Disclaimer : Bleach nya bukan punya saya, tapi punya Lord Kubo~
1515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515
Setelah melewati Dangai dengan aman, regu Shinigami keluar dari Dangai dengan melewati gerbang yang dibuat oleh Urahara yang letaknya ada di dalam hutan di sekitar Distric Runkongai.
Regu Shinigami itu terdiri dari Rukia, Renji, Kira, Hinamori dan Hisagi. Mereka ber lima berpencar untuk memperhatikan situasi sekitar, apa ada salah satu pasukan dari Vandenreich yang sedang berjaga atau tidak.
"Wah disana ramai juga ya." Hisagi berdiri di atas pohon untuk bisa memantau ke segala arah, kemudian dia melihat ada beberapa kembang api di atas langit yang ditembakkan dari Ibu kota. Terdengar suara musik dan sorak sorai di dalam dinding itu. "Hei, sepertinya festival nya sudah di mulai!" Hisagi langsung terjun dari atas pohon untuk memberi informasi yang baru saja ia dapat kepada teman-temannya.
Mendengar pemberitahuan dari Hisagi, Rukia dan Renji menghampiri Hisagi untuk mendengar lebih rinci informasi yang baru saja didapatnya.
"Apa kita terlambat?" Renji bertanya kepada Hisagi dengan wajahnya yang sedikit menegang.
Hisagi memegang dagunya untuk menebak-menebak apa yang sedang terjadi disana. "Hm, sepertinya festivalnya baru saja dimulai dan mungkin saja acara utamanya adalah memamerkan Ksatria baru Yhwach di festival itu. Kita masih sempat melihatnya, kalau kita segera kesana."
"Tapi bagaimana caranya kita melewati gerbang masuk tanpa di ketahui oleh Vandenreich itu?"
Sebelum Hisagi menjawab pertanyaan Renji, tiba-tiba Hinamori dan Kira muncul di sisi mereka bertiga dengan menggunakan Shunponya.
Hinamori maju terlebih dahulu sambil mengeluarkan sebuah kertas dari tas hitamnya. "Semuanya, aku menemukan sebuah peta denah festival itu!"
"Wah benarkah?!"
Hinamori lalu membuka kertas itu, menampilkan keseluruhan denah festival sekaligus fungsi-fungsi bangunan yang ada di festival itu.
"Wah kau hebat Hinamori! Kau mendapatkan peta ini darimana?" Rukia terkagum-kagum dengan teman Shinigaminya itu.
Kira yang juga ikut dengan Hinamori, menjawab pertanyaan Rukia. "Kami mendapatkannya dari salah satu penjaga yang sedang menjaga gerbang masuk."
"Penjaga? Maksudmu Vandereich?!"
"Ya, kami sudah membuka gerbangnya. Ayo, kalau tidak cepat-cepat para Vandenreich itu akan segera menemukan kita!"
Akibat aksi dari Kira dan Hinamori, membuat ketiga Shinigami itu kaget dan langsung menggunakan Shunpo mereka untuk masuk ke dalam Ibu Kota melewati gerbang yang tadinya di jaga oleh Vandenreich. Tetapi berkat Kira dan Hinamori, mereka semua jadi bisa masuk ke dalam Ibu Kota dengan selamat.
Sambil menggunakan Shunpo mereka, Hinamori memegang peta itu erat-erat untuk mencari tempat persembunyian.
"Hm, semuanya ke kiri! Disana akan ada bangunan kecil yang digunakan untuk penyimpanan barang, tidak akan ada Vandenreich yang berjaga disana."
Keempat Shinigami itu mengangguk dan pergi ke arah yang dikatakan oleh Hinamori. Mereka pun masuk ke dalam bangunan itu dengan selamat dan duduk dilantai untuk beristirahat bersama.
Renji membuka hoodie nya untuk meminum minuman yang ada di tas hitamnya, Urahara memang tahu apa dibutuhkannya. "Wah, ternyata peta itu memang beberguna ya."
"Syukurlah kalau begitu. Nah semuanya, aku akan memberitahu rencana ku kepada kalian." Hinamori mengajak keempat temannya untuk mendengar rencananya dalam rangka mencari informasi. Diapun membuka petanya untuk bisa dilihat oleh mereka berlima.
"Aku akan membaginya menjadi dua regu. Regu pertama : aku dan Kira-kun akan pergi menuju pameran ini, kami berdua akan melihat apa saja yang sedang dipamerkan di sana. Dan regu kedua terdiri dari : Hisagi-san, Kuchiki-san dan Abarai-san yang akan pergi ke alun-alun pusat festival, yaitu tempat Ksatria itu akan di perkenalkan kepada semua orang. Nah jadi apa ada yang keberatan?"
Keempat temannya menggeleng-gelengkan kepala mereka, pertanda bahwa mereka setuju dengan rencana Hinamori. Mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang mereka tuju, tetapi tiba-tiba mereka mendengar suara seseorang yang bukan milik mereka berlima.
"Tunggu, bagaimana denganku?"
Tiba-tiba resleting tas hitam Rukia terbuka, memperlihatkan seekor singa yang keluar dari tas tersebut.
"K-- Kon?!"
"Ah, Nee-san!~ Aku kangen sama-- Ugh!"
Sebelum Kon menyelesaikan perkataannya, tubuhnya sudah di injak-injak oleh Rukia tanpa belas kasih. "Kon, kenapa kau ada disini?! Mengagetkan kami saja!"
Kon mencoba untuk bangun dari tempatnya dengan tubuhnya yang sudah kotor akibat di injak oleh gadis pendek itu. "Aku hanya disuruh oleh Urahara-san untuk masuk ke tas itu, aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Rukia hanya mengepalkan tangan kanannya untuk menahan emosi. "Urahara sialan itu, jadi ini yang dibilang nya soal 'benda' yang akan berguna?!"
"Sudah, sudah, tenanglah Kuchiki-san." Hinamori menenangkan mereka berdua agar tidak menimbukan keributan lebih besar lagi. "Bagaimana kalau Kon-san ikut saja dengan Kuchiki-san?"
"Eh, tentu saja aku mau. Aku akan ikut kemanapun Nee-san pergi-- Ugh." Sebelum Kon bisa memeluk Rukia, tetapi dirinya sudah diinjak lagi olehnya.
Melihat tingkah mereka berdua, Kira pun mulai angkat bicara. "Kalau begitu, kami berangkat duluan ya. Ayo Hinamori-kun."
"Ah, tunggu Kira-kun!"
Sebelum mereka bisa protes, tetapi Kira dan Hinamori sudah terlanjur pergi dengan menggunakan Shunponya.
"Kalau begitu kita juga harus segera pergi." Hisagi sudah mempersiapkan dirinya dan menggunakan lagi hoodie jubahnya untuk menutupi identitasnya.
"Baik!"
Sudah diputuskan kalau Kon akan kembali masuk ke dalam tasnya Rukia dan mereka berempat pun berangkat menuju tempat yang dituju.
1515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515
Ketiga Shinigami itu sampai di alun-alun dan mencoba berbaur dengan para Quincy secara diam-diam yang sudah berkumpul untuk melihat sang Ksatria yang sedang menjadi pusat pembicaraan.
Tak lama kemudian, datang iring-iringan pasukan Vandenreich yang di tengahnya ada kereta kuda seperti kursi takhta yang diduduki oleh Yhwach dengan jubah putihnya dan mengenakan pakaian bangsawan. Kuda yang menariknya merupakan kuda Hollow yang mereka buru dari Hueco Mundo, seperti memamerkan kekuasaan mereka kepada semua orang.
Terdengar teriakan para Quincy saat melihat Rajanya melambai-lambaikan tangannya kepada mereka, tetapi tidak dengan Rukia, Renji dan Hisagi yang hanya diam saja di tengah-tengah keruman itu. Hanya mereka bertiga saja yang merasa tidak senang dengan festival ini.
Lalu dibelakang kereta kuda itu ada sebuah kurungan yang ditutup oleh kain putih yang di tarik oleh pasukan Vandereich menuju podium di tengah alun-alun.
Setelah kurungan itu ditaruh disana, Yhwach turun dari takhtanya dan membuka tirai putih itu sehingga memperlihatkan isinya kepada semua orang.
Saat tirainya sudah dibuka, para Quincy yang menontonnya bersorak menggila melihat apa yang didalamnya. Disana, didalam kurungan itu, ada orang yang sedang terduduk sambil mengenakan armor dari Kerajaan Roma yang diyakini adalah sang Ksatria.
Yhwach pun membuka kurungan itu dan menarik Ksatria itu keluar dengan menggunakan rantai yang tergantung di lehernya dengan paksa. Bukannya protes, para Quincy yang menontonnya malah terkagum-kagum dengan Ksatria yang nampak gagah itu.
Melihat aksi Yhwach, Rukia membelalak kaget sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya."Apa-apaan ini? Dia diperlakukan seperti seekor hewan! Apa ini yang mereka sebut Ksatria? Dia lebih terlihat seperti budak!" Walaupun Ksatria itu diperlukan seperti itu, tetapi tidak ada yang satupun yang protes, mereka semua seperti menikmati dengan acara ini.
"Kenapa? Kenapa kalian malah senang melihat acara seperti ini, hah?!" Renji berteriak di tengah-tengah kerumunan.
Kini pandangan semua orang terpusat kepada Shinigami berambut merah itu, termasuk dengan Yhwach.
"Me-- Mereka Shinigami!"
Seluruh orang yang tadinya sedang menonton, langsung lari kalang kabut untuk mencari perlindungan dari para Vandenreich. Mereka semua sudah tahu seperti apa kekuatan para Shinigami, walaupu mereka kalah dalam The Thousand Blood War, tetapi tetap saja kekuatan mereka tidak bisa di remehkan begitu saja.
"Bego! Gara-gara ulahmu, kita jadi ketahuan!" Rukia memukul belakang kepala Renji dengan keras, karena kesal akibat perbuatan teman masa kecilnya itu
"Maaf Rukia, aku hanya tidak tahan dengan kelakuan orang itu!"
Kini seluruh pasukan Vandereich sudah mengepung mereka bertiga, sambil menghunuskan panah birunya siap untuk menyerang kapan saja.
"Mau tidak mau, kita harus bertarung." Hisagi sudah menghunuskan Zanpakutou nya terlebih dahulu, di ikuti oleh Rukia dan Renji dari belakangnya.
Melihat keributan ini hanya membuat Yhawch sedikit tertawa, diapun duduk di kursi takhtanya diatas podium yang sudah disiapkan khusus untuk dirinya.
Yhwach pun mengangkat tangan kananya, menyuruh agar pasukan Vandenreich nya mundur dari tempat alun-alun. "Kalian mundurlah." Hanya dengan kata-kata itu, seluruh pasukan Vandenreich mengangguk, lalu pergi dari alun-alun itu dengan menggunakan Hirenkyaku.
Rukia, Renji dan Hisagi yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam, sambil menatap tajam ke arah Yhwach.
"Mari kita tes Ksatria baruku." Lalu Yhwach melepas kalung rantai yang tergantung di leher Kastria itu, kini Kstaria itu sudah bebas dari rantai yang selalu mengekangnya. "Habisi mereka, tapi jangan dibunuh. Beri mereka rasa takut akan kekuatanmu."
Ksatria itu tidak berkata apa-apa, melainkan hanya mengangguk dan melaksanakan tugas yang sudah diberikan kepadanya.
Tiba-tiba Ksatria itu sudah berdiri begitu saja di belakang Hisagi, lalu menyerang belakang lehernya sehinggan membuat Hisagi pingsan seketika.
"Hisagi-san!"
Sebelum Ksatria itu menyerang Rukia dan Renji, Rukia sudah melafalkan Kido nya untuk menyerang Ksatria itu.
"Hadou #33 : Sokatsui!"
Tiba-tiba petir muncul di telapak tangan Rukia, menyambar Ksatria itu dengan serangan Kido.
Tapi hal itu tidak mempan, Ksatria itu masih bisa bergerak seperti tidak terjadi apa-apa. Dia pun meninju perut Rukia, sehingga membuatnya terpental ke belakang hingga menabrak salah satu bangunan sampai runtuh.
"Rukia! Sialan kau!" Renji yang akan membalas perbuatan Ksatria itu karena sudah menyakiti kedua temannya, tiba-tiba muncul dibelakangnya dengan menggunakan Shunpo. "Meraunglah : Zabimaru!"
Zanpakutou Renji berubah menjadi bentuk Shikainya dan tanpa pikir panjang langsung menyerang Ksatria itu dari belakang. Tetapi sayangnya Ksatria itu dengan mudah menangkap Zanpakutou Renji hanya dengan menggunakan satu tangan saja.
"Mustahil!"
Sebelum Ksatria itu ingin meninju Renji tepat di wajahnya, serangan es tiba-tiba datang di belakang mereka.
"Sode no Shirayuki. Tsugi no Maeru, Hakuren!"
Karena serangan ini, memaksa Ksatria itu melepaskan genggamannya untuk menangkis serangan es dari Sode no Shirayuki milik Rukia.
Renji memanfaatkan hal ini lalu segera menolong Rukia yang masih kesulitan untuk berdiri akibat puing-puing bangunan
"Rukia, kau tidak apa-apa?"
"Jangan pikirkan soal aku, cepat kita kabur dari sini!"
"Eh? Ba-- Baiklah"
Renji lalu menyarungkan pedangnya lagi di pinggangnya, sambil menggotong Hisagi yang sedang tidak sadarkan diri di bahunya.
Rukia dengan susah payah, melempar puing-puing bangunan yang menimpa tubuhnya dan menyusul Renji untuk kabur bersama
Ksatria itu berniat ingin mengejar para Shinigami yang sedang kabur, namun dia mengurungkan niatnya ketika ada yang memegang bahunya.
"Kau tidak perlu mengejarnya, kau sudah melakukan yang terbaik." Yhwach memberi senyuman kepada Ksatria itu yang dibalasnya dengan anggukan.
Kemudian Yhwach mengalungkan kembali rantai tadi di leher Ksatria itu, sambil melihat ketiga Shinigami yang sudah menghilang di telan oleh kerumunan.
1515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515
Sudah beberapa menit berlalu Kira dan Hinamori melihat-melihat sebuah pameran yang memamerkan soal barang-barang peninggalan Shinigami yang gugur dalam The Thousand Blood War.
Hanya dengan melihatnya saja membuat hati kedua Shinigami muda itu tidak enak, karena peninggalan-peninggalan itu adalah milik teman-teman dan senior mereka terdahulu. Seharusnya benda-benda itu di miliki dan di simpan oleh mereka para Shinigami.
Tapi apa daya mereka yang kalah dalam perang tidak bisa mengajukan gugatan tersebut.
Perjalanan mereka terhenti ketika sampai di sebuah pameran Zanpakutou Shinigami-- lebih tepatnya adalah pajangan Zanpakutou milik Aizen Sousuke, sang pengkhianat dari Soul Society.
Walaupun Aizen adalah seorang pengkhiatan, tetapi Hinamori tetap menghormati orang itu di dalam hatinya. Karena kini kedua Kaptennya sudah meninggalkan dirinya seorang diri entah kemana, membuat hatinya sedih sampai matanya berlinang kan air mata.
Kira yang menyadari hal ini, mencoba untuk menghibur teman semasa sekolahnya dulu. "Jangan khawatir Hinamori-kun, kalau Zanpakutou Aizen-san ada disini itu berarti beliau masih hidup di suatu tempat." Kira mencoba untuk tersenyum kepada Hinamori walaupun secara terpaksa.
Hinamori hanya tersenyum, sambil menyeka air matanya. Dia bersyukur memiliki teman yang mengerti akan dirinya, karena Kira juga sudah kehilangan kedua Kaptennya. "Kau benar. Ayo Kira-kun, kita mencari informasi lebih dalam lagi."
Walaupun Hinamori sudah mengajak Kira untuk segera berangkat, namun Shinigami berambut pirang itu tidak bergerak sedikit pun di tempat dia berdiri.
"Ada apa Kira-kun?" Karena tidak tahu apa yang terjadi, Hinamori memutuskan untuk kembali lagi dan melihat apa yang sedang dilihat oleh Kira.
"Li-- Lihatlah ini. " Kira menunjukkan jari telunjuknya ke arah sebuah benda yang tersimpan di samping Zanpakutou Aizen. Hanya melihatnya saja membuat Kira kaget sampai tidak bisa bergerak.
"Ya ampun." Melihat apa yang ditunjuk oleh Kira, gadis itu hanya menatap tak percaya sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Zanpakutou ini kan--" Sebelum Kira menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba kupu-kupu dari neraka berterbangan di sekitar mereka dan hinggap di jari Hinamori.
"Semuanya mundur, kita ketahuan. Kita akan bertemu di hutan Rukongai."
Suara Rukia yang sedang panik, keluar dari kupu-kupu hitam itu memberitahukan situasi yang sangat genting. Kira dan Hinamori saling memandang satu sama lain dan mengangguk secara bersamaan. Mereka berdua pun keluar dari pameran dengan cepat menggunakan Shunpo agar tidak di ketahui oleh para Vandenreich yang sedang berjaga.
Pergi menuju tempat yang sudah dijanjikan.
1515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515
Sementara itu di sebuah istana, Yhwach sedang berjalan di lorong-lorong sambil bertanya kepada salah satu penjaga yang ada di sana. "Dimana Ishida?"
Karena tiba-tiba ditanya oleh Rajanya, penjaga itu menjawabnya dengan tergesa-gesa. "I-- Itu, Ishida-sama sedang berada tempat festival untuk mengurus kejadian tiba-tiba munculnya para Shinigami tuan!"
"Begitu." Mendengar laporan dari salah satu penjanganya di istana, Yhwach pun melanjutkan perjalanannya menuju sebuah ruagan "Jika dia sudah kembali, suruh dia untuk segera menghadapku."
"Ba-- Baik tuan!"
Tak lama kemudian, Yhwach sampai di sebuah pintu berwarna putih yang sangat besar. Sebelum Yhwach bisa membuka pintu itu, tiba-tiba salah satu penjaga menghampiri nya sambil berlutut di sisinya.
"Lapor tuan, Ksatria anda sedang mengamuk saat mau dipindahkan kedalam penjara. Karenanya, beberapa pasukan kita terluka parah."
Mendengar hal ini, hanya membuat Yhwach menghela nafas. "Ya ampun, padahal aku ingin segera beristirahat di kursi takhta ku." Walaupun Yhwach nampak kecewa, tetapi dia langsung berjalan menuju tempat yang tadi dilaporkan oleh salah satu penjaganya.
1515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515
Darah berceceran dimana-mana, beberapa Vandenreich tergeletak di atas lantai tak sadarkan diri. Armour Ksatria itu sudah berlumuran darah entah milik siapa.
Tiba-tiba Yhwach muncul tak jauh dari sana, sambil berjalan menuju Ksatrianya.
"Kalian semua pergi." Hanya dengan kata-kata itu saja, beberapa Vandereich yang tersisa mencoba menggotong salah satu temannya yang sudah tak sadarkan diri ke ruang kesehatan. Kini yang tersisa di lorong itu hanya Yhawch dan Ksatria ber-armour berwarna perak dengan beberapa darah yang terhias disana.
Ksatria itu menyerang Yhwach dengan cara membabi buta yang dengan mudah ditangkis oleh Yhwach hanya dengan satu tangan saja.
"Jadi, kau ingin menentang ku?"
Sebelum Ksatria itu ingin menyerang Yhwach lagi dengan tangan kosong, tiba-tiba Yhwach sudah ada di belakang Ksatria itu dan melepaskan armour yang ada di sela-sela lehernya dengan paksa. Lalu Yhwach menempatkan jari telunjuknya di leher Ksatria itu sehingga membuatnya tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri.
Salah satu Vandenreich menghampiri Yhwach, sambil menggotong Ksatria yang sedang tak sadarkan diri kedalam sebuah penjara.
Yhwach hanya menyeringai saat melihat Ksatria itu dibawa, sedang tak sadarkan diri.
"Tidurlah dengan nyenyak, anakku yang terlahir dari kegelapan."
1515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515151515
Author note's :
Ini cuma iseng, jadi besar kemungkinan bakal lama updatenya atau gak di lanjutin :'v
Jadi tolong Review karena saya masih nob dan mungkin ada yang mau mengutarakan pendapatnya. Hal itu bisa mengurangi rasa stress saya :'v
Btw makasih yang udah Review, cukup membantu sekali :'v
Salam, anak orang--
