengan mata memicing.

"Kalian benar-benar tidak mengingatnya?" tanya Mark kepada kedua sahabatnya.

Haknyeon dan Changbin memandang Mark dengan pandangan kasihan setelah mendengar pertanyaan Mark.

"Kami sungguh tidak mengenalnya. Kau harus segera pergi kedokter. Ya kan Changbin?"

"Ya, dan kami sudah bilang berkali-kali kalau kami tidak kenal nama itu."

Changbin dan Haknyeon selalu menjawab seperti itu setiap Mark bertanya tentang Kang Mina.

Awalnya Mark berpikir kedua sahabatnya itu bercanda. Tapi setelah Mark berbicara serius dengan Changbin dan Haknyeon, Mark tahu jika mereka mengatakan yang sejujurnya.

Mark sangat ingat ia mengenalkan Kang Mina kepada sahabat-sahabatnya. Waktu itu, Changbin dan Haknyeon mengatakan "Bagaimana mungkin perempuan cantik seperti dia bisa pacaran dengan Mark!" dan "Pasti ada kesalahan sistem. Mark, kau tidak melakukan hal ilegal kan?" dan terus mengatakan hal-hal tidak sopan. Mark ingat saat itu dengan sangat jelas, tetapi tidak dengan kedua sahabatnya. Mereka berdua bahkan melupakan Kang Mina. Seakan-akan gadis bernama Kang Mina itu memang tidak pernah ada.

Sepertinya waktu yang Mark lalui bersama Mina hanyalah halusinasi seperti yang dikatakan oleh kedua sahabatnya itu. Seperti yang dibuktikan Changbin dan Haknyeon, tidak ada nomor telepon atau alamat email Mina di ponselnya.

Apakah terhapus dari memori? Apakah sesorang sengaja menghapusnya? Tidak mungkin! Ia tidak pernah menghapusnya, jadi siapa?

"Mau bagaimana lagi. Mark sedang dimasa puber, jadi wajar kalau dia bertingkah seperti ini. OK, kalau begitu, kalian berdua datanglah kerumahku. Akan kutunjukan koleksi rahasiaku."

"Itu ide yang luar biasa, Changbin-ah!"

"Tentu saja. kita laki - laki yang dipenuhi dengan nafsu seksual. Kalau kita tidak melakukan sesuatu dengan hal itu, artinya tidak sopan pada orang tua yang telah melahirkan kita." ucap Changbin ngawur.

Mark memperhatikan dua orang yang ada di depannya ini menyeringai. Mereka berdua sungguh mesum. Bagaimanapun kalian melihatnya, mereka adalah kumpulan orang aneh dan mesum. Dan sayangnya ia juga termasuk dalam kumpulan ini. Ya..., siapa peduli karena tujuan hidupnya juga itu.

"OK! Hari ini, kita tidak perlu menahan diri! Kita akan minum minum sambil menonton video dewasa!"

"Ya, benar! Ini baru Mark Lee yang kami kenal!" Changbin menepuk pundak Mark bangga.

"Itu baru semangat. Kita harus merayakan kebahagiaan karena telah lahir sebagai seorang pria sejati!"

Mark terkekeh melihat Changbin dan Haknyeon menjadi begitu besemangat. Ia akan melupakan insiden membingungkan tentang Kang Mina sejenak. Sesekali ia perlu beristirahat juga. Hari ini Mark bertekad akan melupakan.

Setelah ketiga orang yang saling bersahabat itu selesai membuat rencana untuk acara dewasa mereka nanti sore, ada sesosok lelaki berambut merah pekat yang menarik perhatian Mark.

Dari jendela kelasnya Mark memandang seorang lelaki manis yang berada di halaman sekolah. Ia tidak bisa melepaskan pandangannya dari lelaki manis yang sedang berjalan menuju ke dalam gedung sekolah itu. Dia mempunyai rambut yang merah pekat, dan kecantikannya yang sangat tidak biasa bagi seorang lelaki seakan-akan bukan milik manusia.

Hati semua orang pasti akan terpikat, setelah memandang kecantikannya yang luar biasa.

Namanya adalah Lee Donghyuck, idola NCT Highschool. Dia adalah siswa kelas XII, jadi dia adalah seorang Sunbaenim sama sepertinya. Mark tahu bahwa semua orang memandangnya, laki - laki maupun perempuan.

Changbin dan Haknyeon juga memandangnya. Dan hal ini terjadi setiap hari. Semua orang akan langsung melihatnya ketika dia berjalan melewati mereka. Beberapa malah sampai menghentikan pembicaraan mereka untuk melihatnya berjalan melewati mereka.

Angin meniup lembut surai merahnya ketika semua orang memperhatikan dirinya. Semua perhatian terpusat padanya. Seakan-akan semua pemandangan disekitarnya juga ikut memerah, seperti warna surainya.

Kulit ke-emasan cantiknya yang berwarna seperti madu juga sangat indah.

Cantik, hanya itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya dalam satu kata. Dan hanya itulah kata yang diperlukan.

Mark selalu menghentikan semua aktifitasnya setiap kali melihat lelaki manis itu. Tetapi belakangan ini, cara Mark memandangnya berubah. Dia cantik, tetapi dia terlalu cantik. Kecantikannya membuat Mark takut, dan Mark benar-benar sangat takut ketika Mark melihatnya.

Mark tidak tahu kenapa, tapi dirinya mulai merasa takut semenjak menghilangnya Mina. Mark dapat melihat saat mata lelaki manis itu bergerak kearah gedung tempatnya berada dan lelaki itu berhasil menatap Mark dalam pandangan tajamnya.

Mark merasa seakan-akan jantungnya di genggam oleh lelaki itu. Mark sangat paham bahwa ini adalah perasaan ketika seseorang yang lebih unggul berdiri dihadapanmu.

Kelereng cokelatnya berubah dan mulutnya sedikit tersenyum. Mark mengernyitkan dahinya keheranan, Senyum itu untuk dirinya? Tidak mungkin, karena Mark yakin jika dirinya sama sekali belum pernah bicara dengan lelaki itu.

Kemudian tiba-tiba Mark teringat mimpinya setiap semalam. Di akhir mimpi buruknya itu ada seseorang dengan rambut merah bicara padanya. Seseorang yang terlihat sangat lembut, tetapi juga menakutkan. Ketika Mark mencoba mengingat-ingat, lelaki manis itu sudah tidak terlihat lagi.

.

.

.

"Aku sungguh ingin meremas bokongnya!"

Sambil menonton video dewasa, Mark memeluk Changbin yang terus menangis.

Awalnya mereka bertiga tidak terlalu bersemangat dan bahagia ketika mulai menonton video dewasa itu selepas pulang sekolah. Seraya mereka bertiga menonton mereka bertiga malah menjadi depresi karena pertanyaan "Mengapa kami tidak punya pacar?" muncul dalam diskusi mereka.

Mereka bertiga membahas hal itu dengan serius, dan Mark merasa dirinya akan segera menangis. Changbin malah sudah menangis sejak tiga video sebelumnya. Lain pula dengan Haknyeon, bocah itu masih sok keren, tetapi dibalik tingkahnya itu bisa terlihat air-matanya yang turun dengan deras.

Tiga puluh menit sebelumnya Haknyeon mengatakan, "Aku pernah diajak ke belakang gedung olahraga oleh seorang lelaki manis, dan itulah pertama kalinya aku di rampok oleh seorang lelaki manis..." Haknyeon mengatakan hal itu dengan suara yang sangat kecil. Bahkan Mark merasa dirinya juga hampir menangis setelah mendengarnya.

Mark jadi ingin tahu, laki - laki seperti apa yang cemberut padahal sedang menonton video dewasa?

Tentu saja jawabannya adalah tiga laki-laki tidak populer yang tidak lain adalah dirinya dan kedua sahabatnya.

Mark mulai membenci dunia ini, ketika memikirkan bahwa mungkin ada juga laki-laki seusia mereka yang tengah melakukan hubungan sex dengan perempuan atau lelaki manis saat ini.

Ketika ia memikirkanmya, tidak terasa video terakhir telah selesai dan langit telah menjadi gelap. Mark melirik ke arjolinya, ternyata sudah pukul 10 malam.

Mark sudah memberi tahu orangtuanya jika ia pergi kerumah Changbin, tapi kalau berada disini lebih lama, Mark hanya akan merepotkan keluarga Changbin dan ia bisa telat datang kesekolah besok.

"Kalau begitu, aku pulang sekarang."

Setelah Mark mengatakan itu, mereka bertiga berdiri dan mulai berkemas.

"Sampai jumpa."

Setelah berpisah dengan Changbin diteras rumahnya, Mark dan Haknyeon berjalan pulang kerumahnya.

"Ini adalah malam yang indah. Dan oleh karena itu, wajar kalau menonton video dewasa."

Haknyeon mengatakan hal aneh sambil memandang langit lalu menghela nafas panjang. Dia benar-benar terlihat sangat depresi. Mungkin besok, Haknyeon dan Changbin akan kembali ke diri mereka biasanya jadi Mark pikir tidak apa-apa.

"Sampai jumpa besok." ucap Haknyeon.

"Ya, hati-hati."

Haknyeon melambaikan tangannya kepada Mark, tetapi Mark tahu kalau sahabatnya masih depresi. Mungkin ia akan mengiriminya pesan untuk menghiburnya nanti.

Beberapa menit setelah berpisah dengan Haknyeon, Mark masih berjalan menuju rumahnya.

Mark bisa merasakan aliran energi aneh dalam dirinya. Ini adalah gejala "Menjadi manusia super di malam hari". Pasti ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.

Ini buka fenomena normal. Matanya menjadi melihat dengan lebih jelas dan ke empat indra lainnya juga menjadi lebih tajam.

Khususnya mata dan telinganya menjadi sangat peka. Mark bahkan bisa mendengar percakapan seseorang dari dalam rumahnya, bahkan dirinya juga bisa melihat jalan meskipun malam hari dan tidak ada pencahayaan sedikitpun.

Ini benar - benar aneh! Mark merasa kekuatan ini semakin besar dari hari ke hari. Ini bukan hanya perasaanya saja karena rindingan yang ia rasakan disekujur tubuhnya terasa begitu nyata.

Mark merasa jika ia sedang diawasi oleh seseorang. Ia bisa merasakan hawa aneh dihadapannya. Tubuh Mark mulai gemetar, dan getarannya semakin kuat ketika Mark berjalan maju kedepan.

Tiba-tiba dihadapannya berdiri sesosok lelaki. Lelaki itu memakai jas dan melihatnya dengan tatapan buas dengan matanya yang terlihat sangat menakutkan.

Mark merasa seakan-akan tubuhnya bisa langsung membeku jika ia melihat langsung ke matanya.

Inikah yang disebut hawa membunuh? Mark bisa merasakan kalau lelaki itu melihatnya seakan - akan dirinya ini adalah musuhnya. Tidak, ini sesuatu yang lebih berbahaya. Ini benar benar hawa membunuh. Lelaki itu berjalan mendekat, dengan lamban. Mark merasa lelaki itu terus berjalan mendekatinya dan Mark benar-benar merasa terancam karna tubuhnya tidak mau berhenti gemetar. Mark merutuki nasib sialannnya, Mengapa ia harus bertemu orang yang berbahaya daam perjalanan pulang!?

"Jarang sekali diriku bertemu seseorang sepertimu ditempat seperti ini."

Mark mencoba berjalan mundur mengambil jarak dari lelaki misterius itu yang kian mendekat.

"Apa, mau coba lari? Siapa tuanmu? Pasti dia orang rangking rendahan atau dengan hobi aneh yang memilih tempat seperti ini sebagai wilayah. Jadi siapa tuanmu?"

Mark tidak mengerti apa yang lelaki itu bicarakan. Mark berbalik dan berlari datang dengan kecepatan penuh.

Cepat. Sangat cepat sekali. Walaupun aneh bila Mark mengatakan hal ini, tapi kecepatan berlarinya pada malam hari benar-benar gila.

Mark terus berlari sampai ke jalan yang tidak ia kenal. Ia tidak merasa lelah sedikitpun. Mark masih bisa terus berlari. Maka dari itu ia memutuska untuk terus berlari sampai ada jarak yang jauh diantara dirinya dan lelaki misterius itu.

Setelah kira-kira 15 menit, Mark sampai di daerah yang luas. Sebuah taman. Mark berhenti berlari dan mulai berjalan, ia naik ke kolam pancuran dan menarik nafas dalam. Mark melihat sekeliling taman dibawah cahaya lampu, ada sesuatu yang misterius dengan taman ini.

Tiba-tiba Mark ingat taman ini! Ya ini adalah tempat terakhir yang ia datangi pada saat kencan pertamanya bersama Kang Mina! Benar-benar suatu kebetulan, atau keajaiban? Apakah tanpa sadar ia mendatangi tempat ini? Tidak mungkin...

Hawa dingin.

Mark merasakan hawa dingin dan Ia merasa ada sesuatu dibelakangnya. Mark berbalik dengan perlahan, dan ia melihat bulu hitam jatuh didepannya. Apakah ini sayap gagak?

"Kau pikir diriku akan membiarkanmu lari? Karena inilah mahluk rendahan memang merepotkan."

Itu adalah lelaki misterius yang tadi. Lelaki itu melayang di hadapanku dengan sayap hitam kelam mengepak di belakang punggungnya.

Mark tercekat, ia teringat dengan mimpinya. Sayap itu...

"Beri tahu nama tuanmu! Bisa merepotkan kalau nanti diriku diganggu oleh kelompokmu. Karena itu kami akan- Oh tunggu! Apakah kau 'Exiled' ? Jika ia itu berarti kau tidak punya tuan, maka hal itu akan menjelaskan ekspresi khawatir diwajahmu."

Lelaki misterius itu bergumam sendiri, membuat Mark semakin gemetar ketakutan karna menyadari kesamaan akan hal yang ia alami sekarang dengan mimpi yang selalu ia alami beberapa hari terakhir. Taman, kolam pancuran, sayap hitam. Mark benar-benar merasa katakutan.

"Hmmm... Aku tidak merasakan keberadaannya tuanmu ataupun kelompokmu. Aku juga tidak merasakan ada yang mencoba menyembunyikan keberadaannya. Berdasarkan situasi sekarang, kau adalah 'Exiled'. Jadi tidak masalah kalau bagiku jika membunuhmu."

Lelaki misterius itu mengangkat tangannya dan mengarahkannya kepada Mark.

Mark mendengar suara bising yang terdengar sangat familiar di telinganya. Ia tahu kejadian ini.

Ditangannya muncul sebuah benda yang terlihat seperti kumpulan cahaya yang berkumpul. Kemudian cahaya itu membentuk sesuatu yang terlihat seperti tombak.

Sebuah tombak! Itu memang sebuah tombak! Mark ditusuk oleh benda itu dimimpinya, dan ia mengalami krisis mengerikan! Mark menyadari jika dirinya akan dibunuh!

Tetapi terlambat. Perutnya sudah lebih dulu tertusuk benda itu selagi ia memikirkan hal-hal yang sangat mirip dengan mimpinya itu.

Sesuatu keluar dari mulut Mark. Banyak darah keluar dari mulutnya, diikuti rasa sakit yang hebat.

Sakit. Sakit sekali! Mark jatuh berlutut. Ia bisa merasakan perutnya terbakar. rasa sakit menjalar kesekujur tubuhnya, dan rasanya sangat tidak tertahankan.

Mark mencoba mencabut tombak itu dari dalam tubunya, tapi tangannya terasa sakit saat ia menyentuh tombak itu. Panas, panas sekali.

"ARRGGHHH!!!!"

Mark mulai mengerang karena sakit. Sakit sekali! Tangannya terbakar parah karna mencoba mencabut tombak itu dari tubuhnya, jadi mungkin bagian dalam tubuhnya lebih terbakar dari pada tangannya.

Kemudian Mark merasakan lebih banyak rasa sakit. Air mata mulai menetes dari matanya.

Tap... Tap... Tap...

Mark mendengar di sela rasa sakitnya ada suara langkah kaki mendekatinya. Ia menengok keatas, dan ia melihat lelaki misterius itu membuat tombak lain di tangannya.

"Pasti sakit. Cahaya adalah racun bagi mahluk sepertimu. Terkena tombak ini akan menyebabkan luka fatal. Aku pikir tombak ini akan membunuhmu, walaupun aku telah mengurangi tenaganya, tapi ternyata tubuhmu lebih kuat dari dugaanku. Kalau begituu aku akan menyerangmu lagi dengan ini. Tapi sekarang akan kutambah sedikit tenaganya, Sekarang tamatlah riwayatmu."

Apakah dia akan menamatkannya!? Mark akan terbunuh kalau ia terkena benda itu lagi!

Selagi Mark berpikir, ia mulai teringat lagi dengan mimpinya. Ia teringat tentang warna merah pekat itu.

Merah pekat menyala yang didekatnya... dia tidak akan menolong Mark. Itu cuma mimpi. Kalau begitu apakah ini juga mimpi? Kalau ini mimpi Mark memohon agar segera disadarkan. Meskipun cuma dalam mimpi, Mark benar-benar tidak ingin berada di situasi seperti ini!

Wuush!

Mark berpikir ia baru saja mendengar suara angin, tetapi ternyata ada sebuah ledakan didepannya. Dan ketika ia melihat keatas, ada asap keluar dari telapak tangan lelaki misterius lainnya. Ada darah mengalir dari tangannya tapi ia sama sekali tidak bergeming. Lelaki itu memiliki rambut merah pekat, tidak mungkin jika dia-,

"Jangan berani-beraninya kau menyentuh milikku."

.

.

.

.

Tbc

haloo guyss... diriku membawa work baru... maaf banget buat kalian yang merasa "apa sih? work lama aja belum kelar udah pub lagi"

maaf banget.. diriku memang seperti ini...