Warn! Typos!
.
.
"Halo, apa kau yang bernama Mark Lee?"
Mark memicingkan matanya memandang ke arah seorang siswa yang datang menghampirinya tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi.
Mark tahu siapa siswa yang menghampirinya itu, siswa itu adalah pangeran paling tampan nomor satu di NCT Highschool, Lee Jeno. Jadi bagaimana mungkin aku tidak mengenalnya?
Dia bisa menangkap hati para perempuan dan lelaki manis dengan senyumannya. Dia berada di tingkat yang sama dengan Mark, tetapi berbeda kelas.
"Jadi, mau apa kau disini?"
Ucap Mark dengan nada ketus, entah kenapa ia jadi benci dengan lelaki tampan.
Jeno hanya tersenyum mendengar kalimat ketus dari Mark.
"Aku datang kemari atas perintah Lee Donghyuck."
Dengan satu deret kalimat itu, Mark langsung mengerti untuk apa lelaki tampan seperti dia datang kemari. Jadi, dialah orang yang Donghyuck maksud untuk menjeputnya.
"OK, OK. Jadi kau mau aku melakukan apa?"
"Ikuti aku." balas Jeno dengan nada tenang.
"TIDAK!!!" Teriakan para murid perempuan langsung menggema di seluruh kelas.
"Tidak, tidak!! Mark Lee dan Lee Jeno berjalan bersama!"
"Jeno-yaa, nanti kau terinfeksi!"
"Aku tidak setuju dengan pasangan Jeno X Mark!"
"Tetapi kalau pasangan Mark X Jeno!?"
Para murid perempuan itu berbicara dengan bahasa alien. Mark tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tidak masuk akal.
"Huh... Baiklah." Mark menganggukan kepalanya lalu mengikuti Jeno yang sudah berjalan di depannya.
Tapi sebelum Mark keluar dari kelas, Haknyeon memanggilnya.
"He, Hey Mark!"
"Jangan khawatir sobat. Kami tidak akan berkelahi. Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkanku." jawab Mark sambil tersenyum menenangkan.
Haknyeon menggelengkan kepalanya,
"Bukan itu. Maksudku bagaimana dengan DVD 'Aku, Peleceh, dan Kimchi' ini?"
Haknyeon mengatakan hal itu dengan suara keras sambil mengangkat DVD itu tinggi - tinggi.
Mark menepuk keningnya pelan lalu segera pergi meninggalkan kelas, mengabaikan Haknyeon yang terus memanggil-manggil namanya.
.
.
.
Mark berjalan mengikuti Jeno, dan tempat yang mereka tuju adalah belakang gedung sekolah.
Disana terdapat bangunan lain yang dikenal sebagai gedung sekolah lama yang dikelilingi oleh banyak pepohonan. Sepertinya sudah lama sekali gedung ini tidak pernah terpakai, dan suasananya menyeramkan sehingga masuk ke daftar "tujuh keajaiban sekolah". Gedung itu tampak sangat tua dan terbuat dari kayu. Tetapi sepertinya tidak ada jendela yang pecah, walaupun ia tidak yakin. Gedung ini tua tetapi kondisinya tidak terlalu buruk.
"Ketua ada disini. "
Mark mengernyit heran mendengar perkataan Jeno. Ketua? Apa yang ia maksud adalah Donghyuck? Tetapi mengapa Jeno memanggilnya ketua? Apakah Donghyuck anggota suatu klub? Dan apakah itu artinya Lee Jeno juga anggota klub itu? Semakin misterius saja, dan membuat otak Mark terasa panas.
Mark dan Jeno naik ke lantai dua dan terus berjalan kedalam, melewati lorong kelas. Bahkan lorong kelasnya terlihat bersih dan terawat bahkan ruangan yang tidak terpakai pun terlihat bersih. Padahal bangunan ini adalah bangunan tua, seharusnya penuh dengan serangga dan sarang laba-laba. Tetapi disini tidak ada sama sekali.
Mark yakin pasti mereka cukup sering membersihkan tempat ini. Ketika Mark sibuk memikirkan semua itu, sepertinya mereka telah sampai ditempat tujuan.
Jeno menghentikan langkahnya di depan suatu ruangan kelas. Mark cukup terkejut dengan tulisan yang berada di depan pintu yang bertuliskan "Klub Peneliti Ilmu-Gaib".
Klub Peneliti Ilmu-Gaib? Hanya dengan membacanya saja membuat Mark merasa penasaran.
Maksud Mark, bukan karna nama klubnya atau klub itu sendiri, tapi karna Lee Donghyuck.
"Ketua, saya sudah menjemputnya."
Jeno berbicara dari depan pintu. Sesaat kemudian terdengar balasan dari Donghyuck. Ah suaranya sangat manis.
"Silahkan masuk."
Jeno memasuki ruangan itu dengan Mark yang mengikutinya dibelakang.
Mark terkejut ketika memasuki ruangan itu. Ada banyak sekali tulisan dan simbol aneh diseluruh ruangan. Lantai, tembok, dan langit-langit dipenuhi dengan lambang aneh. Dan yang paling terlihat aneh adalah lambang lingkaran di tengah ruangan.
Kelihatannya itu seperti lambang lingkaran sihir yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Suasana di ruangan ini menyeramkan. Ada juga beberapa sofa dan meja didalam sini.
Mark memicingkan matanya saat melihat ada lelaki manis lain yang tengah duduk di salah satu sofa yang berada di ruangan itu.
Ah.. Mark tahu siapa lelaki itu! Dia adalah Zhong Chenle, siswa kelas XI, yang berarti dia satu tingkat dibawahnya. Lelaki manis ini sangat populer dikalangan siswi perempuan karna wajahnya yang lucu dan menggemaskan. Awalnya dia tidak menyadari kehadiran Mark dan Jeno. Tapi sesaat kemudian dia menyadarinya dan memandang Mark tanpa ekspresi.
"Ah Chenle, kau kenal dia? Dia yang bernama Mark Lee. " Jeno mengenalkan Mark kepada Chenle.
Chenle menganggukan kepalanya sekilas, "Salam kenal. " balasnya.
Kemudian Mark mendengar suara air mengalir dari belakang ruangan. Sepertinya ini suara pancuran mandi? Lalu sesaat kemudian Mark menyadari bahwa terdapat tirai mandi di belakang ruangan ini. Di tirai mandi itu terdapat bayangan seseorang. Ada seseorang yang sedang mandi?! Di ruang kelas ini ada kamar mandinya!? Kemudian suara air itu terhenti.
"Silahkan Ketua."
"Terima kasih Jaemin."
Sepertinya Donghyuck sedang memakai baju di balik tirai mandi itu. Hal itu sontak membuat Mark teringat apa yang terjadi pagi tadi, seketika wajah Mark mulai memerah. Benar-benar tubuh yang mengaggumkan dari seorang Lee Donghyuck. Sepertinya untuk beberapa waktu Mark tidak perlu Majalah dan Video dewasa.
"Ck...Benar-benar wajah mesum." ucap Chenle sambil mendecakkan lidahnya.
Mark tidak menanggapi perkataan Chenle yang sedang mengejeknya itu. Fokusnya terpaku pada tirai mandi yang pada akhirnya terbuka. Disana berdiri Donghyuck dengan seragamnya. Dia terlihat luar biasa seksi dengan rambut basahnya. Donghyuck melihat ke arah Mark kemudian tersenyum.
"Maaf menunggu. Kemarin malam diriku tidak sempat mandi karena menginap dirumahmu. Jadi aku mandi sekarang." Ujar Donghyuck sambil tersenyum manis.
Tiba-tiba seseorang muncul dari belakang tubuh Donghyuck lalu tersenyum cerah.
"Halo, Namaku Na Jaemin, kau pasti Mark Lee ya? senang berkenalan denganmu." Jaemin memperkenalkan dirinya dengan sopan.
Mark menganga melihat ada satu lagi siswa populer yang berada di ruangan ini. Klub macam apa ini?!
"Sepertinya semuanya telah disini. Mark Lee-sshi. Ah izinkan aku memanggilmu Mark saja." Donghyuck memandangi seluruh orang yang berada di ruangan ini.
Mark menganggukan kepalanya kaku, "Ah, baik."
"Kami, Klub Peneliti Ilmu-Gaib senang menyambutmu-" Donghyuck tersenyum lalu memandang Mark, "Sebagai seorang iblis."
.
.
.
"Silahkan tehnya." Jaemin meletakkan Teh yang ia buat diatas meja.
"Oh, terima kasih." balas Mark sambil tersenyum, "Rasanya enak."
Jaemin tertawa senang mendengar pujian dari Mark "Terima kasih."
Jeno, Chenle, dan Donghyuck duduk disofa mengelilingi meja.
"Jaemin-ah, kau juga duduklah disini." Donghyuck menepuk tempat yang berada di sebelahnya.
"Baiklah ketua."
Mark merasa gugup karena melihat mereka semua menatapnya seperti itu ditempat seperti ini. Kemudian Donghyuck mulai membuka mulutnya.
"Langsung saja kukatakan. Kita semua adalah Iblis." ucap Donghyuck langsung ke inti.
"Dari ekspresimu sepertinya kau tidak percaya dengan apa yang kukatakan. Tetapi itu wajar. Kemarin kau juga melihat laki-laki bersayap itu kan?"
Donghyuck benar. Kalau kejadian itu bukan mimpi, berati ia benar-benar melihatnya.
"Dia adalah Malaikat jatuh. Mereka dulunya melayani kami, tetapi mereka jatuh ke neraka karena memiliki niat buruk. Mereka sekarang musuh kita, para iblis." ujar Donghyuck dengan nada serius.
"Kita, para iblis, telah berperang melawan Malaikat jatuh sejak jaman dahulu kala. Kita berperang memperebutkan kepemilikan kekuasaan dunia-bawah, atau di dunia manusia dikenal juga sebagai neraka. Jadi, dunia-bawah terbagi menjadi dua daerah yaitu daerah para iblis, dan malaikat jatuh. Para iblis mengadakan perjanjian dengam manusia dan menerima korban mereka untuk meningkatkan kekuatan. Sebaliknya malaikat jatuh mengendalikan manusia untuk membasmi kita para iblis. Dan kemudian ada para malaikat yang ingin menghancurkan kedua pihak atas perintah Tuhan. Jadi perang ini terbagi dalam tiga kelompok: iblis, malaikat jatuh, dan malaikat. Dan ini telah berlangsung sejak jaman purba."
"Umm Donghyuck-sshi. Cerita seperti itu agak sulit diterima oleh siswa normal sepertiku. Apakah ini kegiatan anggota klub peneliti ilmu-gaib?" tanya Mark dengan raut wajah penasaran.
Donghyuck tertawa kecil mendengar pertanyaan Mark, "Klub penelitian ilmu-gaib hanya sebuah kamuflasi. Itu cuma hobiku saja. Tetapi kami semua adalah iblis."
Mark masih memasang tampang tidak percaya sehingga membuat Donghyuck menghembuskan nafas pelan.
"Kang Mina..."
Tubuh Mark langsung membeku seketika saat ia mendengar nama itu.
Setelah mendengar nama itu dari mulut Donghyuck ia langsung menyadari jika semua ini bukan gurauan. Tapi dari mana Donghyuck mendengar nama itu?
"Hari itu, kau berkencan dengan Kang Mina, bukan?"
"Kalau kau hanya bercanda, lebih baik hentikan... Aku tidak mau membicarakan hal itu dalam suasana seperti ini."
Suara Mark mengandung kemarahan. Karena untuk saat ini topik ini begitu tabu baginya. Dulu ketika Mark mengatakan tentang Kang Mina, tidak ada yang percaya padanya, dan tidak ada yang mengingatnya. Semuanya mengatakan itu cuma mimpi. Itu hanya halusinasinya.
Tidak ada yang percaya dan tidak ada yang mengingatnya keberadaannya. Ia tidak tahu Donghyuck mendengar nama itu dari mana, tetapi jika dia ingin mengatakan itu adalah peristiwa gaib, maka ia akan marah.
"Memang, dia ada."
Donghyuck mengatakannya dengan jelas.
"Walaupun sepertinya dia mencoba menghapus semua bukti keberadaannya disekitarmu." lanjutnya.
Donghyuck memetik jarinya, lalu kemudian Jaemin mengambil selembar foto dari dalam sakunya.
"Ini dia kan?... Kang Mina."
Donghyuck benar. Orang di dalam foto itu adalah pacarnya yang tidak bisa ia temukan dimanapun. Mark pernah mem-fotonya dengan kamera ponselnya tetapi entah kenapa foto itu menghilang begitu saja. Di foto itu jelas terlihat Kang Mina dengan sayap hitam yang berada di punggungnya.
"Perempuan ini juga merupakan Malaikat jatuh. Sejenis dengan lelaki misterius bernama Han Jisung yang menyerangmu kemarin malam."
"Malaikat jatuh ini menemuimu untuk menyelesaikan tujuannya. Setelah tujuannya tercapai, dia menyingkirkan semua bukti dan catatan tentang keberadaan dirinya."
"Tujuan?" Mark mengerutkan dahinya kebingungan.
"Untuk membunuhmu." balas Donghyuck.
Mark membulatkan matanya, "Untuk apa dia membunuhku!?"
"Tenangkan dirimu Mark. Mau bagaimana lagi... Tidak hanya kau saja yang terlalu sial."
"Apa maksudmu aku sedang sial!?" tanya Mark sambil mendelik kesal.
"Pada hari dimana kalian berkencan ditaman dan kamudian kau terbunuh dengan tombak cahaya."
"Tetapi aku masih hidup! Dan kenapa aku harus diburu?" sela Mark.
"Kau ingin tahu alasanmu diburu?"
Mark menganggukan kepalanya meng-iya-kan.
"Alasan nyawamu diincar adalah untuk memastikan apakah ada benda berbahaya didalam tubuhmu. Karena responnya lemah, Dia membutuhkan waktu untuk memastikannya. Kemudian dia yakin. Kau adalah manusia yang memiliki [Sacred Gear]."
[Sacred Gear]... Rasanya Mark pernah dengar istilah itu.
"Dirimu adalah ancaman bagi kami, jadi kami memutuskan untuk segera menyingkirkanmu. Jika kau merasa dendam, maka dendamlah pada Tuhan yang menaruh Sacred Gear didalam tubuhmu. "
Benar, itulah kalimat yang Mina katakan waktu itu. Ada [Sacred Gear] tubuhnya?
"[Sacred Gear] adalah kekuatan tidak alami yang diberikan kepada manusia tertentu. Misalnya adalah kebanyakan orang yang namanya ditulis dalam sejarah katanya adalah pemilik dari [Sacred Gear]. Mereka menggunakan kekuatan [Sacred Gear] mereka untuk mencatat nama mereka dalam sejarah." ucap Jeno sambil memandang Mark serius.
"Saat inipun ada manusia yang memiliki [Sacred Gear] didalam tubuhnya. Kau tahu orang-orang yang berperan penting dalam dunia ini? Kebanyakan dari mereka memiliki [Sacred Gear] ditubuh mereka." lanjutnya.
Kebanyakan [Sacred Gear] punya fungsi yang hanya bermanfaat di dunia manusia. Tetapi ada beberapa [Sacred Gear] yang bisa menjadi jerat bagi iblis atau malaikat jatuh. Mark, coba angkat tanganmu tinggi- tinggi." suruh Donghyuck.
Mark mengernyit heran mendengar permintaan dari Donghyuck.
"Cepat lakukan."
Desak Donghyuck.
Mark menganggukan kepalanya lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi sesuai dengan permintaan Donghyuck.
Tutup matamu dan bayangkan hal yang kau anggap paling kuat." ujar Donghyuck.
"Paling kuat? Ummmm, Son Goku dari Dragon Ball?" jawab Mark tidak yakin.
"Kalau begitu, kau bayangkan tokoh itu. Kemudian bayangkan pose tertentu yang membuatnya tampak paling kuat."
Mark membayangkan Goku menembakkan Kamehameha.
"Turunkan tanganmu perlahan, dan berdirilah."
Mark bangkit dari sofa.
"Sekarang tirukan gaya tokoh tersebut. Kau harus menirunya dengan sempurna, dan jangan menahan diri."
Mark membulatkan matanya dan hendak memprotes perkataan Donghyuck. Tapi lelaki manis itu langsung memotongnya.
"Cepat lakukan."
Pada akhirnya Mark hanya bisa pasrah dan mengikuti permintaan Donghyuck yang menyuruhnya melakukan pose kamehameha. Astaga Mark merasa malu sekali.
Mark menyatukan kedua tangannya yang terbuka dan mendorongnya kedepan dadanya. Kemudian ia menyelesaikan gaya itu dengan berteriak, "Kamehameha!"
"Sekarang buka matamu. Karena tempat ini dipenuhi kekuatan sihir, perlengkapan sucimu akan lebih mudah muncul."
Mark membuka matanya seperti perintah dari Donghyuck.
Shingg!!!
Mark merasakan tangan kirinya mulai bersinar. Mark memandang tangan kirinya dengan mulut terbuka.
Cahaya itu membentuk sesuatu dan membungkus tangan kirinya dan ketika cahaya itu berhenti bersinar, tangan kirinya terbungkus oleh sarung tangan merah yang dilengkapi dengan benda yang terlihat sangat keren.
Jika diperhatikan sekilas, ini seperti bagian dari kostum kosplay yang terbuat dengan sangat bagus. Di bagian yang menutupi belakang telapak tangan Mark terdapat semacam perhiasan yang tertanan. Terlihat seperti sebuah permata.
"APA INI!!!!!!!" pekik Mark kaget.
Mark terkejut dan berteriak dengan keras. Tentu saja! Dirinya pikir ia akan mengeluarkan kamehameha, dan sekarang malah ada benda yang dipakai oleh pahlawan super ditangannya! Apa ini sebenarnya!?
"Itu adalah [Sacred Gear], dan itu milikmu. Kalau sudah muncul, kau bisa menggunakannya kapanpun dimanapun."
Mark memasang tampang melongo mendengar penjelasan dari Donghyuck. Ia masih belum bisa percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Kau dibunuh karena [Sacred Gear] mu adalah ancaman besar bagi para malaikat jatuh."
Mark memegangi kepalanya yang kembali berdenyut pening. Jadi insiden dengan Kang Mina dan tentang Perlengkapan Suci semuanya adalah nyata? Jadi tentang ia yang terbunuh oleh Mina itu juga nyata? Jadi bagaimana ia masih hidup?
"Kau memanggilku di detik-detik kematianmu. Aku terpanggil dengan poster ini."
Donghyuck mengeluarkan selembar selebaran. Mark ingat selebaran itu. Sewaktu menunggu Mina di tempat pertemuan, seseorang memberikannya selebaran itu padanya. Itu adalah selebaran dengan gambar lambang aneh dan kata-kata yang berbunyi: "Kami akan mengabulkan keinginanmu!" Setelah Mark perhatikan, lingkaran sihir di selebaran itu ternyata sama dengan lingkaran sihir yang ada di lantai ruangan ini.
"Selebaran ini adalah salah satu yang kami bagikan. Lingkaran sihir itu digunakan untuk memanggil kami, para iblis. Jaman sekarang, tidak banyak lagi orang yang bisa menggambar lingkaran sihir ini untuk memanggil iblis. Jadi kami memberikan brosur ini ke orang yang kelihatannya ingin memanggil iblis. Lingkaran sihir ini aman dan mudah digunakan. Pada hari itu salah satu peliharan kami yang menyamar sebagai manusia membagikan ini di daerah bisnis. Kau mendapatkannya pada waktu itu, Mark. Lalu kemudian kau diserang oleh malaikat jatuh. Dan ketika diujung kematianmu kau memanggilku. Biasanya sih Jaemin atau yang lainnya yang dipanggil."
Mark ingat, waktu ia ditusuk dengan tombak cahaya, ia berdoa dengan sungguh–sungguh. Kemudian tangan Mark bersimbah darah, dan yang terlintas dikepalanya adalah "Warna Merah Pekat". Ia menginginkan lelaki dengan rambut merah pekat, Lee Donghyuck.
"Ketika aku dipanggil dan melihatmu, aku langsung menyadari jika kau diserang oleh malaikat jatuh dan kau juga adalah pemilik Perlengkapan Suci. Tetapi ada sedikit masalah, yaitu kau berada di kondisi seujung rambut dari kematian. Bukan hanya para iblis, tetapi manusia juga akan langsung terbunuh begitu ditusuk oleh Tombak Cahaya. Kau dikondisi seperti itu, jadi aku memutuskan menyelamatkan nyawamu."
Mark kembali memasang raut bertanya-tanya. Menyelamatkan nyawanya? Jadi Donghyucklah yang menyelamatkannya? Jadi karena itu ia masih hidup.
"Aku menyelamatkan hidupmu sebagai Iblis. Mark, kau yang sekarang telah terlahir kembali sebagai Iblis milikku, Lee Donghyuck. Dan dirimu yang sekarang adalah pelayanku dan seorang iblis."
Patz!
Seketika ada sayap yang tumbuh dari punggung semua orang yang berada di ruangan ini selain dirinya. Kelihatannya berbeda dengan sayap milik Malaikat jatuh. Sayap itu seperti sayap kelelawar.
"Aku akan mengenalkan mereka lagi padamu. Jeno!"
Jeno tersenyum setelah Donghyuck memanggil namanya.
"Nama saya Lee Jeno. Saya adalah siswa kelas XII seperti yang kau tahu Mark Lee-sshi. Saya juga seorang iblis, salam kenal."
"Kelas XI, Zhong Chenle. Salam kenal, dan saya adalah iblis." Chenle menundukan kepalanya.
"Nama saya Na Jaemin, kelas XII sepertimu. Saya wakil ketua klub penelitian ini. Salam kenal. Meskipun manis seperti ini, saya juga seorang iblis. Hahaha"
Jaemin tertawa renyah lalu menundukan kepalanya dengan sangat sopan.
Terakhir adalah giliran Donghyuck. Dia mengibaskan rambut merah pekatnya dan mengatakannya dengan tegas.
"Dan aku adalah tuan mereka, namaku Lee Donghyuck dari keluarga Lee. Keluargaku bergelar bangsawan. Kita akan saling membantu satu sama lain mulai dari sekarang."
Astaga, sepertinya Mark berada di dalam situasi yang tidak terbayangkan.
.
.
.
.
tbc
