Disclaimer : Bangtan bukan milik saia, mereka milik Bighit dan orang tua mereka.

Warning : ini gaje, abal, typo sebagian dari hidup

.

.

Whining

.

.

..

"Hyuuuuung~"

"Hyuuung~ Yooongiii hyuung~"

"Tidak"

Suara tegas itu menghentikan rengekan yang menggema sejak beberapa menit yang lalu. Si orange Jimin, sibuk merengek dan menggoyangkan lengan si hijau sampai aegyo-pun gagal membujuk Yoongi.

"Hyung ayolah sebentar saja" rengeknya lagi

"Tidak. Kau demam Jimin" jawabnya dengan nada datar dan mata yang masih fokus pada laptopnya

"Aku hanya demam biasa hyung" cicit Jimin

"Demam biasa? Kau bodoh atau apa hah? 38.5 dan itu biasa? Tidak. Salahmu sendiri memilih hujan-hujan kemarin" omel Yoongi pada Jimin dan menghasilkan pout di bibir Jimin.

"Ayolah hyung kita beli dango lalu pulang. Aku janji tidak akan melepaskan gandenganmu ya? ya? ayolah hyuung~" nego Jimin dan nihil tak ada jawaban dari Yoongi

"Ish.. kau menyebalkan hyung"

"..."

"Hyung jelek"

"..."

"Min Yoongi pendek"

"Kau lebih pendek"

"Hyungie jelek hiks.. menyebalkan" Jimin menggerutu karena dari tadi permintaannya tidak digubris Yoongi. Dari gerutuan panjang, menjadi gerutuan kecil, berubah lirih dan berakhir hening hanya meninggalkan suara hujan deras dari luar.

Yoongi melirik ke arah gumpalan makhluk imut di sebelahnya, Jimin mengubah posisi membelakanginya dan terdengar dengkuran halus dari si imut. Ia melangkahkan kakinya turun dari ranjang dan berjalan keluar dengan membawa laptopnya. Ia berjalan perlahan agar Jimin tidak terusik, dan Jimin juga tak mengetahui bahwa sedaritadi bukan pekerjaan yang diurus Yoongi.

.

.

.

"Okay, yang kau butuhkan adalah.. Loyang, Sarung tangan plastik, Tepung Beras, Tepung Beras Ketan, Gula, Air Hangat, Tusuk sate, Pewarna Makanan..."

"Wah banyak juga bahannya" monolog Yoongi sambil menatap lurus laptopnya dan menscroll halaman yang ia buka

"Jika bukan karena hujan sialan ini aku tak akan berkutat di dapur. Kurasa Jin akan mempunyai semua bahan ini setidaknya dia bisa membantu" lanjutnya dan mengambil smartphonenya

"Hey Jin, kau punya bahan untuk dango?" Tanya Yoongi to the point saat teleponnya di angkat

'Eh dango?' tanya Seokjin di sebrang telepon

"Ya tepung beras, tepung beras ketan dan sisanya" ujar Yoongi, dan dibalas suara orang sedang mencari-cari sesuatu

'Iya ada masih cukup banyak untuk apa?' Tanya Seokjin

"Bagus, aku ke apartmentmu dan kita membuat dango" ucap Yoongi final dan langsung memencet tombol apartment Seokjin karena saat teleponnya masih akan tersambung dia sudah keluar apartmentnya dan menuju apartment disebelah miliknya dan Jimin.

.

.

.

"Kau meneleponku sedangkan kau sudah berada di depan apartmentku?" Tanya Seokjin tak percaya dengan sambungan telepon yang masih tersambung

"Ya, untuk mempercepat pekerjaan. Namjoon didalam?" ucap Yoongi langsung melenggang masuk dan mematikan sambungan teleponnya

"Hey Joon, aku pinjam princess-mu sebentar" ucap Yoongi

"Akan kau apakan princess-ku hyung?" Tanya Namjoon heran tumben sekali Yoongi meminjam princess-nya

"Memgajaknya main" jawab Yoongi memutar bola matanya malas dengan sikap Namjoon yang satu ini

"Jangan ajak dia main adegan ranjang atau akan ku jadikan Jimin model JAV berikutnya" Lanjut Namjoon memicingkan mata

TUK BRAKK

Jitakan dan buku telepon melayang dan telak mengenai kepala Namjoon

"Akan ku kuliti kau Kim Namjoon" ujar Yoongi dengan penekanan tiap nadanya disertai princess-nya yang siap meledak dan membuat Namjoon bungkam.

.

.

.

Sekarang Yoongi dan Seokjin berkutat dalam dapur milik Yoongi, mereka berpindah tempat. Karena Yoongi ingat 'big baby'-nya bisa bangun kapanpun. Terlihat Yoongi yang amat serius mencampurkan beberapa adonan disertai arahan dari Seokjin

"Tumben hyung kau mau berkutat dengan dapur" komen Namjoon

"Sepertinya Jimin merengek akan suatu hal" tebak Seokjin karena Yoongi hanya diam dan menatap serius pekerjaannya

"Kau bisa membelinya kan hyung? Kenapa tak membelinya saja?" Tanya Namjoon sedikit protes karena acaranya dengan sang princess tertunda

"Diamlah Kim Namjoon" jawab Yoongi

"Berikan pewarna makanannya Yoon, akan lebih lucu jika berwarna" Ujar Seokjin dan langsung saja Yoongi melakukan apa yang di perintahkan Seokjin

"Bukan, bukan seperti itu. bentuk bulatan - bulatan kecil seperti ini" ujar Seokjin memberikan contoh

"Lalu rebus dalam panci. Jika sudah mengambang ke permukaan angkat, lalu tiriskan" lanjut Seokjin. Yoongi mentap pergerakan Seokjin dan menganggukan kepalanya

"Okay. Biar aku lanjutkan. Kau duduk saja" ujar Yoongi dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Seokjin dan Namjoon hanya memandang punggung Yoongi. mereka merasa senang setidaknya si dingin Yoongi akan menjadi hangat ketika berurusan dengan Jimin, dan Yoongi juga berubah karena Jimin suatu yang menakjubkan bukan?

"Baiklah setelah itu selesai kau tinggal membuat sausnya" ucap Seokjin

"Jangan membakar dapurmu hyung" Namjoon mengingatkan

"Hell. Aku bukan kau" desis Yoongi

.

.

.

"Campurkan kecap , gula , dan air dalam panci kecil lalu rebus" gumam Yoongi mengingat cara yang tertera di intrnet tadi

"Tambahkan maizena jika sudah mendidih dan pastikan kau sudah melarutkannya dengan air" tambah Seokjin dan dibalas anggukan Yoongi. Setelah beberapa menit dan semuanya selesai

"Cobalah" ucap Yoongi pada Seokjin dan Namjoon. Mereka mengambil satu tusuk kue dango milik Yoongi dan memakannya

"Ini enak" ujar Seokjin dengan seulas senyum

"Wah hyung kau berbakat" puji Namjoon setelah memakan dango buatan Yoongi. Yoongi tersenyum kecil, setidaknya Jimin tak akan merengek meminta makanan ini lagi

"Kenapa membuatnya sendiri hyung?" Tanya Namjoon sekali lagi

"Diluar hujan deras, aku malas keluar saat hujan. Seharusnya ini waktu untuk hibernasi" jawab Yoongi

Mereka mengangguk paham. Biasanya saat libur Yoongi akan menjadi beruang hibernasi dan tak akan keluar dari apartmentnya, berhubung sekarang dia tinggal dengan Jimin dan Jimin sakit bisa dipastikan kegagalan acara hibernasi milik Yoongi. Mereka bertiga memakan dango yang Yoongi buat tadi, hasilnya banyak menjadi beberapa tusuk sampai Namjoon memecah keheningan.

"Aku mendengar suara. Seperti suara rengekan"

"Dari arah kamarmu hyung" lanjut Namjoon

"Sepertinya bayi besarmu bangun" Seokjin menerka

"Ya kalian benar" ucap Yoongi setelah menajamkan pendengarannya

"Baiklah sepertinya kami juga harus kembali" ujar Namjoon berdiri dari dudukya di susul Seokjin dan langsung menuju pintu apartment Yoongi

"Thanks atas bantuannya" ucap Yoongi mengantar mereka sampai didepan pintu

"Tentu, segera urus bayi manjamu itu ahahaha" canda Namjin pada Yoongi dan Yoongi hanya bisa tertawa akan kebenaran yang di ucapkan Namjin couple barusan.

.

.

.

"Hyuuug~"

"Yooongii hyuung~"

"Hyuuuung!"

Suara rengekan Jimin menggema di kamar mereka, disertai gestur layaknya anak bayi yang bangun dan tak menemukan sang ibu disampingnya, tendangan kecil dan bibir pout yang lucu. Rengekan itu berhenti ketika Jimin melihat Yoongi masuk dalam kamar mereka.

"Hyung~ hyung dari mana?" tanya Jimin dengan pout bibirnya dengan mata berkaca-kaca, Yoongi mendekatkan diri dan memegang dahi Jimin

"Demammu sudah turun dan kau masih merengek? Aigoo big baby" ucap Yoongi dengan mencubit gemas hidung Jimin

"Aku bukan bayi hyung" rajuk Jimin

"Ayo bangun, waktunya makan malam" ajak Yoongi pada Jimin

"Aku mau dango~ dango hyuung~ dango~" rengek Jimin

"Ya ya cepat bangun" titah Yoongi, namun Jimin merapatkan dirinya pada selimut yang membungkus dirinya. Ngambek. Lagi.

"Piggy back? Bridal? Atau kuseret saja?" Monolog Yoongi

"Piggy back" jawab Jimin cepat dan merubah posisinya menjadi duduk.

.

.

.

"Yooonggiii hyuung jeeleeekkk~" nada singsang ngambek Jimin saat Yoongi tidak menurutinya. Nada itu berhenti menjadi pekikan riang ketika ia melihat tumpukan dango dimeja makan. Ia memicingkan mata, siapa tahu itu fatamorgana Jimin akibat demam dan ia tahu Yoongi paling malas untuk keluar saat hujan. Namun saat mereka semakin mendekat dango itu tidak hilang

"Dangoooo! Turunkan aku hyung" pinta Jimin dengan menggoyangkan kakinya

"Jika kau terus begitu akan ku jatuhkan" ucap Yoongi dan ia menghentikan aksinya. Saat mereka sampai di meja makan Jimin langsung melahap dango yang ia lihat di meja, namun ia berhenti pada gigitan pertama. Yoongi mengernyit heran melihat Jimin menghentikan kunyahannya

"Wae?" Tanya Yoongi

"Ini enak hyung" jawab Jimin antusias dengan mata berbinar dan melanjutkan acara melahap dangonya

"Hyung hehi hi mana?" Tanya Jimin dengan mulut penuh

"Habiskan dahulu baru bicara" ucap Yoongi dengan membersihkan sudut bibir Jimin yang terkena saus dango

"Hyung beli dimana?" Tanya Jimin dan Yoongi hanya menghendikkan bahunya acuh

"Makan nasi dulu Jimin, lalu lanjutkan dangonya nanti" perintah Yoongi pada Jimin.

"Aye sir" jawab Jimin dengan memberi hormat dan melahap kimbap miliknya

.

.

.

"Ah aku kenyang" ujar Jimin dengan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, disusul Yoongi yang tidur si sampingnya

"Pig Jiminie" ejek Yoongi pada Jimin

"I'm not a pig hyung" bela Jimin

"Hyung kau membeli dangonya dimana?" Tanya Jimin lagi karena pertanyaan itu belum di jawab Yoongi tadi

"Hm.." gumam Yoongi dengan memeluk Jimin dari belakang terlalu lelah untuk berdebat dengan Jimin, sedangkan Jimin menyibukkan diri dengan ponselnya yang tak ia sentuh sejak pagi.

Ia melihat Line masuk dari Seokjin. Ia mengernyit karena Seokjin memgirimkannya sebuah foto. Penasaran ia membuka Line dari Seokjin

'Aku tahu kau pasti heran dari mana dango itu datang *wink*'

Setelah pesan itu ia melihat foto Yoongi yang berkutat di dapur. Wajahnya terlihat serius. Ia mencermati foto itu lekat-lekat dan ia mengenal warna makanan itu, hijau dan orange. Ia membulatkan matanya saat ia mengingat itu, warna dango yang tadi. Senyum lebar itu tercipta di bibir Jimin. Ia meletakkan ponselnya di meja nakas dan membalik tibuhnya ke arah Yoongi.

Ia memandang wajah tidur milik Yoongi, mengarahkan tangannya untuk mengelus pipi kiri Yoongi.

"Terimakasih hyung. Maaf aku merepotkan dan menyusahkanmu dengan permintaan yang aneh-aneh " gumam Jimin

"Gomawo hyung, saranghae" lanjutnya dengan mengecup bibir Yoongi

Samar-samar ia mendengar Yoongi menjawabnya dengan gumaman. Ia merapatkan pelukannya dalam dekapan Yoongi, dan mengubur kepalanya kedalam dada Yoongi dan menyusulnya ke alam mimpi

.

.

.

.

END

A.N :

Ini chap duanya hehehehe ^^

Semoga chap ini memuaskan dan feelnya terasa teehee

Maaf baru bisa update hehehe... sebenarnya saia mau balas reviewnya satu-satu tapi sialnya saia lupa caranya membalas review satu-satu melalui Hp, jadi sekalian saia gabung dengan chap ini

Balasan Review :

Gummysmiled

Iya juga ya, orang panik biasanya nangis tapi tak apalah anggap paniknya jimin beda #plakk

Ini sudah chap 2 ^^ arigatou reviewnya *bow* semoga suka dengan chapter yang ini meski aneh tapi ya gitu hehehe #apaan

ChimSza95

Gomawo reviewnya ^^ berchapter maksud saia di sini itu drabble hehehe termasuk tidak? Atau beda? Semoga suka chapter ini *bow

jchimchimo

Ini sudah lanjut ^^ Thankyou reviewnya ^^ semoga suka dengan chapter ini ^^

icyvolty

Thankyou reviewnya ^^ Saia tak punya account disana, cukup account di sini saja, dan terimakasih juga sudah mau sign in buat review di ff ini wkwkwkw lain kali ku pastikan saia yang menang

kumiko Ve

Haha hoseok emang agak antik, nah si joon ini ceritanya kesambar perewangannya (?) si hoseok

Siapa tahu bisa, kan jimin makin hari makin imut nan cantik kan perlu meragu #plakk

Semoga chap ini bisa menghibur dan arigatou reviewnya ^^

jimviii

Ini sudah lanjut meski ceritanya agak aneh heheee semoga dapat feelnya Arigatou reviewnya ^^

Soyu567

Arigatou reviewnya ^^ ini sudah lanjut chap duanya ^^ sebenarnya saia mau buat ini drabblenya yoonmin tapi bergantung para readers-nim mau ini jadi drabble atu berhenti waktu keluarga yoonmin nambah anggotanya hehehe #plakk

nuruladi07

Saia juga suka suga seme lalalala~ gomawo reviewnya ^^ semoga suka chap ini ^^

wujimommy

Arigatou reviewnya *bow* saia juga suka kalau Jimin manja mengarah anak kecil gitu kawaiii!

vchim

Ini sudah chap dua hehehe, thankyou buat reviewnya *bow* semoga suka dengan chapter 2 ini ^^

riani98

Thankyou atas reviewnya ^^ *bow* ini sudah chap dua teehee... saia juga ^^ tapi saia lebih mengarah ke kookmin sama vmin tapi yoonmin juga sweet ah... tiga pair itu favorite saia

.564

Hehehe thankyou atas reviewnya ^^ ini sudah update semoga chapter ini menyenangkan ^^ *bow*

Saia tahu ff abal ini kekurangannya banyak, jadi saia menerima kritik dan saran. Lalu ff ini itu ceritanya beda tapi statusnya masih sama seperti chap awal heheheh... saia juga mau tanya... Minna-san, ff ini mau member keluarganya yoonmin nambah (mpreg[?]) Atau tetap dua orang gini-gini aja? atau ratingnya yang naik? #plakk

Terimakasih sudah mau menyempatkan membaca chap ini ^^ dan terimakasih juga sudah mau mereview chapter ini ^^