Attention!

Maaf untuk typo typo pada chap 1 /bungkuk berkali kali/ maaf maaf maaf. Padahal uda dibaca berulang kali tapi masih aja banyak typo bertebaran. Buat yang bingung itu Jongin anak lama yang anak baru itu Chanyeol /padahal kayaknya uda diubah deh sama Chanyeol/ serius kemarin uda diedit tapi kok balek lagi ke Jongin ya== mianhe~~ jangan ada yang pergi ya maaf atas ke salahanku huhuhu~~ T_T tetap dibaca ya ffnya rutukilah aku silahlan /galau berat/ semoga masih banyak yang menunggu ff ini ok cuap cuap berada dipembukaan karena mau minta maaf ffnya dibaca ya semoga gak ada typo lagi ok sampai sini dulu ppai~~ppai~~

Happy Reading~

"Arghh s... sakit... Jongin sa... sakit" tangan Sehun memegang tangan Jongin

Seakan tidak perduli Jongin sedikit menarik rambut Sehun lalu mendorong kepala Sehun kedepan lalu mendorongnya lagi kebelakang sedikit kuat. Beberapa kali Jongin melakukan itu sampai yang ke sembilan kali ia melepas cengkraman dirambut Sehun. Sehun langsung merosot kebawah. Pandangannya mengabur karena terlalu sakit dan pening. Kepalanya didongakan dengan jari telunjuk dan jempol Jongin di dagunya. Pandangan mereka kembali bertemu. Sehun tidak bisa fokus kemana pun karena sakit dikepalanya. Hanya saling memandang tidak berapa lama Jongin berdiri dan berbalik meninggalkan Sehun. Diikuti beberapa orang dibelakangnya mereka menutup pintu gudang mengunci Sehun sendirian. Sedangkan Sehun sudah terbaring dibawah. Pandangannya sedikit demi sedikit memudar. Yang terakhir ia lihat adalah. Pintu tertutup rapat dan suara kunci terdengar

~Chapter 2~

Sehun terbangun saat sinar jingga menyilaukan menembus kelopak matanya. Ia melihat sekelilingnya. Kosong. Sehun mencoba bangun walau kepalanya sangat pening. Melihat jam arlogi ditangannya menunjukkan pukul 5 sore. 2 jam setelah bubarnya kelas. Berarti ia pingsan hampir setengah hari. Sehun bangkit lalu membersihkan debu yang ada dibajunya, merapihkan baju dan rambutnya yang berantakan. Tak sengaja Sehun melihat tasnya sudah ada disana. Apa dia yang meletakkannya disini dan membiarkan pintu terbuka batin Sehun

Drttt... Drttt...

Sehun merogo kantung celananya mengambil benda pipih lalu menggeser ikon hijau untuk mengangkat telpon dari bibi Han

"Hallo"

"Sehun, kapan kau pulang? Sedari tadi dia terus rewel karena kau belum menjemputnya" Sehun mendengar tangis pilu anak kecil disana

"Sebentar lagi aku akan sampai bibi Han tunggulah sebentar lagi" Sehun langsung menyambar tasnya dan lari keluar secepat yang ia bisa untuk kerumah bibi Han

Sehun sampai di tempat bibi Han saat matahari mulai menyimpan cahayanya di balik balik gedung tinggi agar besok sinarnya dapat ia pancarkan kembali. Sehun mengetuk rumah bibi Han tidak lama kemudian bibi Han datang dengan raut wajah khawatir

"Kau kemana saja?" tanyanya

"Maaf hari ini aku sedikit terlambat. Apa dia masih rewel?" tanya Sehun sembari masuk kedalam rumah bibi Han

"Tadi sempat tertidur tapi saat dia bangun dia langsung menangis lagi bahkan sampai wajahnya memerah" jelas bibi Han

Saat masuk kedalam rumah bibi Han, Sehun memang mendengar suara tangisan. Ia mempercepat langkahnya ke dalam lalu melihat sosok bayi munyil yang sedang duduk diatas sofa. Sehun mendekat lalu duduk dibawah tepat didepan Kyungsoo. Mengangkat Kyungsoo dan langsung menenangkan Kyungsoo

"Ssstttt anak Daddy tidak boleh menangis tenanglah sayang" Sehun memeluk kuat Kyungsoo lalu mengajaknya berkeliling ruang tamu. Sehun merasakan Kyungsoo mengenggaman kuat di bahunya "Daddy sudah disini sayang. Maaf Daddy lama menjemputmu" Sehun melihat wajah Kyungsoo yang basah karen air mata. Ibu jarinya menghapus jejak air mata Kyungsoo. Perlahan Kyungsoo mulai diam

"Sehun" panggil bibi Han

"Iya"

"Apa kau ditindas lagi?" tanya bibi Han

Sehun terdiam di tempat

"Kau kelihatan kacau. Jika ini membuatmu tidak nyaman maka kau pindahlah kesekolah lain"

"Aku baik baik saja bibi Han" kata Sehun dengan senyum

Karena hari semakin gelap Sehun langsung pamit kepada bibi Han untuk pulang. Mereka singgah sebentar ke supermarket terdekat untuk membeli persediaan yang habis. Membeli satu kaleng susu Kyungsoo, beberapa kotak biskuit Kyungsoo, bubur Kyungsoo dan cemilan lain untuk Kyungsoo. Apapun untuk Kyungsoo

"Ta... Ta..." Kyungsoo terus ribut sejak Sehun meletakkannya di ruang tv bersama mainannya

"Sebentar sayang"

"Ta..." Kyungsoo mulai protes dan melempari mainannya kesembarang tempat. Mau tidak mau Sehun mendatanginya

"Ada apa heum? Kenapa kau semakin rewel" kata Sehun sambil menarik pelan bibir Kyungsoo dengan gemas

Kyungsoo terus memeluk Sehun dan meletakkan kepalanya di bahu Sehun. Sehun yang mengerti langsung mengelus kepala dan punggung Kyungsoo. Menimang dengan sayang. Dengkuran halus terdengar menandakan Kyungsoo sudah tertidur lelap. Sehun meletakkan dengan pelan ke kasur lipat lalu kembali mengerjain prnya

...

Saat Sehun sedang asik memakai baju sekolahnya tiba tiba ia mersa kehilangan sesuatu. Seperti ada yang menganjal tapi apa? Matanya membesar seperti ingin keluar dari tempatnya

"Gelang" Sehun baru sadar ia kehilangan gelang peninggalan ibunya. Sehun keluar dari kamar menuju ruang tv yang dihuni oleh Kyungsoo dengan mainannya "Sayang kau melihat gelang Daddy?" Kyungsoo malah memberi mainannya yang penuh liur "Sayang jangan mengemut mainanmu" Sehun masih sibuk mencari kesegala arah tapi nihil tidak ada

Setelah meninggalkan Kyungsoo ke rumah bibi Han. Sehun cepat cepat menuju sekolah walau hari masih sangat pagi

Sesampainya di sekolah hanya beberapa orang saja yang ada di kooridor sekolah. Sehun meletakkan tasnya lalu mulai mencari gelang di kelas, kooridor, kantin dan terakhir taman belakang. Sehun terduduk dibawah pohon sambil menyelonjorkan kakinya yang sedikit pegal karena jalan kesana kemari. Memejamkan mata mengingat kembali terakhir ia memakai gelang itu. Sehun mengacak ngacak rambutnya

"Kau akan dianggap sedang depresi jika seperti itu"

"Aku memang sedang depresi" Sehun melebarkan diameter matanya dari biasa lalu melihat kesampinhnya "Sedang apa kau disini"

Chanyeol terkekeh pelan "Tentu saja mau sekolah. Emang ini sekolahmu" ejek Chanyeol

Sehun bangkit namun seperti kemarin Chanyeol menggenggam pergelangan tangannya dan menariknya untuk duduk kembali

"Kau tau. Selama ini aku tidak pernah ditolak oleh siapa pun. Hanya kau satu satunya orang yang menolak ketika aku dekati"

"Lalu kau ingin apa?" Chanyeol hanya mengedikkan bahunya "Lepaslah" Chanyeol melepaskan tangan Sehun

Sehun melihat tangan yang baru saja digenggam oleh Chanyeol. Sehun merasa seperti kehilangan. Kehilangan sesuatu yang tidak bisa ia untai dengan kata kata. Sehun segera bangkit lalu berjalan menuju kelasnya. Chanyeol hanya mengekor dari belakang terus mengikuti Sehun dari belakang. Sesampainya di depan pintu kelas Sehun menghentikan langkahnya dan terdiam. Chanyeol yang heran melihat Sehun berhenti tiba tiba berjalan kembali hingga sampai dibelakang Sehun tepat. Sekarang ia tau apa yang membuat Sehun berhenti dan tidak bergerak. Kim Jongin berada diatas mejanya lalu mempora porandakan tempat duduk Sehun. Mengeluarkan semua barang Sehun yang ada didalam tasnya. Mengacak ngacak semuanya hingga berantakan

"Oh Sehun is back!" kata namja bermata panda

Jongin hanya memperhatikan raut wajah Sehun yang datar seperti biasa. Jongin melihat tangan Sehun terkepal kuat. Lalu mata mereka bertemu. Jongin hanya memberikan smirk kejam kepada Sehun. Jongin berdiri dari duduknya lalu mendekati Sehun

"Selamat pagi Oh Sehun. Pagi yang cerah bukan?" bisik Jongin tepat di telinga Sehun "Sepertinya kau sehat hari ini huem?" tangan Jongin memegang bahu Sehun yang membuat tubuh Sehun mendadak menegang. Jongin yang merasakan reaksi Sehun pun terkekeh "Tenanglah sayang aku tidak akan menyakitimu" Jongin menjauh dari Sehun dan diikuti beberapa teman Jongin yang sengaja menyenggol bahu Sehun dan membuatnya sedikit oleng kebelakang

Seseorang menangkap Sehun dari belakang tapi Sehun tetap belum sadar dari lamunannya

"Hei Sehun, kau baik baik saja" sedikit menggoyang badan Sehun yang masih menyandar didadanya membuat namja albino itu kembali sadar lalu menoleh kesamping

Deg

Mata mereka saling menatap beberapa detik lalu Sehun segera berdiri tegak lalu berjalan ke tempat duduknya. Mengutip bukunya yang berserakan dan sedikit berdebu. Menganggap bahwa Chanyeol tidak ada didekatnya. Beberapa orang mendekat kebangku Sehun ikut memungut buku Sehun

"Kau baik baik saja?" katanya sambil memberi buku catatan Sehun yang ia kutip

Sehun mengambil bukunya tanpa ada mengucapkan terima kasih

"Sehun_" Sehun segera menepis tangan Baekhyun

"Sehun kumohon_" Sehun memotong ucapan Chen

"Kumohon, kalian menjauhlah. Aku tau aku hanya beban jika berada didekat kalian. Jadi kumohon menjauhlah sebelum Jongin mengetahui kalian bersamaku" Sehun menunduk seakan sepatunya adalah pemandangan yang indah "Jangan sampai Jongin membully kalian. Cukup waktu itu dia memaksa kalian membuatku ingin mati. Jangan sampai kalian yang akan berada dipihakku. Anggap semua tidak terjadi kumohon lupakan semuanya" Sehun memeluk tasnya lalu duduk ditempat duduknya mengabaikan semua orang yang berada di sekelilingnya

Hari ini Jongin benar benar tidak menyentuh Sehun, dalam arti membully. Setelah bel menandakan pulang Sehun langsung menyusun bukunya lalu segera pulang menjemput Kyungsoo

Setelah menyuapin Kyungsoo makan, Sehun menrapihkan piring kotor yang menanti untuk dicuci di dapur. Setelah sibuk dengan pekerjaan dapur dan kembali keruang tengah Sehun melihat Kyungsoo yang sedang tidur pulas di atas karpet dikelilingi mainannya yang berantakan. Sehun hanya bisa menghela nafas ketika melihat mainan Kyungsoo berantakan. Tapi semua lelahnya terganti ketika melihat tingkah lucu Kyungsoo

Drttt...

Handphone Sehun berbunyi menandakan sms masuk. Sehun langsung membuka sms itu lalu mengerutkan keningan. Mau apa malam malam Jongin mengajak ketemuan pikirnya. Dia pikir hari ini dia akan bebas dari Jongin. Sunggu Sehun sangat menginginkan satu hari tanpa Jongin. Dan disinilah Sehun sekarang, setelah meninghalkan Kyungsoo yang tertidur dirumah sendiri ia pergi ketempat yang sudah di sesuaikan oleh Jongin di tempat bangunan yang sedang dibangun. Cahaya yang remang remang membuat Sehun takut

"Kau sudah datang?" tanya Jongin

Sehun langsung berbalik kebelakang dan sedikit terkejut dengan kehadiran Jongin

"Tenanglah. Kau seperti melihat hantu saja" Jongin mendekat namun Sehun mencoba mundur kebelakang "Kau takut? Aku tau karena badanmu sedang bergetar" Jongin terkekeh mengejek

"Apa maumu"

"Tidak ada, hanya ingin bertemu denganmu" Jongin semakin mendekat namun naas Sehun sudah berada diujung dan tidak bisa kemana mana

"Menjauhlah!" Sehun menaikan suaranya satu oktav

"Hei tenanglah" Jongin terus mendekat tapi...

Burgh

Entah bagaimana bisa beberapa kayu dari atas mereka tiba tiba jatuh kebawah. Sehun yang melihat itu sontak langsung mendorong Jongin. Walau pun Jongin terkena beberapa balok kayu juga. Sehun merasakan sakit yang begitu terasa. Sedangkan Jongin terduduk diam dibawah tidak menyangka

Sehun mencoba berdiri tegak sambi memegang tangannya

"Inikah yang kau rencanakan?" Jongin hanya diam "Jangan melibatkan dirimu jika kau ingin membunuh orang" Sehun berjalan menyeret melewati Jongin

Saat Sehun lewat Jongin melihat tetesan darah yang lumayan banyak ketika Sehun melewatinya. Bukan ini yang direncanakan Jongin. Jongin melihat keatas dan ia melihat seseorang berada diatas sana. Jongin berdiri lalu menyusul Sehun

"Sehun kau berdarah" Jongin memegang tangan Sehun namun ditepis

Ini kali pertama Sehun menepis tangannya "Lalu kenapa? Bukankah ini yang kau inginkan?" dan kali pertama juga Sehun mengeluarkan nada sinis "Apa kau baik baik saja?" Sehun melihat keadaan Jongin yang sepertinya baik baik saja "Aku tidak tau apa yang kau mau sehingga kau selalu membullyku, jika kau memintaku pergi aku akan pergi" Sehun menatap Jongin "Bahkan jika itu harus menghilang dari muka bumi ini"

Bersambung...