Disclaimer : Bangtan bukan milik saia, mereka milik Bighit dan orang tua mereka.
Warning : ini gaje, abal, typo sebagian dari hidup
。
。
Beautiful Liar
。
。
。。
Cahaya yang masuk melalui cela-cela jendela itu mengusik tidur nyenyak sang beruang kutub. Ia meraba-raba sisi tempat tidurnya untuk menemukan sesuatu yang bisa ia peluk, namun kosong. Orang itu sudah bangun mendahuluinya. Ia mendengar suara dari arah kamar mandi, sepertinya makhluk imutnya sudah bangun. Saat pintu kamar mandi terbuka ia membuka matanya dan melihat si imut sudah rapi dengan sweater biru favoritnya.
"Kau mau kemana Jimin?" Tanyanya dengan suara khas bangun tidur, membuat Jimin menoleh ke arahnya dan tersenyum
"Hm? aku akan keluar dengan Taehyung" Jawab Jimin
"Taehyung?" Tanya Yoongi lagi
"Iya, aku memintanya menemaniku sekalian dia juga ingin keliling Seoul. Dia baru kembali dari Jepang tiga hari yang lalu." Jawab Jimin
"Kenapa harus dia? Aku bisa menemanimu bukan?" Tanya Yoongi lagi
"Aku tahu kau sibuk dengan deadline lagumu hyung, jadi aku tak mau menganggumu" ucap Jimin.
"Aku akan mengabaikan deadline itu asalkan kau tidak pergi dengan namja lain" ujar Yoongi
"Dia bukan orang asing untukku hyung dia temanku dan aku tak suka melihatmu menunda pekerjaan" ucap Jimin meyakinkan
"Aku lebih percaya kau pergi dengan eomma daripada dengannya" Yoongi berkomemtar
"Hanya satu minggu tak lebih, cepat mandi bersiap dan makan sarapanmu hyung" ucap Jimin menghampirinya dan mencium kilat bibirnya.
"Aku akan kembali sebelum malam" imbuhnya dan menutup pintu. Baiklah ia akan biarkan Jiminnya pergi dengan pria itu tapi sampai ada sesuatu yang mencurigakan, jangan harap Kim Taehyung hidup sejahtera.
。
。
CKLEK
Hal pertama yang ia lihat dan temukan saat membuka pintu apartmentnya adalah barang belanjaan yang menggunung, mulai dari boneka, baju, syal, snapback dkk. Apa Jimin mau membuka toko pakaian dan aksesoris?
"Jimin" panggilnya
"Ya hyung?" seru Jimin dari arah dapur, ia melangkahkan kakinya ke arah dapur dan menemukan Jimin yang berkutat dengan masakkannya
"Barang-barang di depan milik siapa?" Tanya Yoongi
"Oh itu Taehyung yang membelikannya, aku sudah bilang untuk tidak membelikannya namun ia tetap membelikannya untukku" jawab Jimin
"Ada acara apa dia membelikan barang itu?" Tanya Yoongi lagi
"Entahlah, dia bilang 'hadiah dari ku untukmu' jadi ku bawa saja" jawab Jimin enteng
"Kembalikan semua padanya" perintah Yoongi
"Eh tapi dia memintaku membawanya hyung, jika aku kembalikan akan dia buang" ucap Jimin menjelaskan sambil mematikan kompor karena masakannya telah matang
"Aku tak menerima bantahan nyonya Min. Kembalikan atau ku buang" tegas Yoongi
"Tapi 'Yoongi-ah tidak baik jika kita membuang pemberian orang' eomma selalu bilang begitu padaku, jadi biarkan aku menyimpannya ya?" Ucap Jimin sambil menirukan nada eomma Yoongi disertai kitty eyesnya
"Apa yang eommaku ajarkan padamu hah? Terserah padamu sajalah. Tapi lain kali jangan diterima aku bisa membelikanmu sendiri" titah Yoongi dan mebuat Jimin tersenyum dalam kemenangan.
"Cepat mandi hyung, lalu kita makan malam" ucap Jimin riang dengan mencium pipi kanan Yoongi lalu menata makanan di meja makan.
Keesokan paginya yang Yoongi lihat adalah hal yang sama, dimana Jiminnya akan keluar dan menemani Kim Taehyung, serta beberapa belanjaan yang di belikan Taehyung untuknya. Satu lagi Jimin akan sibuk dengan ponselnya tiap malam hanya untuk membalas chat dari Taehyung. Seperti sekarang ia sengaja mengantar Jimin yang pergi ke taman untuk menemui Taehyung, dan melihat interaksi di antara mereka
"Sudah menunggu lama?" Tanya Jimin dan hanya dibalas gelengan
"Apa itu Min Yoongi?" Tanya Taehyung dengan menunjuk pria yang ada dalam mobil biru metalik dan diangguki Jimin
"Sepertinya dia mengawasi kita Tae. Jadi jangan sampai dia tahu yang sebenarnya" Jimin meperingatkan
"Tentu, anything for you babe~" ucap Taehyung mencium pucuk kepala Jimin dan langsung merangkul pundak Jimin, mengabaikan tatapan mematikan milik Yoongi.
。
。
Ia mengerutkan keningnya memikirkan kejadian seminggu terakhir ini, Jiminnnya begitu dekat dengan orang yang bernama Kim Taehyung. Di awal kedatangannya terasa normal tapi semakin hari kedekatan mereka semakin tak wajar. Jujur ia heran. Skinship yang mereka lakukan layaknya sepasang kekasih yang tak bertemu bertahun-tahun dan satu minggu itu sudah bertambah menjadi tiga minggu. Saat ia bertanya Jimin hanya akan menjawab dia adalah temannya, teman tak mungkin sampai seperti itu kan?
"Hyung hentikan acara berpikirmu dan lanjutkan pekerjaanmu" tegur Namjoon padanya
"Joon, Hope" panggil Yoongi
"Ya hyung?" Sahutnya
"Kau mengenal Kim Taehyung?" Tanya Yoongi pada mereka.
"Tentu dia teman Jimin semasa SMA" jawab Hoseok
"Apa hubungan mereka?" Tanya Yoongi lagi.
"Entah mantan, entah sahabat, entah apapun itu mereka selalu bersama semasa SMA dulu" ucap Namjoon santai, Yoongi sedikit terkejut mendengar kata 'mantan' keluar dari bibir Namjoon.
"Iya hyung, kau tidak tahu?" Tanya Hoseok
"Tidak" jawab Yoongi singkat
"Oh iya, kau di Amerika saat itu hyung" ucap Hoseok mengingat-ingat
"Mereka mesra sekali dahulu, seperti sepasang kekasih. Dimana ada Jimin disana ada Taehyung begitu juga sebaliknya" lanjut Hoseok
"Sayangnya Taehyung harus pindah ke Jepang karena pekerjaan orang tuanya jadi dia meneruskan kuliahnya disana" lanjut Hoseok lagi
"Ya lalu kau bertemu Jimin saat kuliah jadi kau tak mengenal Taehyung, hyung" imbuh Namjoon
"Ku rasa Taehyung masih menyukai Jimin, terlihat sekali saat kemarin aku bertemu mereka dan masih sama seperti saat SMA. Sayang sekali mereka menjadi mantan hahaha" ujar Hoseok dengan tawanya
Yoongi memincingkan matanya mendengar ucapan Hoseok tadi, ia hanya melihat Jimin di sore menjelang malam sisanya ia akan sibuk di studio. Apa Jimin bermain di belakangnya? Tapi tidak mungkin kan?
。
。
Jam makan siang pun tiba, mereka bertiga memutuskan untuk makan di cafe milik Seokjin, sekalian Namjoon bertemu dengan princessnya. Mata Yoongi tak sengaja menemukan Jimin di sudut cafe itu, ia segera berjalan menuju sudut ruangan itu.
"Jimin" panggilnya
"Hyung!" Ucap Jimin ceria melihat kedatangan Yoongi. Yoongi hanya menatap intense Taehyung yang menatapnya datar.
"Hyung sudah memesan makanan? Atau aku pesankan?" Tanya Jimin padanya.
"Pesankan saja" jawab Yoongi singkat
"Duduklah, aku akan memesan makanan" ucap Jimin
"Min Yoongi?" Tanya Taehyung membuka pembicaraan dan hanya di balas gumaman Yoongi
"Kau beruntung mendapatkannya" ucap Taehyung disertai smirk kecil, Yoongi menaikkan sebelah alisnya merespon ucapan Taehyung
"Aku tak menyangka dia akan menikahi orang sepertimu. Sebenarnya tujuanku kemari hanya ingin mengambilnya darimu" ujar Taehyung santai dengan menyeruput habis macchiato miliknya
"Kau mengajak perang?" Desis Yoongi
"Wow, cepat sekali responmu tuan Min hahaha" ucap Taehyung dengan tawanya. Ia melihat Jimin yang berjalan ke arah meja mereka
"Aku terima perang ini tuan Min, ku pastikan dia kembali padaku. Sifat dinginmu itu akan membuatnya berpaling padaku. Bahkan ia masih memanggilmu dengan embel-embel 'hyung' bukan?" imbuhnya
"Aku sudah memesan makanan untukmu hyung" ucap Jimin setibanya di meja mereka
"Baiklah aku harus pergi. Pekerjaanku menunggu, bye Chim." ucap Taehyung dan mencium pipi kiri Jimin sebelum melenggang pergi. Jimin hanya melihat kepergian Taehyung, yang menyisahkannya dengan hawa buruk di sampingnya dan melihat Yoongi yang sudah memincingkan mata padanya.
"Dia hanya temanku hyung sungguh. Dia memang terbiasa begitu saat kami SMA d-"
"Berhenti berdekatan dengannya dan jangan keluar bersamanya. Aku tak mau melihatmu dekat dengannya lagi" sela Yoongi
"Tapi hy-"
"Hilangkan embel-embel hyung itu dariku" sela Yoongi lagi
Jimin hanya bisa mengangguk pasrah dan duduk diam di samping Yoongi menunggu pesanan miliknya datang dan memakan makan siang itu dalam diam serta suasana yang sedikit menegangkan.
。
。
"Masih ingat untuk pulang?" Tanya Yoongi dengan wajah datar untuk kesekian kalinya ia melihat Jimin dengan namja alien itu bahkan sampai tengah malam.
"Tentu, jika aku tak pulang nanti kau akan mencariku" jawab Jimin tanpa dosa.
"Kemana saja kau?" Tanyanya lagi dengan nada dingin
"Pergi dengan Taetae, lalu lupa waktu" jawab Jimin santai. Yoongi menautkan alisnya heran akan jawaban Jimin yang terkesan aneh, jujur Yoongi sedikit curiga dengan hubungan Jimin dan Taehyung itu
"Kenapa tidak mengangkat teleponku? Dan kenapa tidak meneleponku?" Introgasi Yoongi
"Ponselku mati hyung, bagaimana aku bisa meneleponmu? Kau juga sibuk dengan pekerjaanmu kan?" jawab Jimin sedikit kesal
"Jangan menjawabku dengan pertanyaan lain Jimin. Apa yang kau lakukan dengan Taehyung?" ucap Yoongi menaikkan nadanya
"Hanya berjalan-jalan hyung! cukup menanyakan apapun!. Aku lelah, biasanya kau juga tak peduli kan?" Bentak Jimin
"Jangan pergi dengan Kim Taehyung sialan itu, kau selalu melanggar jam malammu Jimin dan apa maksud skinship seperti sepasang kekasih tadi hah?" Yoongi memperingatkan
"Dia temanku hyung! Dia tak akan melakukan hal buruk padaku! Dan berhenti bersikap seperti ayahku" Ucap Jimin ngeyel.
"Seharusnya kau ada di studio kan? Kerjakan saja deadline musikmu itu. Jangan pedulikan aku!" Lanjut Jimin kesal.
"Aku sudah ada di rumah karena kau memintaku untuk pulang dan kenapa-"
"Berhenti berbicara aku lelah, pergilah aku tahu kau lebih mementingkan musikmu" ucap Jimin datar menyela perkataan Yoongi
"Jangan menyelaku Jimin, aku belum selesai berbicara. Kenapa tak sekalian pulang ke rumah Taehyungmu itu?" Bentak Yoongi membuat Jimin tersentak
"Kau yang memintaku hyung. Jangan salahkan aku jika aku tak kembali padamu. Aku membencimu" ucap Jimin sebelum membanting pintu apartment mereka.
Yoongi mengacak kasar surai hijaunya dan berpikir sebegitukah dirinya sampai Jimin mengatakan hal seperti itu? Dia teringat ucapan Taehyung beberapa hari yang lalu. Jadi dia serius rupanya, dan sekarang Jimin keluar karena perkataannya.
"Shit" umpat Yoongi sebelum keluar untuk menyusul Jimin, ia berharap ia dapat meyusulnya dan meminta maaf padanya.
。
。
"Hentikan berekspresi seperti itu" tegur Namjoon
sekarang mereka berada di studio, Yoongi dan wajah kusutnya itu membuat Namjoon dan Hoseok sedikit geram. Jika Yoongi yang biasa sudah menyebalkan apalagi jika Yoongi tanpa Jimin.
"Kau sudah mencarinya di rumah eommamu? Rumah eomma Jimin?" Tanya Hoseok dan hanya dibalas anggukan Yoongi yang sedang memijat pelipisnya pelan.
"Istirahatlah hyung" nasihat Hoseok
"Pulang dan istirahatlah. Kita akan mencarinya nanti setelah kau cukup istirahat" ucap Namjoon
"Kami pulang dulu hyung" ucap Namjoon dan Hoseok bersamaan Dan hanya dibalas gumaman.
Ia lelah tiga hari mencari Jimin dan tak menemukannya, bahkan ia sampai harus mendengarkan konser rap gratis dari appa dan eomma Jimin, belum lagi eommanya yang sudah sibuk mengancamnya ini-itu jika Jimin sampai tak kembali padanya.
Drrttt...
Suara getaran dari smartphone miliknya itu sukses membuat sebuah geraman kesal keluar dari bibirnya, jangan sampai itu eommanya yang menelepon dan memperparah keadaan. Dilihatnya layar smartphone itu dan menunjukkan nomor tidak dikenal, milik siapa?
'Hey Min Yoongi'
Sebuah suara bariton menyapa telinganya. Ia mengenal suara ini
"Apa mau mu?" Tanyanya tak bersahabat
'Oops.. kenapa begitu emosi?'
"Cepat katakan apa mau mu Kim Taehyung!" bentak Yoongi
'Aku hanya ingin memper- argh jangan ketatkan lubangmu sayang'
Yoongi terkejut dengan suara yang baru saja ia dengar, samar-samar ia mendengar suara desahan yang ikut masuk dalam sambungan teleponnya.
"Apa yang kau lakukan" geram Yoongi
'Kau ingin mendengarnya? Desahannya membuatku bergairah, desahkan namaku Chim' ucap Taehyung dalam sambungan teleponnya
'Ah.. ahh T-tae fa-fasteer.. ah.. t-there'
Yoongi membulatkan matanya desahan itu milik Jimin
"Apa yang kau lakukan padanya hah!?" Teriak Yoongi
'Aku hanya memperlakukannya seperti yang seharusnya kau lakukan, memanjakannya. Apa lagi?' Yoongi menggeram marah akan hal yang baru saja ia dengar
"Katakan dimana kau sekarang!? Akan kukuliti kau!?" Ancam Yoongi
'Tentu saja di apartment kalian mau dimana lagi? Aku sengaja meneleponmu utuk berbagi desahan sexy ini' Yoongi tahu lawan bicaranya itu sedang menjilat bibirnya
''Ku dengar kau jarang memperhatikannya, apalagi memanjakannya seperti ini. Jadi lebih baik ku bawa dia ke Jepang bersamaku, aku akan memberinya bayak perhatian dan memanjakannya seperti ini hahaha' dan sambungan itu terputus.
Yoongi segera menggambil kunci mobilnya dan tergesa berlari menuju parkiran, memacu mobilnya dengan kecepatan cahaya menuju apartmentnya.
。
。
Setibanya ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan dan hanya mendapatkan ruangan yang masih gelap, Ia mendengar suara dari arah kamarnya dengan langkah tergesa dan emosi memuncak ia membuka pintu itu
BRAKK...
"SURPRISEEEE!"
Seketika itu lampu kamarnya menyala, memaksanya harus memgerjapkan matanya akibat lampu yang tiba-tiba menyala.
Saengil chukahamnida..
Saengil chukahamnida..
Saranghaneun Min Yoongi..
Saengil chukahamnida..
Yoongi mengerjapkan matanya untuk yang kesekian kalinya, antara tertipu dan bingung, Melihat semua temannya menyanyikan lagu untuknya dan menyodorkan sebuah kue. Tunggu apa ini hari ulang tahunnya?
"Ayo hyung make a wish" ucap Jimin
"Apa ini?" Tanya Yoongi
"Tentu saja kejutan jangan bilang kau lupa ini hari specialmu tuan Min?" tutur Seokjin
"Cepat tiup lilinnya hyung! nanti lilinnya meleleh di atas kuenya" tegur Jimin
Ia mengulas sebuah senyuman lalu menutup matanya dan detik berikutnya ia meniup lilin itu disusul sorakan heboh dari yang lainnya. Setelah acara meniup lilin, mereka menuju meja makan untuk makan bersama sekaligus menutup acara ulang tahun Yoongi yang memang Jimin adakan.
Yoongi mendudukkan dirinya di sofa, disusul Namjoon, Taehyung dan Hoseok, yang duduk si sofa single kecuali Hoseok yang duduk disebelah Yoongi. Jimin dan Seokjin menyusul setelah mereka selesai menata seluruh perabotan makan yang mereka gunakan, Jimin dan Seokjin menyusul dan memberikan potongan cake pada Taehyung dan Hoseok, Jimin menyamankan dirinya di sebelah kiri Yoongi sedangkan Yoongi langsung memeluk pinggang Jimin.
"Ini acara yang paling menyenangkan, mengerjai Yoongi lalu makan gratis" celetuk Hoseok setelah melahap habis kuenya.
"Aku tak menyangka Yoongi akan terjebak semudah itu" komentar Seokjin
"Apapun yang menyangkut Jimin pasti akan mendapat respon dari Yoongi" imbuh Namjoon
"Kalian semua bekerjasama rupanya dan kau juga Jimin" ujar Yoongi mencubit kecil perut Jimin, membuat rintihan kecil keluar dari bibir Jimin
"Kau pantas menjadi pendongeng Hope, cerita karanganmu memang bagus" imbuh Yoongi
"Cerita yang mana?" Tanya Jimin dengan menyuapkan kuenya pada Yoongi.
"Kau adalah mantan Taehyung" ucap Yoongi dengan mengunyah kue yang disuapkan Jimin
"Itu fakta hyung" ucap Taehyung dan memakan kuenya
"Uhuk.." Yoongi langsung tersedak kue yang disuapkan Jimin padanya, Jimin segera menepuk-nepuk punggung Yoongi untuk meredakan tersedaknya
"Aku tak pernah melebihkan apapun hyung, yang keluar dari mulutku semuanya fakta" Hoseok berujar jujur dengan wajah mimim wajah terluka.
"Ew.. hentikan ekspresi itu" komen semuanya serempak
"Kau tidak menceritakannya?" Tanya Taehyung pada Jimin dan hanya di balas gelengan
"Tidak, karena Yoongi hyung tidak bertanya. Lagi pula kita jadian saja belum" cicit Jimin karena mendapat glare Yoongi
"Sebenarnya hyung, aku kembali ke Seoul hanya untuk menemui Jimin sekaligus menikahinya" ujar Taehyung
"Tapi saat ku temui Jimin sudah jadi milik orang lain" lanjut Taehyung dengan melahap sisa kuenya
"Tapi dia sudah sah milik Min Yoongi. too bad Taehyung" komen Namjoon diangguki Taehyung
"Apa selama enam tahun disana tak ada wanita Jepang yang menarik perhatianmu?" Celetuk Hoseok
"Tidak hyung, tidak ada yang se-sexy Jimin" jawab Taehyung dan mendapat glare imut Jimin
"Jika kalian tidak ada di dalam kamar, sudah ku pastikan Jimin akan mendesahkan namaku" lanjut Taehyung dengan menganggukkan kepalanya pasti. Mendengar ucapan Taehyung barusan membuat Yoongi mengeratkan pelukannya pada pinggang Jimin dan Jimin semakin was-was akan arah pembicaraan ini.
"Apa katamu?" Ucap Yoongi dengan menekan nadanya
"Aku akan membuat Jimin mendesahkan namaku secara real" ulang Taehyung
"Sampai ada Taehyung no 2 hahaha" canda Hoseok dan Jimin hanya bisa menelan ludahnya kasar merasakan lengan Yoongi yang semakin mengerat di pinggangnya
"Wah itu lebih bagus lagi, aku tinggal membawa Jimin ke Jepang dan menikahinya hahaha" imbuh Taehyung
"Kim Taehyung selamatkan nyawamu sekarang" ucap Seokjin seperti berbisik
"Apa hyung?" Tanya Taehyung karena Seokjin berbisik
Sedangkan Yoongi sudah menggambil garpu milik Jimin, dan siap menusuk Taehyung sedangkan yang menjadi sasaran sedang fokus melihat Seokjin yang berbisik padanya. Taehyung segera menoleh ke samping kanannya saat Seokjin mengarahkannya untuk melihat ke kanan dan boo menemukan Yoongi yang siap menerkamnya. Matanya membulat sempurna dan segera berdiri dan menghentikan gerakan Yoongi
"Eitts.. jangan marah dulu hyung, kau sudah menemukan kado dari Jimin?" Tanya Taehyung mengalihkan pembicaraan dan Yoongi terdiam melihat Jimin.
"Hehehe.. iya hyung aku belum membelinya. Mianhe aku bingung mau memberi apa" aku Jimin dengan menggaruk tengkuknya.
"Jadi hyung mau kado apa?" Lanjut Jimin, Yoongi berpikir sejenak lalu mengeluarkan smirknya, dia tahu apa yang harus Jimin berikan padanya.
"Aku mau yang bisa bergerak" jawab Yoongi mengambang.
"Eh? Apa?" Tanya Jimin bingung
"Yang bisa bergerak, menangis dan melengkapi kita berdua" lanjutnya, Jimin hanya menatapnya semakin bingung.
Sedangkan lainnya yang mengerti kode keras Yoongi langsung menggelengkan kepalanya atas ketidak pekaan Jimin.
"Sepertinya kita harus pulang Jinie" ajak Namjoon pada princessnya yang mengangguk setelah tahu pasti kode Yoongi.
"Ah iya ayo pulang" imbuh hoseok cepat
"Jimin jika dia terlalu kasar maka aku yang akan melakukannya untukmu" nasihat Taehyung yang semakin membuat Jimin bingung
"Kami pulang, bye Jimin" ucap mereka berempat sebelum menutup pintu apartment Yoonmin dan mendoakan keselamatan Jimin.
Jimin terdiam memikirkan apa yang di maksud Yoongi, ia berpikir keras sampai kedua alisnya bertaut dan beberapa detik kemudian ia membulatkan matanya, bisa bergerak, menangis dan melengkapi mereka hanya seorang a...
"Hyung mau seorang a-"
Sebelum menyelesaikan kalimatnya ia memerangkap bibir Jimin dengan bibirnya, melumatnya pelan lalu melepaskannya
"Tapi sebelum kado itu muncul, aku mau yang bisa mendesahkan namaku" lanjutnya dan kembali melumat bibir Jimin ditambah tangan Yoongi yang sibuk menggerayangi Jimin membuat desahan-desahan sexy mengiringi panggutan liar dan kegiatan panas mereka sekarang.
。
。
。
。
。
END
A.N :
Hey yo minna-sama...
Maaf baru muncul, saia baru selesai dengan ujian saia hehehehe. Sebenarnya chapter ini mau saia update pas di tanggal 9 tapi malah tertunda lama *emang ada yang nunggu? #nggak. Saia tahu judul dan cerita ini tak berkesinambungan jadi hehe, kali ini T+ dahulu tak apa kan? M-nya menyusul hehehe M-nya menyusul menunggu ilham datang #buagh
Ada yang sudah lihat Bts di Vapp yang fm-fm apa itu? Rambut tangerinenya Jimin hilang, rambutnya mas yoon juga beda. Apalagi gombalannya mereka ada aja wkwkwkw
Okay...
Happy belated Birthday Mas Yoon semoga makin mesra sama Jimin hahaha #plakk
Balasan Review :
Nyonya Jung
Siiip ini sudah lanjut ^^ thankyou atas reviewnya ^^. Iya ini berdua-dua dulu hehehehe si anak munculnya nanti masih proses membuat mereka #buagh #ditendangyoongi. Semoga chapter ini menghibur ^^
GitARMY
Capslock-nya neng ampuuun #sujudsungkem. Tak apa terimakasih sudah me-review dan membaca ^^, maafkan saia juga balasan reviewnya saia jadikan satu (tak apakan?) Seme tsundere hahaha mari kita lestarikan seme tsundere ini hehehehe. Semoga chap ini menghibur ^^
.564
Maunya begitu tapi lanjut yasudah hehehee arigatou atas reviewnya ^^ semoga chap ini menyenangkan
vchim
Hehehe iya yoon tipe-tipe seme dingin cuek tapi care wkwkwkw yup ini lanjutannya thankyou atas reviewnya ^^
wujimommy
Yoongi kan emang sweet dia dipanggil suga bukan tanpa alasan hahaha #apaan semoga chap ini menghibur ^^. thankyou atas reviewnya
ChimSza95
Power of jimin hebat memang hahaha dan yoongi kalau buat jimin pasti iyain aja hehehe. Iya ini drabble tapi absurd hehehehe. Thankyou atas reviewnya ^^ semoga chap ini menghibur
kumiko Ve
Ini ratingnya naik kan? T+ (maybe) #plakk. Untuk M-nya menyusul tak apa kan? Hehehe. JGV Jimin Gay Video kalau nggak JAV Jimin Adult Video hahahaha keduanya sama pemerannya jimin hahahaha. Btw arigatou reviewnya semoga chap ini menyenangkan ^^
ChiminChim
Masih lanjut kok ^^ ini lanjutannya semoga chap ini menghibur hehehe. Arigatou atas reviewnya ^^ Jimin emang kiyut hehhee makin hari jimin bikin gemes huihihihihi
Soyu567
Arigatou reviewnya ^^, saia buat berdua-dua dulu tak apa kan ya? Nanti ada masanya yoongi kesiksa #dihajarsuga
Mungkin setelah beberapa chap berdua-dua baru ada anaknya. Tuh mereka lagi buat *burn* #dibakarJimin
jcmchimo
Siip ini ratingnya udah naik T+ #buagh #dihajarmassal btw thankyou atas reviewnya ^^
cutechimo jemen
Terimakasih reviewnya ^^. Baby? Mau berapa hayo? ini sudah naikkan ratingnya T+ #plakk. Semoga chap ini menyenangkan ^^
riani98
Thankyou atas reviewnya ^^. Saia juga pengen punya pacar begituan wkwkwkw tapi dapat sehun sudah cukup kok #ngayal semoga chap ini menghibur ^^
nuruladi07
Thankyou atas reviewnya ^^ .Ini sudah next, semoga chapter ini menyenangkan ^^
Saia menerima kritik dan saran, anda bisa meyampaikan kritik dan saran di Line id saia atau jika anda merasa saia perlu update silahkan kontak saia :
Line : akainekochan
Ada yang hunhan shipper disini? Saia akan senang sekali jika bisa berbagi tentang otp favorite hehehe ^^
anyway thankyou sudah mau meluangkan waktu untuk membaca dan meninggalkan review dan untuk supportnya terimakasih banyak ^^ *bow*
