Disclaimer : Bangtan bukan milik saia, mereka milik Bighit dan orang tua mereka.

Warning : ini gaje, abal, typo sebagian dari hidup

Rate : M (fail)

Miss U

。。

Cup

Cup

Cup

Kecupan-kecupan itu membuatnya menggeliat tak nyaman, ia mencoba menghentikan kecupan itu dengan kedua tangannya dan bergumam kesal sedangkan sang pelaku hanya terkikik pelan melihat tingkah istri imutnya.

Cup

Cup

Cup

Ia mengulangi tindakannya yang semula kali ini sasarannya menggerang kesal dan geli bersamaan, saat di rasa sebuah bantal akan melayang ia memegang tangan mungil itu membuat namja imut di bawahnya mengernyit.

"Pagi Chim"

Suara husky yang menyapanya, membuat si mungil semakin mengerutkan dahinya tapi matanya masih setia menutup. Perlahan ia buka matanya, mengerjap pelan karena sinar matahari yang masuk ke matanya.

Ia menatap pria di atasnya dalam diam, lalu bergumam

"Ah aku pasti mimpi lagi"

"Mimpi apa?" Tanyanya

"Memimpikanmu hyung mau siapa lagi? Taehyung?" Jawabnya dan memutar matanya malas

"Sudah aku mau tidur, aku baru tidur jam 5 pagi" lanjutnya

Saat ia akan menutup matanya, ia merasa pegangan di tangannya masih terasa, dan pegangannya hangat... tunggu... ada yang salah di sini

1... 2... 3...

Matanya membulat sempurna dan kembali menatap sepasang mata sipit di hadapannya

"H-hyung?" Ucapnya tergagap, sedangkan Yoongi yang menangkap ekspresi kaget Jimin hanya tergelak dalam tawanya

"Haha... sebegitu parahnya merindukanku hm?" Tanyanya setelah tawanya reda, yang di tanya hanya diam dan menatap pria di atasnya. Tangannya terulur ke atas dan

"Aw.. sakit Chim" adunya saat tangan Jimin mencubit kecil pipinya. Mata Jimin kembali membulat, lalu melembut dengan segera ia tarik pria si di atasnya dalam sebuah pelukan erat.

"I miss you hyung. Miss you so badly" ujarnya tepat di telinga Yoongi. Yoongi tersenyum dan membalas pelukan Jimin

"Me too" balasnya. Ia melepas pelukannya dan memandang Jimin yang ada di bawahnya.

"I miss this eyes, nose and lips" lanjutnya dengan mengecup tiap part yang ia sebutkan.

"Only that part?" Tanya Jimin dengan bibir mempout

"Every part of you. Aku merindukan semuanya" jawabnya dan mengecup bibir Jimin.

"Kenapa baru tidur jam lima?" Tanyanya dengan merebahkan dirinya di samping Jimin

"Aku terlalu merindukanmu hyung, hingga aku tak bisa tidur dan berakhir memimpikanmu. Boneka ini tidak berefek" rajuknya dengan mengangkat boneka kucing yang diberikan Yoongi padanya saat kencan pertama mereka.

Meski Yoongi pernah memberinya boneka (dari sebuah show) yang kemiripan wajahnya sama dengannya, Jimin malah menolaknya dan lebih memilih boneka kucing yang ia beri nama 'orenji' itu. Lebih berkesan katanya.

"Untuk apa masih memeluknya saat yang memberikan boneka itu ada di sini?" Ucapnya dan membawa Jimin dalam pelukkannya.

Mereka terdiam dalam pelukan mereka, menikmati hangat tubuh satu sama lain. Yoongi sibuk mengusap surai orange Jimin dengan sayang dan Jimin hanya memejamkan matanya menikmati usapan Yoongi di kepalanya.

"Kau tahu tiga bulan tanpamu seperti neraka bagiku" Yoongi memecah keheningan dengan lebaynya, membuat Jimin terkikik akan kalimat Yoongi

"Apa kau salah memakan sesuatu hyung?" Canda Jimin membuat Yoongi mendengus kesal. Sebenarnya ia tahu itu, karena ia juga merasakan hal yang sama. Namun ia harus mengerti, pekerjaan Yoongi menuntutnya seperti itu, pergi ke berbagai belahan dunia untuk konser, fanmeet dan masih banyak lagi.

"Ejek saja sesukamu" kini Yoongi yang merajuk

"Tidak biasanya kau seperti ini hyung hehehe" ucap Jimin dengan cengiran khasnya. Jimin memilih untuk megusap lembut pipi kiri Yoongi, membuat empunya memejamkan matanya menikmati usapan lembut Jimin.

Jimin memandang wajah lelah milik Yoongi. Ia sedih melihat, Yoongi sedikit kurus. Mungkin karena jadwal padat, jadi ia sering skip makan. Biarkan Yoongi yang akan menghabiskan seluruh makan malam yang ia buat nanti, setidaknya Yoongi akan lebih berisi. Jimin masih setia pada lamunan dan usapannya, memikirkan cara yang bisa meredakan rasa lelah Yoongi. Ia menaikkan kedua alisnya, mengingat acara teve yang ia lihat kapan hari, cara yang bisa di lakukan saat pasanganmu merasa lelah, mungkin bisa ia gunakan.

Ia menghentikan usapannya, dan ia menempelkan bibirnya pada bibir Yoongi, membuat Yoongi membuka matanya sedikit terkejut akan aksi Jimin. Biasanya Jimin menjadi pihak pasif. Tapi bukan Yoongi namanya jika ia lebih memilih mengubris pikirannya dari pada bibir Jimin yang mulai melumat pelan bibirnya. Ia membuka bibirnya merasakan lidah Jimin meminta akses, biarlah Jimin mendominasi sementara. Sisanya dia yang bereskan.

Jimin melesakkan lidahnya masuk kedalam mulut Yoongi, mengajak lidah Yoongi untuk bermain dengan lidahnya. Tak berselang lama, lidah Yoongi sudah menginvasi mulut Jimin dan mengabsen penduduk didalamnya. Yoongi merubah posisi mereka seperti semula dimana ia berada di atas Jimin dengan panggutan yang masih terkait. Jimin mukul pelan dada sang dominan saat ia merasa oksigen mililknya memipis.

"Memancing rupanya" ujar Yoongi dengan smirknya, ia segera menyerang leher mulus milik Jimin dan meninggalkan beberapa jejak. Jimin memiringkan kepalanya memperluas area jajahan untuk bibir Yoongi.

"Akh"

Ia meloloskan satu desahan saat Yoongi meremas miliknya yang mulai menegang dan jangan lupakan bibir Yoongi yang semakin turun dan mulai mengulum puting kanannya.

"Y-yoongi-ah" desahnya saat Yoongi mulai mengocok miliknya

"Eager?" Yoongi mengeluarkan smirk andalannya yang semakin membuat Jimin mengagumi wajah keren Yoongi.

"H-hyung stop" ujar Jimin di antara rasa nikmat yang menderanya.

Yoongi menaikkan sebelah alisnya bertanya akan ucapannya barusan. Tanpa sepatah kata ia merubah posisi mereka, ia duduk di atas perut Yoongi dan menggerakkan tangannya di atas dada milik Yoongi yang sudah terekspose

"Aku... b-biarkan aku yang bergerak sekarang" ucapnya lalu mencium bibir milik Yoongi. Ia tidak tega membuat Yoongi terus memulai segalanya. Sesekali dia juga mau di atas. Dia menghentikan panggutannya, ia mengigit bibir bawahnya dan melepas kemejanya se-erotis mungkin.

"So slutty" Yoongi menjilat bibir bawahnya tergoda akan show Jimin yang erotis dan innocent secara bersamaan.

"MinPd... berapa yang kau inginkan?" Tanya Jimin dengan wajah imut nan erotisnya, jangan lupakan tangannya yang sudah meraba di dada Yoongi yang terekspose.

"Sampai aku puas" tegas Yoongi dengan smirk khasnya. Tanpa ragu Jimin kembali memanggut bibir Yoongi disertai lumatan-lumatan membuat suasana pagi itu terasa panas.

"Ah.. asshh"' desah Jimin nikmat dengan setia ia menaik turunnkan tubuhnya, mencoba menemukan titik kenikmatannya. Jimin kembali mengalungkan tangannya pada leher Yoongi dengan gerakan pinggulnya tetap stabil, sedangkan Yoongi sudah sibuk menandai leher dan bahu Jimin.

"Ah... h-hy-hyunh.." rematan pada surai hijaunya mengerat, serta kerutan yang melingkari kejantanannya mengencang―Jimin hampir datang.

Kini Jimin bertumpu pada pundak Yoongi mempercepat gerakan pinggulnya, membuat peluh di tubuh polos mereka bertambah. Tak berselang lama orgasme menjemput Jimin, dengan mata terpejam dan nafas terengah ia menghentikan gerakannya. Yoongi memberikan kecupan-kecupan di wajah Jimin yang memerah dan masih memggerakkan pinggulnya menusuk titik nikmat Jimin.

"Ku harap kau tidak melupakan ronde berikutnya" suara Yoongi menyadarkan Jimin dari euforianya. Jimin mengeluarkan smirknya

"Aku sangat menantikan itu" balasnya. Secepat kilat Yoongi sudah merubah posisi mereka tanpa mengeluarkan miliknya dan membuat Jimin mendesah akan sensasi yang tercipta. Yoongi memulai gerakkannya pelan menikmati pijatan dinding hangat milik Jimin yang membungkus miliknya.

"Berhenti... ah... mengetatkan lubangmu" desah Yoongi saat Jimin mengetatkan lubangnya, sebelum ia menambah tempo tusukkannya.

"Ah.. ahh Y-yoongi fa-fasteer.. ah.. t-there" racau Jimin saat milik Yoongi telak mengenai prostatnya. Yoongi semakin mempercepat temponya saat ia rasa Jimin akan keluar untuk yang kedua kalinya.

"H-hyung I-i'm go-gonna.." desah Jimin

"Bersama chim" ucap Yoongi dengan mempercepat tempo remasannya pada junior Jimin yang mengeras dan detik berikutnya mereka keluar bersama. Jimin menggerang pelan merasa lubangnya sangat penuh dengan cairan milik Yoongi.

Ia memandang wajah memerah milik Jimin, menyingkirkan poni milik Jimin yang menutupi matanya.

"Kau cantik Chim" pujinya dengan mengecup hidung Jimin.

"Aah.. hyungh" desahnya saat Yoongi mulai menggerakkan miliknya.

"A-akan... k-ku buat ah.. kau menggendongku tiap saat jika aku tak bisa berjalan normal nanti" protes Jimin dengan menahan desahannya

"Dengan senang hati sayang~"

END

A.N :

...Entah saia nulis apa ini... sungguh chapter ini tidak meyakinkan hehehe... ini pertama kalinya saia tulis beginian teehee... saia malu sendiri bacanya nggak kuat #angkat tangan, jadi tanpa saia koreksi ulang hehehe... jika feelnya tak sampai maafkan hehehe...

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ff absurd ini dan mohon kritik serta sarannya ^^

Oh dan soal review aaia bahagia sudah mengingat cara membalas melalui PM hehehe... jika tidak salah beberapa sudah saia balas ya? (´・・`) #amnesia

avis alfi

Hehehe... really? Sekalian tebak-tebakan kalau gitu ya wkwkwkw ini udah lanjut ^^ gomawo reviewnya ^^

Semoga chap ini menyenangkan ^^

mdp

Jimin emang bikin gemes, pengen saia bawa pulang untuk kenikmatan(?) sendiri #pakkk. Terimakasih atas reviewnya ^^ semoga suka chap ini ^^

noona93

Hehehe syukurlah kalau suka ^^

arogatou reviewnya ^^

Ini sudah lanjut semoga suka dan ratenya juga naik tapi sepertinya aneh hahaha #plakk

JiminVivi

Thankyou atas reviewnya *bow*

Syukurlah kalau suka ^^ ini udah lanjut kok hehehe

kumikove

Arigatou atas reviewnya *bow*

Saia langsung koleksi lengkap tiap serinya kalau jgv dan jav-nya macam gitu wkwkwkw

Maunya sih dibikin selingkuh beneran, tapi takut dibakar sama abang gula ._. Kan lucu gitu vmin #plakk

Okay sekali lagi thankyou sudah membacanya *deep bow*

RnR?