Disclaimer : Bangtan bukan milik saia, mereka milik Bighit dan orang tua mereka.
Warning : ini gaje, abal, typo sebagian dari hidup
。
。
。
。
。
。
Y
。
。
。
。
。
。。
Seoul, 03 : 13 am
"Hyung..."
"Hyung... Yoongiii..."
Suara imut nan pelan itu terus memanggil namja yang tidur memeluknya erat, sudah lebih dari limabelas menit ia memanggil namja itu. Ia mengikut sertakan jari telunjuknya, menusuk-nusuk pipi namja di sampingnya agar ia terbangun.
"Hyung... bangun"
"Oppa~"
Ia mendengar suara geraman dari namja yang sengaja ia usik tidur nyamannya. Pelukannya mengerat dan semakin menenggelamkan Jimin dalam pelukannya.
"Godaanmu salah sikon sayang" jawabnya dengan mata setengah terbuka.
"Tapi aku mau milk shake. Buatkan aku milk shake hyung~" rengeknya dengan menusuk-nusuk dada yoongi.
"Bisakah itu menunggu nanti?" Dan ia kembali menutup matanya.
"Aku mau sekarang hyung~" ia masih betah merengek meski tak ada balasan dari lawan bicaranya.
Ia melepaskan pelukan Yoongi yang sedikit melonggar, mengubah posisinya sehingga ia duduk di tepi ranjang dan melihat jam di meja nakas, setengah 4 pagi.
"Baiklah, aku akan membuatnya sendiri. Baby bun appamu ini menyebalkan." Gerutunya dengan mengusap perutnya dan segera beranjak berdiri.
"Kau tidak akan kemana-mana"
Ia mendengar suara dari lawan bicaranya yang terbangun dan menggenggam tangannya. Ia menoleh, menemukan Yoongi dan mata tajamnya.
"Aku mau milk shake, dan aku tidak akan tidur lagi sebelum aku meminumnya." rajuknya.
"Aku akan membuatnya, diam dan tunggu disini" titahnya.
Setelah selesai dengan milk shakenya, ia melihat Jimin duduk bersandar di headboard dan fokus pada smartphonenya.
"Apa yang kau lihat?" tanyanya dengan menyodorkan milk shakenya.
"Hm? Game. Gomawo hyung." ujarnya, mencium pipi Yoongi dan mengambil milk shakenya. Yoongi merebahkan kepalanya di paha Jimin dan memeluk perut Jimin.
"Apa bayi besar ini sudah kenyang? Cepat habiskan, aku belum puas memelukmu." Ucap Yoongi dengan menggesekkan hidungnya di perut Jimin.
"Kau tidak akan puas untuk itu hyung"
"Hm kau terlalu hangat untuk tidak di peluk."
。
。
。
。
Ingin sekali Yoongi mengeluarkan seluruh umpatan yang tertahan dibibirnya. Jika saat pagi buta Jimin membangunkannya dengan alasan tidak elit, sekarang dengan cara yang sangat elegan.
Jiminnya melompat-lompat diatas ranjang dengan teriakan keras dan nyaring. Ia menggeram, menarik Jimin kedalam pelukkannya.
"Bisa kita tidur lagi?" tanyanya
"Wake up! Wake up! Aku mau jeruk hyung wake up!" ulangnya tepat ditelinga Yoongi.
"Hyungiiiee~ hyungiiie~ hyuungiie~ hyuuuunggggiiiiieee!"
Ia menggeliat, sedangkan Yoongi makin mengeratkan pelukannya. Ia semakin menggeliat namun pelukannya tak kunjung lepas.
"Bad Appa" ucapnya sebelum menempelkan bibirnya pada bibir Yoongi. Membuat Yoongi membuka matanya dan melumat pelan bibir Jimin.
"Cukup, ayo bangun. Kita beli stoberi sekarang" Jimin mendorong dada Yoongi
"Aish Jiminie"
Setelah melewati beberapa pergulatan, akhirnya mereka berangkat untuk membeli jeruk dan jika Yoongi tidak menghentikan Jimin, mungkin seluruh jeruk itu akan habis ia borong.
"Hyung, aku mau kookie" ucapnya saat mereka melewati toko kukis diarea mall.
"Apa perutmu belum terisi penuh hm?" tanyanya karena Jimin masih sibuk mengunyah jeruk dan Jimin menggeleng.
"Bukan, aku mau kookie." ucapnya lagi membuat Yoongi menghentikan langkahnya.
"Iya cookie itu kan?" tunjuknya, namun Jimin menggeleng.
"Kookie" ia menggeser tangan Yoongi yang menunjukkan sebuah poster restoran bbq, dengan namja bergigi kelinci yang tersenyum didalamnya.
"Itu bukan makanan"
"Tapi itu Kookie!" Kesalnya dengan menggembungkan kedua pipinya.
"Ya itu Kookie. Kookie yang itu tidak bisa dimakan sayang" jelasnya
"Aku tidak bilang aku mau makan Kookie kan? Aku mau pergi dengan Kookie, aku bosan jika pergi berdua denganmu hyung. .kookie!"
Ini dia Jimin dan obsesinya pada kelinci sok polos itu. Ingatkan Yoongi untuk mencabut seluruh poster Jungkook ditiap sudut apartment mereka.
"Hentikan senyuman polosmu itu sialan" tunjuknya pada poster tak berdosa itu.
"Hyung berhenti mengumpati poster itu! Cepat aku mau kookie!"
。
。
。
。
Entah sampai kapan seluruh pasang mata itu menatap mereka. Ya mereka baru saja menginjakan kaki mereka di studio milik Yoongi, dan sukses menjadi pusat perhatian. Yoongi yang memakai topi beruang putih dan Jimin yang memakan topi kucing.
Mereka berjalan memasuki sebuah ruangan yang berisi tiga namja. Sepertinya salah satu dari mereka adalah kelinci buruan Jimin.
CLEK
"Kooooookkiiiieeee!" Jimin langsung menerobos setelah pintu terbuka dan memeluk si gigi kelinci. Membuat dua orang yang sedang sibuk mengalihkan atensi mereka.
"Woah Jiminie" ia balas memeluk Jimin
"Kau kemana saja eum?" tanyanya dengan mengacak rambut Jimin yang mengoala padanya.
"Syubie mengurunugku selama tiga bulan. Aku merindukanmu Kookie" jawabnya dengan menggesekkan pipinya pada pipi Jungkook.
"Kookie, apa kau sudah makan siang?" tanya Jimin, Jungkook menggeleng.
"Bagus ayo kita makan. Hyung, ayo makan" panggil Jimin pada Yoongi.
"Wah hyung, betapa baiknya dirimu. Kita sedang kelaparan" ucap Hoseok, Yoongi mencebik.
"Kookie, suapi aku aa~" Jimin membuka mulutnya, dengan segera Jungkook menyuapkan kimbap yang cukup banyak kedalam mulut Jimin, membuat kedua pipi itu menggembung. Ia tertawa kecil melihat Jimin yang seperti itu, semakin imut saja.
"Hyung, dia berpaling darimu?" Namjoon menertawakan ekspresi masam Yoongi menghadiahkan desisan kesal sang pemilik wajah.
"Jiminie, ku suapi juga ya?" Hoseok menawarkan diri. Jimin menggeleng.
"Howbwi hwung soupi yhong hwung" ucapnya dengan mulut penuh.
"Habiskan dulu Jimin" Yoongi mengingatkan, Jimin mengunyah makanannya membuat empat namja didekatnya itu gemas.
Hoseok yang sudah amat gemas mencubit pipi Jimin dengan ganas. Membuat Yoongi memukul belakang kepalanya sadis.
"Awww sakit hyung" Hoseok mempoutkan bibirnya
"Eww... hentikan" ujar ketiganya-kecuali Jimin- serempak.
"Hobi hyung suapi Yoongi hyung saja" ucap Jimin setelah menuntaskan makanannya.
"Aku bisa makan sendiri" Yoongi menolak. Jimin menatapnya lekat. Amat lekat. Hingga Yoongi tahu apa maksud mata innocent itu.
"Hope suapkan padaku." Yoongi membuka mulutnya, sedangkan Hoseok menatap Yoongi heran.
"Cepat bodoh. Lamban sekali" gerutu Yoongi
"Hyungie berhenti megumpati orang lain. Minta yang baik" nasihat Jimin, Yoongi menghela nafasnya.
"Hoseok, J-hope, Hobi, Hosiki cepat suapkan makanan itu dalam mulutku." ucapnya dengan mengeja tiap suku kata.
"A-ah i-ya iya" Hoseok segera menyuapkan makanan Yoongi dalam mulutnya.
"Puas?" tanyanya, Jimin tersenyum puas dan kembali pada acara lovely dovey dengan Jungkook.
"Hyung, kenapa kau lemah sekali?" tanya Hoseok heran, biasanya Yoongi mampu menjajah mereka bertiga tanpa ampun. Hoseok tahu kelemahan Yoongi itu Jimin, tapi ini langka sekali. Yoongi tak berdaya dan rela melakukan apapun meski permintaannya melukai harga diri Yoongi.
"Sejak kapan kau menurut sekali pada Jimin, hyung?" Namjoon menyikut Yoongi.
"Tanyakan saja pada Jimin dan hormonnya." jawabnya, membuat mereka bingung.
。
。
。
"Kookie aaa~"
"Aaaa~"
Jimin kembali menyuapkan kukis dalam mulut Jungkook, yang diterima dengan senang hati. Posisi ini menguntungkan. Mereka sedang santai di sofa dengan Jimin yang merebahkan kepalanya dipaha Jungkook, dan Jungkook merdeka dari tugasnya.
Setelah makan siang mereka selesai, Jimin menolak untuk melepaskan Jungkook. Membuat Yoongi harus membebaskan Jungkook dari segala pekerjaannya, dan menumpahkan pada Hoseok yang tentunya tak akan ia tolak. Dengan mood Yoongi yang sudah teramat buruk. Api sedikit dan bultaorune.
"Ini sungguh tidak adil" Hoseok menggerutu.
"Nikmati saja hyung~ kuda liar sepertimu akan jinak dengan tugas itu~" singsang Jungkook
"Diam kau kelinci sialan" umpat Hoseok.
"Hope, kau berisik" Namjoon menyumbangkan suaranya.
Mereka hening kembali, hanya menyisakan suara Jungkook dan Jimin yang tertawa bersama menikmati indahnya dunia milik berdua. Hingga sebuah suara membuat fokus mereka semua terpecah.
juseyo dalkomhan geu mat Ice Cream Cake
teukbyeolhajin oneure oulineun maseuro
"Ah maaf ada telepon" Hoseok segera berdiri dan mengangkat telponnya diluar.
"Kookie, aku jadi mau es krim" ucap Jimin setelah mendengar dering ponsel Hoseok.
"Kenapa tiba-tiba ingin? Okay Ayo kita beli. Banyak toko eskrim di sekitar sini" ajaknya.
"Tunggu" cegah Jimin sebelum Jungkook keluar. Ia berjalan kearah Yoongi yang sibuk membuat beberapa nada dan memeluk lehernya dari belakang.
"Hyungie, aku beli es krim dengan Kookie" Yoongi menggumamkan kata 'ya'. Jimin mengecup singkat pipi kiri Yoongi, lalu menghilang dibalik pintu bersama Jungkook.
"Aku baru tahu penjajahan ala Jimin padamu hyung" tawa Namjoon
"Sudah berapa lama dia begitu hyung? Maksud ku usia kehamialnnya" tanya Namjoon
"Tiga bulan, dan ya sisanya begitu." Yoongi mengeluh.
"Apa tiga bulan?" tanya Hoseok yang baru masuk
"Penjajahan Jimin dimulai." Jawab Namjoon tertawa diatas penderitaan Yoongi.
"Ah itu. Kenapa dia begitu hyung?" Hoseok gagal paham.
"Dia hamil bodoh." Yoongi kesal sendiri dengan Hoseok yang gagal paham.
"Oh... jadi Jiminie hamil" Hoseok ber'oh' ria, sebelum berteriak keras detik berikutnya.
"Wha-wha?! kenapa tak memberi tahuku hyung?! Kau sudah tahu Joon?!" Hoseok heboh.
"Sudah, Jinnie juga begitu saat dia hamil. Kau saja yang lamban. Kuda lamban." ucap Namjoon, membuat Hoseok memanyunkan bibirnya. Banyak sekali yang mengumpatinya hari ini.
。
。
。
。
Jimin sedang duduk santai memakan es krim, dan menunggu Jungkook menyelesaikan pesanan permen kapas miliknya. Makan eskrim ditaman menyenangkan bukan?
"Ini permenmu sayang" Jungkook memberikan permennya pada Jimin.
"Gomawo Kookie" ucapnya dengan mengecup pipi kanan Jungkook.
"Satunya?" ia menunjuk pipi kirinya, Jimin tertawa kecil sebelum mengecup pipi kiri Jungkook.
"Kookie, permennya seperti Yoongi. Rasa apa ini?" Jimin menunjuk permen kapas yang Jungkook belikan untuknnya.
"Sepertinya melon?" Jungkook menerka.
"Kita makan distudio Yoongi hyung saja. Aku mau menyamakan rambutnya dengan permen ini hihihihi" tawa Jimin yang membuat Jungkook heran.
Ia tahu Jimin suka sekali menempel padanya, tapi ia merasa ada yang aneh. Tapi biarlah asal Jimin menempel padanya. Selama Jimin menempel padanya ia pasti merdeka.
"Ayo Kookie, kenapa melamun?" ujar Jimin saat ia melihat Jungkook menatapnya tak bergerak.
"Tidak ada. Ayo"
Mereka kembali dan langsung menuju ruangan Yoongi. Tapi sebelum mereka masuk, Jimin melihat seorang wanita keluar dari ruangan Yoongi dengan penampilan sedikit berantakan. Seketika itu juga ia merasa marah, apa yang Yoongi lakukan dengan wanita itu?
Jimin segera melepas tautan tangannya dengan Jungkook dan segera menerobos masuk.
"Hyung! Apa yang kau lakukan dengan wanita itu?"
Yoongi yang baru melihat Jimin dengan wajah kesalnya itu berteriak padanya.
"Apa? Yang mana?" tanyanya bingung
"Yang tadi!" Jimin masih menggunakan volume yang sama.
"Kau berselingkuh dengannya? Apa dia lebih baik dariku? Kau mau meninggalkanku?"
"Apa saja yang kau lakukan dengannya? Menggodanya? Menciumnya? Menyentuhnya? Memm-"
Yoongi langsung membungkam bibir cerewet itu dengan bibirnya. Sungguh Jimin yang bermode ini merepotkan dirinya.
"Mmnggh~"
Ia mengakhiri lumatannya sebelum ia bertindak lebih dan menempelkan kening mereka.
"Kau berlebihan. Dia hanya mengantarkan berkas padaku. Dan bukankah kau yang berselingkuh dengan Jungkook?" ujarnya yang membuat wajah Jimin semakin memerah.
"A-aku t-tidak. Aku hanya pergi dengan Kookie" tukasnya, Yoongi kembali menempelkan bibirnya sebelum Jimin berkata lebih.
"Aissh kenapa hanya menempel" komentar penonton di depan pintu, yang diketahui trio jajahan Yoongi. Yang membuat Jimin menelusupkan wajahnya di perpotongan leher Yoongi.
"Lihat bayi besar kita sudah dewasa" ujar Hoseok ala penonton terharu.
"Bahkan bayi besar itu memiliki bayi kecil didalamnya" imbuh Namjoon
"Bayi besar? Bayi kecil?" Jungkook bertanya.
"Bayi besar yang rambut orange, bayi kecil yang didalam perutnya dan kau bayi yang sudah besar" jelas Namjoon
"Ooh pantas saja dia begitu." Jungkook baru sadar dan sedetik kemudian ia berteriak dengan manlynya.
"Apa?! Sungguh?!"
"Dasar lamban" Hoseok membalas umpatan yang ia terima pada Jungkook
"Yah! Kau mengataiku lamban! Dasar kuda liar!"
"Maknae lamban! Kelinci lamban!"
"Yah!"
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
"Hyung, kenapa pakaian wanita tadi berantakan?"
"Dia terjatuh saat masuk ruanganku. Mungkin dia takut, saat akan keluarpun dia terjatuh"
"Hm.. aku tidak akan menyalahkannya, tadi auramu buruk sekali hyung. Seperti tertutup awan hitam hiiii"
"Tidak juga."
"Hyungie, tadi Kookie membelikanku permen kapas. Kita makan bersama ya?"
"Dia atau kau yang minta?"
"Aku sih, tapi warnanya sama sepertimu hyung. Aku jadi ingin memakan rambutmu juga hihihihi"
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
"Hyung, aku berharap anak itu bukan kloningnya Yoongi hyung"
"Wae?"
"Lihat."
'Kerjakan tugas mu Loser! And STAY AWAY FROM MY JIMIN. .MINE. JIMINE' - MYG
"Ah iya benar, kau benar sekali."
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
。
TBC
。
。
。
。。
A.N :
Hey ho.. Minna-sama, maaf baru muncul. Imajinasi saia tercampur akhir-akhir ini dan beberapa kendala lain. Semoga suka dengan chap ini ^^ *bow*
Beberapa chap kedepan akan berkelanjutan dari ini, kisah mereka di tiap bulan hehehe... jika saia buat kegiatan tiap hari akan sangat lama, belum lagi imajinasi saia yang minim. Tidak apa kan?
BALASAN REVIEW :
yoonminsara :
Iya ini sudah lanjut hehehe terimakasih atas reviewnya, semoga suka dengan chap ini ^^
Guest :
Siapapun anda terimakasih atas reviewnya, semoga suka chap ini ^^
Hyena lee :
Thankyou atas reviwnya, ini sudah lanjut^^ semoga suka dengan chap ini ^^
