Disclaimer : Bangtan bukan milik saia, mereka milik Bighit dan orang tua mereka.

Warning : ini gaje, abal, typo sebagian dari hidup

I

。。

Helaan nafas bosan itu kembali terdengar, si orange imut yang diketahui bernama Jimin itu sedang menunggu Yoonginya pulang. Ia hanya mengenakan short pants di atas lutut dan hoodie milik Yoongi yang membuatnya terlihat semakin kecil. Usia kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke-empat menuju lima itu malah membuatnya semakin menempel pada Yoongi.

Bukan itu saja, ia selalu merindukan pelukan Yoongi yang membuatnya hangat dan nyaman. Ia tahu jika Yoongi juga menyukai hal itu, tentu saja dengan tambahan tempat tidur. Yoongi akan lebih menyukainya.

Mendengar suara pintu yang terbuka, membuatnya berlari menuju sumber suara dengan eyesmile andalannya. Setelah mengunci targetnya, ia langsung melemparkan dirinya pada Yoongi, dan untungnya Yoongi yang sudah hafal kebiasaan baru Jimin itu segera menangkapnya.

"Hyuungiiiee!" Ia melingkarkan tangan dan kakinya pada Yoongi.

"Jimin, bagaimana jika kau jatuh" tuturnya dengan membalas pelukan Jimin.

"Tidak akan. Aku tahu kau akan menangkapku hyung." jawabnya dengan menelusupkan kepalanya di perpotongan leher Yoongi.

"Turun sebentar, aku belum melepas sepatu." ucapnya setelah mengusap belakang kepala Jimin, namun hanya gelengan yang ia dapatkan.

"Aku sudah merasa nyaman hyung~" rengeknya.

"Menyusahkan saja" protesnya dengan melepas sepatunya perlahan, ia takut menjatuhkan bayi besarnya yang memang tidak ringan.

"Hihihihi aku tahu kau menyukainya." bisiknya.

"Percaya diri sekali nyonya Min" ujarnya setelah sukses melepas sepatunya, ia memberikan kecupan ringan pada leher Jimin dan berjalan menuju kamar mereka.

"Tunggu! Kau lupa sesuatu Hyung!" cegah Jimin saat Yoongi akan masuk kamar mereka, membuat Yoongi heran.

"Hyung, Mochimchim ini memerlukan susu sebelum tidur, jadi buatkan aku susu." Ia menatap lekat mata Yoongi dengan pout lucu.

"Mochimchim?" Yoongi menatap Jimin penuh tanya.

"Itu nama panggilan anak kita hyung hehehehe dan siapa tahu dia mirip sepertiku nanti." jawabnya dengan cengiran khasnya, membuat Yoongi mencubit pipi mochi Jimin.

"Bagaimana jika dia mirip denganku?" tanyanya kembali.

"Aku tidak tahu bagaimana nasib dunia ini jika ada dua Yoongi hahaha" tawanya.

"Lebih baik ada dua Yoongi dari pada bayi besar manja ini."

"Heeey!"

"Aku suka jika dia tampan seperti ku, bukan imut seperti mu."

"Itu tidak adil" Jimin kembali mempoutkan bibirnya.

"Hentikan atau ku makan bibirmu"

Dengan segera Jimin membungkam mulutnya, melihat Yoongi yang sudah membuka mulutnya, membuat Jimin merona merah dan meninggalkan Yoongi dengan senyum setannya.

"Hyuung~ bbuing~ bbuing~"

"Haaah... baiklah"

Serangan aegyo yang ia luncurkan itu sukses membuat Yoongi mengalah. Seharusnya Jimin sudah mengantuk setelah meminum susu formulanya, tapi kali ini berbeda. Jiminnya malah semakin hyper dan meminta untuk melihat film terbaru di bioskop.

"Booking saja tempatnya, masih belum terlambat untuk jadwal pukul sembilan malam." Yoongi memberikan ponsel pintarnya pada Jimin agar ia bisa membeli tiketnya dan memilih filmnya, sedangkan ia bersiap dan mengambil baju milik Jimin. Tidak mungkin Jimin pergi dengan short pants di atas lututnya itu kan?

"Sudaaah" deklarasinya.

"Ganti celanamu dan ayo beragkat." titahnya.

"Kenapa ganti baju? Aku suka baju ini." keluhnya dengan menunjuk hoodie yang ia kenakan.

"Aku tidak menunjuk atasanya chim, tapi celana yang kau kenakan sayang.'' ucapnya membuat Jimin ber-oh ria.

"Oh... bukankah aku terlihat sexy jika begini?" tanyanya dengan menirukan gaya penari seksi 'I like that'.

"Cukup, atau kita batalkan rencananya." ancam Yoongi.

"Tidak bisa begitu hyung!"

"Tentu saja bisa, lalu kita buat adegan panas kita sendiri." balasnya santai.

"Adegan panas kita sendiri?" Jimin membeo membuat Yoongi menjilat bibir bawahnya sensual.

"Astaga! Kau mesum hyung!" Jimin melempar ponsel Yoongi dan berlari menuju kamar mandi untuk mengganti celananya.

"Chim, kau lupa membawa gantinya sayang!" teriaknya dari luar pintu.

CKLEK

"Berikan padaku!" perintahnya.

"Iya nyonya."

"Aku namja hyung!"

BLAM!

"Tidak ada namja yang mempoutkan bibirnya dan menghentakkan kakinya saat marah Jimin." sindirnya.

"Aku mendengar itu hyung!"

"Kau yakin?"

Dua kata itu sudah sepuluh kali keluar dari mulutnya, hingga membuat objek yang di tanya memutar matanya jengah.

"Iya hyung, sampai kapan aku harus mengulanginya?" ia menghentakkan kakinya kesal.

"Tapi ini film-"

"Horror" potongnya cepat.

"Aku ingin melihat film ini hyung, dan aku tidak akan takut." lanjutnya dan menarik Yoongi masuk.

"Jangan salahkan aku jika kau takut nanti" ia memperigatkan Jimin, yang hanya di anggap angin lalu.

"Ssssttt... jangan berisik hyung, dan jangan takut." ucapnya lalu menyamankan dirinya dikursi.

Sudah setengah jam film itu berlagsung, dengan ruangan gelap, mencekam, dan sepi. Ia bisa merasakan gerakan tambahan milik Jimin, mulai dari kedua tangannya yang saling bertaut dan ia mainkan, bibir bawahnya yang ia gigit, matanya yang mulai tidak fokus pada layar didepannya dan banyak lagi.

Ia kembali memfokuskan pandangannya pada layar besar di hadapannya, adegan dimana sang protagonis memasuki sebuah ruangan gelap, menyusuri tiap anak tangga dengan senter di tangan, semakin kedalam dan

KRIEEET

"HYA-''

Ia kembali melihat ke arah Jimin yang mengeluarkan pekikan kecil dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Jimin, apa kau yakin ingin lanjut melihat film ini?" tanyanya

"I-iya hyung, b-be-berhenti bertanya begitu. F-fokus saja pada filmnya." jawabnya tersendat dengan tubuh yang sedikit bergetar, dan kembali melihat ke arah layar besar di hadapannya. Memunculkan sang protagonis yang terjebak dalam ruangan dengan nafas tersenggal dengan peluh yang membasahi wajahnya.

Langkah kaki yang terus menggema dalam ruangan itu terasa semakin cepat, seorang wanita yang terus menghindar dari hantu yang terus mengejarnya, hingga saat ia membuka pintu

BANG!

"I find you."

"HWAAAAA EEOOMMAAA!"

Teriakan kedua yang bersamaan dengan sang protagonis, membuat seluruh penonton mengalihkan atensi mereka kearah namja yang memeluk manusia di sampingnya. Yoongi yang menyadari posisinya segera bangkit menggendong Jimin dan mengucapkan kata maaf pada seluruh penonton yang terganggu.

Ia melangkah keluar dari ruangan Premier itu. Untung saja Jimin memesan kursi premier, hanya ada segelintir manusia didalamnya dan tak banyak orang yang bisa melihat wajahnya dan Jimin di dalam. Ia masuk dalam kamar mandi dan mendudukkan Jimin di wastafel.

"Lihat siapa yang menangis dan berteriak?" sarkasnya

"Hikss.. hiks... ma-maaf hyung. A-aku hiks... ta...kut" isaknya.

"Jika kau mendengarkanku ini tidak akan terjadi." Ia membawa Jimin dalam pelukannya agar tangisan itu berhenti.

"Sstt... berhenti menangis, kau tahu hantu itu akan mendatangi orang-orang yang cengeng."

Seketika kalimat itu terucap, isakan Jimin berhenti dan beralih kedua tangannya memeluk leher Yoongi erat.

"Sungguh?" gumamnya dan hanya ia balas anggukan.

Biasanya berjalan menuju pintu apartment adalah hal yang begitu mudah dan cepat. Tapi sekarang, bagi Min Yoongi ini adalah hal yang merepotkan. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa jika koalanya yang bertindak.

"Jimin, lepaskan pelukanmu. Aku sulit berjalan."

"Tidak! Bagaimana jika hantunya datang?" Ia menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Yoongi.

"Tidak akan ada hantu yang mau membawa makhluk manja sepertimu Jimin, mungkin hanya aku saja yang mau." ejeknya

"Ya sudah bawa saja." Jimin tak mau kalah dan menyamankan dirinya di punggung Yoongi, dengan dirinya yang mengoala.

"Ugh.. kau berat chiim" protesnya.

"Ayolah hyung, tinggal luuruuss dan kita sampai di depan pintu apartment kita! Go! Go!" semangatnya dengan mengacungkan kepalan tangannya.

Ia memutuskan ikut bermain dengan Jimin, meletakkan tanganya untuk menopang tubuh Jimin dan berjalan menyusuri lorong.

"Jimin, Aku mau membuka pintunya." ucapnya, namun tak ada balasan. Ia tolehkan kepalanya dan menemukan Jimin yang sudah berlayar ke alam mimpi.

Senyum tipis itu terukir di wajahnya, perlahan ia mengambil kunci dan menyeimbangkan Jimin dalam gendonganya. Setelah sukses, ia segera membaringkan Jimin dan memberikan beruang putih besar untuk dipeluknya.

"Cantik." gumamnya dengan menyisir kebelakang poni yang hampir menutupi mata Jimin. Ia berdiri dari spot nyamannya dan keluar untuk meminum seglas air.

Ketika ia kembali, ia mendengar isakan-isakan kecil. Dengan segera ia percepat langkahnya dan kembali ke spot sebelumnya.

"Hey chim. Chimchim" Ia kembali mengusap kepala Jimin, dan usapan itu berhasil membuat Jimin mengangkat wajahnya dari sang beruang putih.

"Hyu..hyung... h-hantunya d-datang da-dan kau hiks.. hilang... hiks..."

Ah sepertinya Jimin mimpi buruk, ia merebahkan tubuhya dan mengambil tempat sang beruang putih, dengan segera Jimin menelusupkan kepalanya di dada Yoongi dengan menggumamkan kata yang sulit ia dengar.

Meski satu jam berlalu, ia masih bisa merasakan tubuh Jimin yang bergetar dan gerakan tanggannya yang bermain di dadanya.

"Wae hyung?" tanya Jimin saat Yoongi melepas pelukannya dan mengambil benda pipih bergambar apel bekas gigitan miliknya di meja nakas.

"Aku lupa membaca pesan Jungkook." jawabnya.

"Apa yang Kookie kirim?" Jimin langsung mengambil ponsel pintar yang ada di tangan Yoongi dan melihat sebuah video kiriman Jungkook.

"Ini bukan blue film kan hyung?" selidiknya.

"Aku lebih suka blue film kita sendiri." jawabnya tanpa dosa yang menghasilkan pukulan pelan di lengannya. Jimin yang pada dasarnya dalam mode penasaran maksimal, segera meng-klik videonya.

P-P-A-P

I have a pen, I have an Apple

Uh! Apple-pen!

I have a pen, I have Pineapple

Uh! Pineapple-pen!

Apple-pen, Pineapple-pen. Uh!

Pen-Pineapple-Apple-

"Ahahahahahahahaha.. hyu-hahahahaha..."

Tawa Jimin pecah ketika ia melihat pria berkacamata dengan jas kuning menari tarian aneh. Ia tak kunjung hentikan tawanya, hingga menit ke 30, Jimin menatap Yoongi.

"Hyung, menarilah seperti ini untukku~" pinta Jimin manja.

"Kau bercanda" Yoongi menatapnya tak percaya. Jimin segera mencengkram tangan Yoongi dan meraba isi laci meja nakas dekatnya.

"Tidak sayang~ ini juga anakmu kan?" ujarnya dengan masangkan telinga kucing di kepala Yoongi dan pernak-pernik lainnya.

"Astaga, kenapa ngidammu begitu aneh." keluhnya.

"Entahlah, anakmu yang meminta hyung." elaknya.

"Jika jelek ulang sampai mirip hyung. Ok?" pintanya sedikit memaksa.

"Hentikan. Bagai-"

"Aku tak menerima penolakan hyung." Tegasnya.

"Ji-"

"Hana, dul, set"

TBC

#TapiBerCanda

。。

A.N :

Nihao minna-sama^^

Ada yang masih menunggu kelanjutan ff ini? Hehehehe jika masih ada semoga suka chap ini ^^ *bow*

Maafkan akai yang baru muncul #sungkem. Maapkeun ne, seluruh file saia hilang beserta rusaknya hape saia T.T dan semua data FF-nya musnah, jadi saia harus mengetik semuanya dari awal. Sungguh maafkan saia atas update-an yang lama T.T

Thankyou untuk minna-sama yang sudah mem-follow dan mem-favorite cerita ini *bow* ^^, Terimakasih juga untuk minna-sama yang mau menunggu ff ini untuk update dan mensupport ff ini *bow*.

EPILOGUE :

Yoongi menatap heran ketiga rekan kerjanya yang sibuk menahan tawa dan menghindari kontak mata dengannya.

"Ada apa dengan kalian?" tanyanya memecah keheningan.

"Maafkan aku hyung tapi- ahahahaha!" Jungkook tertawa keras dan gulung-gulung di lantai ruang kerjanya, ditambah tawa Hoseok yang menyusul, sedangkan Namjoon masih setia mengigit pipi bagian dalamnya. Menahan tawa.

"Ekhem... hyung seharusnya kau berduet dengan artis PPAP yang asli." saran Namjoon

"Apa maksudmu?" Yoongi gagal paham.

"Ahahaha... Jiminie... hahaha.. efeknya terlalu besar bagimu hyung" Hoseok menghapus air mata bahagianya itu.

"Oh tidak." Ia segera merampas ponsel pintar Hoseok dan melihat video kiriman Jimin, yang dikirimnya beberapa jam yang lalu.

"MIN JIMIN!"

TBC

#beneranTBC

。。

Balasan review :

Jintsuhwan94

Gomawo atas review-nya ^^. Maaf sudah membuat anda menunggu lama *bow* ini sudah lanjut kok ^^ semoga suka dengan chap ini ^^ *bow*

cutechimo jemen

Thankyou atas reviewnya *bow* maapkeun ya saia membuat anda menunggu untuk updatean chap ini. Biarkan saja Yoongi di jajah sama Jiminie, yang penting Chimchim bahagia #plaakk semoga suka chap ini ^^

jchimchimo

Biasa Jimin sukanya main begituan sama Kookie #mainapahayo? Hehehehe. Btw thankyou atas reviewnya dan sudah mau menunggu kelanjutan ff abal ini, maaf juga sudah membuat menunggu lama, semoga suka chap ini *bow*

Guest #1

Terimakasih sudah mau menunggu update-an di tanggal 7 aug dan untuk review-nya juga gomawo ^^. Maaf saia membuat anda menunggu lama lagi *bow*, semoga suka chap ini ^^

yoongi kwiyowo

Gomawo atas review-nya dan sudah mau membaca ff ini *bow* ini sudah lanjut semoga suka chap ini ^^

haneunseok

Ada hehehehe ini sudah lanjut, maaf sudah membuat anda menunggu lama *bow* semoga suka chap ini dan terimakasih atas review-nya ^^

Guest #2

Ini sudah lanjut ^^ terimakasih sudah mau menunggu dan mereview *bow*. Maapkeun saia yang sudah membuat anda menunggu lama *deep bow* semoga suka chap ini ^^