"Orang apa? Siapa?!"

"Tidak jadi, tidurlah" Lay berjalan keluar seperti tampa beban

"Hei! Dasar kau menyebalkan Zhang Yixing!"

Lay menutup pintu dengan santai lalu saat ia ingin pergi langkahnya terhenti melihat seseorang berdiri di sebelah ruangan Sehun

"Maaf tapi jam be_"

"Bagaimana keadaannya?"

Happy reading~~~

Namja itu masuk kedalam rawat inap Sehun setelah ia memohon kepada dokter. Kris melihat iba kepada Sehun yang sedang berbaring di tempat tidur. Tangan yang tercucuk jarum infus pasti akan sangat sakit. Ia melihat wajah Sehun dengan seksama, wajah Sehun sangat cantik seperti wajah mendiang istrinya dulu. Jujur Kris sangat merindukan Sehun. Ia hanya bisa kemandang Sehun dari jauh dan mengetahui kegiatan Sehun dari bawahannya

"Maafkan aku" kata Kris dengan nada yang sangat bersalah

Pintu terbuka dan sosok Yixing muncul dari situ

"Maafkan aku bung tapi 5 menitmu sudah habis" kaya Yixing yang bersandar di pintu

"Kau terlalu pelit dengan sahabatmu Lay" Kris mengabaikan protes Yixing karena sudah memanggi nama kecilnya

Cup

Satu kecupan kasih sayang mendarat di kening Sehun. Walau cuma sebentar tapi Kris senang sekarang. Kris keluar dari kamar tidak lupa berterima kasih kepada Yixing dan mengajak Yixing makan malam sebagai gantinya

Pagi ini pagi yang cerah. Namun pagi ini sepertinya terdengar sedikit kegaduhan dikamar 124. Sehun terus saja mengeluarkan aegyonya agar Yixing mengizinkannya keluar dan pergi sekolah. Sehun terus saja merengek pada Yixing layaknya anak kecil

"Kyungsoo lihatlah daddymu ini, sangat tidak pantas untuk dipanggil daddy bukan?" tanya Yixing pada anak 11 tahun yang sedang bermain dibawah dengan beralasakan karpet tebal

Kyungsoo hanya menyengir memperlihatkan gusinya yang telah dihiasi gigi yang mulai muncul

"Ayolah~~ jangan melibatkan Kyungsoo" Sehun terus saja merengek

"Tidak"

"Boleh ya"

"Tidak Sehun"

"Ayolah~~ kau yang terbaik"

"Tidak"

"Hyung~~" Shun mengeluaran buing buong andalannya

"Apa apaan itu" Yixing berdelik

"Baik kau menang" Sehun turun dari tempat tidurnya lalu melangkahkan kakinya lalu menyeret infusnya

"Mau kemana?"

"Kamar mandi, apa tidak boleh juga!" tanya Sehun dengan wajah horor

"Pergilah"

Namun ketika Sehun melangkah kembali, suara rengekan mulai terdengar. Sehun langsung berbalik lalu melihat mata Kyungsoo berkaca kaca dan mulutnya sedikit dimajukan. Sehun tau jika ia tidak menenangkan Kyungsoo maka anak itu akan menangis sejadi jadinya

"Kyungsoo sebentar ya daddy akan kekamar mandi" Sehun kembali membalikan badannya namun suara rengekan itu semakin membesar "ssstttt hei jangan menangis ok, daddy hanya sebentar" Sehun mundur dengan pelan sambil menenangkan Kyungsoo

Kalau ia tidak begitu kebelet ia akan menenangkan Kyungsoo namun ini dia sangan kebelet dan tidak bisa diganggu guggat atau ia akan pipis dicelana. Akhirnya Yixing duduk didepan Kyungsoo untuk menutupi Sehun lalu mulai mengambil ahli Kyungsoo sepenuhnya dengan memainkan mainan Kyungsoo

Setelah selesai Sehun keluar dan melihat anaknya sudah bisa berdiri dan berjalan selangkah demi selangkah dengan sempoyongan seperti orang mabuk. Sehun mematung melihat anaknya sudah mulai bisa berjalan. Ia tersenyum bangga lalu sedikit mendekat kearah Kyungsoo. Mengulurkan kedua tangannya agar Kyungsoo berjalan kearahnya. Sesampainya Kyungsoo didepan Sehun ia langsung memeluk Sehun begitu pun Sehun. Ia mengelus kepala anaknya dengan sayang lalu setetes air mata bahagia keluar begitu saja tampa ia perintah

...

Yixing sedari tadi terus mengomel tapi Sehun hanya menganggap angin lalu. Ini sudah lima hari ia berada di rumah sakit dan akhirnya diperbolehkan pulang oleh Yixing. Saat ini Sehun masih terus sibuk memasukkan barang kedalam tasnya. Sesekali Kyungsoo memukulkan mainannya ke meja lalu tertawa saat Sehun menatapnya. Sehun mendekat ke tempat Kyungsoo lalu memberi perhatian kepada Kyungsoo supaya mendekat dengannya

"Kyungsoo" tangan Sehun terulur besar besar untuk Kyungsoo

Kyungsoo tertawa sambil melepaskan mainannya lalu berjalan kearah Sehun dengan tertatih. Ketika Kyungsoo semakin dekat dengannya Sehun sedikit sedikit mundur kebelakang. Seperti itu terus sampai Kyungsoo oleng kesamping, Sehun dengan cepat menangkap Kyungsoo

"Tenang, daddy menangkapmu sayang" Sehun memeluk Kyungsoo

"Sehun, jika temanmu tau kau punya anak bagaimana?" tanya Yixing

"Lalu kenapa? Lagian dia belum sah menjadi anakku jika aku belum mengambil hak asuhnya" jawab Sehun ringan "Aku bisa mengatakan kalau dia keponakanku atau siapa saja" lanjutnya

"Jahat sekali" gumam Yixing

"Hanya untuk sementara, di depan publik aku tidak akan mengatakan yang sesungguhnya. Tapi dari hati aku menganggapnya anakku sendiri. Hanya untuk sesaat, maafkan daddy sayang" seakan tau situasinya kepala Kyungsoo bersandar pada bahu lebar daddynya

"Pasti sangat berat bagimu bukan?" ujar Yixing

"Asal Kyungsoo bersamaku, aku baik baik saja hyung. Karena dia aku masih bertahan dan karena aku dia hidup"

"Ck! Picisan. Sejak kapan kau belajar kata kata seperti itu" cibir Yixing

"Kau saja yang terlalu norak dengan kata kata anehmu itu" balas Sehun

"Aish dasar kau bocah"

"Kau yang bocah! Tidak sadarkah dirimu Zhang Yixing? Bahkan aku sudah punya anak diusia mudaku dan kau? Pacar saja tidak punya" ejek Sehun

Mereka terus berargumen sampai akhirnya Yixing mengalah dengan Sehun

...

Hari ini Sehun sudah masuk sekolah. Namun hari ini entah kenapa ada yang berbeda. Teman temannya tidak ada yang mengganggu tidak seperti biasa sampai tiba tiba beberapa murid berhenti didepannya menghalangi jalannya. Sehun tau mereka siapa. Mereka salah satu fansnya Jongin. Menatapnya dengan tajam

"Apa apaan itu? Kau menggoda Jongin?" Sehun yang tidak mengerti apa apa hanya diam ditepat

"Apa yang kau lakukan dengan Jongin? Mengguna gunanya supaya tidak mengganggumu lagi? Mengancamnya? Tidak mungkin atau kau_" kalimat itu tergantung "Menggoda Jongin dengan tubuhmu" lanjutnya

Sehun melototkan matanya tidak percaya. Apa apaan mereka. Sehun memang miskin dan yatim piatu -yang dia tau- tapi dia tidak serendah itu untuk menaklukan manusia laknat seperti Jongin. Bahkan ia bersumpah atas nama ibunya ia rela mati di tangan Jongin. Tapi ini apa apaan mengatakan kalau ia menggoda Jongin. Tangan Sehun sudah melayang sebelum ditahan oleh tangan seseorang. Dengan perasaan yang masih menggebu gebu Sehun melihat siapa yang berani mencegah aksinya. Namun mata itu semakin melotot dan darahnya benar benar mendidi sekarang. Orang yang berada di sekeliling mereka berbisik bisik. Sehun melihati mereka semua lalu melepaskan tangannya dengan kasar

"Apa maumu sebenarnya" kata Sehun dengan nada sinis

"Jangan mengotori tanganmu Sehun" Jongin berusaha tenang

Sehun tertawa mengejek "Kau tenang saja. Biarkan tangan ini kotor karena ini hari terakhir aku berasa di neraka ini"

Bugh

Sehun meninju telak namja yang tadi mengejeknya. Namja itu tersungkur kelantai. Beberapa temannya mendekat dan melihat keadaan namja itu. Dan beberapa yang lain seperti ingin menyerang Sehun

"Berani kalian sentuh maka kalian semua akan keluar dari sekolah ini" suara Jongin berubah menjadi dingin begitu pula dengan tatapannya

Jongin mendekat kearah Sehun lalu mengambil tangan Sehun yang habis memukul namja itu tapi

Plak

Tangan itu juga menampar Jongin dengan kuat membuat luka di sudut pipi Jongin. Jongin mengambil tangan itu lagi. Tangan itu terus saja memberontak tak ingin dipegang oleh Jongin maka Jongin menggenggamnya dengan erat. Jongin mengelus telapak tangan yang sedikit merah dan punggung tangan Sehun yang juga sedikit memerah

"Pasti sangat sakit" kata kata itu sedikit ambigu di telinga Sehun

Jongin memandang Sehun yang juga memandangnya. Mata itu kembali melembut tapi tidak dengan mata Sehun. Mata Sehun begitu tajam dan menyiratkan kebencian yang dalam. Jongin menggenggam tangan Sehun lalu mengambil tas Sehun yang terjatuh dibawah

"Karena kalian semua ada disini aku akan memberi tau sesuatu" kalimat Jongin terjeda "Mulai hari ini Oh Sehun adalah milikku" keadaan kembali ricuh "Tidak boleh dari kalian yang boleh menyentuhnya dengan kekerasan dan menuduh ia yang tidak tidak. Karena, jika kalian melakukannya kalian akan tau apa yang akan terjadi. Cobalah jika kalian tidak percaya dan keberuntungan yang akan menghancurkan kalian akan datang dengan senang hatinya. Kau mengertikan Junmyon"

Lalu Jongin menarik tangan Sehun keluar sekolah. Sepertinya bolos sekali sekali tidak masalah pikirnya. Mereka sudah berada di dalam mobil Jongin. Setelah di perjalanan mereka tidak tau mau pergi kemana. Sehun yang ditarik pun hanya diam saja di sebelah Jongin. Mereka sudah dua kali keliling disekitar daerah gangnam tapi tetap tidak ada tujuan

"Berhentikan aku ditepi jalan" kata Sehun

"Apa?"

"Berhentikan mobilmu didepan"

Jongin memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sunyi. Sehun yang akan keluar ditahan oleh Jongin

"Kau mau kemana" kata Jongin panik

"Bukan urusanmu"

"Sehun kumohon"

"Sebenarnya apa yang kau inginkan Jongin"

"Kau. Aku menginginkan kau"

Sehun terdiam sejenak. Keadaan disekitar mereka terasa sangat canggung. Jongin yang memulainya. Jongin memajukan badannya lalu mencium bibir cerry Sehun. Mata Jongin tertutup meresapi ciumannya tapi tidak dengan Sehun. Mata Sehun terbuka dan tidak membalas ciuman Jongin. Jongin mengakhiri ciumannya lalu membuka matanya dan mata mereka saling melihat. Ini terlalu dekat bahkan Sehun bisa merasakan nafas Jongin begitupun Jongin

Bersambung...

Hai uda setahun gak update update nih ff ^^ gak deh becanda baru beberapa bulan kok ditinggalin. Masih adakah yang berniat dengan ff ini? Masih banyakkah yang menanti ff ini? Masih adakah yang mau baca ff ini? Semoga kalian enggak bosan nugguin ff ini update. Baru dapat waktu sekarang buat nulis jadi maaf ya dan makasih mau nunggu lama lama semoga suka sama chapter yang ini ^^ sampai jumpa di chapter selanjutnya dan ff lainnya bye~~

Yang masih niat gabung ke grup PM atau line Aya aja ya

Id: nao_422