Seorang lelaki manis berambut merah pekat berjalan mendekati Mark. Mark dapat mengenalinya walaupun hanya punggungnya saja yang terlihat. Orang yang ia temui dimimpinya. Mark tidak tahu siapa sebenarnya orang itu, karena ia tidak bisa melihat wajahnya. Tetapi sekarang Mark sangat yakin jika dia adalah orang yang berada di mimpinya.
"...Rambut Merah Pekat... Kau pasti dari keluarga Lee..."
Lelaki misterius dengan sayap hitam itu menatap lelaki berambut merah tua dengan pandangan penuh kebencian.
Lelaki berambut pekat itu memiringkan kepalanya dan bersedekap dada, "Benar sekali, namaku Lee Donghyuck. Apa kabar tuan malaikat jatuh? Kalau kau mencoba melukai anak ini, aku tidak akan menahan diri."
Lee Donghyuck. Ya, dia adalah siswa disekolah Mark dan dia juga adalah si-cantik berambut merah pekat.
"Hahahaha... Ya, ya. Jadi anak ini milikmu dan kota ini juga wilayahmu, huh? Kalau begitu malam ini aku akan meminta maaf. Tetapi aku sarankan, agar tidak membiarkan pelayamu berkeliaran. Orang sepertiku bisa saja tidak sengaja membunuhnya ketika berjalan-jalan."
"Terima kasih atas sarannya tuan. Kota ini berada dibawah pengawasanku, jadi tidak ada alasan untuk malaikat jatuh sepertimu mengacau disini." balas Donghyuck dengan nada setenang mungkin.
"Aku juga akan mengatakan hal yang sama padamu, Penerus Keluarga Lee. Namaku Han Jisung, dan aku berharap kita bisa bertemu lagi."
Lelaki itu mulai mengepakkan sayap hitamnya, membuat tubuhnya melayang, kemudian dia terbang ke langit.
Mark merasa sedikit lega, tetapi ia merasa matanya menjadi semakin kabur dan ia merasa kesadarannya perlahan mulai menghilang.
"Astaga! kau sudah hampir pingsan! Ahh ini memang luka yang fatal. Mau bagaimana lagi-Hey, rumahmu dimana?"
Mark terkulai di tanah, ia masih bisa melihat lelaki berambut merah pekat itu berbicara padanya, tetapi ia tidak bisa mendengar apa yang lelaki itu katakan. Sesaat kemudian kesadarannya menghilang.
.
.
.
Mark menggapai-gapai meja nakas saat mendengar suara alarm yang berbunyi nyaring mengganggu tidurnya.
Setelah berhasil mematikan alarm itu, Mark membuka matanya dan mendudukan dirinya diatas ranjang sambil memegangi kepalanya yang selalu berdenyut pening setiap pagi.
Ahhh mimpi itu lagi...
Tapi ada yang berbeda, biasanya ia bermimpi dibunuh oleh Kang Mina, tapi kali ini ia dibunuh oleh seorang lelaki.
Sesaat kemudian Mark mengernyitkan kepalanya keheranan, ia tidak berpakaian?
Mark membelalakkan matanya saat ia menyadari jika dirinya benar-benar tidak berpakaian sama sekali. Bahkan celana dalampun tidak.
Mark membekap mulutnya sendiri terkejut. Apa yang terjadi? Bahkan dirinya tidak ingat bagaimana ia pulang dari rumah Changbin semalam. Apa ia mabuk? Tapi bagaimanapun juga ia tidak mempunyai kebiasaan tidur tanpa pakaian seperti ini.
"Hoaamm... Kau sudah bangun?"
Badan Mark membeku seketika saat mendengar suara manis yang berasal dari sisi lain tempat tidurnya.
Mark merasa jantungnya akan melompat keluar saat melihat sesosok lelaki manis dengan rambut merah pekat dan kulit tan berkilau berbaring disebelahnya.
Lelaki manis itu juga tidak berpakaian...
Mark langsung menarik selimut menutupi tubuhnya lalu memejamkan matanya erat.
Dia adalah Lee Donghyuck! Dilihat dari manapun dia benar-benar Lee Donghyuck!
Bagaimana mungkin?! Apa yang terjadi?! Apa yang telah ia lakukan?! Tapi ia tidak ingat! Ia tidak ingat sedikitpun! Bagaimana mungkin Lee Donghyuck bisa terbaring disampingnya tanpa pakaian seperti itu?!
Mark memukul-mukul kepalanya sendiri mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya. Tapi ia benar-benar tidak bisa mengingat apapun!
Donghyuck yang masih berbaring disebelahnya terkekeh geli melihat Mark yang terlihat sangat panik dan terkejut. Menggemaskan.
"Mark Lee! Bangun! Waktunya kesekolah!"
"Sayang, apa Mark masih dikamarnya?"
"Sayang, sepatunya ada di teras jadi dia sudah pulang. Menginap di rumah teman sampai larut malam! Dan ditambah lagi telat kesekolah! Itu hal yang tidak akan kumaafkan!"
Mark dapat mendengar percakapan orang-tuanya di lantai satu, kemudian diikuti dengan langkah kaki menaiki tangga. Suara langkah itu membawa amarah didalamnya, dan dengan cepat naik menuju kamarnya. Ibunya kesini! Tunggu! Tunggu sebentar! Kalau Ibunya melihat situasi ini, ia bisa berada dalam masalah besar!
"Tunggu! Aku sudah bangun! Aku akan segera turun!" Mark berteriak sambil tetap menutup matanya dari dalam kamar.
"Ibu tidak akan memaafkanmu lagi! Kita harus bicara sebentar tentang hal ini!"
Ibunya kesal, dan hal itu membuat Mark semakin panik.
"Ahh sudah pagi ya?"
Donghyuck Mengusap matanya dan ikut mendudukan dirinya.
Ckreck.
Pintu kamar Mark dibuka dengan keras, Mata Mark bertatapan dengan mata ibunya dan Mark tahu bahwa Ibunya itu sangat marah.
"Selamat pagi."
Donghyuck mengucapkan salam kepada Ibu Mark dengan tersenyum cerah.
Mata ibu Mark yang semula menatap Mark tajam kini beralih kepada Donghyuck. Kemudian ekspresi wajah Ibu Mark langsung berbuah membeku.
"SEGERA BANGUN!" Ibu Mark berucap dengan suara monoton seperti mesin lalu langsung menutup pintu kamar dengan perlahan.
Setelah itu Mark dapat mendengar suara langkah kaki yang sedang meneruni tangga dengan berlari kencang. Dan kemudian ia juga dapat mendengar Ibunya memekik panik dan berbicara kepada Ayahnya.
"S-Sayaaaaaaaaaaang!"
"Ada apa sayang? Kau seperti melihat hantu? Apa Mark masturbasi lagi pagi ini?"
"S-Seeeeeeeeeks!!! Mark melakukannya! Dengan seorang lelaki yang sangat manis!!!"
"Sayang! Sayang! Apa yang terjadi!?"
"Mark melakukannya!!!"
"Sayang!? Sayang!? Sayang, tenanglah!! Sayang!!"
Mark cuma bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia bisa membayangkan apa yang terjadi di bawah sana. Mark memutar otaknya mencari alasan yang akan ia berikan kepada kedua orang tuanya untuk menjelaskan situasi ini.
"Keluargamu benar-benar ceria di pagi hari ya." Donghyuck bangkit dari ranjang dan mengambil seragamnya di atas meja belajar.
Donghyuck tidak berpakaian sama seperti Mark. Tubuh polos seorang lelaki manis.
Mark menengguk ludanya kasar. Ia bisa melihat dengan sangat jelas. Pinggang kecil, Kaki yang mulus dan panjang, paha, serta bokong yang melengkung sempurna. Ia bahkan bisa melihat puting dan bagian tubuhnya yang sangat privat dengan jelas!
Mark bertanya-tanya kenapa lelaki manis berambut merah pekat itu tidak menyembunyikannya?!
Mark telah banyak melihat tubuh polos lelaki manis dalam majalah dan video dewasa, tetapi tubuh lelaki manis di hadapannya ini tampak beribu kali lipat lebih indah.
Tubuh dengan lengkungan sempurna seperti sebuah karya seni seperti tubuh lukisan atau patung yang ada pada museum. Sempurna.
"D-donghyuck-sshi.."
"Ada apa?" Donghyuck membalik tubuhnya dan menatap Mark dengan raut wajah penasaran.
"A-aku bisa melihat bokongmu dan yang lainnya..."
Mark mengatakan hal itu sambil melihat ke arah lain. Ia sebenarnya ingin melihat, tetapi... ini ya ini, itu ya itu. Ia harus menahan diri.
"Kalau kau ingin lihat, silahkan saja." ujar Donghyuck sambil terkekeh geli.
Donghyuck mengatakannya sambil memakai kembali seragamnya dengan sumringah.
"Apakah perutmu tidak apa-apa?"
Tiba-tiba Donghyuck menanyakan keadaan perut Mark. Perut? Mark mengernyit heran lalu menyentuh perutnya sendiri sambil melihat Donghyuck berpakaian.
"Kemarin kan kau tertusuk." ucap Donghyuck seakan-akan dapat membaca pertanyaan yang ada didalam otaknya
Benar... Kemarin ia ditusuk oleh seorang pria misterius bersayap hitam di taman. Ia ditusuk oleh tombak yang terbuat dari partikel cahaya. Tetapi Mark tidak merasa ada bekas sama sekali diperutnya.
Mark yakin sekali kemarin ada lubang menganga di perutnya, dan Mark juga yakin itu bukanlah luka yang bisa sembuh hanya dalam waktu semalam saja. Ia juga ingat ada banyak sekali darah keluar dari perutnya. Apakah itu semua hanya mimpi?
"Ngomong-ngomong, insiden kemarin itu bukan mimpi loh." lagi-lagi Donghyuck berucap se-akan dapat membaca pikiran Mark.
"Aku yakin aku terluka, tapi-"
"Aku menyembuhkannya. Memang parah, tetapi berkat tubuh kuatmu, lukamu bisa disembuhkan dengan kekuatanku hanya dalam waktu semalam. Kita berpelukan tanpa pakaian, dan aku membagi kekuatan sihirku karena keadaanmu sangat lemah. Tentu saja aku dapat dengan mudah melakukannya, karena kita ini satu klan."
Mark membulatkan matanya terkejut mendengar perkatan si rambut merah itu. Mereka? Berpelukan? Tanpa pakaian? Sepanjang malam?! Jangan-jangan mereka telah melakukan...
"Tenang saja, aku masih perawan." potong Donghyuck cepat.
Mark memasang raut lega, namun sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi kebingungan.
"Jangan memasang ekspresi seperti itu. Dunia ini dipenuhi oleh hal misterius yang kau tidak mengerti."
Donghyuck mendekati Mark dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Jari rampingnya menyentuh pipi Mark yang tirus.
Mark dapat merasakan wajahnya memanas dan ia yakin pasti wajahnya sudah memerah hebat.
"Namaku Lee Donghyuck. Aku adalah Iblis."
Iblis?
"Aku adalah tuanmu. Senang berkenalan denganmu Mark Lee-sshi. Atau bolehkah aku memanggilmu Mark?"
Mark menengguk ludahnya kasar. Ia tidak yakin, tetapi senyuman lelaki itu tampak asli dan serius.
Astaga ada apa lagi ini!
.
.
.
"Terimakasih makanannya. Ini enak sekali, Ibu"
"Ummm, terimakasih. "
Ekspresi wajah kedua orang tuanya yang duduk di hadapannya menjadi aneh.
Astaga, ia tidak tahu cara membenahi suasan aneh ini.
Ini pertama kalinya ia makan dengan suasana seaneh ini. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan dalam situasi seperti ini.
"Mark, ini adalah makanan yang dibuat oleh Ibumu. Makanlah."
Donghyuck mengatakannya dengan sangat lembuat dan elegan. Dia bertingkah seperti seorang saudara.
"Umm, oke." jawab Mark pelan.
"Makanlah perlahan, sehingga kau bisa merasakan rasa makanannnya dengan baik. Ini adalah makanan istimewa yanggdibuat oleh Ibumu untuk kita."
Donghyuck meng-lap mulutnya dengan sapu tangan. Apa ini? Situasi apa ini?
"Umm, Mark..."
Ayah Mark mulai berbicara kepada Mark dengan suara bergetar.
"Dari mana datangnya lelaki manis ini?"
Setelah mendengar perkataan Ayah Mark, Donghyuck langsung menaruh sumpitnya dan menundukan kepalanya.
"Ya ampun, maaf karna aku terlambat memperkenalkan diri. Aku membuat malu keluarga Lee. Izinkan aku memperkenalkan diriku. Namaku Lee Donghyuck. Aku bersekolah di sekolah yang sama dengan Mark, dan kami ditingkat yang sama."
Donghyuck menampilkan senyum termanisnya, membuat Ayah Mark juga ikut tersenyum.
"Begitu... Hebat. Hahaha. "
Mark merasa Ayahnya telah berhasil diyakinkan. Tetapi tidak dengan Ibunya yang duduk disebelah sang Ayah.
"Donghyuck-sshi, kan?"
"Ya Ibu."
"Apa hubunganmu dengan Mark?"
Pertanyaan yang bagus, yang akan menjawab seluruh situasi di pagi. Ibu Mark penasaran dengan jawabannya, tetapi Donghyuck hanya menampilkan sebuah senyum manis.
"Kami hanya teman sekolah yang cukup dekat satu sama lain, Ibu."
"Bohong!"
Ibu Mark segera menolak jawaban itu. Mark sudah menduga hal itu. Alasan seperti itu tidak akan berhasil meyakinkan ibunya setelah dia melihat situasi tadi.
"K-karena! Di ranjang, kalian..."
"Mark bilang dia bermimpi buruk, jadi aku cuma tidur dengannya."
"Cuma tidur bersama!? Kalian berdua tidak berpakaian!"
"Dewasa ini, wajar kok orang tidur tidak berpakaian bersama." balas Donghyuck dengan nada polos.
Mark menepuk dahinya pelan mendengar perkataan lelaki manis di sampingnya ini. Tidak masuk akal! Bagaimana Ibunya akan percaya.
"Oh begitu? ...Jadi wajar kalau orang tidur tanpa pakaian bersama."
Mark membulatkan matanya terkejut. Apa Ibunya percaya dengan alasan tidak masuk akal seperti itu? Tunggu- Mark merasa mata Ibunya terlihat aneh, kosong dan seperti kerasukan. Apa yang terjadi?!
"Maaf, sepertinya akan menjadi sedikit merepotkan, jadi aku menggunakan kekuatanku." bisik Donghyuck tiba-tiba.
Kekuatan? Ia ingat Donghyuck juga mengatakan itu tadi.
Iblis... jadi itu artinya semua fenomena ini karena campur tangan kekuatan Iblis?
Donghyuck melanjutkan kembali sarapannya setelah menyihir kedua orang tuanya. Iblis? Kenapa aku berususan dengan Iblis?
Mark berjalan memasuki sekolahnya, tetapi ia merasa sangat tidak nyaman.
Banyak siswa yang menatapnya dengan mata tajam. Mark sadar akan hal itu, tentu saja hal seperti ini akan terjadi, karna disebelahnya berjalan idola NCT Highscool, Lee Donghyuck yang memukau. Dan Mark seperti pelayannya karena membawakan tas lelaki manis itu.
"Kenapa seseorang seperti dia..."
"Kenapa orang tidak jelas sepertinya di sebelah Donghyuck-sshi?"
Mark bisa mendengar teriakan dari laki-laki dan perempuan dari segala arah. Ada juga siswa yang pingsan karena shock. Apakah seburuk itu kalau ia berjalan disebelah Lee Donghyuck!?
Mereka berdua berpisah di depan kelas Mark.
"Aku akan menyuruh seseorang menjemputmu nanti. Sampai jumpa saat sekolah selesai."
Donghyuck mengatakan hal itu sambil tersenyum. Menyuruh seseorang? Apa artinya?
Ketika Mark membuka pintu kelas, semua mata langsung memandangnya.
Plakk!!
Mark merasa seseorang memukul kepalanya dari belakang. Dan ketika berbalik, ternyata Changbin dan Haknyeon sudah berdiri di belakangnya sambil menatapnya tajam.
"Beri kami penjelasan!"
Haknyeon berteriak, dan bocah itu juga terlihat akan menangis.
"Sampai kemarin kita adalah rekan 'Persatuan Tidak Populer'! Lalu kenapa pagi ini kau bisa berangkat sekolah bersama Lee Donghyuck?!" pekik Haknyeon.
"Mark, pertama-tama coba kau ceritakan pada kami apa yang terjadi kemarin setelah kau pulang."
Tidak seperti Haknyeon yang marah-marah tidak jelas, Changbin tetap mencoba untuk tenang. Tapi dia tetap menatap Mark dengan tatapan tajam.
"Kalian, pernahkah melihat bokong sungguhan?"
.
.
.
.
Tbc
