2. Pagi hari
"Halo,selamat pagi sayang"
"Oh hai,selamat pagi juga sayang"
"Sudah bangun?"
"Belum"
Terdengar kekehan dari sebrang sana,sedangkan si penerima telfon merotasikan kedua matanya dengan sebal.
"kekeke aku hanya bercanda,sedang apa dirimu hyung?"
"Aku sedang membereskan apartemen"
"Jangan lupa dirimu harus diberi jatah sarapan pagi"
"Iya aku tahu itu"
"Kau tidak akan menanyakan kegiatan diriku saat ini?"
"Bukankah kegiatan dirimu di pagi hari adalah bermalas-malasan dengan kasur?"
Si penerima telfon hanya bisa merotasikan kedua matanya lagi,kekasihnya terlalu manja dengan dirinya.
"Hey sweetheart mengapa jawabanmu terdengar terkesan sebal? Oh aku tahu,apakah dirimu sedang merindukan diriku ya? Lalu ingin bertemu dengan diriku di kafe milikmu? Baiklah aku sudah mengetahuinya"
"Hey! Sok tahu sekali dirimu ini Hyunbin-ah, sudah aku ingin melanjutkan beres-beres apartemenku, setelahnya pergi membuka kafe"
"Okey,aku akan datang setelah dirimu siap sweetheart"
"hEY pikirkan dahulu jadwal pemotretan dirimu hari ini!"
"Tidak-tidak,aku hanya ingin membuat calon istriku tenang,tidak menderita menahan rindu yang berat kepada diriku"
"..."
"Hahaha,yasudah aku tu-"
Pip
Sambungan terlfon diputus secara sepihak oleh si penerima telfon,entah wajahnya sudah tidak bisa di deskripsikan lagi. Wajahnya sudah memerah malu,hanya karena gombalan manis di pagi hari oleh kekasihnya,Kwon Hyunbin,model muda yang sedang naik daun,dan memiliki fans dimana-mana.
Hyunbin tidak tahu,jika kekasihnya—Hwang Minhyun —sudah merapalkan sumpah serapah untuk dirinya di pagi hari ini. Minhyun dengan cepat merapihkan apartemen yang sudah ia sewa,lebih tepat ia beli.
Minhyun takut telat membuka kafe pagi ini,jika kalian bingung apa pekerjaan Minhyun yaitu pelayan sekaligus pemilik kafe yang dia dirikan dengan hasil keringatnya sendiri. Dan mengapa Minhyun memilih tinggal di apartemen ketimbang tinggal dirumah orang tuanya?
Jawabannya simpel,yaitu agar dirinya tidak telat pergi ke kafe,dan menghindarkan kehadiran Hyunbin yang mendadak dan akan memicu keributan dirumahnya. Minhyun sudah hafal dengan kelakukan kekasihnya selama 3 tahun ini.
Senang dan duka sudah mereka lewati bersama,dari rintangan terkecil hingga rintangan terbesar. Tetapi, ada satu masalah yang mungkin tidak sanggup untuk Minhyun bertahan sendirian,ia juga butuh Hyunbin bertahan untuk melewati masalah besar ini.
Yaitu masalah tentang hubungan keduanya yang ditentang oleh keluarga Hyunbin. Mereka berfikir bahwa Minhyun tidak pantas disandingkan dengan anaknya,Kwon Hyunbin. Mereka beranggapan bahwa Minhyun hanya pemilik dan pelayan kafe biasa dengan gaji sedang.
Padahal,Minhyun memilih jalan ini karena tidak mau merepotkan keluarganya. Keluarga Hyunbin mungkin tidak tahu siapa pemilik brand kosmetik terbesar di Korea Selatan,itu milik keluarga Hwang Minhyun. Turun temurun dari kakek Minhyun.
Yang menjabat menjadi Ceo adalah kakak perempuan Minhyun,yaitu Tiffany Hwang. Sebenarnya Minhyun punya kedudukan disana,tetapi Minhyun menyerahkan semuanya kepada kakak perempuannya dengan suaminya.
Tiffany Hwang dengan Nichkhun Hwang. Sebanyak apapun cucu yang dimiliki oleh kakek Minhyun,semuanya mendapatkan posisi tersendiri di brand kosmetik tersebut, tetapi Minhyun tidak tertarik dengan hal itu.
Dirinya lebih memilih hasil keringat dirinya sendiri,seperti membangun sebuah kafe yang lumayan besar di dekat universitas yang pernah menjadi tempat dirinya belajar. Dan kafe tersebut berubah menjadi kafe yang paling sering dikunjungi oleh banyak orang.
Itu hasil yang akurat dari badan pemerintah yang memantau perkembangan apa saja yang terjadi di Korea Selatan. Dan kakek Minhyun bangga memiliki cucu yang mandiri seperti Minhyun,walaupun nenek Minhyun terus mengkhawatirkannya,tetapi hasil tidak menghianati prosesnya.
###
"Hey Hyunbin hyung,kenapa tersenyum-senyum sendiri?"Tanya teman modelnya, Lai Guanlin. Hyunbin menoleh kearah Guanlin lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa" jawab Hyunbin yang masih setia memandangi wajah manis Minhyun yang terpampang jelas di layar ponselnya.
"Oh pasti Minhyun hyung lagi 'kan ?" Tebak Guanlin lalu mendapati anggukan kepala Hyunbin. Hyunbin menatap kearah meja di depannya,itu kunci mobil milik Guanlin. Dengan cepat Hyunbin meraih kunci mobil tersebut lalu mengangkatnya kearah wajah Guanlin yang kaget dengan pergerakannya.
"Lin,gue cabut dulu ya!"Pamit Hyunbin sambil berjalan menjauhi Guanlin,tangannya sambil memainkan kunci mobil milik Guanlin. "Tapi hyung,jadwal pemotretan akan dimulai sebentar lagi!" Pekik Guanlin dengan wajah bingungnya.
"Bilang saja jika aku makan keluar! Oh iya,pinjam sebentar mobilnya Guanlin!" Balas Hyunbin dengan teriakkan,karena jarak antara mereka berdua sudah berjauhan. "Y-yasudah jika itu perlu hyung" jawab Guanlin dengan datar.
Percuma jika akan menjawab kalau Hyunbin sudah berada di basement kantor tempat pemotretan akan berlangsung."Pasti akan mengganggu Minhyun hyung di kafenya, ya tuhan kapan seonho anak ayamku kembali ke Korea? Aku sudah rindu berat dengan dirinya" gumam Guanlin dengan pelan.
Guanlin tidak sadar jika yang sedang ia harapkan sedang mengintip dari celah tembok belakang dengan wajah usilnya, Seonho anak ayamnya sedang tersenyum malu lalu dengan cepat merubah mimiknya dengan mimik jahil.
"Kata siapa kalau Seonho anak ayamnya Guanlin hyung belum pulang?" Sontak Guanlin menoleh kearah suara dan mendapati Seonho dengan cengengesan andalannya. "Hoho! Hyung kangen kamu" Guanlin memeluk Seonho dengan erat.
"Hehehe,Hoho juga kangen hyung kok" jawab Seonho, "oh iya kemana Hyunbin hyung?" Tanya Seonho yang sudah melepaskan pelukannya dengan Guanlin. "Biasa,mengapeli Minhyun hyung" jawab Guanlin dengan santai.
"Kenapa pagi-pagi?" Tanya Seonho dengan wajah innocentnya, "karena itu rutinitas Hyunbin hyung selama 3 tahun belakangan ini!" Jawab Guanlin sambil memencet hidung Seonho dengan gemas. Ah sudah kita tinggalkan saja pasangan ini,mereka berdua akan bermesraan pagi ini.
###
"Selamat pagi sweetheart Kwon " ucap Hyunbin tepat di belakang Minhyun berdiri. Minhyun terlonjak kaget,sampai-sampai posisi berdiri Minhyun berpindah tempat. "Whoa kalem sweetheart,tidak usah terkejut seperti itu" ucap Hyunbin sambil terkekeh pelan.
"Kau mengagetiku saja Hyunbin bodoh!" Pekik Minhyun dengan kesal, Hyunbin menggelengkan kepalanya. "No no no,princess Kwon tidak boleh mengumpat,apa lagi saat pagi hari begini" Minhyun hanya merotasikan kedua matanya dengan jengah.
Dirinya sudah terbiasa dengan sikap absurd kekasihnya,tiga tahun berpacaran dengan Hyunbin membuat Minhyun hafal dengan segala sikap,sifat,dan kesukaan atau yang tidak Hyunbin suka. Semua sudah dihafal diluar kepala oleh Minhyun.
"Kau yang membuatku mengumpat pagi-pagi, Hyunbin bodoh" ucap Minhyun dengan datar,tangannya sambil membuka pintu kafe dengan cepat karena jam sudah menunjukkan waktu 7 pagi,saatnya kafe milik Minhyun buka.
"Pelan-pelan sweetheart,nanti kuncinya bisa patah atau lebih parahnya lagi lompat dan hilang" ucap Hyunbin sambil membantu Minhyun yang sedang kesusahan.
"Mengapa dirimu ada disini? Bukankah kau memiliki jadwal pemotretan hari ini Hyunbin-ah?" Tanya Minhyun sambil memperhatikan wajah Hyunbin.
"Aku ingin merasakan manisnya kopi vanilla late buatanmu,tidak boleh?" Tanya balik Hyunbin sambil tersenyum memandang wajah Minhyun.
"Yasudah untuk pagi ini,besok besok tidak boleh" ucap Minhyun dengan datar,setelahnya Hyunbin mengikuti Minhyun masuk kedalam kafe,tidak lupa mencabut kunci di pintu kafe.
"Kau duduk sebentar disitu,akan aku buatkan vanilla late untukmu, maaf jika berdebu,aku belum sempat membersihkannya,karena seseorang sudah meminta membuatkan vanilla late kepada diriku" ucap Minhyun dengan nada sebalnya,Hyunbin tertawa mendengar ucapan Minhyun.
Tidak lama kemudian Minhyun datang dengan membawa dua gelas vanilla late,beserta cheescake diatas nampan coklat muda dengan ukiran indah,omong-omong itu hasil karya Minhyun sendiri dengan motif yang di rekomendasikan oleh Hyunbin.
"Terimakasih princess Kwon ! Sini,aku beri kecupan gratis di dahimu,agar teringat diriku terus" ucap Hyunbin sambil menarik tengkuk Minhyun yang sudah menaruh tampan di meja yang di duduki oleh Hyunbin.
Hyunbin mencium dahi Minhyun dengan sayang,setelahnya menatap wajah Minhyun yang mulai memerah tersenyum manis melihat reaksi Minhyun,sungguh sangat manis dan menggemaskan!
"Kwon Hyunbin ayo cepat habiskan sarapanmu! Waktu pemotretan dirimu sudah dimulai 20 menit yang lalu!" Oh mungkin dengan kecupan didahi tidak mempengaruhi sifat disiplin Minhyun terhadap pekerjaan Hyunbin saat ini.
###
Hai hai kembali lagi dengan diriku,bagaimana? Sudah romantis belum? Hehehe,yuk lah di vote dan komen. Oh iya,itu Nichkhun aku buat marganya satu marga sama tiffany,soalnya ribet namanya,gapapa kan?
Tertanda: Az14As
