NEVER : MINHYUNBIN

PART 4 : PELAYAN KAFE

###

Setelah berhasil mengusir Hyunbin, Minhyun bergegas membereskan kafe yang sebenarnya sudah memasuki jam buka. Minhyun berjalan menuju dapur,mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan kafe.

Walaupun menggunakan baju pelayan kafe, Minhyun tetap terlihat menawan,malah bertambah keanggunannya saat menggunakan pakaian pelayan kafe. Itu Hyunbin yang mengatakannya langsung,dan mendapat tonjokkan gratis dari Minhyun yang malu.

Sebenarnya, ada maksud tersendiri Minhyun mendirikan kafe dengan hasil keringatnya sendiri. Yaitu untuk Hyunbin,kenapa untuk Hyunbin? Karena saat mereka dating setelah selesai kuliah,tiba-tiba Hyunbin ingin minum vanilla late.

Sedangkan kafe yang menjadi langganan Hyunbin,pindah lokasi. Dan itu membuat Hyunbin sedih,sampai-sampai mogok makan. Minhyun jadi kerepotan sendiri,pada akhirnya Minhyun memutuskan untuk membangun kafe di dekat universitas yang mempertemukan dirinya dengan Hyunbin.

Jika diingat-ingat kembali,alasan Minhyun membuka kafe memang sangat memalukan,tetapi Minhyun tidak memperdulikannya,dari pada harus mengurus bayi besar yang sudah mogok melakukan aktivitas,lebih malu mana?

Dan saat tahu Minhyun ingin membuka kafe di dekat universitasnya dahulu, Hyunbin sangat sangat senang sekali. Sampai-sampai semua yang berada di dalam kafe dia yang merekomendasikan.

Dari pakaian pelayan kafe,nampan yang terbuat dari kayu ukir,hiasan bunga yang indah,hiasan dalam kafe,gelas,piring,garpu,sendok,serta bangku untuk duduk itu semua Hyunbin yang merekomendasikan.

Kalian masih ingat dengan nampan kayu ukir? Ya itu yang Hyunbin rekomendasikan,dia menyuruh Minhyun untuk membeli saja,tetapi Minhyun tolak,Minhyun ingin dia yang mengukirnya sendiri.

Daripada Hyunbin dan Minhyun bertengkar, Hyunbin mempersilahkan Minhyun membuatnya dengan sesuka hati. Sampai-sampai sepupu Minhyun—Kim Jonghyun beserta kekasihnya— ingin membantu tetapi ditolak dengan Minhyun.

Hyunbin jadi tahu salah stau sifat yang dimiliki oleh Minhyun,selain penggila kebersihan,Minhyun juga termasuk orang yang keras kepala. Maka dari itu Hyunbin selalu menghindari pertengkaran dengan Minhyun,walaupun akhirnya mereka berdua tetap bertengkar juga.

Tapi tidak ada yang menyaingi perasaan sayang Hyunbin ke Minhyun, Hyunbin bersyukur karena bisa bertemu dengan Minhyun dan menjadikannya kekasih yang kelak akan dia jadikan istri suatu saat nanti.

Walaupun banyak rintangan yang menghadang hubungan mereka berdua,tetapi Hyunbin tidak memperdulikan itu. Dia yang berstatus seme,yang mendominasi atas segalanya,berarti dia harus lebih dalam hal memperjuangkan hubungannya.

Tidak akan membiarkan princess Kwonnya menangis karena dirinya,jika memang itu terjadi,dirinya tidak akan segan-segan menghukum dirinya sendiri dengan cara yang seimbang,seimbang dengan air mata Minhyun yang keluar karena dirinya.

###

"Pagi Minhyun hyung" sapa laki-laki dengan berwajah cantik yang berjalan menuju kasir kafe Minhyun. "Hey pagi juga Minki" jawab Minhyun sambil menatap orang yang menyapanya.

"Minhyun,aku pesan cheescake satu" ucap Minki sambil melihat-lihat buku menu yang berada di meja kasir Minhyun. "Lalu minumnya Minki mau apa?" Tanya Minhyun sambil menghampiri Minki yang menunggu di depan meja kasir.

"Uhm Minhyun,minuman di meja dekat pintu masuk, namanya apa? Aku ingin minuman seperti itu,sepertinya rasanya sangat-sangat enak" ucap Minki sambil menunjuk kearah meja yang sempat di duduki oleh Hyunbin dan dirinya.

Minhyun tersenyum simpul,dirinya lupa membereskan sisa makan kekasihnya,karena dirinya sudah terlanjur mengusir kekasih tampannya itu. "Minhyun?" Panggil Minki yang membuyarkan lamunan Minhyun.

"A-ah iya? Maaf tadi aku melamun dan tidak mendengar ucapanmu,jadi Minki mau minuman yang seperti di meja pertama itu?" Tanya Minhyun sambil mengikuti arah tangan Minki menunjuk.

"Iya aku ingin seperti itu! Tolong buatkan ya Minhyun hyung~~" ucap Minki sambil beraegyo ria, Minhyun yang diberi aegyo hanya tersenyum simpul. Memang seperti ini sifat kekasih sepupunya,sangat menggemaskan!

Tapi untungnya Minhyun tidak tergoda oleh aegyo imut yang sering dikeluarkan secara mendadak oleh Minki,jika dirinya tergoda? Semuanya akan berantakan,dari siapa yang menjadi seme,siapa yang akan ditusuk dan siapa juga yang menusuk.

"Minhyun hyung! Kenapa melamun lagi? Dirimu rindu dengan Hyunbin ya?" Goda Minki dengan ekspresi andalannya, Minhyun menjadi salah tingkah mendengar ucapan Minki tadi,Minhyun merasa wajahnya mulai memerah.

"T-tentu saja tidak! Su-sudah lah Minki! Minki ingin minum vanilla late kan? Nah duduk saja dirimu,nanti aku antar" ucap Minhyun sambil bergegas kearah dapur kafe,dan Minki pun memilih tempat yang akan dia duduki jika membuat dirinya nyaman.

15 menit berlalu, Minki menunggu Minhyun datang membawa cheescake dan vanilla late untuk dirinya,tetapi tidak lama kemudian ada yang datang kedalam kafe Minhyun.

Minki yang melihat pintu kafe Minhyun terbuka pun buru-buru membenarkan cara duduknya. Ditatapnya lekat-lekat siapa yang datang mengunjungi kafe Minhyun dalam jangka waktu sepagi ini,selain dirinya dan kekasih Minhyun?

Dan saat objek masuk kedalam,kedua mata Minki membola. Dengan cepat Minki memasukkan ponselnya yang sedari tadi dimainkan,lalu menatap sang objek dengan sangat intens.

"Minhyung hyung~~" panggil sang objek dengan nada cerianya,sang objek lalu mulai berjalan mendekati meja kasir Minhyun,tanpa segaja sang objek menatap kearah Minki berada.

Sang objek tersenyum lalu melambaikan tangannya kearah Minki,dan tersenyum sangat lebar,menandakan bahwa mood objek tersebut sedang dalam kondisi bagus.

"Oh kau rupanya Seonho! Apa kabar? Aduh anak ayamnya hyung sudah besar sekali" ucap Minki sambil menghampiri Seonho,sang objek yang sedari tadi Minki perhatikan gerak-geriknya.

Minki memeluk Seonho dengan erat,membuat Seonho sesak dan senang dalam satu. "Minki hyung lepaskan,aku sesak jika seperti ini posisinya" ucap Seonho berusaha melepaskan pelukannya dengan Minki.

"Tidak mau! Minki hyung rindu Seonho! Apa Seonho tidak rindu dengan hyung cantikmu ini?" Tanya Minki dengan cemberut, Seonho segera melepas pelukannya saat tahu bahwa hyung kesayangannya sedang keadaan cemberut.

"E-eh Minki hyung kenapa cemberut? S-seonho rindu Minki hyung kok!" Jawab Seonho dengan tergagap,Seonho bingung dengan hyung cantik di hadapannya ini,mengapa bisa mendadak cemberut seperti ini? Sepertinya tadi masih baik-baik saja.

"Ada apa ini?" Tanya Minhyun dengan ditangannya membawa satu nampan coklat muda berukir dengan indah, Seonho menoleh kearah sumber suara lalu menatap kearah Minki lagi dengan wajah bingungnya.

"Seonho,ada apa?" Minhyun mulai mendekati kearah Seonho dan Minki berada,nampan indahnya sudah ia taruh,lalu kakinya ia arahkan kearah Seonho dan Minki berada.

Minhyun menatap kedua objek didepannya dengan tatapan bingung,auranya menjadi canggung seperti ini,dan Minhyun tidak menyukainya. Minhyun paling benci dengan aura canggung,apalagi aura canggung itu tercipta diantara dirinya dengan orang-orang yang dekat dengan dirinya.

Tidak semuanya orang yang dekat dengan dirinya itu,saling mengenali satu sama lain dibelakang Minhyun. Jadi Minhyun akan mencairkan suasan canggung yang tercipta jika orang-orang dekatnya tidak saling mengenal satu sama lain.

"Seonho-ah,katakan kepada hyung,apa yang sudah terjadi?" Tanya Minhyun sekali lagi sambil mengelus pundak Seonho. Seonho menoleh kearah Minhyun lalu menghela nafas,"Minki hyung merajuk denganku hyung" jawab Seonho yang membuat Minhyun tersenyum simpul.

"Merajuk kenapa?" Tanya Minhyun dengan senyuman andalannya. "Minki hyung mengira jika Hoho tidak merindukan Minki hyung,padahal sebenarnya Hoho merindukan Minki hyung" jawab Seonho dengan polos.

Minhyun yang mendengar jawaban Seonho hanya bisa menepuk keningnya, mengapa kedua orang yang berada di hadapannya ini sangat-sangat polos? Tidak-tidak,bahkan Seonho lebih polos dari Minki! Membuat Minhyun gemas setengah mati.

"Ada-ada saja kalian berdua ini! Ayo baikkan sekarang juga,hyung tidak mau melihat kalian terlibat didalam suasana canggung seperti ini" ucap Minhyun sambil menarik tangan Seonho dan Minki,dan mempertemukannya guna menjabat tangan untuk saling memaafkan.

"Ayo baikkan" perintah Minhyun sambil menempelkan kedua tangan bocah yang berada di hadapannya. "Minki hyung,Hoho minta maaf ya? Hoho sebenernya kangen tahu sama hyung cantik" ucap Seonho dengan sesal.

Minki tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dengan cepat, "hyung juga minta maaf ya Seonho? Sebenernya hyung enggak beneran marah Seonho,abis mana kuat hyung cantik marah sama Seonho yang lucunya enggak ada yang bisa nandingin!" Ucap Minki dengan sangat semangat.

Minhyun yang melihatnya hanya bisa tersenyum,kali ini senyumannya berbeda. Ada sorot bahagia yang terpancar dari kedua mata indahnya. "Nah gitu dong akur" ucap Minhyun dengan senang.

"Nah Seonho mau mesen apa?" Tanya Minhyun untuk mengetahui niat awal Seonho datang ke kafenya. "Eh? Hoho mau pesen yang kayak Minki hyung pesen! Kelihatannya enak" ucap Seonho dengan ceria.

"Baiklah,cheescake dan vanilla late akan aku buatkan lagi,duduklah sebentar bersama Minki ya Hoho?" Setelah itu Minhyun bergegas menuju kearah dapur kafe,dengan perasaan yang berbunga-bunga,karena kekasihnya. Ya kekasihnya yang sedang ada jadwal pemotretan di entertaimentnya.

...

Gimana hadiah aku buat kalian? Semoga suka ya!

Jangan lupa vommentnya ya!

Tertanda : Az14As